cover
Contact Name
Iwan Setiawan
Contact Email
setiawan@widuri.ac.id
Phone
+6221-5480552
Journal Mail Official
jurnal@widuri.ac.id
Editorial Address
Jalan Palmerah Barat No. 353 Jakarta Selatan 12210
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
INSANI
Published by STISIP Widuri Jakarta
ISSN : 24076856     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Ilmiah INSANI diterbitkan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Widuri, Jakarta. Redaksi INSANI menerima artikel secara terbuka dari berbagai kalangan dalam Ilmu Komunikasi dan Ilmu Kesejahteraan Sosial, serta bidang kemasyarakatan lainnya. Artikel yang masuk akan direview oleh reviewer internal dan eksternal sesuai bidang ilmunya
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2014): INSANI" : 6 Documents clear
Semiotika Sosial Sebagai Alat Analisis Teks dalam Penelitian Komunikasi Kualitatif Hasyim Ali Imran
INSANI Vol 1 No 1 (2014): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.427 KB)

Abstract

Tulisan ini membahas tentang penelitian komunikasi dengan pendekatan kualitatif yang difokuskan pada teks sebagai subyek penelitian. Tulisan diarahkan pada contoh bentuk praktik penerapan metode analisis teks yang mengacu pada metode semiotika sosial versi MAK Halliday. Secara akademik tulisan ini diharapkan berkontribusi bagi kemudahan mahasiswa dalam mempraktikkannya.
Integrasi Program Marketing dan Public Relations untuk Memenangkan Persaingan Yerah Melita
INSANI Vol 1 No 1 (2014): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.398 KB)

Abstract

Marketing Public Relations (MPR) merupakan konsep atau disiplin pemasaran yang relatif baru, yaitu muncul tahun 1990-an. Konsep MPR ini muncul untuk melengkapi dan mengisi dari masing-masing peran baik marketing maupun public relations sehingga tujuan pemasaran diharapkan lebih berhasil. Upaya pengintegrasian antara Marketing dan Public Relations mampu meningkatkan kredibilitas (kepercayaan) dari pesan-pesan yang disampaikan melalui jalur Public Relations sehingga dapat menembus situasi yang relatif sulit dijangkau oleh iklan. Integrasi Marketing dan PR juga akan meningkatkan efesiensi dan efektivitas sehingga MPR mampu bersaing dan dapat memenangkan persaingan.
Penggunaan Media di Lingkungan Aparatur Pemerintah H. Muhammad Rustam
INSANI Vol 1 No 1 (2014): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.43 KB)

Abstract

Penelitian ini fokus pada gejala penggunaan media komunikasi di kalangan aparat pemerintah. Pemfokusan didasari oleh perkembangan media konvergensi. Dengan metode survai, hasilnya menunjukkan bahwa di tengah-tengah situasi terus berkembangnya media konvergensi saat ini, responden terlihat masih tetap menggunakan media konvensional seperti majalah/tabloid, surat kabar dan televisi sebagai sarana untuk berkomunikasi. Di samping itu, mereka pun tetap terlihat meng-up date diri mereka terhadap perkembangan media baru/ konvergensi. Peng-up date-an diri mereka itu dibuktikan mereka dengan cara memiliki ragam saluran (channel) berkomunikasi yang tersedia di internet seperti akun e-mail dan lain-lain.
Pelayanan Pekerja Sosial Medis Bagi Pasien yang Mengalami Masalah Biaya di Bagian Pelayanan Pastoral Sosial Medis, Pelayanan Kesehatan Sint Carolus (PKSC) Sr. Theresia Endang Hendres Yudayanti
INSANI Vol 1 No 1 (2014): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.388 KB)

