cover
Contact Name
Bangkit Ary Pratama
Contact Email
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Phone
+6285326333050
Journal Mail Official
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Editorial Address
Kompleks Perkantoran Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia Jalan Raya Solo-Sukoharjo Km.09 Dukuh Ngepeng, Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 57527
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS)
ISSN : -     EISSN : 26230038     DOI : https://doi.org/10.55181/ijms
Core Subject : Health, Engineering,
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS) (https://doi.org/10.55181/ijms) terbit pertama Vol. 1 No.1 Januari 2014. Setiap edisi terdiri dari kurang lebih 100 halaman, yang artikelnya disajikan dalam bahasa Indonesia, kecuali judul dan abstrak disertai dengan bahasa inggris. Mekanisme peer-reviewer dilakukan dengan cara setiap artikel yang diajukan harus direview oleh dua reviewer yang ditunjuk oleh editor. Fokus dan Lingkup : IJMS adalah jurnal terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) dibidang kesehatan. IJMS : Jurnal kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovas ilmiah dibidang kesehatan kepada para praktisi dan akademisi di bidang kesehatan. IJMS merupakan jurnal peer reveiwer dan open acces journal yang berfokus pada kesehatan. Fokus ini meliputi daerah dan ruang lingkup yang terkait Keperawatan Kebidanan Fisioterapi Farmasi Gizi Masyarakat Kesehatan Masyarakat
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2016): IJMS - 2016" : 15 Documents clear
Gambaran Pengetahuan Pasien Terhadap Hak dan Kewajiban Pasien SC (Sectio Caesaria) Rawat Inap Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Mei Tahun 2014 Bekti Suharto - Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo
Indonesian Journal on Medical Science Vol 3 No 2 (2016): IJMS - 2016
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.334 KB)

Abstract

ABSTRACT: The results of a preliminary study based on reports 10 disease hospitalization in 2013 the number of cases as many as 1,502 patients sectio Caesaria. With the number of such patients in the explanation / release of such information is critical to patients so that they are ready to accept whatever will happen and it will not pursue a lawsuit after the action approved by the patient's informed consent / approval of medical action. Knowing picture of patients' knowledge of the rights and obligations of SC patients (Sectio Caesarea) Inpatient Hospital Regional General Dr. Moewardi Surakarta in May 2014. observation and interview, descriptive study, cross-sectional approach. The object of research patients sectio Caesaria in May 2014, and the total sample population of patients in May. Of the total 19 patients who received general information about the apparent approval of 16 (84.2%) and unclear (15.8%), clearly understand the information 17 (89.5%) and unclear 2 (10.5% ), clear information about the patients' rights 19 (100%), information on the obligations of patients / families obviously 19 (100%), medical information clearly consent 14 (73.7%) and unclear 5 (26.3%), information clearly written approval of medical action 19 (100%) or all of the total patients, explanatory information as clear approval of medical measures 19 (100%) or all of the total patients, clear information on the risk as much as 17 (89.5%) and unclear 2 (10 , 5%), information and signed an agreement with consciousness itself is obviously 19 (100%). Policies release procedures and information General Consent has been better then need to be improved, clarified in the delivery of information.Keywords: Patient, Medical Officer, and General Consent in patients SC (Sectio Caesarea) Abstraksi : Hasil studi pendahuluan berdasar pada laporan 10 besar penyakit rawat inap tahun 2013 jumlah kasus sectio caesaria sebanyak 1.502 pasien. Dengan jumlah pasien tersebut maka dalam penjelasan/ pemberian informasi tersebut sangat penting kepada pasien agar mereka siap menerima apapun yang akan terjadi dan tidak akan melakukan gugatan setelah dilakukan tindakan yang sudah disetujui pasien dengan informed consent/ persetujuan tindakan medis. Mengetahui gambaran pengetahuan pasien terhadap hak dan kewajiban pasien SC (Sectio Caesaria) Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta bulan Mei tahun 2014. Observasi dan wawancara, jenis penelitian deskriptif, pendekatan cross sectional. Objek penelitian pasien sectio caesaria pada bulan Mei tahun 2014, populasi dan sampel total pasien pada bulan Mei. Dari total 19 pasien yang mendapatkan informasi tentang persetujuan umum jelas 16 (84,2%) dan belum jelas (15,8%), memahami informasi jelas 17 (89,5%) dan belum jelas 2 (10,5%), informasi tentang hak pasien jelas 19 (100%), informasi tentang kewajiban pasien/ keluarga jelas 19 (100%), informasi persetujuan tindakan medis jelas 14 (73,7%) dan belum jelas 5 (26,3%), informasi persetujuan tertulis tindakan medis jelas 19 (100%) atau semua total pasien, informasi penjelasan persetujuan tindakan medis sebanyak jelas 19 (100%) atau semua total pasien, informasi mengenai risiko sebanyak jelas 17 (89,5%) dan belum jelas 2 (10,5%), informasi dan menandatangani persetujuan dengan kesadaran sendiri jelas 19 (100%). Kebijakan pelepasan prosedur dan informasi General Consent sudah baik maka perlu ditingkatkan, diperjelas dalam penyampaian informasi.      Kata kunci : Pasien, Petugas Medis,dan General Consent pada pasien SC(Sectio Caesarea)
Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Primigravida Tentang Persiapan Menghadapi Persalinan Di Puskesmas Kedawung I Kabupaten Sragen Danik Dwiyanti - AKBID YAPPI Sragen
Indonesian Journal on Medical Science Vol 3 No 2 (2016): IJMS - 2016
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.496 KB)

