cover
Contact Name
Komang Aditya Yudistira
Contact Email
aesculapiusmedicaljournal@gmail.com
Phone
+6282146555556
Journal Mail Official
aesculapiusmedicaljournal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Gedung F2 Lantai 3, Jl. Terompong No.24 , Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Aesculapius Medical Journal
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 28290712     EISSN : 28086848     DOI : https://doi.org/10.22225
AMJ (Aesculapius Medical Journal) is a peer-reviewed medical journal that published research articles and theoretical articles in medical science. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. It aims is to provide a place for academics and practitioners to publish original research articles, review articles, and book reviews. The scope of this journal area any topics concerning medical studies in all aspects. AMJ (Aesculapius Medical Journal) published by Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa 3 times a year. AMJ (Aesculapius Medical Journal) is available in print and online version. AMJ (Aesculapius Medical Journal) is Available online at https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/amj/index, since Volume 1 No 1 October, 2021.
Articles 1 Documents
Search results for , issue "230-234" : 1 Documents clear
Kista Hidatid di Fossa Posterior: Ketika Infeksi Langka Menyerupai Tumor Otak Muhammad Lu’ai Maknun Saf; Muhammad Azzam Faaz; Gina Andyka Hutasoit; Arlin Rinni Tutu; Ika Magfirah; Franklin Lessyamana Sinanu
Aesculapius Medical Journal 230-234
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.5.3.2025.230-234

Abstract

Kista hidatid merupakan kista yang disebabkan oleh infeksi Echinococcus granulosus yang sering ditemui pada paru-paru dan hati. Kasus yang ditemukan saat ini merupakan termasuk kasus yang sangat langka, dimana berlokasi di otak. Kejadian kasus ini hanya mencakup sekitar 1–2% dari seluruh kasus. Kista hidatid intrakranial lebih sering ditemukan pada anak-anak, terutama di area supratentorial, sedangkan keterlibatan fossa posterior sangat jarang dilaporkan. Kasus ini pertama ditemukan di RSUD Undata, Palu, Sulawesi Tengah. Dilaporkan seorang pasien laki-laki berusia 35 tahun yang datang dengan keluhan sakit kepala kronis dan kejang. Computed tomography (CT) kepala tanpa kontras menunjukkan massa kistik, berseptasi, berbatas tegas, tepi lobulated, non kalsifikasi, pada hemisfer cerebelli sisi kanan, menyempitkan ventrikel empat, mengakibatkan obstruktif hidrosefalus. Pasien menjalani ventriculoperitoneal (VP) shunt dan kraniotomi untuk eksisi lesi. Pemeriksaan histopatologi dilakukan sebagai penegakan diagnosis klinis, dimana menunjukkan adanya temuan khas yaitu brood capsul dan protoscolices. Memiliki manifestasi klinis yang sama seperti tumor otak, sehingga kista hidatik perlu dipertimbangkan sebagai diagnosis banding pada lesi kistik di otak. Pemeriksaan CT scan dan konfirmasi histopatologi merupakan modalitas penting untuk diagnosis definitif. Tatalaksana utama adalah pembedahan dengan eksisi total disertai manajemen komplikasi seperti hidrosefalus. Laporan ini menyoroti pentingnya kewaspadaan klinisi terhadap presentasi atipikal kista hidatik fossa posterior agar tidak terjadi salah diagnosis sebagai neoplasma primer otak.  

Page 1 of 1 | Total Record : 1