cover
Contact Name
Bangkit Ary Pratama
Contact Email
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Phone
+6285326333050
Journal Mail Official
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Editorial Address
Kompleks Perkantoran Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia Jalan Raya Solo-Sukoharjo Km.09 Dukuh Ngepeng, Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 57527
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS)
ISSN : -     EISSN : 26230038     DOI : https://doi.org/10.55181/ijms
Core Subject : Health, Engineering,
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS) (https://doi.org/10.55181/ijms) terbit pertama Vol. 1 No.1 Januari 2014. Setiap edisi terdiri dari kurang lebih 100 halaman, yang artikelnya disajikan dalam bahasa Indonesia, kecuali judul dan abstrak disertai dengan bahasa inggris. Mekanisme peer-reviewer dilakukan dengan cara setiap artikel yang diajukan harus direview oleh dua reviewer yang ditunjuk oleh editor. Fokus dan Lingkup : IJMS adalah jurnal terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) dibidang kesehatan. IJMS : Jurnal kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovas ilmiah dibidang kesehatan kepada para praktisi dan akademisi di bidang kesehatan. IJMS merupakan jurnal peer reveiwer dan open acces journal yang berfokus pada kesehatan. Fokus ini meliputi daerah dan ruang lingkup yang terkait Keperawatan Kebidanan Fisioterapi Farmasi Gizi Masyarakat Kesehatan Masyarakat
Articles 319 Documents
Skrining dan Edukasi Gangguan Pendengaran Pada Anak Sekolah Endang Martini; Ari Probandari; Dewi Pratiwi; Sumardiyono - Universitas Sebelas Maret Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 1 (2017): IJMS-2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.74 KB)

Abstract

Abstract: Hearing problems among children should be detected early because it will influence child’s speech ability development. Unlike the other disability, hearing disability in children is not clearly visible. Hearing disabilities in children can cause problems in language learning that then lead to disorders of social ability and emotional disorders. The purpose of this study was to describe the results of the examination of ear function among school children and to educate healthy behaviors in children. The research method used a descriptive observational study. Data of hearing loss was obtained by interviews. The screening of hearing lost was performed by Ear-Nose-Throat specialists. The subjects were elementary school children grade 1 in a public elementary school at Surakarta. The findings showed 80% of the students always perform diligent ear cleaning, 80% of them used cotton bud for ear cleaning, and 88% perceived none ear disorders. About 24% and 79% of the students had ear cerumen probe in the private and public elementary school respectively. The overall screening cerumen found in the ear canal by 33% of the total number of children examined. For education, the children followed a coloring contest image "clean and healthy living behavior".Keywords: Screening, Education, Hearing, School Children Abstrak: Gangguan fungsi pendengaran pada anak perlu dideteksi sedini mungkin mengingat peranan fungsi pendengaran sangat penting dalam proses perkembangan bicara. Berbeda dengan keadaan cacat tubuh yang lain, cacat dengar pada anak tidak terlihat dengan jelas. Cacat dengar pada anak dapat menyebabkan gangguan dalam berbahasa, baik untuk menerima maupun menyampaikan pesan yang selanjutnya mengakibatkan gangguan sosialisasi dan gangguan emosional. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan hasil pemeriksaan telinga pada anak-anak sekolah dan memberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat pada anak-anak. Metode penelitian menggunakan jenis observasional deskriptif dengan penyajian data secara kuantitatif. Data skrining gangguan pendengaran diperoleh dengan wawancara, sedangkan penilaian kesehatan telinga dilakukan pemeriksaan serumen pada liang telinga yang dilakukan oleh dokter spesialis THT-KL. Subjek sasaran anak SD kelas 1 yang dilakukan pada satu sekolah dasar negeri dan satu sekolah dasar swasta di Surakarta. Hasil observasi menunjukkan bahwa 80% subjek rajin membersihkan telinga, alat yang digunakan untuk membersihkan telinga 80% menggunakan cotton bud, dan sebelum pemeriksaan dilakukan 88% menyatakan tidak merasa ada gangguan telinga. Hasil pemeriksaan serumen liang telinga pada anak di SD swasta ditemukan 24% ada serumen, sedangkan pada anak di SD negeri ditemukan 79% ada serumen. Sedangkan skrining secara keseluruhan ditemukan serumen pada liang telinga sebesar 33% dari total anak yang diperiksa. Untuk edukasi, anak-anak mengikuti lomba mewarnai gambar “perilaku hidup bersih dan sehat”. Kata Kunci: Skrining, Edukasi, Gangguan Pendengaran, Anak Sekolah
Pengaruh Pasteurisasi Terhadap Jumlah Koloni Bakteri pada Susu Segar dan UHT sebagai Upaya Menjaga Kesehatan Liss Dyah Dewi Arini - APIKES Citra Medika Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 1 (2017): IJMS-2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.643 KB)