Abstract

Abstract: The delivery process of the first is usually the mother did not understand things need to be prepared, mothers are strongly encouraged to prepare for the birth process regarding anticipate the risk of childbirth, which need to be prepared in the face of the delivery process, the stages of labor, how to deal with the pain without drugs drugs of, the side effects that may arise due to the use of drugs. Lack of knowledge about the readiness that will be faced during labor may lead to anxiety and fear, especially in pregnant women primigravida, causing problems with the pregnancy, even can complicate childbirth. Considering these things, if in the process of labor is accompanied by the preparation of the labor can not run fun. The purpose of this study was to determine the level of knowledge of pregnant women primigravidae about preparations for deliveries in health centers kedawung I, District Kedawung, Sragen. The study was an observational descriptive cross sectional method. Sampling technique used with total sampling technique. Data were collected by using a questionnaire. Data by using univariate analysis. The subjects of the study were used that pregnant mothers primigravidae by 30 respondents. The knowledge level of primigravida pregnant women about preparing for the delivery has been carried out in health centers kedawung I, District kedawung, Sragen with the level of knowledge in both categories 26 respondents (86.66%), sufficient knowledge of two respondents (6.67%) , knowledge about 2 respondents (6.67%). The level of knowledge of pregnant women primigravidae about preparations for deliveries in health centers kedawung I in both categories.Keywords: Knowledge, primigravida, labor Abstrak: Proses persalinan yang pertama biasanya ibu belum memahami hal yang perlu dipersiapkan, ibu sangat dianjurkan untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi proses persalinan mengenai mengantisipasi risiko persalinan, yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi proses persalinan, tahap-tahap persalinan, cara mengatasi rasa sakit tanpa obat-obatan, efek samping yang mungkin timbul karena pemakaian obat-obatan. Kurangnya pengetahuan tentang kesiapan yang akan dihadapi dalam masa persalinan dapat mengakibatkan rasa cemas, dan takut khususnya pada ibu hamil primigravida, sehingga menyebabkan masalah kehamilan, bahkan dapat mempersulit persalinan. Mengingat hal-hal tersebut, apabila didalam proses persalinan tidak disertai persiapan maka persalinan tidak dapat berjalan menyenangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil primigravida tentang persiapan menghadapi persalinan di Puskesmas Kedawung I, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan metode pendekatan Cross Sectional. Tehnik sampel yang digunakan dengan teknik total sampling. Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisa Data dengan menggunakan univariate. Subyek penelitian yang digunakan yaitu ibu-ibu hamil primigravida sebanyak 30 responden. Tingkat pengetahuan ibu hamil primigravida tentang persiapan menghadapi persalinan yang telah dilaksanakan di Puskesmas Kedawung I, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen dengan tingkat pengetahuan dalam kategori baik  26 responden (86,66%), pengetahuan cukup 2 responden (6,67%), pengetahuan kurang 2 responden (6,67%). Tingkat pengetahuan ibu hamil primigravida tentang persiapan menghadapi persalinan di Puskesmas Kedawung I dalam kategori baik.Kata Kunci: Pengetahuan, primigravida, persalinan
Pengaruh Perendaman Larutan Tomat (Solanum lycopersicum L.) Terhadap Penurunan Kadar Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) Pada Kerang Darah (Anadara granosa) Maria Mita Susanti; Margareta Retno Priamsari - Akfar Theresiana Semarang
Indonesian Journal on Medical Science Vol 3 No 2 (2016): IJMS - 2016
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.731 KB)

