cover
Contact Name
Gatot Suparmanto
Contact Email
info.lppm@ukh.ac.id
Phone
+62271-857724
Journal Mail Official
jurnal@ukh.ac.id
Editorial Address
masgat@yahoo.co.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
ISSN : 20875002     EISSN : 2549371x     DOI : https://doi.org/10.34035/jk.v13i2
Core Subject : Health,
jurnal ini masih berfokus pada ilmu kesehatan kedokteran,keperawatan,biologi,kebidanan dan bidang kesehatan lainnya
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2, Juli 2012" : 10 Documents clear
PEMERIKSAAN RHEUMATOID FAKTOR PADA PENDERITA TERSANGKA RHEUMATOID ARTHRITIS Agnes Sri Harti; Dyah Yuliana
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 2, Juli 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.638 KB)

Abstract

ABSTRAK Rheumatoid Faktor (RF) adalah imunoglobulin yang bereaksi dengan molekul IgG. Sebagaimana ditunjukkan namanya, RF terutama dipakai untuk mendiagnosa dan memantau Rheumatoid Arthritis (RA). Semua penderita dengan RA menunjukkan antibodi terhadap IgG yang disebut RF atau antiglobulin. RA sendiri merupakan suatu penyakit sistemik kronis yang ditandai dengan peradangan ringan jaringan penyambung. Pada orang dewasa RA adalah suatu poliartritis inflamatoris sismetris yang ditandai oleh proliferasi sinovial, perusakan tulang dan tulang rawan. Manifestasi tersering penyakit ini adalah terserangnya sendi yang umumnya menetap dan progresif. Awalnya yang terserang adalah sendi kecil tangan dan kaki dan seringkali keadaan ini mengakibatkan deformitas sendi dan gangguan fungsi disertai rasa nyeri. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui apakah serum penderita tersangka RA yang diperiksa secara kualitatif memberikan hasil yang positif atau negatif terhadap RF. Pemeriksaan RF secara aglutinasi latex dengan metode Randox RF test. Ketika reagen dicampur dengan serum yang mengandung RF pada level yang lebih besar dari 8,0 IU/ml maka partikel akan terjadi aglutinasi. Hal ini menunjukkan sampel positif. Berdasarkan hasil pemeriksaan RF secara aglutinasi latex pada 15 sampel didapat hasil 4 sampel positif (aglutinasi) terhadap RF yaitu sampel no. 1, 2, 14 dan 15, sedangkan 11 sampel menunjukkan reaksi negatif (tidak aglutinasi) terhadap RF sehingga dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan RF pada penderita tersangka RA dapat digunakan untuk membantu diagnosa RA. ABSTRACT Rheumatoid Factor (RF)is immunoglobulin which interacted with IgG molecule. As showed by its name, RF mainly used to diagnose and monitor Rheumatoid arthritis. All suffecter of rheumatoid arthritis showed antibody toward IgG which called rheumatoid arthritis or antiglobulin. Rheumatoid arthritis is a chronic systemic disease which is indicated with light inflammation of connecting tissue. The purpose of this research is to know if the detection of rheumatoid factor on rheumatoid arthritis susffected showed result of positive or negative toward RF qualitatively. RF examination dad done latex agglutinavely by RF test Randox method. When reagen was mixed with serum which contain RF higher level of 8,0 IU/ml, then there would be agglutinated on the particel. This thing showed positive sample. According to the result of RF examination latex agglutinavely in 15 samples there are positive sample toward RF, those are samples number 1, 2, 14, and 15 while the other samples showed negative reaction toward RF. So, it could be conclude that RF detection on rheumatoid arthritis suspected could be used to help diagnosing RA.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR ASUHAN KEBIDANAN HAMIL PADA MAHASISWA PRODI D-III KEBIDANAN STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA Anis Nurhidayati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 2, Juli 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.889 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh metode pembelajaran role play dan diskusi terhadap prestasi belajar Askeb Hamil, perbedaan pengaruh motivasi belajar mahasiswa tinggi dan motivasi belajar mahasiswa rendah terhadap prestasi belajar Askeb Hamil dan interaksi pengaruh metode pembelajaran dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar Askeb Hamil. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain Faktorial 2X2. Lokasi penelitian di Prodi DIII Kebidanan Kusuma Husada Surakarta. Waktu penelitian pada bulan Juni 2010. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa tingkat I semester 2 dengan jumlah 118 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan exhaustive sampling, 59 mahasiswa sebagai kelompok eksperimen dengan penerapan metode role play dan 59 mahasiswa sebagai kelompok kontrol dengan penerapan metode diskusi. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode angket untuk instrumen Motivasi Belajar dan metode tes untuk prestasi belajar Askeb Hamil. Teknik analisis data menggunakan analisis variansi dua jalan dengan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas varians. Hasil penelitian ini adalah terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan penggunaan metode role play dan metode diskusi terhadap prestasi belajar Askeb hamil (Fhitung = 20,318 dengan nilai signifikansi = 0,000), terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dengan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah terhadap prestasi belajar Askeb hamil (Fhitung = 150,448 dengan nilai signifikansi = 0,000), tidak terdapat interaksi pengaruh yang signifikan antara penggunaan metode pembelajaran dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar askeb hamil (Fhitung = 0,449 dengan nilai Signifikansi = 0,504). ABSTRACT This research aims to find out the difference of role play and discussion learning method effect on the Pregnancy Midwifery Care learning achievement, the difference of students with high and low motivation effect on the Pregnancy Midwifery Care learning achievement and the interaction between learning method and learning motivation on the Pregnancy Midwifery Care learning achievement. This study employed a quasi-experimental method with 2x2 factorial design. The research was taken place in DIII Midwifery Program Study of Kusuma Husada Surakarta. The research was conducted during June 2010. The population was all of students in the first level of semester 2 as many as 118 students. The sampling technique used was the exhaustive sampling obtaining 59 students as the experiment group using role play method and 59 students as the control group using discussion method. Technique of collecting data used was questionnaire method for learning motivation instrument and test method for Pregnancy Midwifery Care learning achievement. Technique of analyzing data used was a two-way variance analysis with analysis prerequisite test: variance normality and homogeneity tests. Considering the result of research, it can be concluded that there is significant difference of the use of role play and discussion method effects on the Pregnancy Midwifery Care learning achievement (Fstatistic = 20.318, with the significance value = 0.000), there is significant difference of the effect of students with high learning motivation and the one with low learning motivation on the Pregnancy Midwifery Care learning achievement (Fstatistic = 150.448, with the significance value = 0.000), there is no significant interaction of the effect of the learning method use and the learning motivation on the (Fstatistic = 0.449, with the significance value = 0.504). Based on the results of research can be concluded that the academic achievement Askeb pregnant with the application of the method role play better when compared with applications of the discussion, students who have the motivation to learn tinggi obtain better learning performance when compared with students who have low learning motivation, there is no The interaction effect of the use of methods of learning and motivation towards academic achievement.
PENGALAMAN PASIEN SINDROM GUILLAIN-BARRE (SGB) PADA SAAT KONDISI KRITIS DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RSUP DR. HASAN SADIKIN BANDUNG Wahyu Rima Agustin
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 2, Juli 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.379 KB)

