Prosiding Sesiomadika
Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika Universitas Singaperbangsa Karawang (SESIOMADIKA) merupakan event rutin tahunan pada Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Singaperbangsa Karawang. Pada tahun 2020 ini merupakan periode ke-4 dalam penyelenggaraan event tersebut. Makalah-makalah yang diseminarkan pada event tersebut adalah makalah yang berasal dari bidang Pendidikan Matematika maupun Matematika murni dari kalangan akademisi maupun praktisi pendidikan matematika seluruh Indonesia. Bidang Kajian Pendidikan Matematika, Analisis, Aljabar, Geometri, Statistika, Terapan, Komputer (Komputasi), Matematika Diskrit (Kombinatorika).
Articles
33 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2 No 1b (2020)"
:
33 Documents
clear
Analisis Self-Regulated Learning Dalam Pembelajaran Matematika Pada Siswa SMP Kelas VIII Ditinjau Dari Fase-fase Self-Regulated Learning
Dina Kurnia;
Attin Warmi
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1b (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis self-regulated learning siswa dalam pembelajaran matematika pada siswa SMP yang ditinjau dari fase-fase self-regulated larning. Penelitian ini dilakukan disalah satu sekolah SMP swasta yang ada dikabupaten Karawang, dengan subjek siswa kelas VIII B yang terdiri dari 26 siswa. Pengambilan data diperoleh dengan metode survei yang berbentuk angket sebanyak 20 pernyataan yang dikelompokkan berdasarkan fase-fase self-regulated learning, kemudian dianalisis dengan uji persentase rata-rata. Hasil penelitian persentase rata-rata angket keseluruhan siswa sebesar 27,6%, diperoleh dari perencanaan 26,55%, pelaksanaan 28,53%, dan evaluasi 26,80%. Kesimpulannya, hanya sebagian kecil siswa dalam pembelajaran matematika atas keinginan sendiri. Sehingga self-regulated learning siswa dalam pembelajaran matematika yang ditinjau dari fase self-regulated learning pada kelas VIII B masih terbilang rendah dan rendahnya self-regulated learning siswa ini terdapat pada tahap perencanaan yakni dalam menentukan strategi yang akan digunakan belajar, serta mengatur diri untuk mempersiapkan belajar. Kata kunci: Self-Regulated Learning, fase-fase self-regulated learning.
Analisis Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMP pada Materi Segiempat dan Segitiga
Elisa Triwinarki;
Rina Marlina
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1b (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemampuan representasi matematis merupakan kemampuan dalam membuat suatu model dari suatu masalah ke dalam bentuk baru baik secara verbal, tulisan, tabel, maupun grafik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan representasi matematis siswa pada materi segiempat dan segitiga. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis mengenai representasi matematis. Teknik pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tes berupa soal uraian, soal diberikan kepada siswa kelas VIII di salah satu SMP Negeri yang berada di Kabupaten Karawang dengan jumlah 36 siswa. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa kemampuan representasi matematis siswa pada indikator kata-kata atau teks tertulis pada kategori tinggi sebanyak 0%, sedangkan pada kategori sedang sebanyak 80% dan pada kategori rendah sebanyak 19,44%. Indikator representasi visual pada kategori tinggi sebanyak 27,78%, kategori sedang sebanyak 38,89% dan pada kategori rendah sebanyak 33,33%. Pada indikator persamaan atau ekspresi matematis terdapat sebanyak 22,22% pada kategori tinggi, 44,44% pada kategori sedang dan 33,33% pada kategori rendah.
STUDI KASUS KEMAMPUAN ABSTRAKSI MATEMATIS SISWA KELAS X PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL (SPLDV)
Ade Citra Juniarti;
Rafiq Zulkarnaen
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1b (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemampuan abstraksi matematis siswa masih rendah, hal itu ditunjukkan dari ketidakmampuan siswa dalam mempresentasikan masalah menjadi model matematis, dan memberikan interpretasi terhadap ekspresi matematis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan abstraksi matematis dalam menyelesaikan soal Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Subjek penelitian dipilih siswa kelas X pada satu SMA Negeri di Kabupaten Karawang sebanyak 31 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berbentuk soal uraian sebanyak dua soal, dengan masing-masing soal memuat indikator: mengidentifikasikan karakteristik objek melalui pengalaman langsung; mengidentifikasikan objek yang dimanipulasikan atau diimajinasikan; membuat generalisasi; merepresentasikan gagasan matematika dalam bahasa dan simbol-simbol matematika; melepaskan sifat-sifat kebendaan dari sebuah objek atau melakukan idealisasi; membuat hubungan antar proses atau konsep untuk membentuk suatu pengertian baru; mengaplikasikan konsep pada konteks yang sesuai; dan melakukan manipulasi objek matematis yang abstrak. Hasil jawaban siswa dianalisis dan dikelompokkan ke dalam kategori: tinggi, sedang, dan rendah. Selanjutnya, melalui teknik selective coding sederhana terpilih dipilih satu siswa (SC-p) untuk memperoleh informasi mengenai kemampuan abstraksi matematis secara mendalam. Hasil analisis mendalam terhadap SC-p diketahui bahwa ketidakmampuan siswa dalam mengidentifikasi, memanipulasi, merepresentasi objek matematis dikarenakan lemahnya kemampuan pemahaman konseptual matematis.
