cover
Contact Name
Fauzan Zikri
Contact Email
fauzanzikri@unsur.ac.id
Phone
+6285693183381
Journal Mail Official
jurnal.agrita@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pasirgede Raya, Bojongherang, Kec. Cianjur Kab. Cianjur, Jawa Barat 43216
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2025): December" : 7 Documents clear
ANALISIS PERSEPSI KELOMPOK WANITA TANI TERHADAP PROGRAM PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) DI KECAMATAN SELAPARANG, KOTA MATARAM Sari, Made Wirastika
JURNAL AGRITA Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agri.v7i2.5935

Abstract

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Kota Mataram, menghadapi keterbatasan lahan pertanian akibat alih fungsi lahan pertanian menjadi fasilitas umum dan permukiman. Kondisi ini mendorong pemerintah mengembangkan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) sebagai upaya optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan rumah tangga secara berkelanjutan. Program P2L dilaksanakan melalui kerja sama kelompok masyarakat, termasuk kelompok wanita tani, dan telah diterapkan di Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi wanita tani terhadap Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya di Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Selaparang. Responden penelitian terdiri atas 30 orang anggota dari lima kelompok wanita tani pelaksana program P2L, dengan masing-masing kelompok diwakili oleh enam responden. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi wanita tani terhadap Program P2L tergolong dalam kategori baik, berdasarkan lima aspek penilaian, yaitu keuntungan relatif, kesesuaian, kerumitan, ketercobaan, dan keteramatan. Adapun kendala utama dalam pelaksanaan program meliputi serangan hama dan penyakit tanaman, cuaca yang tidak menentu, gangguan hewan ternak, serta kurangnya monitoring dari penyuluh pendamping program P2L.
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI BELIMBING DI DEPOK DENGAN METODE SWOT DAN QSPM Warip, Warip
JURNAL AGRITA Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agri.v7i2.5812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal agroindustri olahan belimbing di Kota Depok, sehingga diperoleh alternatif dan prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengatasi permasalahan agroindustri belimbing di Depok. Pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan melalui wawancara, kuesioer dan studi kepustakaan dari berbagai sumber, termasuk pemilik usaha olahan belimbing, petani belimbing, dinas pemerintah terkait serta akademisi. Metode yang digunakan adalah analisis matriks SWOT serta prioritas alternatif strategi dipilih dengan QSPM. Hasil analisis lingkungan internal dan eksternal menunjukkan posisi agroindustri olahan belimbing di Depok berada pada sel V dengan nilai skor matriks IFE sebesar 2,69 dan EFE sebesar 2,51. Penelitian ini menghasilkan 8 alternatif strategi hasil dari matriks SWOT. Berdasarkan hasil pengolahan matriks QSPM, prioritas strategi pengembangan potensi agroindustri olahan belimbing di Depok ditunjukkan oleh nilai Total Attractive Score (TAS) yang paling besar yaitu memperluas pemasaran dengan cara melakukan konsinyasi dengan beberapa pihak usaha dengan nilai 6,33.
Pengaruh Luas Lahan, Serangan OPT, dan Akses Kelembagaan Terhadap Produksi Hanjeli di Desa Waluran Mandiri Fadilah, Muhammad Iqbal; Milla, Amalia Nur
JURNAL AGRITA Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agri.v7i2.5593

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh luas lahan, serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), dan akses kelembagaan terhadap produksi hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) di Desa Waluran Mandiri, Kabupaten Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui survei dengan teknik sampling jenuh (sensus) terhadap 34 petani hanjeli. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap produksi hanjeli dan mampu menjelaskan 81% variasi produksi (R² = 0.810). Secara parsial, luas lahan (?=0.090) dan akses kelembagaan (?=28.871) berpengaruh positif dan signifikan. Sebaliknya, serangan OPT (?=-19.584) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap produksi. Akses kelembagaan merupakan faktor pendorong dengan pengaruh positif paling kuat. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan dukungan institusional, seperti penyuluhan dan akses modal, menjadi strategi krusial untuk meningkatkan produksi hanjeli secara berkelanjutan di tengah tantangan biofisik seperti serangan OPT.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL TANAMAN KAPULAGA (Amomum cardamomum Willd) Alam, Asep Saepul
JURNAL AGRITA Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agri.v7i2.5881

Abstract

Kapulaga merupakan komoditas rempah bernilai ekonomis tinggi dengan potensi pasar domestik maupun ekspor, serta memiliki kegunaan luas di industri makanan, minuman, farmasi, dan kosmetik. Analisis kelayakan dilakukan untuk menilai potensi keuntungan, mengidentifikasi risiko, dan memberikan dasar perencanaan usaha yang berkelanjutan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial pengembangan tanaman kapulaga (Amomum cardamomum Willd) pada Kelompok Tani Karya Mukti, Desa Cibanteng, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur dengan menggunakan. Penelitian dilaksanakan pada Maret–Juni 2025 dengan metode sensus terhadap 14 petani anggota kelompok tani. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, sedangkan data sekunder berasal dari literatur, instansi terkait, dan dokumen pendukung. Analisis kelayakan finansial menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PBP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan tanaman kapulaga di lokasi penelitian layak secara finansial, dengan nilai NPV positif, Net B/C > 1, IRR lebih besar dari tingkat suku bunga acuan, dan waktu pengembalian modal relatif singkat pada luasan lahan penelitian 0,2 sampai 1 hektar. Kesimpulannya, budidaya kapulaga di Kelompok Tani Karya Mukti Desa Cibanteng berpotensi menjadi sumber pendapatan yang stabil bagi petani dan mendukung penguatan ekonomi lokal. Rekomendasi penelitian ini adalah peningkatan produktivitas melalui perbaikan teknik budidaya, penguatan akses pasar, serta pengembangan produk turunan untuk meningkatkan nilai tambah.
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI CABAI MERAH (STUDI KASUS DI SATUAN PELAYANAN UPTD BBH CIMANGKOK) Cahaya S, Asep Fikri; Tsani, Ashrul
JURNAL AGRITA Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agri.v7i2.5641