Abstract

Abstract: Mussels blood (Anadara granosa) is a fishery product that has high economic value. The way of life of the mussels blood settling causes high levels of heavy metals one of which was lead (Pb) and cadmium (Cd) in the body mussels shells. However, there is still lack of Informastion and knowledge in societies about the processing of blood clams result in high levels of heavy metals Pb and Cd. The reduction of heavy metals can be done  using  sequestrant substance that is citric acid which is contained in tomatoes. This reseacrh due to analyze the effect of immersion solution of tomato (Solanum lycopersicum L.) towards decreased levels of the heavy metal Pb and Cd in mussles blood (Anadara granosa). This is an  experimental research which designed by  Complete Random Design with tomatoes filtrate comparation treatment (15%, 25%, and 50%) and soaking time (15 and 30 minutes). Samples were analyzed using atomic absorption spectrophotometer (AAS). The results showed that levels of cadmium in the blood before soaking clams with tomato filtrate was 1,27 mg / kg while for Pb was 0,9603 mg / kg. The levels exceed the TLV established by BPOM (2009). After soaking with tomato filtrate results showed that the highest decreased levels of the immersion of blood clams with tomato filtrate 50% for 30 minutes is equal to 0,31 mg / kg for the concentration of Cd and for the concentration of Pb is equal to 0,51 mg / kg. Data was analyzed with  Anova. The results showed that the soaking solution of tomato affect to decreased levels of heavy metals Pb and Cd in mussels blood  with a value of significance (p <0.05).Keywords: Mussles blood, Anadara granosa, Cadmium, Lead, Atomic Absorption Spectrophotometer  Abstrak: Kerang darah (Anadara granosa) merupakan produk perikanan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Cara hidup dari kerang darah yang menetap menyebabkan tingginya kadar logam berat salah satunya adalah Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) di dalam tubuh kerang darah. Informasi dan pengetahuan masyarakat yang masih kurang mengenai pengolahan kerang darah menyebabkan masih tingginya kadar logam berat Pb dan Cd. Penurunan kadar logam berat  dapat dilakukan dengan menggunakan zat sekuestran yaitu asam sitrat yang terkandung dalam tomat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh  perendaman larutan tomat (Solanum lycopersicum L.) terhadap penurunan kadar logam berat Pb dan Cd pada kerang darah (Anadara granosa). Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan perbandingan filtrat tomat (15%, 25%, dan 50%) dan lama perendaman (15 dan 30 menit). Sampel dianalisis menggunakan Spektofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil menunjukkan bahwa kadar Cd pada kerang darah sebelum perendaman dengan filtrat tomat yaitu 1,27 mg/kg sedangkan untuk kadar Pb yaitu 0,9603 mg/kg . Kadar tersebut melebihi NAB yang ditetapkan oleh BPOM (2009). Sesudah perendaman dengan filtrat tomat hasil penurunan kadar yang paling signifikan yaitu pada perendaman kerang darah dengan filtrat tomat 50% selama 30 menit yaitu sebesar 0,31 mg/kg untuk kadar Cd dan sebesar 0,51 mg/kg untuk kadar Pb. Data yang diperoleh dianalisis dengan Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman larutan tomat berpengaruh terhadap penurunan kadar logam berat Pb dan Cd pada kerang darah dengan nilai signifikasi (p < 0,05).Kata kunci : Kerang darah, Anadara granosa, Kadmium, Timbal, Spektrofotometer  Serapan Atom
Hubungan Peran Teman Sebaya Dengan Perilaku Seksual Bebas Pada Remaja di SMK Bina Patria 1 Sukoharjo Mia Dwi Indah P; Defie Septiana Sari - Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo
Indonesian Journal on Medical Science Vol 3 No 2 (2016): IJMS - 2016
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.313 KB)

