cover
Contact Name
Gatot Suparmanto
Contact Email
info.lppm@ukh.ac.id
Phone
+62271-857724
Journal Mail Official
jurnal@ukh.ac.id
Editorial Address
masgat@yahoo.co.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
ISSN : 20875002     EISSN : 2549371x     DOI : https://doi.org/10.34035/jk.v13i2
Core Subject : Health,
jurnal ini masih berfokus pada ilmu kesehatan kedokteran,keperawatan,biologi,kebidanan dan bidang kesehatan lainnya
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1, Juli 2010" : 8 Documents clear
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap dengan Perilaku Perawat dalam Upaya Pencegahan Dekubitus di Rumah Sakit Cakra Husada Klaten - Setiyawan
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 1 No. 1, Juli 2010
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.812 KB)

Abstract

AbstrakDekubitus merupakan salah satu indikator mutu pelayanan rumah sakit, semakin tinggi angka kejadian pasien dengan dekubitus mencerminkan rendahnya mutu pelayanan keperawatan, karenanya perlu adanya upaya dalam pencegahan sejak dini yang merupakan tanggung jawab utama perawat. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap dengan perilaku perawat dalam upaya pencegahan dekubitus di Rumah Sakit Cakra Husada Klaten. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan metode diskriptif korelatif. Tempat penelitian di ruang Anggrek, Arundati, Sawitri Rumah Sakit Cakra Husada Klaten. Subjek penelitian adalah perawat pelaksana yang sedang memberikan asuhan keperawatan pada pasien tirah baring sebanyak 30 orang. Pengumpulan data berupa kuesioner dan observasi. Teknik analisa data dengan menggunakan chi squere. Hasil penelitian menunjukan nilai analisis bivariat dengan rumus chi square bahwa tingkat pengetahuan tidak mempunyai hubungan dengan perilaku perawat dalam mencegah dekubitus dengan nilai p=0,077 (p< 0,05) sedangkan sikap mempunyai hubungan yang signifikan yaitu semakin baik sikap perawat maka semakin baik perilaku perawat dalam mencegah dekubitus dimana nilai p=0,008 (p< 0,05) dan niali uji hipotesis searah kendall's tau sebesar 0,544.Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan , Sikap, Perilaku Pencegahan DekubitusAbstractDecubitus is one of the hospital servicing quality indicators. When the patient is getting higher to decubitus, it means that the nursing service is getting lower. So, it is needed ari effort to prevent as soon as possible, especially as the nurses responsibility. This research aims to know the relation of the attitude and knowledge level with the effort of preventing the decubitus in Cakra Husada Hospital in Klaten. It is a non experimental quantitative research using the correlative descriptive method. It taken from Anggrek, Arundati, and Sawitri rooms in Cakra Husada Hospital Klaten. The subject of the research are the nurses who are doing the treatment of thirty patients who have to have bedrest. The data is collected by using questioner and observation. It is used chi square technic. The result shows that the bivariat analyses and the chi square do not have relation between the knowledge level and the nurses' attitude in preventing the decubitus, with p= 0,077 (p<0,05), while the attitude has the significant relation. It is when the attitude of the nurses is getting better. It can make the nurses attitude is getting better too on preventing the decubitus with p= 0,008 (p<0,05) and the hypothesis approximately same with Kendall's tau it is 0,544.Keyword: Level of Knowledge, Attitude, The Effort Preventing Of Decubitus
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Menyusui di Kelurahan Pedalangan Kecamatan Banyumanik Kota Semarang Meiyana Dianning Rahmawati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 1 No. 1, Juli 2010
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.519 KB)