Abstract

Abstract: Fresh milk is milk produced from cow farm animals, such as cows, buffaloes, goats, sheep, and horses were healthy and not mixed colostrum. Ultra high temperature (UHT) milk or beverage packaging is the preservation method, mostly used on susu.Tujuan study is to compare the number of colonies of bacteria contained in the milk is pasteurized to unpasteurized milk and milk Ultra High Temperature (UHT) useful for prevention din pad public health problems. The method used is to test food samples with various dilutions then performed with a bacterial culture and then spread plate method for counting colonies used method of SPC (Standard Plate Count). Of research and calculation of the number of bacterial colonies showed that: the Observation of 24 hours observation result is the lowest amount of bacteria is pasteurized and bottled milk, non-pasteurized milk next (raw milk), while the 48 hour observation result is the lowest amount of bacteria is the packaging of milk and milk pasteurization and subsequent non pasteurized and pasteurized milk can reduce the number of bacteria or to kill bacteria in milk.Keywords: fresh milk, UHT milk, pasteurized, mantain health Abstrak: Susu segar adalah susu yang dihasilkan dari hewan ternak perahan, seperti sapi, kerbau, kambing, domba, dan kuda yang sehat dan tidak tercampur kolostrum. Ultra high temperature (UHT) atau susu kemasan adalah metode pengawetan minuman, kebanyakan digunakan pada susu.Tujuan penelitian adalah membandingkan jumlah koloni bakteri yang terdapat pada susu yang dipasteurisasi dengan susu yang tidak dipasteurisasi dan susu UHT yang berguna untuk pencegahan secara dini gangguan kesehatan pad masyarakat. Metode yang digunakan adalah menguji sampel makanan dengan berbagai pengenceran kemudian dilakukan kultur bakteri dengan metode cawan sebar kemudian untuk penghitungan koloni digunakan metode Standard Plate Count (SPC). Dari penelitian dan perhitungan jumlah koloni bakteri didapatkan hasil bahwa pada pengamatan 24 jam didapatkan hasil jumlah bakteri terendah adalah susu pasteurisasi, lalu susu kemasan, selanjutnya susu non pasteurisasi (susu mentah), sedangkan pada pengamatan 48 jam didapatkan hasil jumlah bakteri terendah adalah susu kemasan, lalu susu pasteurisasi dan selanjutnya susu non pasteurisasi dan pasteurisasi dapat menurunkan jumlah bakteri atau dapat membunuh bakteri pada susu.Kata kunci : Susu segar, susu UHT, pasteurisasi, menjaga kesehatan
Analisis Faktor-Faktor Resiko yang Berhubungan dengan Kejadian Preeklampsia-Eklampsia pada Ibu Bersalin di RSUD Kabupaten Sukoharjo Periode Tahun 2015 Tika Paramitha; Didik -; Nunuk Suryani - Universitas Sebelas Maret Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 1 (2017): IJMS-2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.33 KB)