Abstract

Pekerjaan sosial di rumah sakit merupakan praktek pekerja sosial dalam membantu memecahkan masalah psikososial orang sakit berkaitan dengan proses penyembuhan penyakit di rumah sakit. Penelitian ini akan menjelaskan tentang proses pelayanan pekerja sosial bagi pasien yang mengalami masalah biaya. Penelitian ini dilakukan di Pelayanan Kesehatan Sint Carolus, Jl. Salemba 41, Jakarta Pusat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Proses Pelayanan Pekerja Sosial di PKSC dalam membantu menangani masalah sosial pasien secara khusus masalah biaya pasien; (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pelayanan pekerja sosial di PKSC; dan (3) Hambatan yang dialami oleh pekerja sosial dalam proses pelayanan pekerja sosial di PKSC. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa (1) Proses pelayanan pekerja sosial medis di Pelayanan Kesehatan Sint Carolus merupakan tahapan yang dilakukan oleh pekerja sosial dalam menangani masalah pasien secara profesional, dimulai dari pasien dikonsulkan ke pekerja sosial oleh profesi lain atau petugas kesehatan lainnya, kemudian setelah dikonsulkan pekerja sosial melakukan assesmen, identifikasi masalah, menentukan tujuan, membuat rencana intervensi, melakukan intervensi, evaluasi dan terminasi. (2) Faktor yang dapat mempengaruhi proses pelayanan pekerja sosial: organisasi, pekerja sosial, petugas kesehatan lainnya/profesi lainnya serta pasien dan keluarganya. Faktor-faktor tersebut berupa aturan dan kebijakan lembaga maupun pemerintah, prosedur pelayanan pekerja sosial, kondisi SDM pekerja sosial maupun petugas profesi lainnya dalam merespon masalah sosial pasien, perilaku pasien atau keluarga pasien dalam menyikapi masalah sosialnya, (3) Hambatan dalam proses pelayanan pekerja sosial terjadi pada penjangkauan klien yaitu terlambat melibatkan pekerja sosial dalam menangani masalah sosial pasien serta terlambat mengkonsulkan pasien ke pekerja sosial. Hambatan lainnya adalah tenaga pekerja sosial sangat kurang, petugas kesehatan kurang tanggap dan kurang memahami tentang masalah sosial yang dialami pasien, klien kurang dapat bekerja sama (kurang transparan, pasif dan kurang kooperatif).
Teori Kode-kode Berbicara Rukman Pala
INSANI Vol 1 No 1 (2014): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini secara substantif memaparkan Teori Kode-Kode Bicara dari Gerry Philipsen. Secara ringkas hal ini meliputi latar belakang lahirnya teori, substansi Teori Kode Berbicara; bentuk/penampilan etnografi; kritik terhadap teori; dan kesimpulan. Hasil pembahasan memperlihatkan salah satu dari lima inti teori itu yaitu terkait dengan dalil yang dinyatakannya dalam bentuk proposisi, bahwa “di mana ada suatu perbedaan budaya, di sana akan ditemukan kode berbicara yang berbeda pula”. Memetik makna dalil dimaksud dalam kaitannya dengan sejumlah contoh kasus tentang bekerjanya Teori Kode-Kode Berbicara dalam realitas kehidupan sehari-hari sebelumnya, maka ini menandakan bahwa bagi bangsa Indonesia teori ini sebenarnya dapat menjadi penegas dan petunjuk praktis bagi setiap individu dari suatu komunitas etnis bangsa Indonesia dalam berkomunikasi lintas budaya agar terwujudnya harmonisasi.
Kebebasan PERS di Indonesia pada Era Reformasi dan Ekonomi Politik Media Joko Martono
INSANI Vol 1 No 1 (2014): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.404 KB)

Abstract

Kebebasan pers di Indonesia dijamin dalam UU No.40 Tahun 1999. Berbagai pasal yang berkait kebebasan pers secara substansial terkandung makna bersifat universal dan cenderung liberal. Bagi para pengusaha, keberadaan institusi media dipandang sebagai lahan bisnis mendatangkan keuntungan. Oleh karena itu sebagai implikasi atas dasar penerapan konsep tersebut, informasi telah dijadikan sebagai komoditas bernilai tukar. Produk media dikemas sedemikian rupa menjadi barang dagangan yang dapat dipertukarkan dan mempunyai nilai ekonomis. Merebaknya perusahaan media massa ditandai bertumbuhnya industri televisi di Indonesia telah menunjukkan bahwa ”bisnis informasi” yang dilakukan melalui strategi ekonomi politik kian berkembang pesat. Dampak atas berlangsungnya industrialisasi ternyata banyak ditemui. Ranah publik (public sphere) yang seharusnya menjadi milik bersama atau dimanfaatkan bersama kini cenderung menjadi monopoli media. Benturan kepentingan antara pengelola media, penguasa dan khalayak masih ditemui. Dengan kata lain, telah terjadi ketimpangan relasi, terutama relasi antara kepentingan pasar dan kepentingan sosial.

Page 1 of 1 | Total Record : 6