Abstract

Abstract : Formation of PIK-R (Center for Information and Counseling Teen) by the government, is one way the government in addressing adolescent reproductive health issues. SMK Bina Patria 1 Sukoharjo is one of the schools that have not yet established PIK-R (Center for Information and Counseling Adolescents), so there are still shortcomings in adolescent reproductive health education that resulted in the deviation sexual behavior in adolescents, one with dating. Adolescent sexual behavior is influenced by several factors, among others, age, gender, family roles, the influence of peers, the amount of pocket money, lack of knowledge, exposure to advertising, understanding of religion, resources, lifestyle, culture, and economic uncertainty. Peers have a very dominant contribution from the aspect of the influence and demonstration (modeling) in teen sexual behavior and partner. If a teenager doing sex behavior, will cause some of the consequences of which is an unwanted pregnancy (KTD), the spread of sexually transmitted diseases (STDs) and HIV / AIDS, the psychological consequences that cause the imbalance between the physical and psychological work of the body. The purpose of this study was to determine the relationship of the role of peers in risky sexual behavior in adolescents at SMK Bina Patria 1 Sukoharjo. This type of research is an analytic observational with cross sectional approach, a number of 81 students with simple random sampling techniques, data analysis using chi square. The results of this study indicate that the majority of students have a strong role peers (77%) tend to make risky sexual behavior, and there is a relationship role of peers with risky sexual behavior, with a p-value of 0.000 (p <0.05).Keyword : the role of peers, sexual behavior  Abstrak : Pembentukan PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) oleh pemerintah, merupakan salah  satu cara pemerintah dalam mengatasi masalah kesehatan reproduksi remaja. SMK Bina Patria 1 Sukoharjo adalah salah satu sekolah yang belum membentuk PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja), sehingga masih terdapat kekurangan pada pendidikan kesehatan reproduksi remaja yang mengakibatkan adanya penyimpangan perilaku seksual pada remaja, salah satunya dengan berpacaran. Perilaku seksual remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain yaitu usia, jenis kelamin, peranan keluarga, pengaruh dari teman sebaya, jumlah uang saku, kurangnya pengetahuan, paparan iklan, pemahaman agama, sumber informasi, gaya hidup, budaya, dan ketidakpastian ekonomi. Teman sebaya mempunyai kontribusi yang sangat dominan dari aspek pengaruh dan percontohan (modeling) dalam perilaku seksual remaja dan pasangannya. Apabila seorang remaja melakukan perilaku seks bebas, akan menimbulkan beberapa akibat diantaranya adalah kehamilan yang tidak diinginkan (KTD), terjangkitnya penyakit menular seksual (PMS) dan HIV/AIDS, konsekuensi psikologis yang menyebabkan tidak seimbangnya kerja antara fisik dan psikologis tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peran teman sebaya dengan perilaku seksual bebas pada remaja di SMK Bina Patria 1 Sukoharjo. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, sejumlah 81 siswa dengan teknik simple random sampling, analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mempunyai peran teman sebaya yang kuat (77%) cenderung melakukan perilaku seksual bebas, dan ada hubungan peran teman sebaya dengan perilaku seksual bebas, dengan nilai p sebesar 0,000 ( p < 0,05 ).Kata Kunci : peran teman , perilaku seksual
UJI DAYA ANALGETIK EKSTRAK ETANOL DAUN JINTEN (Coleus amboinicus L.) PADA MENCIT DENGAN METODE RANGSANG KIMIA Ganang Caesar Ramadhan; Siwi Hastuti - Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo
Indonesian Journal on Medical Science Vol 3 No 2 (2016): IJMS - 2016
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.271 KB)