Abstract

ABSTRAK Pengalaman Pasien Sindrom Guillain-Barre Pada Saat Kondisi Kritis dipersepsikan berbeda oleh setiap pasien. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif fenomenologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam pengalaman fisik, psikologis, spiritual dan sosial pasien Sindrom Guillain-Barre pada saat kondisi kritis di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung. Penelitian ini melibatkan 4 partisipan Sindrom Guillain-Barre. Pasien yang menjadi partisipan adalah yang teridentifikasi mempunyai pengalaman dirawat diruang intensif dan mampu menceritakan pengalamannya. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik wawancara mendalam. Metode yang digunakan untuk analisa data yaitu metode Colaizzi. Setelah data dianalisa, peneliti dapat mengidentifikasi pengalaman pasien Sindrom Guillain-Barre, pada saat kondisi kritis. Terdapat 5 tema pengalaman fisik: badan lemah, sesak nafas, rasa baal, nyeri tenggorokan dan batuk. Ada 3 tema pengalaman psikologis: tidak percaya, sedih dan takut. Terdapat 2 tema pengalaman spiritual: seperti diambang kematian dan pasrah. Terdapat 3 tema pengalaman sosial: dukungan keluarga yang positif, tidak bisa berbicara dan tidak bisa berinteraksi. Hasil penelitian bermanfaat untuk meningkatkan sikap caring perawat pada pasien saat kondisi kritis, pada kebutuhan fisik, psikologis, spiritual dan sosial. Perawat tidak hanya berfokus dalam pemenuhan kebutuhan fisik saja tetapi kebutuhan psikologis, spiritual dan sosial sangat dibutuhkan sebagai upaya memberikan motivasi untuk sembuh pada pasien Sindrom Guillain-Barre. ABSTRACT The experiences of patients with Guillain-Barre Syndrome during a critical condition is perceived differently by different patients. This research used a qualitative research with a descriptive-phenomenological approach. The objective of this research was to deeply describe physical, psychological, spiritual, and social experiences of patients with Guillain-Barre Syndrome during a critical condition at dr. Hasan Sadikin Bandung Public Hospital’s Intensive Care Unit (ICU). This research involved 4 participants of Guillain-Barre Syndrome. Those patients who were selected as participants were identified as having an experience of being treated at an intensive room and capable of telling their experiences. Data collection was conducted by an in-dept interview technique. The method used for data analysis was Colaizzi method. After the data has been analyzed, the researcher could identify the experiences of patients with Guillain-Barre Syndrome during a critical condition. There were 5 themes of physical experiences: malaise, short-winded, numb, throat pain, and cough. There were three themes of psychological experiences: unbelief, distressing, and fearful. There were two themes of spiritual experiences: like being at the edge of dying and sense of submission. There were three themes of social experiences: positive family support, unable to speak, and enable to interact.The findings of research were useful for enhancing the caring attitude of nurses to their patients during a critical condition and to physical, psychological, spiritual, and social needs. Nurses should focus not only on the fulfillment of physical needs but psychological, spiritual, and social needs are also strongly needed as an attempt to provide a motivation to recovery to patients with Guillain-Barre Syndrome.
PEMBUATAN SGO-BGA PHANTOM SEDERHANA SEBAGAI ALAT PERAGA PRAKTIKUM PENGAMBILAN GAS DARAH ARTERI Fransiska Arie Nursanti; O Oktavianus
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 2, Juli 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.117 KB)

Abstract

Praktikum pengambilan darah arteri harus memperhatikan banyak aspek dan kegunaannya. Pengambilan darah arteri memiliki beberapa tujuan dan memiliki beberapa tempat pengambilan darah arteri seperti ; Arteri radialis, femoralis, brachialis. Darah arteri memiliki tekanan sehingga jika ditusuk dengan spuit maka darah akan naik dengan sendiri tanpa harus di aspirasi. Mekanisme pembuluh darah arteri harus mengetahui seberapa besar tekanannya, faktor apa saja yang mempengaruhinya, dan bagaimana cara mengukur tekanan darah arteri. SGO-BGA Phantom Sederhana sebagai alat peraga pengambilan darah arteri merupakan alat alternative untuk praktikum keperawatan. Dewasa ini belum adanya alat peraga dalam praktik pengambilan darah arteri membuat kurang efektifnya praktikum pengambilan darah arteri di akademik keperawatan. SGO-BGA Phantom Sederhana untuk pengambilan darah arteri dapat menjadi alternative untuk meningkatkan keahlihan, keterampilan serta soft skill seorang perawat agar dapat bekerja secara professional dan handal serta menanggulani terjadinya mal praktik.
PERBEDAAN PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN CERAMAH DAN LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP DALAM RANGKA PENCEGAHAN HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS/ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME (HIV/AIDS) PADA SISWA KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 4 SURAKARTA H Hardiningsih
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 2, Juli 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.621 KB)