Abstract

ABSTRAKPemberian ASI eksklusif sangat diperlukan sampai bayi berusia 6 bulan. Namun sampai sekarang hanya sekitar 13% ibu yang memberikan ASI eksklusif pada bayinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui di kelurahan Pedalangan kecamatan Banyumanik kota Semarang. Faktor yang diidentifikasi antara lain usia ibu, tingkat pendidikan ibu, status pekerjaan, urutan kelahiran bayi, pengetahuan ibu, dukungan suami, dukungan petugas kesehatan dan sosial budaya. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif non experimental yaitu explanatory research dengan pendekatan cross sectional dan metode survey analitik. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Jumlah responden sebanyak 80 ibu yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan menggunakan uji C/w' Square untuk menentukan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemberian ASI eksklusif dan regresi logistik digunakan untuk menentukan faktor yang paling berpengaruh terhadap pemberian ASI eksklusif. Uji statistik ' menunjukkan variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap pemberian ASI eksklusif adalah usia ibu, status pekerjaan, urutan kelahiran bayi dan dukungan petugas kesehatan. Uji regresi logistik menunjukkan bahwa faktor paling dominan yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif adalah ststus pekerjaan dengan p=0,008 dan OR=4,137 yang menandakan bahwa ibu yang tidak bekerja berpeluang memberikan ASI ekskusif pada bayinya 4 kali dibanding ibu yang bekerja. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui di kelurahan Pedalangan kecamatan Banyumanik kota Semarang adalah usia ibu, status pekerjaan, urutan kelahiran bayi, dukungan petugas kesehatan dan faktor yang paling dominan adalah status pekerjaan.Kata kunci: ASI eksklusif, ibu menyusuiABSTRACTThe exclusive breastfeeding (ASI exclusive) is highly recomended until six month life of infant. But until now the performance wals only aboud 13% mothers practiced exclusive the breast-feeding for their baby. The purpose of this research was to leam Influencing factors to the ASI exclusive on the breastfeed mother in Kelurahan Pedalangan Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Identified factors were mother's age, mother's education level, occupational status, birth order of baby, mother's knowledge, husband's support, healthcare support and socio cultural. This research was quantitative non experimental and explanatory research with approached of cross sectional dan survey analitic method. Totally sample 80 respondents who fulfilled criterion of research. It used purposive sampling method. The data obtained were analyzed by Chi Square test to determine factors influencing ASI exclusive and logistic regression analysis was done to determine factors which most influence of ASI exclusive. The result of statistical test showed variabels which significanlly influencing ASI exclusive are mother's age, occupational status, birth order of baby and healthcare support. Logistic regression indicated that factor which most influence of ASI exclusive was occupational status of mother with p=0,008 dan OR=4,137, it mean mothers who not working calmed giving ASI exclusive for their baby were 4 times than mothers who working. Factors that influencing ASI exclusive on the breastfeed mother in Kelurahan Pedalangan Kecamatan Banyumanik Kota Semarang were mother's age, occupational status, birth order of baby and healthcare support and factor which most influence was occupational status of mother.Keywords : exclusive breastfeeding, breastfeed mother 
Hubungan Antara Pengetahuan dan Sikap Tentang Gaya Hidup Sehat dengan Perilaku Gaya Hidup Sehat Mahasiswa di PSIK Undip Semarang Anita Istiningtyas
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 1 No. 1, Juli 2010
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.507 KB)

Abstract

ABSTRAKMemulai gaya hidup sehat bagi sebagian orang dianggap sebagai kegiatan yang melelahkan, membuang-buang waktu dan pandangan-pandangan negatif lainnya. Demikian juga dengan mahasiswa. Selama ini mahasiswa masih kurang memiliki perilaku gaya hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang gaya hidup sehat dengan perilaku gaya hidup sehat mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non eksperimental dengan uji c/m' square. Metode pengambilan sampel adalah stratified random sampling dengan jumlah 17G responden. Pengumpulan data mengunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan dua hal. Pertama, ada hubungan antara pengetahuan tentang gaya hidup sehat dengan perilaku gaya nidup sehat, dengan p value = 0,005 dan %2 -8,015. Kedua, ada hubungan antara sikap tentang gaya hidup sehat dengan perilaku gaya hidup sehat mahasiswa dengan p value = 0,002 dan x2 - 9,739., Penelitian yang selanjutnya dapat dilakukan secara kualitatif untuk menggali secara lebih dalam lagi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku gaya hidup sehat mahasiswa.Kata kunci : pengetahuan, sikap, perilaku hidup sehatABSTRACTStarting healthy lifestyle for some people is considered as a tiring and wasting time activity, besides some other negative views. The same with students in university, until this time, they are still less to have healthy lifestyle behavior.The purpose of this research was to know the correlation between knowledge and attitude about healthy lifestyle with healthy lifestyle behavior among students in Nursing Science Program of Diponegoro University Semarang. This research used a quantitative non experimental method with chi square test. The method used to take the sample was stratified random sampling with 176 respondents. The data were collected using questionnaires. The results of this research showed two important points. First, there was a correlation between knowledge about healthy lifestyle with healthy lifestyle behavior among students in university with p value = 0.005 and x = 8.015. Second, there was a correlation between healthy lifestyle attitude with healthy lifestyle behavior among students in university with p value 0.002 and %2 ~ 9.739. The next research can be done by qualitative method to know more deeply the factors influencing healthy lifestyle behavior among students in university.Keywords : knowledge, attitude, health lifestyle behavior
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Serangan Asma pada Penderita Asma Bronkial di BP4 Semarang Rosma Karinna Haq
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 1 No. 1, Juli 2010
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.789 KB)