Abstract

Abstract: In 2015, there were 101 cases of preeclampsia-eclampsia in Sukoharjo district with 10 cases of maternal mortality.The purpose of this study to analyze the risk factors for preeclampsia / eclampsia in mothers giving birth at RSUD Sukoharjo  period in 2015.Subjects and Methods: An observational study with cross sectional analytic. Population are 1177 and the sample are 110 cases of women giving birth. Sampling with purposive sampling technique. Data collection techniques to study secondary data documentation of medical records of patients. Univariate data analysis with frequency distribution, bivariate analysis using Chi-square and multivariate analysis with logistic regression analysis.Results: There was no association between gravidity, parity and residential areas with preeclampsia / eclampsia, the value of p> 0.005. There was a significant correlation between the economic status of families with preeclampsia / eclampsia with p value 0.044 <0.05; OR 2.317 (95% CI 1.023 to 5.249).Conclusion: The economic status of families is one risk factor for preeclampsia / eclampsia in mothers giving birth at RSUD Sukoharjo periode Year 2015. Early detection of complications of preeclampsia / eclampsia need more attention so early prevention efforts can running efficiently and effectively.Keywords: Risk Factors, preeclampsia / eclampsia. Abstrak: Pada tahun 2015, terdapat 101 kasus preeklampsia-eklampsia di Kabupaten Sukoharjo dengan 10 kasus kematian ibu.Salah satu rumah sakit rujukan preeklampsia/eklampsia adalah RSUD Sukoharjo. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor risiko preeklamsia / eklamsia pada ibu melahirkan di RSUD Sukoharjo pada tahun 2015. Sebuah studi observasional dengan analitik cross sectional. Populasi adalah 1177 dan sampel adalah 110 kasus ibu melahirkan. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data untuk mempelajari dokumentasi data sekunder dari rekam medis pasien. analisis data univariat dengan distribusi frekuensi, analisis bivariat menggunakan analisis Chi-square dan multivariat dengan analisis regresi logistik. Hasil analisis data tidak ada hubungan yang signifikan antara graviditas, paritas dan daerah pemukiman dengan preeklamsia / eklamsia, nilai p> 0,005. Namun, ada hubungan yang signifikan antara status ekonomi keluarga dengan preeklampsia / eklampsia dengan nilai p 0,044 <0,05; OR 2,317 (95% CI 1,023-5,249). Status ekonomi keluarga merupakan salah satu faktor risiko preeklamsia / eklamsia pada ibu melahirkan di RSUD Sukoharjo periode Tahun 2015. Deteksi dini komplikasi preeklampsia / eklampsia membutuhkan perhatian lebih sehingga upaya pencegahan dini dapat berjalan efisien dan efektif.Kata Kunci : Faktor Risiko, Preeklampsia/Eklampsia.
Analisis Kesiapan (Readiness Assessment) Penerapan Electronic Medical Record Di Klinik Rawat Inap PKU Muhammadiyah Pakem Anas Rahmat Hidayat; Ersihana Wulan Sari - Permata Indonesia Yogyakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 1 (2017): IJMS-2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.93 KB)