Abstract

ABSTRAK Kasus HIV/AIDS di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Penularan AIDS tertinggi dilaporkan pada kelompok usia 20-29 tahun yaitu sebanyak 45,9% dari 28.041 kasus AIDS sampai dengan bulan September 2011. HIV akan berkembang menjadi AIDS antara 5-10 tahun, artinya HIV sudah menulari kaum muda 5-10 tahun sebelum usia 20-29 tahun atau pada usia yang sangat muda. Hal ini menunjukkan bahwa remaja sangat rentan terhadap penularan HIV/AIDS. Ketidaktahuan mengenai bagaimana HIV ditularkan dan bagaimana cara menghindari infeksi menyebabkan remaja rentan untuk terinfeksi HIV/ AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pendidikan kesehatan dengan ceramah dan leaflet terhadap pengetahuan tentang HIV/AIDS serta untuk menganalisis perbedaan pendidikan kesehatan dengan ceramah dan leaflet terhadap sikap dalam rangka pencegahan HIV/AIDS. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu, dengan rancangan pre test-post test group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 4 Surakarta yang berjumlah 204 siswa(6 kelas). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling sehingga diperoleh 2 kelas yang kemudian digunakan sebagai kelompok ceramah dan kelompok leaflet. Cara pengumpulan data dengan metode kuesioner. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji beda (Independent t-test). Hasil dari penelitian ini dengan uji beda (Independent t-test) adalah ada perbedaan rerata skor pengetahuan dan sikap yang signifikan antara kelompok ceramah dan kelompok leaflet. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dengan leaflet lebih baik daripada dengan ceramah terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap dalam rangka pencegahan HIV/AIDS. ABSTRACT Cases of HIV/AIDS in Indonesia is increasing from year to year. Transmission of AIDS were reported in the age group 20-29 years which is about 45.9% of 28 041 AIDS cases until September 2011. HIV will develop AIDS between 5-10 years, which means that HIV has infected young people 5-10 years before the age of 20-29 years or at a very young age. This suggests that adolescents are particularly vulnerable to HIV/AIDS. Ignorance about how HIV is transmitted and how to avoid infection causes adolescents vulnerable to HIV/AIDS. This study aims to analyze the differences in health education with lecture and leaflets on knowledge about HIV/AIDS as well as to analyze the differences in health education with lecture and leaflet on attitudes in the prevention of HIV/AIDS. This study is a kind of quasi-experimental studies, the design of pre test-post test group design. The population in this study is a class XI student SMAN 4 Surakarta, amounting to 204 students (sixth grade). Sampling was conducted by random cluster sampling technique to obtain two classes are then used as group lectures and leaflets groups. Ways of collecting data by questionnaire method. The results were analyzed by using a different test (Independent t-test). The results of this study with a different test (Independent t-test) are there differences in mean scores of knowledge and attitudes of significant between group lectures and leaflets groups. Based on the research results can be concluded that health education leaflets better than a lecture on improving knowledge and attitudes in the context of HIV/AIDS prevention.
HUBUNGAN PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR DAN KEMANDIRIAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PRODI D III KEBIDANAN KUSUMA HUSADA SURAKARTA Rahajeng Putriningrum; Yunita Wulandari; Ratih Dwilestari Puji Utami
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 2, Juli 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.616 KB)

