cover
Contact Name
Fitri Dian Perwitasari
Contact Email
kandangjurnal5@gmail.com
Phone
+6281326101864
Journal Mail Official
kandangjurnal5@gmail.com
Editorial Address
Gedung Machdor Fakultas Teknik Lantai 1 Jl Fatahila no 40 watubelah Sumber
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Kandang : Jurnal Peternakan
ISSN : 20858329     EISSN : 26856220     DOI : https://doi.org/10.32534/jkd.v8i1.220
Kandang Journal Ilmiah Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2015)" : 6 Documents clear
SUBTITUSI EMPULUR SAGU FERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP PRODUKSI TELUR BURUNG PUYUH UMUR 50-99 HARI Irawan Arisandi; Aam Gunawan; syarif Djaya
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v7i1.210

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan seberapa besar tingkat substitusi empelur sagu fermentasi terhadap produksi telur burung puyuh umur 50-99 hari. Burung puyuh umur 50 hari sebanyak 300 ekor dibagi ke dalam 20 petak kandang, setiap petak diisi dengan 15 ekor burung puyuh dan dipelihara selama 7 minggu. Perlakuan yang dicobakan terdiri dari P0=  Empulur Sagu Fermentasi 0% + Pakan Komersial 100%, P5=  Empulur Sagu Fermentasi 5% + Pakan Komersial 95%; P10 =   Empulur Sagu Fermentasi 10% + Pakan Komersial 90%; P15 = Empulur Sagu Fermentasi 15% + Pakan Komersial 85%; dan P20 = Empulur Sagu Fermentasi 20% + Pakan Komersial 80%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan empulur sagu fermentasi sampai 20% dalam ransum burung puyuh tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi ransum, tetapi menurunkan produksi telur dan berat telur puyuh serta tidak efisien yang ditandai dengan nilai konversi ransum yang semakin meningkat.Kata Kunci : Burung puyuh, empulur sagu dan fermentasi
HUBUNGAN ANTARA UMUR LAKTASI PERTAMA DENGAN AIR SUSU SAPI PERAH FRIES HOLLAND Roni Maulana Yusuf Tian Lean; Retno Widyani; Djodjo Sumardjo
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v7i1.211

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur laktasi pertama dengan produksi air susu sehingga dapat memberikan informasi yang penting bagi peternak dalam tatalaksana pengelolaan peternakan sapi perah di wilayah kerja KUD Karya Nugraha Kelurahan Cipari Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja KUD Karya Nugraha Kelurahan Cipari Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan selama bulan Januari 2015. Hasil penelitian ini menghasilkan analisis regresi hubungan antara umur pertama laktasi dengan produksi susu puncak dengan persamaan regresi Y = 4203, 451 + 53,021 x . Nilai R = 0,522 menunjukan bahwa umur laktasi pertama berpengaruh sebesar 52,2% terhadap produksi susu pada laktasi tertinggi, sedangkan yang 47,8% di pengaruhi oleh faktor lain. Analisis korelasi produksi susu laktasi pertama dengan produksi susu laktasi tertinggi sebesar 0,73 dan korelasi produksi susu laktasi pertama dengan produksi susu laktasi total sebesar 0,86. Hasil analisis korelasi menunjukan bahwa produksi susu pada laktasi pertama memiliki hubungan yang nyata dengan produksi susu tertinggi pada laktasi puncak dan produksi susu total. Sapi yang menghasilkan susu terbanyak pada laktasi pertama akan menghasilkan susu tertinggi pula dalam laktasi puncak dan produksi susu total. Produksi susu seekor sapi akan terus meningkat dengan tambahnya umur sapi sampai umur 7 – 8 tahun dan setelah umur tersebut produksi susu akan menurun sampai sapi berumur 11 – 12 tahun. Tingginya pengaruh laktasi pertama terhadap produksi susu dimungkinkan karena faktor genetik yang dimiliki oleh sapi tersebut dimunculkan secara bersamaan dan berlangsung secara terus menerus dengan tata laksana pemeliharaan yang konstan dari mulai laktasi 1 sampai laktasi 8. Kuantitas produksi susu disamping dipengaruhi oleh faktor genetik, juga sangat di pengaruhi oleh faktor pemberian pakan pada saat sapi laktasi.Kata kunci : sapi perah FH, periode laktasi, air susu
PERANAN FUNGSI KELOMPOK TERNAK DALAM AGRIBISNIS TERNAK SAPI POTONG DI KELURAHAN ARGASUNYA KECAMATAN HARJAMUKTI KOTA CIREBON Bayu Azy; Retno Widyani; Rudi Permadi
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v7i1.212