Abstract

Abstact: The medical record at the clinic in patient of pku muhammadiyah pakem is still uses manual system (paper based), the use of paper based the frequent duplicate number of patients in the medical record and occuring set of problems medicines of pharmaceutical on installation. From the live interview with the director clinic in patient of PKU Muhammadiyah Pakem of note that clinic in patient pku muhammadiyah pakem will implement the electronic medical record 2016 th. Therefore the analysis is needed to the implementation of the electronic medical record system. Analyze readiness (readiness assessment) the electronic medical record at the clinic in patient of PKU Muhammadiyah Pakem. The kind of research was descriptive research with a qualitative approach. The results showed that the Readiness infrastructure IT have not been in accordance with the theory because there were no readiness technical they are hardware and software ability. Readiness organization have not been in accordabce because there were no collaboration between management executive. Readiness resources men is according to the needs labor. Readiness already have the ideal in accordance with the needs in patient clinic PKU Muhammadiyah Pakem. Conclusion: The raediness of the implementation of Electronic Medical Record at the clinic inpatient PKU Muhammadiyah Pakem not ready.Keyword : Analysis, the implementation, electronic medical record. Abstrak: Pelaksanaan rekam medis di Klinik Rawat Inap PKU Muhammadiyah Pakem masih menggunakan sistem manual (paper based), permasalahan penggunaan paper based yaitu sering terjadi duplikasi nomor pasien di instalasi rekam medis dan terjadi kegesehan stok obat pada instalasi farmasi. Dari hasil wawancara langsung dengan Direktur Klinik Rawat Inap PKU Muhamadiyah Pakem diketahui bahwa Klinik Rawat Inap PKU Muhammadiyah Pakem akan menerapkan electronic medical record  pada tahun 2016. Oleh karena itu analisis kesiapan sangat dibutuhkan untuk implementasi sistem electronic medical record.Tujuan Penelitian ini adalah menganalisis kesiapan (readiness assessment) penerapan electronic medical record di Klinik Rawat Inap PKU Muhammadiyah Pakem.Jenis penelirtian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan Kesiapan infrastruktur TI belum sesuai dengan teori karena belum ada kesiapan teknis yakni kemampuan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (Software). Kesiapan organisasi belum sesuai karena belum ada kolaborasi antara manajemen eksekutif. Kesiapan sumber daya manusia sudah sesuai dengan teori karena sudah ada rencana proyeksi terhadap kebutuhan tenaga kerja. Kesiapan anggaran sudah ideal sesuai dengan kebutuhan di Klinik Rawat Inap PKU Muhammadiyah Pakem. Kesimpulan: Kesiapan penerapan Electronic Medical Record di Klinik Rawat Inap PKU Muhammadiyah Pakem belum siap. Kata Kunci : Analisis, Implementasi, Electronic Medical Record.
Gambaran Karakteristik Ibu Bersalin Dengan Kehamilan Serotinus di RSDM Surakarta Rina Sri Widayati; Rusmiyawati - STIKES Aisyiyah Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 1 (2017): IJMS-2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.976 KB)

Abstract

Abstract: Post trem pregnancy (serotinus) is closely linked with mortality, perinatal morbidity. Risk for mothers with post trem pregnancy pregnancy may include postpartum hemorrhage or obstetric increased action. Know the description of specific characteristics of maternal post trem pregnancy in RSUD Dr. Moewardi 2015. This study used a descriptive method with cross sectional approach with populations that have experienced post trem pregnancy 110 respondents and a sample of 88 respondents. Characteristics of respondents by age of majority respondents aged 20-35 years old with 79 respondents (90%), and at least age <20 years of as much as 2 respondents (2%). Characteristics of respondents by the majority of respondents primiparous parity as much as 45 respondents (51%), and at least grandemultipara 1 respondent (1%). Characteristics of respondents by education the majority of respondents with education level Secondary is at least 75 respondents and Higher Education (PT) of 4 respondents (5%). Characteristics of respondents based on the work of the majority of respondents indicated it does not work at 53 respondents (60%). Characteristics of respondents based on specific disease the majority of respondents do not suffer from a particular disease as many as 74 respondents (84%). The number of mothers with pregnancy incidence serotinus most in healthy reproductive age (20-35 years), primiparous, secondary education (junior high school), work status that is not working, and health status did not suffer specific disease. Keywords: Characteristic of  pregnant woman, post-term delivery Abstrak Kehamilan  serotinus mempunyai hubungan erat dengan mortalitas, morbiditas perinatal. Resiko bagi ibu dengan kehamilan serotinus dapat berupa perdarahan pascapersalinan ataupun tindakan obstetrik yang meningkat. Mengetahui gambaran karakateristik ibu bersalin dengan kehamilan serotinus di RSUD Dr. Moewardi tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan waktu cross sectional dengan populasi yang sudah mengalami kehamilan serotinus 110 responden dan sampel 88 responden. Karakteristik responden berdasarkan usia mayoritas responden berusia 20-35 tahun yaitu 79 responden (90%), dan paling sedikit usia < 20 tahun sebanyak 2 responden (2%). Karakteristik responden berdasarkan paritas mayoritas responden primipara sebanyak 45 responden (51%), dan paling sedikit grandemultipara 1 responden (1%). Karakteristik responden berdasarkan pendidikan mayoritas responden dengan jenjang pendidikan Menengah yaitu 75 responden dan paling sedikit Perguruan Tinggi (PT) sebanyak 4 responden (5%). Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan mayoritas responden menunjukkan tidak bekerja yaitu 53 responden (60%). Karakteristik responden berdasarkan penyakit khusus mayoritas responden tidak menderita penyakit khusus yaitu sebanyak 74 responden (84%). Jumlah ibu dengan kejadian kehamilan serotinus paling banyak pada usia reproduksi sehat (20-35 tahun), primipara, jenjang pendidikan Menengah (SMP-SMA), status pekerjaan yaitu tidak bekerja, dan status kesehatan tidak menderita penyakit khusus.Kata Kunci: Karakteristik Ibu, Kehamilan Serotinus
Faktor Risiko Hipertensi Pada Pasien Poliklinik Puskesmas Pajang Surakarta Hypertension Risk Factors in Polyclinic Patients of Pajang Public Health Center Surakarta Sumardiyono .; Yusiska Wahyu I - Universitas Sebelas Maret Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.186 KB)