Abstract

Usahatani cabai merah di Indonesia memegang peranan penting dalam sektor pertanian, namun dihadapkan pada tantangan fluktuasi harga, perubahan iklim, serta serangan hama dan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usahatani cabai merah di Satuan Pelayanan UPTD Balai Benih Hortikultura (BBH) Cimangkok. Studi deskriptif kuantitatif ini menggunakan metode purposive sampling untuk penarikan sampel, dengan data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara mendalam. Analisis mencakup struktur biaya produksi (tetap dan variabel), parameter hasil produksi (kuantitas, harga jual, dan pendapatan), posisi titik impas (BEP), dan rasio biaya-pendapatan (R/C Ratio). Hasil penelitian menunjukkan total biaya produksi sebesar Rp 2.117.000, dengan biaya tetap Rp 300.000 (penyusutan bambu) dan biaya variabel Rp 1.817.000. Pendapatan potensial mencapai Rp 10.000.000 dari hasil panen 1.000 kg cabai merah yang dipanen dalam keadaan hijau dengan harga jual Rp 10.000/kg. Indikator kelayakan finansial sangat positif: R/C Rasio 4.72, BEP Unit 37 kg (dengan surplus produksi 963 kg dari impas), dan BEP Harga Rp 2.117/kg (jauh di bawah harga jual aktual Rp 10.000/kg). Keseluruhan analisis menunjukkan usahatani cabai merah di lokasi penelitian sangat layak secara finansial.
PENGARUH BAURAN PEMASARAN 7P (PRODUCT, PRICE, PLACE, PROMOTION, PEOPLE, PROCESS, PHYSICAL EVIDENCE) TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG KE AGROWISATA TAMAN BUNGA NUSANTARA Malia, Rosda
JURNAL AGRITA Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agri.v7i2.5698

Abstract

Taman Bunga Nusantara is one of the agritourisms located in Cianjur Regency, West Java. Attractions in West Java, especially Cianjur Regency, continue to emerge and have the potential to become new competitors for Taman Bunga Nusantara. Taman Bunga Nusantara needs to pay attention to the marketing mix so that these tourist destinations can still be attracted by tourists. This study aims to analyze the effect of Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence partially and simultaneously on the decision to visit Taman Bunga Nusantara agrotourism. The data analysis methods used in this study include: descriptive analysis, validity test, reliability test, normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity test, correlation analysis, simple linear regression analysis, t test, F test, multiple linear regression analysis and multiple determination coefficient (R²). The sampling technique used purposive sampling with a total of 100 respondents. Based on the results of the t test, it is known that partially the variables Product (X1), Price (X2), Place (X3), Promotion (X4), People (X5), Process (X6) and Physical Evidence (X7) have a positive and significant effect on visiting decisions. While the F test results show that simultaneously, the 7P marketing mix variables have a significant effect on visiting decisions.
BAURAN PEMASARAN BUNGA KRISAN (Chrysanthemum sp.) POTONG DI KELOMPOK TANI MANDIRI DESA SINDANGLAYA KECAMATAN CIPANAS KABUPATEN CIANJUR Triwigandi, Rika; Basuni, Raden Ruli; Dwidjayanti, Desi; Zuber, Zuber; Rahmah, Siti Yiyis
JURNAL AGRITA Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agri.v7i2.5876

Abstract

Bunga krisan (Chrysanthemum sp.) potong adalah komoditas hortikultura tanaman hias populer di Indonesia yang memiliki daya tahan lama, beragam warna dan bentuk menarik. Selain daripada itu, banyak diminati untuk pernikahan, keagamaan atau kegiatan formal dan produk utama di toko bunga ataupun pasar grosir. Tingginya permintaan menunjukkan potensi pasar yang besar sehingga petani memiliki peluang menjanjikan untuk mengembangkan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk peluang pasar dengan melalui penerapan bauran pemasaran (marketing mix) yang mencakup aspek produk, harga, tempat dan promosi. Penelitian ini dilakukan di Kelompok Tani Mandiri Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan Maret - Juni 2025. Populasi yang digunakan 60 petani budidaya dan pemasaran bunga krisan (Chrysanthemum sp.) potong di Kelompok Tani Mandiri dan sampelnya 24 responden yang terdiri dari 22 petani, seorang pengepul, pedagang/pengecer dan seorang konsumen akhir. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan bauran pemasaran (marketing mix), bahwa bunga krisan (Chrysanthemum sp.) kelas super memiliki margin pemasaran Rp.4.000, kelas biasa 3.00, kelas campuran 2.200 dengan farmer share pada kelas super 73%, kelas biasa 71% dan pada kelas campuran 83%. Distribusi margin kelas super pada pengepul 25%, pedagang besar 25% dan pengecer 50%. Kelas biasa pada pengepul 29%, pedagang besar 29%, pengecer 43%. Kelas campuran pada pengepul 100%. Efisiensi pemasaran pada kelas super 13%, kelas biasa 17%, kelas campuran 8%. Dapat disimpulkan bahwa margin pemasaran terdistribusi merata antar pelaku/lembaga pemasaran dan tingkat efisiensi terbaik pada angka 8% yaitu kelas campuran.

Page 1 of 1 | Total Record : 7