cover
Contact Name
Iwan Setiawan
Contact Email
setiawan@widuri.ac.id
Phone
+6221-5480552
Journal Mail Official
jurnal@widuri.ac.id
Editorial Address
Jalan Palmerah Barat No. 353 Jakarta Selatan 12210
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
INSANI
Published by STISIP Widuri Jakarta
ISSN : 24076856     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Ilmiah INSANI diterbitkan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Widuri, Jakarta. Redaksi INSANI menerima artikel secara terbuka dari berbagai kalangan dalam Ilmu Komunikasi dan Ilmu Kesejahteraan Sosial, serta bidang kemasyarakatan lainnya. Artikel yang masuk akan direview oleh reviewer internal dan eksternal sesuai bidang ilmunya
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2019): INSANI" : 6 Documents clear
Strategi Bertahan Hidup Petani Desa dengan Menjadi Pemulung di Kota: Studi pada Petani Desa Cigorondong Pandeglang yang Memiliki Pekerjaan Sekunder sebagai Pemulung di Komplek MBKG Tangerang Selatan Hakiki Magfiroh; Robert Markus Zaka Lawang
INSANI Vol 6 No 1 (2019): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.454 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji salah satu kelompok petani miskin di Desa Cigorondong Pandeglang yang melakukan strategi bertahan hidup dengan diversifikasi nafkah.Ada dua faktor yang melatarbelakanginya yakni faktor pendorong dari daerah asal dan faktor penarik dari daerah tujuan. Setelah petani di Desa Cigorondong Pandeglang melakukan strategi bertahan hidup dengan diversifikasi nafkah menjadi pemulung di Komplek BMKG Tangerang Selatan, ada beberapa kondisi baik ekonomi maupun sosial yang mengalami perubahan. Pada aspek ekonomi ada peningkatan pendapatan. Pada aspek sosial perubahan yang terjadi yakni adanya sikap solidaritas organik, yaitu solidaritas yang tumbuh berdasarkan pembagian kerja seperti yang terjadi di masyarakat perkotaan. Demikian, mereka tidak meninggalkan perilaku sosial pedesaan mereka seperti taat pada norma, gotong-royong dan lain sebagainya.
Implementasi Kebijakan Sistem Resi Gudang Sebagai Upaya Peningkatan Posisi Tawar Petani Kecil: (Studi di Kabupaten Cianjur Jawa Barat) Santi Jayani; Fentiny Nugroho
INSANI Vol 6 No 1 (2019): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.504 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang implementasi kebijakan Sistem Resi Gudang (SRG) sebagai upaya peningkatan posisi tawar petani kecil di Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Kajian dilakukan dengan menggunakan model implementasi kebijakan George Edwards III, bahwa implementasi dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu komunikasi, sumberdaya, kecenderungan pelaksana kebijakan dan struktur organisasi. SRG Kabupaten Cianjur merupakan gudang dengan kinerja terbaik; dengan mengambil lokasi penelitian di kabupaten tersebut diharapkan mendapat gambaran mengenai pelaksanaannya.Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif; sedangkan pengumpulan data melalui teknik wawancara mendalam terhadap delapan informan dan observasi lapangan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa para pemegang kepentingan sudah melaksanakan ketentuan yang tercakup dalam empat faktor tersebut. Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian lebih karena SRG memiliki potensi besar mengingat pertanian adalah bidang pekerjaan utama di Kabupaten Cianjur. Implementasi kebijakan SRG merupakan intervensi kesejahteraan sosial yang bersifat tidak langsung (indirect intervention) dan mencerminkan pendekatan pembangunan sosial yaitu pendekatan yang menghubungkan dan mengintegrasikan kebijakan ekonomi dan sosial. Implementasi kebijakan SRG ini memberikan peluang kepada petani untuk mendapatkan penawaran yang baik bagi hasil produksi pertaniannya. Dengan berpartisipasi dalam sistem SRG, petani dapat melakukan tunda jual dan berpeluang untuk mendapatkan harga yang lebih baik serta meningkatkan kualitas produksinya, yang kemudian berdampak pada peningkatan penghasilan dan kesejahteraan sosialnya.
Efektivitas Media Sosial dan Komunikasi Whatsapp dalam Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Taiwan Merdy Ervina Rumintjap
INSANI Vol 6 No 1 (2019): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.367 KB)