Abstract

Abstract: Hypertension is a chronic disease, when blood pressure rises above normal blood pressure, ie systolic blood pressure 140 mmHg or more and diastolic blood pressure 90 mmHg or more. Patients with hypertension often don’t show symptoms and only realized the condition if hypertension has caused complications in the heart, blockage of blood vessels, until the rupture of blood vessels in the brain resulting in death, so hypertension is often referred to as "the silent killer”. There was several risk factors that affect the incidence of hypertension, some of which can be modified. This study aims to determine the risk factors of hypertension in patients Polyclinic of Pajang Public Health Center Surakarta. This research is an observational analytic research with cross sectional approach. The subjects of this research are patient of Polyclinic of Pajang Public Health Center Surakarta. for 60 people through purposive quota sampling technique. The independent variables of this study were hypertension risk factors as measured by questionnaire. The dependent variable of this research is hypertension. The results of the study on each variable showed a significant relationship (significant) between age risk factors and consumption of foods high in saturated fat with the incidence of hypertension. Hypertension risk factors in patients of Pajang Public Health Center Surakarta among others age and consumption of foods high in saturated fat.Keywords: Hypertension, Public Health Center.  Abstrak: Hipertensi merupakan penyakit kronis dimana tekanan darah meningkat di atas tekanan darah normal, yaitu tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih dan tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih. Penderita hipertensi sering tidak menampakkan gejala dan baru menyadari kondisinya jika hipertensi sudah menimbulkan komplikasi pada jantung, penyumbatan pembuluh darah, hingga pecahnya pembuluh darah di otak yang berakibat kematian, sehingga hipertensi sering disebut sebagai “the silent killer.” Terdapat beberapa faktor risiko yang mempengaruhi kejadian hipertensi, sebagian diantaranya dapat dimodifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko hipertensi pada pasien Poliklinik Puskesmas Pajang Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah pasien Poliklinik Puskesmas Pajang Surakarta sebanyak 60 orang diambil melalui teknik purposive quota random sampling. Variabel bebas penelitian ini adalah faktor risiko hipertensi yang diukur dengan kuesioner. Variabel terikat penelitian ini adalah hipertensi. Hasil penelitian pada masing-masing variabel menunjukkan hubungan yang bermakna (signifikan) antara faktor risiko usia dan konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dengan kejadian hipertensi. Faktor risiko hipertensi pada pasien Poliklinik Puskesmas Pajang Surakarta antara lain usia dan konsumsi makanan tinggi lemak jenuh. Kata Kunci: Hipertensi, Puskesmas.
Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko dan Penentuan Kontrol di Puskesmas Gambirsari Surakarta Hazard Identification, Risk Assesment and Determining Control in Gambirsari Public Health Center Surakarta Reni Wijayanti; Amalia Salim W2 - Universitas Sebelas Maret Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.486 KB)