Abstract

ABSTRACT Based on case studies that researchers do in the Prodi DIII Midwifery Stikes Kusuma Husada Surakarta student achievement in all courses for the academic year 2010/2011 there are still many who have not graduated and do remidiasi in students who score less than the limit of graduation. Independence of learning are indispensable for the success of learning process, as well as the utilization of learning resources on campus are very supportive of students to achieve good performance. This becomes an evaluation for faculty to find the cause. This study aims to analyze the relationship utilization of learning resources and independence of learning with learning achievement in Prodi D III Midwifery Kusuma Husada Surakarta. This research is a quantitative analytical approach crossectional. Implementation research in Prodi D III Midwifery Kusuma Husada Surakarta. Sample of 140 female students who used the technique random disproportionate stratified sampling. The instrument used is the questionnaire. Analysis of data using corelasi product moment and multiple linear regression. The results of multiple linear regression in getting that student learning achievement Prodi DIII Midwifery Kusuma Husada Surakarta 40.8% influenced by the utilization of learning resources and learning independence, while the rest is influenced by other factors.. That there is a relationship utilization of learning resources and independence of learning with student learning achievement. Suggestions for institutional independence is expected to instill character study at universities in the scope of Prodi D III Midwifery kusuma Husada Surakarta.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG TANDA BAHAYA PADA KEHAMILAN DI PUSKESMAS SIDOHARJO KABUPATEN SRAGEN Hutari Puji Astuti
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 2, Juli 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.031 KB)

Abstract

ABSTRAK Kesehatan ibu hamil adalah salah satu aspek yang penting untuk diperhatikan dalam siklus kehidupan seorang perempuan. Kondisi terjadinya kematian ibu dapat dipengaruhi pula oleh kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai komplikasi atau penyulit pada masa kehamilan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil dengan pengetahuan tentang tanda bahaya pada kehamilan di Puskesmas Sidoharjo Kabupaten Sragen Tahun 2011.Jenis penelitian menggunakan metode analitik rancangan survey dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini ibu hamil di Puskesmas Sidoharjo Kabupaten Sragen melibatkan 53 responden yang dilakukan pada tanggal 25 Mei -25 Juni 2011. Data yang dikumpulkan oleh peneliti adalah data primer dengan mengukur pengetahuan dengan menggunakan kuesioner data diolah menggunakan langkah editing, coding, tabulating. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi subjek penelitian berdasarkan umur sebagaian besar umur 20-35 tahun 38 responden (71,69%), pendidikan sebagian besar SMA 28 responden (52,83%), paritas sebagian besar primipara 23 responden (43,30%), Dan 29 responden dengan tingkat pengetahuan baik (54,7%). Sedangkan pada analisa bivariat menggunakan chi-square ditunjukkan dengan perhitungan statistik antara umur dengan pengetahuan dengan hasil X2 hitung 13,873 > X2 tabel 5,591 dan P value 0,001 dengan df = 2 artinya mempunyai hubungan yang signifikan Perhitungan statistic antara pendidikan dan pengetahuan dengan hasil X2 hitung 19,428 >X2 tabel 9,448 dan P value 0,001 dengan df = 4 artinya mempunyai hubungan yang signifikan. Perhitungan statistic antara paritas dan pengetahuan dengan hasil X2 hitung 10,027 > X2 tabel 9,448 dan P value 0,040 dengan df = 4 artinya mempunyai hubungan yang signifikan. Simpulan hasil penelitian terdapat hubungan antara karakteristik ibu hamil dengan tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya pada kehamilan di Puskesmas Sidoharjo Kabupaten Sragen.
HUBUNGAN KEBIASAAN BELAJAR DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PRODI DIII KEBIDANAN STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA Leny Kurniawati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 2, Juli 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.7 KB)