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Dalam Menyelesaikan Soal Segiempat dan Segitiga
Sinta Ekawati;
Alpha Galih Adirakasiwi
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1b (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif matematis siswa di salah satu SMP yang berada di Kabupaten Karawang dalam menyelesaikan soal segiempat dan segitiga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pemilihan subjek penelitian melalui observasi analisis, sehingga diperoleh 6 siswa dari jumlah siswa 31 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu instrumen soal tes uraian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif matematis di salah satu SMP yang berada di Kabupaten Karawang dalam kategori rendah. Pada kategori tinggi terdapat pada indikator 1) fluency, yaitu siswa sudah dapat memberikan sebuah ide untuk menyelesaikan sebuah permasalahan dengan lancar dan tepat; pada kategori sedang terdapat pada indikator 2) flexibility, siswa sudah mampu memberikan jawaban dengan caranya sendiri dan jawabannya tepat meskipun siswa keliru dalam menuliskan satuan untuk menghitung luas; sedangkan pada kategori rendah terdapat pada dua indikator yaitu pada indikator 3) originality, siswa belum mampu memberikan ide yang unik dan belum mampu membuat kombinasi-kombinasi dari bagian-bagian yang diketahui pada soal untuk menyelesaikan permasalahan; dan pada indikator 4) elaboration, siswa sama sekali belum mampu mengembangkan suatu ide atau gagasan dalam menyelesaikan masalah.Kata kunci: Kemampuan berpikir kreatif matematis, segiempat dan segitiga
Analisis Kesulitan Siswa SMP dalam menyelesaikan soal HOTS (Higher Order Thinking Skill)
Nurfujiyanti Astuti;
Alpha Galih Adirakasiwi
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1b (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan-kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS menurut taksonomi Bloom hasil revisi, yaitu C4, C5 dan C6. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskripsi dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian yang diambil sebanyak empat siswa dari 37 siswa SMP kelas IX. Pemilihan subjek penelitian dilakukan pada saat peneliti melakukan observasi awal dengan tes soal uraian bertipe HOTS yang hasilnya dikategorikan menjadi tiga tingkat kemampuan siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal uraian bertipe HOTS. Teknik analisis data yang dilakukan adalah flow model yang meliputi kegiatan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil analisis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS menurut taksonomi Bloom menunjukkan bahwa sebagian besar kesulitan siswa SMP dalam menyelesaikan soal HOTS terletak pada indikator C5 dan C6, yakni kesulitan dalam mempelajari konsep, menerapkan prinsip, dan menyelesaikan masalah verbal.
Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Kemampuan Representasi Matematis Peserta Didik
Brilianty Puspa Hapsari;
Dadang Rahman Munandar
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1b (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendidikan memiliki peranan penting dalam mempersiapkan kehidupan di masa yang akan mendatang. Dalam dunia pendidikan memiliki satu mata pelajaran yang wajib dipelajari yaitu mata pelajaran matematika. Manfaat dari matematika ini salah satunya yaitu memberikan konstruk berpikir yang terencana, sehingga peserta didik diharapkan menajdi manusia yang rasional, logis, sistematis, kreatif, kritis, dan cermat. Dalam pembelajaran matematika, salah satu kemampuan matematis yang harus dimiliki peserta didik yaitu kemampuan representasi matematis. Dalam pembelajaran matematika ada hal yang perlu diperhatikan selain kemampuan yang harus dimiliki peserta didik, yaitu tentang bagaimana pemilihan model pembelajaran yang baik dan tepat untuk digunakan dalam pembelajaran sesuai dengan kondisi peserta didik di kelas. Di Indonesia sendiri memiliki berbagai macam model pembelajaran yang dapat digunakan yang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Artikel ini dibuat peneliti dengan tujuan memberikan referensi yang terkait dengan salah satu model pembelajaran dalam penerapannya terbukti terdapat pengaruh untuk meningkatkan kemampuan representasi peserta didik khususnya pada tingkat sekolah menengah pertama. Model pembelajaran yang dipilih peneliti yaitu penggunaan model pembelajaran discovery learning. Peneliti melakukan riset dengan metode kajian kepustakaan, yaitu merupakan salah satu upaya yang merangkum berbagai hasil penelitian dengan sampel sebanyak 5 referensi yang dipublikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap kemampuan representasi matematis peserta didik. Dari penelitian yang dilakukan terbukti bahwa pembelajaran discovery learning berpengaruh terhadap kemampuan representasi matematis peserta didik yaitu dengan menunjukkan adanya peningkatan terhadap kemampuan representasi matematis peserta didik. Kata kunci: Kajian Kepustakaan, Kemampuan Representasi Matematis, Discovery Learning
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Pada Materi SPLDV
Gita Meidina Khoerunnisa;
Adi Ihsan Imami