Abstract

Abstract: Public Health Center as a health service facility must prioritize the improvement of service quality to the community without neglecting Health and Safety effort for all workers, patients, and Public Health Center visitors. Potential hazards in Public Health Center include infectious diseases, accidents, radiation of hazardous chemicals, psychosocial disorders and ergonomics. The presence of potential hazards requires efforts to control and minimize and if possible negate them. Health and Safety in Public Health Center need to be managed properly through Hazard Identification risk management, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). The research method used descriptive observational. Source of data used in the form of primary data. The data were collected by direct observation along with photo of observation result and interview with Public Health Center officer. Discussion with literature review related to the problems studied. The results of this study indicated the activities of health workers and patients are arranged according to the patient's service flow. Potential hazards in Gambirsari Public Health Center are: 1) Utilization of garbage not yet optimal, 2) Location of APAR less easy to reach, 3) Cable less well organized, 4) Cleaning fan not cleaned, 5) Poly Roof hole, 6) Which has been damaged, 7) Bathroom slippery and poorly maintained, 8) Use of excessive electrical current. All the results of the hazard risk assessment found are medium.Keywords: Hazard Identification, Risk Assesment, Determining Control, Public Health Center  Abstrak: Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tetap harus mengedepankan peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat tanpa mengabaikan upaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) bagi seluruh pekerja, pasien, dan pengunjung Puskesmas. Potensi bahaya di Puskesmas antara lain penyakit-penyakit infeksi, kecelakaan, radiasi bahan-bahan kimia yang berbahaya, gangguan psikososial dan ergonomi. Adanya potensi bahaya diperlukan upaya untuk mengendalikan dan meminimalisasi dan bila mungkin meniadakannya. K3 di lingkungan puskesmas perlu dikelola dengan baik melalui manajemen risiko Hazard Identification, Risk Assesment, and Determining Control (HIRADC). Metode penelitian menggunakan observasional deskriptif. Sumber data yang digunakan berupa data primer. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi langsung disertai foto hasil observasi dan wawancara dengan petugas Puskesmas. Pembahasan dengan kajian literatur yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan aktivitas kegiatan petugas kesehatan dan pasien sudah tertata sesuai alur pelayanan pasien. Potensi bahaya di Puskesmas Gambirsari antara lain: 1) Pemanfaatan tempat sampah belum optimal, 2) Letak APAR kurang mudah dijangkau, 3) Kabel kurang tertata rapi, 4) Kipas angin belum terawat kebersihannya, 5) Atap Poli terdapat lubang, 6) Alas kursi yang sudah rusak, 7) Kamar mandi licin dan kurang terawat, 8) Penggunaan arus listrik berlebihan. Semua hasil penilaian risiko bahaya yang ditemukan adalah medium.Kata kunci: Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Penentuan Kontrol, Puskesmas 
Pengaruh Pemberian VCO (VIRGIN COCONUT OIL) Terhadap Stabilitas Salep Ekstrak Etil asetat Daun Seligi (Phyllanthus buxifolius Muell. Arg) The Influence Of Giving Effect VCO (VIRGIN COCONUT OIL) To Stability Of Aethyl acetate Extract Ointment Of Seligi Siwi Hastuti - Poltekes Bhakti Mulia Sukoharjo
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.979 KB)