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan funngsi kelompok ternak, untuk meningkatkan pengetahuan peternak dalam usaha ternak sapi potong serta mengevaluasi hasil kegiatan penyuluhan yang dilakukan, dari setiap indikator terlemah baik dari variabel fungsi kelompok ternak atau variabel usaha ternak sapi potong kelurahan Argasunya. Kegiatan penelitian ini mengambil sampel berjumlah 30 responden peternak di Kecamatan Harjamukti dengan kepemilikan minimal 2 ekor sapi, sampel diambil datanya dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner tertutup yang sudah disediakan jawbannya. Instrumen diuji dengan skala reabilitas Alpha Cronbach 0,876. Data yang diambil kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan uji konkordasi Kendall’s W. Hasil dari penelitian ini terdapat nilai signifikan 0,000 < 0,05 maka H1 diterima, yang artinya ada hubungan secara signifikan antara fungsi kelompok ternak dengan produksi Agribisnis Ternak Sapi Potong. Karena Koefisien korelasi nilainya positif, maka berarti fungsi kelompok Ternak berhubungan positif dan signifikan terhadap Produksi Agribisnis Ternak Sapi Potong. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Fungsi Kelompok Ternk berhubungan positif terhadap Produksi agribisnis Ternak Sapi Potong di Kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon.Kata Kunci : Peningkatan, Fungsi kelompok Ternak dan Usaha Ternak Sapi Potong
EVALUASI TINGKAT KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN (IB) PADA SAPI PERANAKAN ONGOLE (PO) Mardi Mardi; Mus Nilamcaya; Djodjo Sumardjo
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v7i1.213

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah straw yang digunakan  untuk menghasilkan satu kebuntingan atau nilai Service per Conception (SC) pada pelaksanaan Inseminasi Buatan dan prosentase tingkat kebuntingan atau Conception Rate (CR) hasil Inseminasi Buatan (IB) pertama pada sapi peranakan Ongole (PO). Penelitian dilaksanakan di Kelompoktani Ternak Sapi Potong “ KTTS  PADUSAN ” Desa Kubang Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon dengan melakukan survey / observasi mengenai data pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) pada ternak sapi peranakan Ongole (PO) dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2009 serta pengamatan lapangan. Data primer yang diamati adalah jumlah straw yang digunakan, jumlah ternak sapi yang di inseminasi dan jumlah ternak sapi yang bunting pada Insemiansi Buatan yang pertama. Hasil penelitan menujukan bahwa pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) di Kelompoktani Ternak Sapi Potong  “ KTTS  PADUSAN ” Desa Kubang Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon yang dilakukan oleh petugas / inseminator Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan Dan Kehutanan Kabupaten Cirebon berhasil sangat baik yaitu memiliki nilai Service per Conception (SC) 1,61 dan Prosentase Kebuntingan  atau Nilai Conception Rate (CR) 62 %.  Kata Kunci : IB, Sapi PO, nilai Service per Conception (SC) dan Conception Rate  (CR)
ANALISIS POTENSI WILAYAH KABUPATEN MAJALENGKA TERHADAP PENYEDIA SUMBER PROTEIN HEWANI Rachmat Somanjaya; Dini Widianingrum; Dika Rahmiyan
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v7i1.214

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi wilayah Kabupaten Majalengka terhadap penyedia sumber protein hewani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Studi Literatur dengan model pendekatan Analisis Deskriptif melalui pemanfaatan Data Sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebutuhan rata-rata protein hewani Kabupaten Majalengka Tahun 2010, 2011 dan 2012 adalah 18,05 gram/kapita/hari. Kontribusi protein hewani asal ternak sebanyak 7,97 gram/kapita/hari, sehingga direkomendasikan untuk menambah populasi ternak di Kabupaten Majalengka, atau mendatangkan produk-produk peternakan dari daerah lain guna mencapai kebutuhan protein hewani asal ternak. Kekurangan ketersediaan protein hewani dapat ditambahkan pula dari protein hewani asal ikan.Kata kunci: potensi wilayah, hijauan pakan, protein.
TINJAUAN TENTANG PENGGUNAAN PROBIOTIK PADA AYAM PEDAGING Devi Yuliananda
Kandang : Jurnal Peternakan Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : Prodi Ilmu Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jkd.v7i1.215

Abstract

AbstrakKajian pustaka tentang penggunaan Probiotik pada ayam pedaging telah dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan jawaban yang pasti tentang manfaat probiotik sebagai pengganti antibiotik, sehingga diperoleh kemantapan penggunaan probiotik secara luas dalam industri peternakan, khususnya ternak ayam pedaging. Hasil kajian mengindikasikan bahwa : (1) probiotik dapat digunakan sebagai feed additif pengganti antibiotik, (2) penggunaan probiotik sebagai feed additif tidak menyebabkan efek negatif, dan (3) Pengaruh supplementasi probiotik yang beragam terhadap penampilan ternak ayam pedaging diduga sebagai akibat dari beberapa faktor seperti perbedaan jenis atau strain bakteri dalam probiotik yang digunakan, dosis pemberian pada ternak, dan tingkat ketahanan bakteri terhadap kondisi yang ekstrim baik dalam saluran pencernaan ternak maupun lingkungan penyimpanannya.Kata kunci: probiotik, ayam pedaging dan strain bakteri

Page 1 of 1 | Total Record : 6