cover
Contact Name
Komang Aditya Yudistira
Contact Email
aesculapiusmedicaljournal@gmail.com
Phone
+6282146555556
Journal Mail Official
aesculapiusmedicaljournal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Gedung F2 Lantai 3, Jl. Terompong No.24 , Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Aesculapius Medical Journal
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 28290712     EISSN : 28086848     DOI : https://doi.org/10.22225
AMJ (Aesculapius Medical Journal) is a peer-reviewed medical journal that published research articles and theoretical articles in medical science. This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge. It aims is to provide a place for academics and practitioners to publish original research articles, review articles, and book reviews. The scope of this journal area any topics concerning medical studies in all aspects. AMJ (Aesculapius Medical Journal) published by Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa 3 times a year. AMJ (Aesculapius Medical Journal) is available in print and online version. AMJ (Aesculapius Medical Journal) is Available online at https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/amj/index, since Volume 1 No 1 October, 2021.
Articles 1 Documents
Search results for , issue "261-272" : 1 Documents clear
Paradigma Baru Terapi Leptospirosis Melalui Inovasi dalam Pengobatan Farmakologis dan Non-Farmakologis: Literature Review Siti Khodijah Nur’Aini Jusuf; Aura Audhilla Khadiamsi; Nur Azizah
Aesculapius Medical Journal 261-272
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.5.3.2025.261-272

Abstract

Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh Leptospira spp., termasuk dalam kelompok Neglected Tropical Diseases (NTDs) dengan prevalensi tinggi di wilayah tropis. Di Indonesia, kasus meningkat pada musim hujan maupun kemarau akibat faktor lingkungan, aktivitas manusia, dan ekologi reservoir. Manifestasi klinis bervariasi dari gejala ringan hingga bentuk berat (penyakit Weil) dengan risiko gagal multi-organ. Selama beberapa dekade, penatalaksanaan leptospirosis bergantung pada terapi antibiotik dan pencegahan konvensional. Namun, keterbatasan efektivitas, potensi resistensi, serta angka mortalitas pada kasus berat menegaskan kebutuhan akan inovasi pengobatan yang lebih komprehensif. Kajian literatur ini mengulas perkembangan terapi farmakologis meliputi formulasi antibiotik terbaru, kombinasi terapi, penggunaan kortikosteroid sebagai adjuvan untuk menekan badai sitokin, serta pengembangan imunoterapi berbasis antibodi monoklonal dan terapi genomik. Di sisi lain, pendekatan non-farmakologis meliputi eksplorasi vaksin generasi baru (rekombinan, DNA, multi-epitop) yang berpotensi memberikan proteksi lintas serovar, meskipun masih menghadapi kendala efektivitas dan kebutuhan uji klinis. Selain itu, terapi herbal seperti Quercus infectoria, Piper betle, dan ekstrak Angelica sinensis menunjukkan aktivitas antimikroba dan imunomodulator menjanjikan, meski memerlukan validasi farmakokinetik dan uji in vivo lebih lanjut. Dengan demikian, manajemen leptospirosis ke depan menuntut integrasi terapi farmakologis dan non-farmakologi.  

Page 1 of 1 | Total Record : 1