Abstract

Pekerja Migran Indonesia (PMI) merupakan kelompok pekerja yang bekerja di luar negeri. Indonesia sebagai negara yang memiliki jumlah angkatan kerja besar dengan mayoritas berpendidikan rendah, mengalami kesulitan dalam memberikan lapangan kerja layak dalam negeri, sehingga bekerja di luar negeri menjadi pilihan bagi jutaan PMI dalam usaha meningkatkan dan menjawab kebutuhan hidup. Sebagai negara pengirim pekerja migran besar, PMI membutuhkan perlindungan yang berkaitan dengan hak dan kewajiban mereka sebagai PMI, baik sebelum penempatan, masa penempatan dan paska penempatan. Sekalipun ada regulasi yang menyebutkan setiap PMI yang hendak bekerja di luar negeri harus mendapat pengetahuan terhadap negara tempat bekerja, namun fasilitas ini dinilai kurang memadai untuk membekali PMI di luar negeri. Sarana tambahan yang dianggap sangat nyaman dan mudah untuk melindungi PMI bisa dilakukan melalui sarana media sosial. Seiring dengan fakta seluruh PMI memiliki telepon selular, maka penggunaan media sosial dinilai bisa lebih efektif untuk menjangkau lebih banyak orang, biaya murah, nyaman, bisa akses berita terkini dan gampang untuk dibagikan (viral). Seperti halnya saat ini dilakukan oleh PMI di Taiwan setiap kali seorang PMI ingin mencari dan memberikan informasi terhadap PMI lainnya.
Pengaruh Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) Terhadap Kapital Sosial Petambak Garam di Desa Tasikharjo Putri Khoiron Nisa'; Robert Markus Zaka Lawang
INSANI Vol 6 No 1 (2019): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.489 KB)

Abstract

Kapasitas sosial kelompok untuk bertindak dalam kepentingan kolektif tergantung pada kebijakan pembangunan berbasis institusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) terhadap kapital sosial petambak garam di Desa Tasikharjo Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan regresi linier sederhana dan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PUGAR mempengaruhi kapital sosial petambak garam sebesar 39,1% sedangkan 60,9% dipengaruhi oleh faktor lain. Hubungan antara program PUGAR dan kapital sosial berada dalam kategori kuat dengan nilai koefisien (R) sebesar 0,625. Hasil uji T menunjukkan program PUGAR berpengaruh positif terhadap kapital sosial yang dapat dilihat dari nilai koefisien regresi variabel program PUGAR sebesar 0,598 bernilai positif. Program PUGAR berpengaruh signifikan terhadap kapital sosial dengan tingkat kepercayaan 95%, dan nilai α = 0,05 yang dapat dilihat nilai t hitung> ttabel (4,624 > 2,039513).
Privasi Komunikasi: Antara Batas Pribadi dan Batas Kolektif Nelson Holong Parapat
INSANI Vol 6 No 1 (2019): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.381 KB)

Abstract

Tulisan ini memberikan pemahaman kepada kita tentang privasi komunikasi, yaitu bagaimana kita memiliki dan mengelola informasi privat dalam komunikasi antarpribadi. Pengelolaan informasi privat mencakup pengaturan batasan pribadi dan batasan kolektif, yang mana di antara dua batasan itu terbentang rentangan proses privasi komunikasi mengenai informasi privat individu. Privasi komunikasi adalah pengelolaan ketegangan antara keinginan bersikap terbuka atau bersikap tertutup (privasi), antara kebutuhan untuk tetap bersifat pribadi atau menjadi bagian dari kebersamaan (kolektif). Individu yang terlibat dalam suatu hubungan dengan individu lainnya akan terus-menerus mengelola garis batas dalam dirinya, yaitu antara batas pribadi dan batas kolektif, antara perasaan atau pikiran yang ia ingin berbagi dan yang ia tidak ingin berbagi dengan orang lain. Manajemen atau pengaturan privasi komunikasi adalah mengatur privasi atas informasi privat individu. Privasi selalu berhubungan pembukaan atau pengungkapan informasi privat. Informasi privat merupakan informasi yang dimiliki individu yang tersimpan dalam batas pribadinya yang potensi pengungkapannya ditentukan oleh faktor keintiman.Batas pribadi dalam privasi komunikasi adalah garis yang membatasi ketika informasi privat tetap disimpan oleh seorang individu dan tidak dibuka kepada individu lain. Batas kolektif dalam privasi komunikasi adalah sebuah persimpangan batas privasi pribadi dari pemilik bersama informasi pribadi, yang semuanya bersamasama bertanggung jawab atas informasi tersebut. Turbulensi batasan merupakan gangguan manajemen privasi dan kepercayaan relasional yang terjadi ketika batas privasi kolektif tidak disinkronkan. Turbulensi batasan muncul ketika aturan-aturan koordinasi batasan tidak jelas atau ketika harapan orang untuk manajemen privasi berkonflik antara satu dengan lainnya.
Implementasi Program Marketing Public Relations Melalui Event Organizer Yerah Melita
INSANI Vol 6 No 1 (2019): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.386 KB)

Abstract

Setiap organisasi atau perusahaan pasti memiliki program atau rencana kerja yang akan diimplementasikan atau direalisasikan, namun pada kenyataan tidak semua dapat mengimplementasikan programnya sendiri. Organisasi, perusahaan ataupun perorangan dapat meminta bantuan kepada jasa Event Organizer untuk dapat menyukseskan program tersebut. Untuk dapat mengimplementasikan program organisasi atau perusahaan khususnya program Marketing Public Relations diperlukan kerja keras, kerjasama, dan kesepakatan antara kedua belah pihak, baik pihak organisasi atau perusahaan yang mempercayai untuk melaksanakan programnya kepada Event Organizer maupun pihak yang menerima kepercayaan, sehingga keduanya sama-sama memperoleh keuntungan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6