Abstract

Abstract: Jinten Leaf (Coleus amboincus L.) contains saponin, flavonoida, polivenol, and essential oils. The flavonoids and polivenol in the leaves of jinten can provide power analgesic. This research aims to know the power of ethanol extract of analgesic leaves jinten to the male mice (Mus musculus L.) in the induction of acetic acid. Ethanol extract of jinten leaf retrieval method using maceration. Mice were grouped in five groups (n = 5), each given ethanol extract orally treatment leaves jinten with a dose of 50 mg/kg, 100 mg/kg, 200 mg/kg body weight, coconut oil 25 ml/kg (control), asetosal and 39 mg/kg body weight (a comparison). The amount of stretching the acetic acid induced mice are used to calculate the percent power analgesic test preparations. Percent with a dose of analgesic power 50, 100, 200 mg/kg body weight respectively are (4.17 ± 0,227)%, (10.86 ± 0,262)% and (22,98 ± 0,246)%. The result is still less than the power with a dose of asetosal analgesic 39 mg/kg body weight (33,64 ± 0,122)% which differ significantly. Analgesic power obtained from the amount of stretching that mice are induced by intraperitoneal acetic acid an interval of 30 minutes after oral induced. The data obtained were analyzed using ANOVA test. Extract ethanol leaves jinten dose of 50 mg/kg, 100 mg/kg and 200 mg/kg showed a significant difference (p < 0.05). Keywords: jinten, Coleus amboinicus, analgesic,chemical stimulation Abstrak: Daun jinten (Coleus amboincus L.)  mengandung saponin, flavonoida, polivenol, dan minyak atsiri. Flavonoid dan polivenol yang ada dalam daun jinten dapat memberikan daya analgetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya analgetik ekstrak etanol daun jinten terhadap mencit jantan (Mus musculus L.) yang di induksi asam asetat. Pengambilan ekstrak etanol daun jinten menggunakan metode maserasi. Mencit dikelompokan dalam lima kelompok (n=5), masing-masing diberi perlakuan secara oral ekstrak etanol daun jinten dengan dosis 50 mg/kg BB, 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, minyak kelapa 25 ml/kg BB (kontrol), dan asetosal 39 mg/kg BB (pembanding). Jumlah geliat mencit yang diinduksi asam asetat digunakan untuk menghitung persen daya analgetik sediaan uji. Persen daya analgetik dengan dosis 50, 100, 200 mg/kg BB berturut-turut adalah (4,17 ± 0,227)% ,(10,86 ± 0,262)% dan (22,98 ± 0,246)%. Hasil masih lebih kecil dari daya analgetik asetosal dengan dosis 39 mg/kg BB (33,64 ± 0,122)% yang berbeda secara signifikan. Daya analgetik diperoleh dari jumlah geliat mencit yang diinjeksi secara intraperitoneal selang waktu 30 menit setelah pemberian oral. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA. Ekstrak etanol daun jinten dosis 50 mg/kg BB, 100 mg/kg BB, dan 200 mg/kg BB menunjukan perbedaan yang signifikan (p<0,05).Kata kunci: jinten, Coleus amboinicus, analgetik, rangsang kimia
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kenakalan Remaja di SMA Negeri 8 Surakarta Sri Sayekti Heni Sunaryanti - AKPER Mamba’ul ‘Ulum Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 3 No 2 (2016): IJMS - 2016
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.341 KB)

Abstract

Abstract: Adolescence is an in-between period which bridges the childhood to the adulthood. The parents shall give more attention to this epoch. When it is not responded, the youth can be susceptible to moral and ethical deviations, which can ruin their selves. In their ten   teenage years, the awareness of the youth belongs to entropy (a condition in which human awareness has not been well arranged). The objective of this research is to investigate the correlation between the parenting pattern and the juvenile delinquency at State Senior Secondary School 8 Surakarta.This research used the descriptive correlational method with an analytical survey approach.  It was conducted at State Senior Secondary School 8 Surakarta from March 10th to April 10th, 2013 in academic year 2012/2013. The population of the research was all of the 960 students of State Senior Secondary School 8 Surakarta. The samples of the research were 91 students. The results of the research are as follows: (1) the parenting pattern at State Senior Secondary School 8 Surakarta belongs to good category (50.5%); (2) The juvenile delinquency of the students of State Senior Secondary School 8 Surakarta is in the low category (45.1%); and (3) there is a significant correlation between the parenting pattern and the juvenile delinquency at State Senior Secondary School 8 Surakarta as indicated by t = -0.520; Zcount = -7.300 < -2.85; p = 0.000 < 0.05. Based on the results of the research, a conclusion is drawn that the parenting pattern has a correlation with the juvenile delinquency at State Senior Secondary School 8 Surakarta.Keywords: Parenting pattern and juvenile delinquency. Abstrak: Remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, masa ini harus lebih diperhatikan oleh orang tua karena apabila tidak ditanggapi, remaja dapat melakukan penyimpangan-penyimpangan moral dan etika yang dapat merusak dirinya sendiri. Dalam masa remaja sifat kesadarannya masih entropy (keadaan dimana kesadaran manusia belum tersusun rapi) walaupun isinya sudah banyak (ilmu pengetahuan, perasaan, dan sebagainya). Tujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan kenakalan remaja di SMA Negeri 8 Surakarta. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan metode survey analitik. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10 Maret sampai 10 April 2013 di SMA Negeri 8 Surakarta tahun ajaran 2012/2013. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 8 Surakarta yang berjumlah 960 siswa, adapun sampel penelitian adalah 91 siswa. Pola asuh orang tua di SMA Negeri 8 Surakarta termasuk kategori baik (50,5%). Siswa di SMA Negeri 8 Surakarta mempunyai tingkat kenakalan remaja yang termasuk kategori rendah (45,1%); dan 3) Terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan kenakalan remaja di SMA Negeri 8 Surakarta (t = -0,520; Zhitung = -7,300 < -2,58; p= 0,000 < 0,05). Pola asuh orang tua mempunyai hubungan dengan kenakalan remaja di SMA Negeri 8 Surakarta. Kata kunci: pola asuh orang tua, kenakalan remaja.
Hubungan Antara Index Masa Tubuh (Imt) Dan Kadar Hemoglobin Dengan Proses Penyembuhan Luka Post Operasi Laparatomi Yuli Widyastuti; Risti Widyaningsih - STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 3 No 2 (2016): IJMS - 2016
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.793 KB)