Abstract

ABSTRAKKecemasan merupakan bagian dari kehidupan dan merupakan gejala yang normal. Bagi orang yang penyesuaiannya baik, kecemasan dapat cepat diatasi. Apabila penyesuaian yang dilakukan tidak tepat, akan menimbulkan dampak terhadap kesehatan jasmani dan psikis. Asma adalah gangguan pada sistem pernapasan yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas. Serangan asma umumnya timbul karena pajanan faktor pencetus. Pada beberapa individu, kecemasan dapat menjadi pencetus serangan asma. Tujuan penelitian ini adaiah untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan serangan asma pada penderita asma bronkial di BP4 Semarang. Penelitian ini menggunakan desain studi korelasional dengan pendekatan cross-sectional yang menggunakan instrumen berupa kuesioner. Subyek penelitian adalah penderita asma bronkial di BP4 Semarang dengan sampel 52 responden. Uji statistik menggunakan C/w' Square untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan serangan asma pada penderita asma bronkial di BP4 Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30,8% responden tidak mengalami— kecemasan; ,44,2% responden mengalami kecemasan ringan; 19,2% responden mengalami kecemasan sedang; 3,8% responden mengalami kecemasan berat dan 1,9% responden mengalami kecemasan sangat berat. Sedangkan 17,3% responden mengalami serangan asma ringan; 53,8% responden mengalami serangan asma sedang dan 28,8% responden mengalami serangan asma berat. Hasil analisis statistik menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan serangan asma pada penderita asma bronkial di BP4 Semarang. Penderita asrria dianjurkan dapat meminimalkan timbulnya kecemasan yang menjadi pencetus terjadinya serangan asma.Kata Kunci: Kecemasan, Serangan Asma, Penderita Asma.ABSTRACTAnxiety is a part of life and normal symptom. For people with good adaptation, anxiety can be handled immediately. If the implemented adaptation inappropriate, it will affect physical and mental health. Asthma is a respiratory system impairment which can cause hard breath. Asthma attack usually occur because there is contact with precipitation factors. For many people, anxiety can precipitate asthma attack. The purpose of this research was to know corrrelation between anxiety level and asthma attack among asthma bronchiale clients at BP4 Semarang. The research used correlational study design with cross-sectional approach and used questionnaire as an instrument. Research subject was asthma bronchiale clients in BP4 Semarang with 52 respondents as sample. Statistic test used Chi Square to know correlation between anxiety level and asthma attack among asthma bronchiale clients at BP4 Semarang. Research result showed that 30,8% respondents with no anxiety; 44,2% respondents with low anxiety; 19,2% respondents with medium anxiety; 3,8% respondents with high anxiety and 1,9% respondents with severe anxiety. While 17,3% respondents with low asthma attack; 53,8% respondents with medium asthma attack and 28,8% respondents with severe asthma attack. Statistic analysis result showed there was significant corrrelation between anxiety level and asthma attack among asthma bronchiale clients at BP4 Semarang. Asthma clients must suggested to minimalize anxiety which can---------precipitate asthma attack.Key word: Anxiety, Asthma Attack, Asthma Clients.
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Praktik Cara Perawatan Balita yang Menderita ISPA Nonpneumonia di Wilayah Kerja Puskesmas Mojolaban I Kabupaten Sukoharjo Atiek Murharyati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 1 No. 1, Juli 2010
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.579 KB)