Abstract

ABSTRAK Berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan belajar tergantung pada proses belajar yang dialami. Banyaknya mahasiswa yang mempunyai kebiasaan belajar kurang sehingga prestasi yang didapat tidak sesuai yang diharapkan. Dukungan sosial diharapkan membantu mereka dalam menjalani proses pembelajaran dan dijadikan semangat untuk mendapatkan prestasi yang diharapkan. Tujuan penelitian : 1) Menganalisa hubungan kebiasaan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa. 2) Menganalisa hubungan dukungan sosial dengan prestasi belajar mahasiswa. 3) Menganalisa keeratan hubungan kebiasaan belajar dan dukungan sosial dengan prestasi belajar mahasiswa Prodi DIII Kebidanan STIKes Kusuma Husada Surakarta. Penelitian ini menggunakan studi corelation dengan rancangan crossectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa DIII Kebidanan dengan jumlah mahasiswa 491 orang. Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan cara Propotionate stratified random sampling. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 83 orang. Hasil penelitian dianalisa melalui uji korelasi product moment dan analisis regresi linier ganda.. Hasil penelitian diperoleh bahwa: 1). Ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa dengan nilai sig. (0,004) ) (p ≤ 0,05) dan koefisien korelasi (r hitung) 0,316. 2). Ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan prestasi belajar mahasiswa nilai sig. (0,004) ) (p ≤ 0,05) dan koefisien korelasi (r hitung) 0,311. 3). Hasil uji regresi linier berganda diperoleh nilai F hitung sebesar 6.686 dengan probabilitas sebesar 0,002 ) (p ≤ 0,05) artinya ada hubungan signifikan secara bersama-sama antara faktor-faktor (kebiasaan belajar dan dukungan sosial) dengan prestasi belajar mahasiswa DIII kebidanan di STIKes Kusuma Husada Surakarta. Berdasarkan hasil penelitian maka ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan belajar dan dukungan sosial dengan prestasi belajar mahasiswa Prodi DIII Kebidanan STIKes Kusuma Husada Surakarta. ABSTRACT The success of learning objective achievement depends on the learning process experienced. Many students have inadequate learning habit so the achievement they obtain is not as expected. Social support is expected to help them in undertaking learning process and become the spirit to get the expected achievement. The objective: 1) to analyze the relationship of learning habit and social support to the student learning achievement, 2) to analyze the relationship between social support and student learning achievement, 3) to analyze the strong relationship of learning habit and social support to the student learning achievement in DIII Midwifery Study Program of STIKes Kusuma Husada Surakarta. This study employed a correlational study with cross-sectional design. The population of research was all DIII Midwifery students consisting of 491 students. The sampling technique used was Proportionate Stratified Random Sampling. The sample of research consisted of 83 students. The result of research was analyzed using product moment correlational test and multiple linear regression analysis. The result obtained showed that: 1) there was a significant relationship between learning habit and the student learning achievement with significance value (0.004) ) (p ≤ 0.05) and correlation coefficient (r statistic) of 0.316. 2). There was a significant relationship between social support and the student learning achievement with significance value (0.004) ) (p ≤ 0.05) and correlation coefficient (r statistic) of 0.311. 3) The result of multiple linear regression test showed F statistic value of 6.686 with probability of 0.002) (p ≤ 0.05) meaning that there was a simultaneously relationship of learning habit and social support to the student learning achievement in DIII Midwifery Study Program of STIKes Kusuma Husada Surakarta. Based on the result of research, it could be concluded that there was a significant relationship of learning habit and social support to the student learning achievement in DIII Midwifery Study Program of STIKes Kusuma Husada Surakarta.
PEMERIKSAAN WIDAL SLIDE UNTUK DIAGNOSA DEMAM TIFOID Agnes Sri Harti; S Saptorini
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 2, Juli 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.313 KB)