Abstract

Abstract: Lenght of wound healing in gastrointestinal surgery patient is affected by nutrition, circulation, oxygenation, obesity, ischemia, chronic ill, smoking habit, and medication. To heal the wound, the body needs carbohydrate, fat, protein, mineral, vitamin, and adequat hydration. The study aimed to identify the relationship of Body Mass Index (BMI) and hemoglobin level to wound healing of laparatomy surgery. This type of research is descriptive quantitative research study by using the method of correlation with cross sectional design research. The data was collected by observation. This research study included 15 patients who undergoing laparotomy surgery at RS Dr Moewardi Surakarta. The sample is taken by accidental sampling. Analysis test used Spearman Rank. Data analysis was done by Spearman Rank between BMI and wound healing. The result shown significant relationship between BMI and albumin level to wound healing because p 0,000 < 0,05 and r value 0,961 > r table 0,506. Spearman correlation shows positif correlation. Data analysis between hemoglobin level and wound healing shown significant relationship because p 0,004 < 0,05 and r value 0,691 > r table 0,0506. Spearman correlation shows positif correlation. Body Mass Index (BMI) and hemoglobin level patients play important role to wound healing in laparatomy surgery patients at hospital.Keywords: BMI, hemoglobin level, wound healing                  Abstrak: Lama penyembuhan luka laparatomi dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti nutrisi, sirkulasi, oksigenasi, obesitas, iskemia, benda asing, penyakit kronis, kebiasaan merokok, dan obat-obatan. Untuk sembuh sebagaimana mestinya, tubuh memerlukan karbohidrat, lemak, protein, mineral, kalori, vitamin, dan hidrasi yang adekuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Indeks Masa Tubuh (IMT) dan kadar hemoglobin dengan proses penyembuhan luka. Penelitian ini menggunakan studi penelitian deskriptif korelasi dengan desain penelitian cross-sectional. Pengumpulan datanya melalui observasi. Sampel nya adalah seluruh pasien post operasi laparatomi di bangsal Mawar II RSUD Dr Moewardi Surakarta sebanyak 15 orang dan menggunakan teknik accidental sampling. Uji statistik menggunakan Spearman Rank. Hasil uji statistik antara IMT dengan proses penyembuhan luka, diperoleh nilai p 0,000 < 0,05 dan nilai r hitung 0,961 > nilai r tabel 0,506 maka Ha diterima yang berarti korelasi antara IMT dengan proses penyembuhan luka adalah bermakna. Nilai korelasi Spearman Rank sebesar 0,961 menunjukkan arah korelasi positif atau searah dengan keeratan yang sangat kuat. Sedangkan hasil uji statistik antara kadar hemoglobin dengan proses peyembuhan luka diperoleh nilai p 0,004 < 0,005 dan nilai r hitung 0,691 > nilai r tabel 0,506  maka Ha diterima yang berarti korelasi antara kadar hemoglobin dengan proses penyembuhan luka adalah bermakna. Nilai korelasi Spearman sebesar 0.691 menunjukkan arah korelasi positif atau searah dengan keeratan korelasi kuat. IMT dan kadar hemoglobin pasien memiliki peran yang penting pada penyembuhan luka pada pasien post operasi laparatomi di RS Dr Moewardi Surakarta.Kata Kunci : IMT, kadar hemoglobin, penyembuhan luka
Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Gangguan Siklus Menstruasi Siswi Kelas XI SMK PGRI Karangmalang Kabupaten Sragen Aprilica Manggalaning Murti - Akbid YAPPI Sragen
Indonesian Journal on Medical Science Vol 3 No 2 (2016): IJMS - 2016
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.895 KB)