Abstract

AbstrakISPA merupakan penyakit pernafasan, yang merupakan penyebab utama kematian pada bayi dan balita. Penyakit ISPA nonpneumonia bukan masalah kesehatan yang boleh diabaikan, karena apabila penanganannya tidak benar, maka dapat berakibat menjadi parah. Namun demikian, sebelum mengetahui tentang tindakan orang tua dalam menghadapi anaknya yang sakit ISPA non pneumonia, perlu diketahui tentang pengetahuan dan sikapnya terhadap ISPA non pneumonia, karena hal tersebut memegang peranan penting dalam melakukan sebuah tindakan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik responden, tingkat pengetahuan ibu tentang ISPA non pneumonia, sikap ibu tentang ISPA non pneumonia, sikap ibu tentang praktik cara perawatan, praktik cara perawatan balita yang menderita ISPA non pneumonia, hubungan antara tingkat pengetahuan dan praktik cara perawatan, hubungan antara sikap ibu dengan praktik cara perawatan, baik sikap tentang ISPA non pneumonia maupun sikap tentang praktik cara perawatan balita yang menderita ISPA non pneumonia.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskripsi yang mengarah pada korelasi. Uji korelasi yang digunakan adalah c/w' square. Responden yang menjadi subjek penelitian adalah ibu yang memiliki balita penderita ISPA non pneumonia. Hasil penelitian dari 94 responden, mayoritas responden 31-35 tahun, pendidikan terakhir SLTP, pekerjaan buruh, status menikah, penghasilan keluarga rendah dan belum pernah mendapat penyuluhan tentang ISPA. Tingkat pengetahuan responden tinggi, sikap tentang ISPA non pneumonia cukup, sikap tentang praktek cara perawatan baik, namun praktik cara perawatan balita tidak benar. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan praktik cara' perawatan, selain itu didapatkan hubungan yang bermakna antara sikap dengan praktek cara perawatan. Hal ini karena banyak hal yang mempengaruhi ibu dalam bertindak, dengan demikian perlu adanya suatu pendidikan kesehatan.Kata kunci: Tingkat pengetahuan, Sikap, Praktik cara perawatan, ISPA non pneumonia
Pengaruh Pemberian Rangsangan Puting Susu dengan Pemilinan pada Manajemen Aktif Kala III Terhadap Waktu Kelahiran Plasenta di Kota Surakarta Fresthy Astrika Yunita
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 1 No. 1, Juli 2010
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.48 KB)