Abstract

ABSTRAK Demam tifoid (Typhus abdominalis) adalah salah satu penyakit infeksi pada usus halus disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi A, B, C, yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang tercemar. Gejala klinik penyakit ini ditandai dengan timbul demam, sakit kepala, mual, muntah, suhu tubuh naik, diare, hati dan limpa membesar, serta perforasi usus. Salah satu pemeriksaan laboratorium untuk deteksi demam tifoid adalah Widal Slide Test. Metode penelitian berdasarkan hasil Praktek Kerja Lapangan di Rumah Sakit Umum Daerah Sukoharjo, serta ditunjang dengan studi pustaka yang telah dipublikasikan. Pemeriksaan uji Serologis Widal Slide Test dengan menggunakan sampel serum dengan prinsip reaksi aglutinasi secara imunologis antara antibodi dalam serum dengan suspensi bakteri sebagai antigen yang homolog. Hasil positif jika terjadi aglutinasi dan hasil negatif jika tidak terjadi aglutinasi. Dari hasil pemeriksaan terhadap 20 sampel didapatkan hasil : 15 sampel menunjukkan indikasi kuat terhadap demam tifoid dan 5 sampel menunjukkan suspek terhadap demam tifoid. ABSTRACT Typhoid fever (Typhus abdominalis) is one infectious disease in the small intestine caused by Salmonella typhi and Salmonella paratyphi A, B, C bacteria entering the body through the contaminated food and beverage. The clinical symptoms of disease included fever, headache, nausea, vomit, high body temperature, diarrhea, expanded lever and lymph. In the typhoid fever patient, the small intestine is attacked leading to intestinal bleeding perforation. One of laboratory examinations to detect typhoid fever using Widal Slide Test.This scientific work is arranged based on the apprenticeship activity in Sukoharjo Public Local Hospital, as well as supported by studying the published literature. The result of Widal Slide test using the serum sample on which the immunological agglutination reaction will occur between within-serum antibody and the bacteria suspension as homologous antigen. The result is if there is agglutination and the result is negative if there is no agglutination occurring. From the examination result with 20 samples the following result is obtained: 15 samples show strong indication of typhoid fever and 5 samples show suspected typhoid fever.
STUDI FENOMENOLOGI : PENDEKATAN PERAWAT DALAM MENGATASI KECEMASAN DAN KETAKUTAN PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH AKIBAT HOSPITALISASI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SEMARANG R Rufaidah; Wahyu Rima Agustin
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 3 No. 2, Juli 2012
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.795 KB)

Abstract

ABSTRAK Hospitalisasi adalah suatu keadaan krisis pada anak, saat anak sakit dan dirawat dirumah sakit. Kondisi tersebut merupakan stressor bagi anak, yang dapat menimbulkan kecemasan dan ketakutan pada anak dimana akan mempengaruhi perkembangan anak. Peran perawat disini sangat penting dalam meminimalkan dampak dari hospitalisasi, sehingga dibutuhkan suatu pendekatan untuk dapat memahami kebutuhan klien agar anak dapat berkembang kearah yang normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendekatan perawat dalam mengatasi kecemasan dan ketakutan pada anak usia pra sekolah akibat hospitalisasi di Ruang Anak Parikesit Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang, dengan mengambil sampel sebanyak 3 responden. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, data diperoleh dengan in-depth interview (wawancara mendalam) dan direkam dengan menggunakan tape recoder atas persetujuan reponden. Data-data yang sudah diperoleh kemudian di klasifikasikan dengan cara koding dan kategorising. Dari penelitian ini di dapatkan hasil bahwa pendekatan perawat dalam mengatasi kecemasan dan ketakutan pada anak usia pra sekolah adalah terfokus pada tiga pendekatan yaitu pendekatan pada anak, orang tua dan pendekatan dalam memodifikasi lingkungan. Kurangnya pendekatan pada anak dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak, kurangnya meminimalkan perpisahan dengan orang tua, sibling dan teman serta perlukaan akibat prosedur medik atau keperawatan yang menyakitkan, dapat menyebabkan kecemasan dan ketakutan pada anak yang mengalami hospitalisasi. Keterbatasan tenaga perawat, sarana dan pra sarana, kurangnya waktu untuk mengadakan pendekatan karena beban kerja yang banyak merupakan kendala dalam mengadakan pendekatan pada anak untuk meminimalkan dampak dari hospitalisasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10