Abstract

Abstract: Most women have a normal menstrual cycle, sometimes cycles occur less than 21 days nor more than 35 days called the menstrual cycle disorders. Oligomenorrhea occurrence in adolescents of 16.7%. Based on data from adolescent gynecology clinic visits at the hospital Dr. Naidoo Semarang show menstrual cycle disturbances of 22.52% include menstrual irregularities and amenorrhoea. The aim of this study was to determine the level of knowledge of young girls about menstrual cycle disorders class XI student of SMK PGRI Karangmalang Sragen. This study was a descriptive research method with cross sectional approach. The population of all class XI student of SMK PGRI Karangmalang Sragen 2011. simple random sampling technique obtained a sample of 42 students. Univariate analysis using frequency distribution. The level of knowledge of young girls about menstrual cycle disorders SMK PGRI Karangmalang Sragen in 2011 on 14 April 2011 of 42 respondents majority have a level of knowledge in the category enough, 36 respondents (85.71%). Conclusion: The level of knowledge of young girls about menstrual cycle disorders class XI student of SMK PGRI Karangmalang Sragen majority in the category enough.Keywords: Knowledge, menstrual cycle disorders Abstrak: Sebagian perempuan memiliki siklus haid tidak normal, terkadang siklus terjadi kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari yang disebut gangguan siklus menstruasi. Terjadinya oligomenorea pada remaja sebesar 16,7%. Berdasarkan data kunjungan poliklinik ginekologi remaja di RS Dr. Karyadi Semarang menunjukkan gangguan siklus menstruasi sebesar 22,52% meliputi irregularitas haid dan amenorea. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang gangguan siklus menstruasi siswi kelas XI SMK PGRI Karangmalang Kabupaten Sragen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan cross secsional. Populasi semua siswi kelas XI SMK PGRI Karangmalang Sragen tahun 2011. Teknik simple random sampling diperoleh sampel sejumlah 42 siswi. Analisis univariate menggunakan distribusi frekuensi. Tingkat pengetahuan remaja putri tentang gangguan siklus menstruasi SMK PGRI Karangmalang Kabupaten Sragen tahun 2011 pada tanggal 14 April 2011 dari 42 responden mayoritas memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup, 36 responden (85,71%). Simpulan: tingkat pengetahuan remaja putri tentang gangguan siklus menstruasi siswi kelas XI SMK PGRI Karangmalang Kabupaten Sragen mayoritas dalam kategori cukup.Kata Kunci       : Pengetahuan, gangguan siklus menstruasi
Hubungan Tingkat Stress dengan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswa Kebidanan Tingkat I dan II Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo Francisca Endah Wahyuningrum; Chusnul Chotimah - Poltekkes Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 3 No 2 (2016): IJMS - 2016
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.993 KB)

Abstract

Abstract: Reproductive health problems one of which is irregular menstrual cycles. If it lasts a long time will affect the level of fertility. In their influence on the pattern of menstruation, stress involves neuroendokrinologi system as a system big role in female reproduction. This study aims to determine the relationship to the menstrual cycle Stress levels in midwifery students I and II levels Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo. The design of this study was analytic research with cross sectional approach. Technique sample is total sampling. A sample of 46 students. The technique of collecting data using questionnaires and interview guidelines. Data were analyzed using chi square test. Research conducted shows that, 46 respondents have heavy stress level with irregular menstrual cycles as much as 2 students 4.3%. While respondents experienced stress levels to normal with regular menstrual cycles were 30 students 65.2%. The results of data analysis statistical test by using chi square obtained probability value of p = 0.00 is smaller than degrees of freedom (p <0.05). Based on the results of this study concluded that if a student is experiencing severe stress levels then irregular menstrual cycles. So it can be said there was a significant relationship between the level of stress to the menstrual cycle in midwifery students I and II levels Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo.Keywords : levels of stress, the menstrual cycle.  Abstrak: Gangguan kesehatan reproduksi salah satunya yaitu siklus menstruasi tidak teratur. Jika hal ini berlangsung lama akan berpengaruh pada tingkat kesuburan wanita. Dalam pengaruhnya terhadap pola menstruasi, Stress melibatkan sistem neuroendokrinologi sebagai sistem yang besar peranannya dalam reproduksi wanita. Penelititan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat Stress dengan siklus menstruasi pada mahasiswa kebidanan tingkat I dan II Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo. Penelitian ini  menggunakan  desain  penelitian  analitik  dengan pendekatan cross sectional.Teknik sampel yang digunakan adalah total sampling. Sempel sebanyak 46 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner dan pedoman wawancara. Data dianalisis menggunakan uji statistik chi square. Penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa, 46 responden mempunyai tingkat stress berat dengan siklus haid tidak teratur sebanyak 2 mahasiswa 4,3 %. Sedangkan responden yang mengalami tingkat stress normal dengan siklus menstruasi teratur sebanyak 30 mahasiswa 65,2 %. Hasil analisis data uji statistik dengan menggunakan chi square didapatkan nilai probabilitas p = 0,00 lebih kecil dari derajat kebebasan (p< 0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jika mahasiswa yang mengalami tingkat stress berat maka siklus menstruasinya tidak teratur. Sehingga dapat diartikan ada hubungan yang signifikan antara tingkat stress dengan siklus menstruasi pada mahasiswa kebidanan tingkat I dan II Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo.Kata kunci : tingkat stress, siklus menstruasi.
Perbandingan Stabilitas Fisik Sabun Susu Dan Sabun Transparan Ekstrak Kulit Buah Naga (Hylocereus undatus) Hasil Pemurnian Minyak Jelantah Anom Parmadi; Rita Dewi Andrianti - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 3 No 2 (2016): IJMS - 2016
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.065 KB)