Abstract

AbstrakPerdarahan merupakan penyebab utama kematian ibu di Indonesia, dan umumnya perdarahan berlangsung setelah, persalinan. Penyebab terbanyak dari perdarahan pasca persalinan tersebut yaitu 50-60% karena kelemahan atau tidak adanya kontraksi uterus. Tidak adanya kontraksi uterus (atonia uteri) juga dapat timbul karena salah penanganan kala III persalinan, sehinggga kelahiran plasenta teijadi lebih lambat dan memperbanyak jumlah perdarahan. Pemberian rangsangan puting susu dengan pemlinan dapat mempengaruhi hipotalamus agar mengeluarkan hormon oksitosin yang akan mempercepat kontraksi uterus sehingga mengurangi perdarahan post partum. Untuk mengetahui pengaruh pemberian rangsangan puting susu dengan pemilinan pada Manajemen Aktif Kala III terhadap waktu kelahiran plasenta. Jenis Penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan desain penelitian After Only With Control Design. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Kota Surakarta dan BPS Suratini Surakarta. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 56 ibu bersalin, 28 orang sebagai kelompok perlakuan dan 28 orang sebagai kelompok kontrol. Pengolahan dan analisa data menggunakan komputer program SPSS dengan jenis One sample t- test. Terdapat pengaruh yang signifikan waktu kelahiran plasenta pada pertolongan persalinan kala III yang menggunakan MAK III dengan pemilinan jika dibandingkan dengan MAK III tanpa pemilinan, perbedaan waktunya 2.582 menit lebih cepat dari kelahiran plasenta yang menggunakan MAK III dengan pemilinan puting susu. Persalinan kala III yang menerapkan Manajemen Aktif Kala III dengan pemilinan menunjukkan pengaruh yang signifikan dimana p< 0.05 ( p 0.00; beda mean; 2.582). Dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini adalah ditolak yaitu pemberian rangsangan puting susu pada Manajemen Aktif Kala III dan pemilinan berpengaruh secara signifikan terhadap Waktu kelahiran plasentanya dibandingkan dengan waktu kelahiran plasenta pada Manajemen Aktif Kala III tanpa pemilinan.Kata Kunci: Rangsangan puting susu deng an pemilinan, waktu kelahiran plasentaAbstractBleeding is the first problem that causes the death rate in Indonesia, In generally, bleeding happened after the child birth. The most highest problem of child birth that causes bleeding is 50-60%, it is happened because of the mother weakness or no uterus contractions {atonia uteri}. No uterus contractions happened because of the bad carrying in the third child birth, and the placenta birth happened so slowly, it made the bleedings. To give stimulation nipple can influence hipotalamus to take out ocytocin hormon to increase uterus constraction so that reducing post partum bleeding. The goal of the resarch is to know and to understand the influence to give stimulation nipple with the twine for the third active management of the long term of placenta birth. This research is Quasy Experiment with the research design After Only Control Design, the research held in Rumah Sakit Daerah {RSD} Surakarta and BPS Suratini Surakarta. The sample of experiment research are 56 respondes (mothers) , 28 person as an object and 28 person as a control. The cultivating and analysing the data by using the computer especially SPSS with one sample test. There are the signficant influence of the long term of placenta birth in the third birthing by using The third active Management and the twine of the nipple that compare with the Third active management without twine the nipple, the difference is about 2.582 minutes faster then the placenta birth by using the third active management with twine the nipple.The Child Birth by using the third Active Management with twine the nipple showed the significant influence p<0.05 (p 0.00; mean ; 2.582 ). Base on the data the hypothesis of the research is refused, this is The giving nipple stimulation in the third active management and twine nipple having a significant influence the long term placenta birth with the long term placenta birth in the third active management without twine the nipple.Key words: The stimulation by using the twine of the nipple, the term of placenta birth.
Perbedaan Penerapan Metode Demonstrasi dan Audiovisual (VCD) Terhadap Penguasaan Keterampilan Pertolongan Persalinan Kala II pada Mahasiswa Semester III Anis Nurhidayati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 1 No. 1, Juli 2010
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.378 KB)