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1b (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP pada materi sistem persamaan linear dua variabel. Indikator kemampuan pemecahan masalah yang digunakan dalam penelitian ini sesuai dengan teori Polya yaitu memahami masalah, menyusun rencana penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, dan memeriksa kembali prosedur dan hasil penyelesaian. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu purposive sampling. Pengambilan sampel dikategorikan menjadi kelompok tinggi, sedang, rendah dan diambil berdasarkan rekomendasi dari guru. Subyek penelitian yaitu siswa kelas VIII SMPN Cikampek, Karawang yang berjumlah 3 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa tes soal uraian kemampuan pemecahan masalah matematis sebanyak 5 soal. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengelompokkan siswa berdasarkan kemampuan yang tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih dalam kategori rendah karena siswa masih belum bisa memahami masalah terlebih dahulu dan kurang mampu untuk memeriksa kembali jawaban yang diberikan oleh guru. Kata Kunci : pemecahan masalah, sistem persamaan linear dua variabel, dan teori Polya
Analisis Kesalahan Siswa Kelas XI Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Pada Materi Sistem Persamaa Linear Tiga Variabel (SPLTV)
Aat Juatiningsih Lestari Utami;
Rafiq Zulkarnaen
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1b (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masih ditemukannya siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita, hal ini ditunjukkan dari kemampuan siswa dalam menentukan unsur-unsur penting serta merepresentasikan masalah cerita kedalam bentuk model matematis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan siswa kelas XI dalam menyelesaikan soal cerita pada materi sistem persamaa linear tiga variabel. Subjek penelitian dipilih siswa kelas XI pada satu SMA Negeri di Kabupaten Bekasi sebanyak 30 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berbentuk soal uraian sebanyak dua soal. Teknik analisis kesalahan jawaban siswa mengunakan analisis Newman yang meliputi kesalahan: reading, comprehension, transformation, process skill, dan end coding. Hasil penelitian diperoleh kesalahan reading sebanyak 1,5%; kesalahan comprehension sebanyak 17,5%; kesalahan transformation sebanyak 6,6%; kesalahan process skill sebanyak 37,2%; dan kesalahan encoding sebanyak 37,2%. Mayoritas siswa melakukan kesalahan process skill yang disebabkan penalaran algoritmik, yang dikarenakan kelemahan siswa dalam memanipulasi matematika. Sedangkan, mayoritas siswa melakukan kesalahan encoding disebabkan ketidakbiasaan siswa untuk melakukan evaluasi atas jawaban.
Analisis Tingkat Kecemasan Matematis Siswa SMP
Nia Nur Fadilah;
Dadang Rahman Munandar
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1b (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang tingkat kecemasan matematis siswa SMP. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas IX pada salah satu SMP Negeri di kecamatan Klari Karawang Tahun Ajaran 2019/2020. Dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling, dipilih satu kelas dengan jumlah siswa sebanyak 41 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui instrumen berupa angket dengan indikator kecemasan matematis sebanyak 25 butir pernyataan, dianalisis dalam bentuk deskriptif statistik yang kemudian dikategorikan berdasarkan 4 norma kategori, diantaranya sangat tinggi, tinggi, rendah, dan sangat rendah. Setelah dihasilkan gambaran tingkatan kecemasan matematis, kemudian dipilih 4 siswa dimana setiap siswa mewakili setiap tingkat kategori untuk dianalisis secara deskiriptif jawaban angket yang telah diberikan. Hasil dari penelitian ini adalah keadaan kecemasan matematis siswa SMP Negeri di kecamatan Klari berada pada kondisi 9,8% berada pada tingkatan sangat tinggi, 41,5% berada pada tingkat tinggi, 29,3% berada pada tingkat rendah, dan pada tingka sangat rendah ada 19,5%.
ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA
Siti Nurmala;
Alpha Galih Adirakasiwi
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1b (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kategori kepercayaan diri siswa pada kemampuan representasi matematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini terpilih sebanyak 6 orang siswa dari kelas IX yang berjumlah 25 siswa. Pengambilan data diperoleh dengan soal tes untuk menentukan kemampuan representasi matematis dan angket kepercayaan diri siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan representasi matematis 80% tidak mencapai KKM dan kepercayaan diri pada siswa berada dikategori sedang. Hal ini dapat dilihat dari indikator representasi siswa yang belum memenuhi yaitu, 1) Siswa belum mampu membuat persamaan matematis atau ekspresi matematis dengan tepat, 2) tidak Membuat gambar untuk memeperjelas masalah dan memfasilitasi penyelesaianya. 3) belum mampu menuliskan langkah-langkah yang tepat dan tidak Membuat situasi masalah berdasarkan data atau representasi yang diberikan. Sedangkan dari hasil angket kepercayaan diri matematis yang dimiliki siswa 16% kategori tinggi siswa dalam pembelajaran berani menanya dan menjawab pertanyaan yang guru ajukan, 64% dalam kategori sedang siswa tidak begitu menyukai pelajaran matematika dan kurang percaya diri dalam pembelajaran, dan 20% kategori rendah yaitu siswa tidak menyukai pelajaran matematika dan tidak percaya diri dalam pembelajaran, serta siswa takut untuk bertanya dan tidak berani menjawab pertanyaan yang guru berikan.