Abstract

Abstract: Soap was one of the basic needs to maintain cleanliness. Materials used for the manufacture of soap, usually have side effects to the skin, such as dry skin, skin pH unstable even makes makes chapped skin. Now more developed formulas soaps derived from plan was the Dragon Fruit. Dragons fruit peel contains vitamin C and the main substances that act as antioxidants that can counteract free radicals. This research was conducted by comparing the physical stability of milk soap and transparent soap dragon fruit skin extracts from used cooking oil. Dragon fruit skin was extracted by maceration, used cooking oil is purified with activated charcoal and then made into soap formulations and test evaluation is then observed the effect of dragon fruit skin extracts of the test results of the evaluation of soap. Data were analyzed using SPSS 18.0 to test for normality (Kolmogorov-Smirnov) followed by Independent Test Samples Test. The results of organoleptic test milk soap solid form squares, yellow transparent, the smell of jasmine while milk soap solid form squares, yellow transparent, the scent of jasmine, pH test milk soap 11 and transparent soap 10 stability test milk soap and transparent soap that is stable is not no change in shape, smell, color, texture and hardness, test saponification value P> 0.05 (Ho is accepted, there is no difference), except for test saponification number has a value of P <0.05 (Ho is rejected, there is a difference).There was no significant difference in milk soap and transparent soap.. Keywords: soap, cooking oil, dragon fruit peel Abstrak: Sabun merupakan salah satu kebutuhan pokok untuk menjaga kebersihan. Bahan yang digunakan untuk pembuatan sabun, biasanya memiliki efek samping ke kulit, seperti kulit kering, pH kulit yang tidak stabil bahkan menjadikan menjadikan kulit pecah-pecah.Sekarang lebih dikembangkan formula sabun yang berasal dari tanama.Salah satunya adalah Buah Naga.Kulit buah naga banyaak mengandung vit C dan zat utama yang berfungsi sebagai antioksidan sehingga mampu menangkal radikal bebas.Jenis. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan stabilitas fisik sabun susu dan sabun transparan ekstrak kulit buah naga dari minyak jelantah. Kulit buah naga diekstraksi dengan maserasi, minyak jelantah dimurnikan dengan arang aktif kemudian dibuat formulasi menjadi sabun  dan dilakukan uji evaluasi kemudian diamati pengaruh ekstrak kulit buah naga terhadap hasil uji evaluasi sabun. Analisa data menggunakan SPSS 18.0 dengan uji normalitas (Kolmogorov Smirnov) dilanjutkan dengan uji Independent Samples Test. Hasil uji organoleptis sabun susu bentuk padat kotak, warna kuning transparan,bau melati sedangkan sabun susu bentuk padat kotak, warna kuning transparan, bau melati, uji pH sabun susu 11 dan sabun transparan 10, uji stabilitas sabun susu dan sabun transparan yaitu stabil yaitu tidak ada perubahan bentuk, bau, warna, tekstur dan kekerasan, uji saponifikasi memiliki nilai P>0,05 (Ho diterima, tidak ada beda) kecuali untuk uji angka penyabunan memiliki nilai P<0,05 (Ho ditolak, ada beda). Tidak ada perbedaan yang signifikan sabun susu dan sabun transparan..Kata Kunci : Sabun, minyak jelantah, kulit buah naga

Page 1 of 2 | Total Record : 15