Abstract

ABSTRAKBidan merupakan tenaga kesehatan yang memegang peranan penting dalam pelayanan maternal dan perinatal. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki adalah mampu memberikan * asuhan persalinan dan kelahiran. Pencapaian kompetensi tersebut dapat diawali dari institusi pendidikan. Guna mencapai keterampilan profesional dalam memberikan pelayanan kebidanan diperlukan proses belajar mengajar yang kondusif dilihat dari kurikulum, tenaga pengajar, sarana dan prasarana serta metode. Metode dalam rangkaian sistem pembelajaran memegang peran penting. Metode yang diperlukan dalam proses pembelajaran difokuskan pada penerapan metode demonstrasi dan audiovisual. Mengetahui perbedaan penerapan metode demonstrasi dan audiovisual (VCD) terhadap penguasaan keterampilan pertolongan persalinan kala II. Quasi experimental dengan desain The Statistic Group Comparison. Mahasiswa semester III Akbid Kusuma Husada Surakarta, dengan jumlah sample 84 mahasiswa.Analisis bivariat dilakukan pada variabel metode pembelajaran dan penguasaan keterampilan pertolongan .persalinan kala II dengan menggunakan rumus independent t-test dengan tingkat kemaknaan 5%. Rata -rata nilai evaluasi pertolongan persalinan kala II dengan metode demonstrasi adalah 40.7758 dengan standart deviasi 5.89564. Sedangkan untuk audiovisual rata -rata nilai evaluasinya 22.9762 dengan standart deviasi 3.18302. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan independent t -test dengan tingkat kemaknaan 5%, diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok perlakuan (P=0.000) Kelompok perlakuan metode demonstrasi mempunyai rata -rata nilai evaluasi pertolongan persalinan kala II lebih tinggi daripada kelompok perlakuan audiovisual.Kata kunci: Metode demonstrasi, audiovisual (VCD), penguasaan keterampilanAbstractMidwife is one of health proffesionals who has important role in maternal and perinatal services. One of the competences that should be have is able to give upbringing of childbirth and birth. In order to get professional skill in giving midwife service, it needs a condusive teaching learning process seen from the curriculum, teaching staff, means and infrastructure, and also method. The method in series of learning system has important role. The method which is needed in learning process is focused on the application of demonstration and audiovisual methodology. Objective: To know the differences between the aplication of demonstration and audiovisual methodology (VCD) toward the skills mastery of childbirth aid II period. Research Method: quasi experimental by the statistic group comparison design.Subject: Third student of Accademic of Kusuma Husada Midwefery of Surakarta, with 84 samples student. Data Analysis: Bivariatic analysis is appleid to learning methodology and skill mastery of childbirth aid II period by using independent t-test formula with 5% degrees of significancy variable. Result: The average evaluation score of childbirth aid II period by demonstration methodology is 40.7758 with 5.89564 standard deviation.Meanwhile for audiovisual, the average evaluation score is 22.9762 with 3.18302 standard deviation. Based on the result of hypothesis test using independent t-test with 5% degrees of significancy, known that there are significantly differences between both of treatment groups (P=0.000). Conclusion: The treatment group of demonstration methodology has average evaluation score of childbirth aid II period higher than the treatment group of audiovisual methodology.Keywords: Demonstration methodology, audiovisual (VCD), skill mastery.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ibu dalam Pengambilan Keputusan Memilih Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) di Wilayah Bidan Praktik Swasta Titik Sri Suparti Boyolali Desy Handayani
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 1 No. 1, Juli 2010
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.798 KB)

Abstract

AbstrakMakin menurunnya peserta Intra Uterine Device (IUD) atau AKDR, dan meningkatnya pengguna pil dan suntik serta animo yang tinggi terhadap ' implant merupakan salah satu bukti kesertaan masyarakat dalam ber-KB belum mempertimbangkan rasionalitas, efektivitas, dan efisiensi. Menurut survey pendahuluan di BPS Titik Sri Suparti Boyolali yang dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2007 tentang faktor-faktor yang mempengaruhi ibu memilih AKDR hasilnya yaitu karena efektif, efisien, tidak cocok dengan kontrasepsi lain, dan pernah mengalami kegagalan KB suntik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa faktor pribadi, faktor kesehatan, faktor ekonomi, dan faktor efektifitas mempengaruhi ibu dalam pengambilan keputusan memilih alat kontrasepsi dalam rahim. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang berlokasi di Wilayah BPS Titik Sri Suparti Boyolali, Desa Tabang Wetan, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali dan dilaksanakan pada bulan Oktober - Nopember 2007. Sedangakan informan dalam penelitian ini adalah ibu yang menjadi akseptor KB AKDR dengan pengambilan sample menggunakan accidental sampling. Pengambilan data pada informan penelitian menggunakan metode diskusi kelompok tearah dan wawancara mendalam. Beberapa faktor dari pribadi yang mempengaruhi sebagian besar ibu memilih AKDR di BPS Titik Sri Suparti diantaranya adalah faktor usia, faktor paritas / jumlah kelahiran anak, faktor tujuan reproduksi dan faktor pengaruh dari orang lain. Sedangkan untuk faktor hubungan sanggama tidak mempengaruhi untuk memilih AKDR. Selain itu faktor kesehatan, faktor ekonomi, dan faktor efektifitas juga mempengaruhi sebagian besar ibu untuk memilih AKDR.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi ibu dalam pengambilan keputusan memilih AKDR di BPS Titik Sri Suparti diantaranya adalah faktor usia, faktor paritas / jumlah kelahiran anak, faktor tujuan reproduksi, dan faktor pengaruh orang lain yang termasuk dalam faktor pribadi, selain itu faktor kesehatan, faktor ekonomi, dan faktor efektifitas.Kata Kunci : Faktor-faktor yang mempengaruhi. AKDR

Page 1 of 1 | Total Record : 8