Abstract

Abstract: Seligi (Phyllanthus buxifolius Muell. Arg) is an Indonesian native plant, which has been traditionally used as pain releaving drugs for treating sprains and rheumatism. Phytochemical screening was conducted to determine the chemical content in the aethyl acetate extract of the Seligi leaves. VCO is an oil derived from coconuts, used topically, serves to protect the skin from infection and free radicals and soften the skin.This research aims to determine the effect of variation levels against the physical stability of the ointment VCO aethyl acetate extract of seligi leaves.. First, the seligi leaf extracted by maceration method using aethyl acetate. Ointments are formulated into three levels VCO formula with a variation of 5%, 10%, and 20% use the seligi leaves extract concentration of aethyl acetate of 10% for each formula. Physical test include organoleptic test, homogeneity, pH,  spread power, sticky power and protection power. Statistical analysis was performed with normality test with One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test, homogeneity test with a Test of homogeneity, the next Variances One Way ANOVA test and Post Hoc Test. Differences VCO concentration in  aethyl acetate extract ointment of seligi leaves effects for the physical characteristic material. The results of this research were obtained ointment preparation with an average pH 6 and homogeneous ointment material. The spread power and sticky power were obtained of normal result with significant value and homogeneus value.Keywords: Phyllanthus buxifolius, Seligi, VCO, ointments, rheumatism. Abstrak: Seligi (Phyllanthus buxifolius Muell. Arg) merupakan tanaman asli Indonesia yang sejak lama secara tradisional digunakan masyarakat sebagai obat nyeri pada sendi terkilir dan untuk mengobati rematik. Virgin coconut oil merupakan minyak yang berasal dari buah kelapa, digunakan secara topical, berfungsi untuk melindungi kulit dari infeksi dan radikal bebas serta dapat melembutkan kulit. Penelitian  ini bertujuan untuk  mengetahui  pengaruh  variasi  kadar  VCO terhadap  stabilitas fisik salep ekstrak etil asetat daun seligi. Sebelumnya daun seligi diekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etil asetat. Salep diformulasikan  menjadi  tiga  formula  dengan  variasi kadar  VCO  5%,  10%,  dan  20%  menggunakan  kadar  ekstrak etil asetat daun seligi sebesar 10% untuk setiap formula. Uji sifat fisik meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar,  daya  lekat, dan daya proteksi. Analisis statistik dilakukan dengan uji normalitas dengan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test, uji homogenitas dengan Test of Homogeneity of Variances selanjutnya dilakukan uji One WayANOVA dan Post Hoc Test. Perbedaan konsentrasi VCO pada sediaan salep ekstrak etil asetat daun seligi berpengaruh pada sifat fisik sediaan. Hasil dari penelitian ini diperoleh sediaan salep dengan pH rata-rata 6 dan salep homogen. Daya lekat dan daya sebar diperoleh hasil yang normal dan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan.Kata kunci :Phyllanthus buxifolius, Seligi, VCO, Salep.
Hubungan Lingkungan dan Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Akademi Kebidanan Berlian Nusantara Magetan The Correlation Environment and Learning Motivation with Learning Achievement of the Berlian Nusantara Midwifery Academy in Magetan Ratih Budi Malasari - AKBID Berlian Nusantara; Sunardi .; Nunuk Suryani - Pasca Sarjana UNS
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.133 KB)

Abstract

Abstract: Learning achievement is influenced by many factors. These factors include the environmentand motivation to learn. A good learning environment will motivate student learning so that the effect on learning achivement are good also. The learning environment includes family, school, and society environment. Motivationin learning is an important factor in encoureging students carry out learning activities. The higher learning motivation they have, the better learning achievement they get. The motivation to learn includes intrinsic and extrinsic motivation. The purpose of this study is to investigate the the correlation learning environment and learning motivation with learning achievement of the Berlian Nusantara Midwifery Academy in Magetan. This study is qualitative non-experimental study by using cross sectional research method. The population are all third and forth semester students of “Berlian Nusantara” Midwifery Academy. There are 51 students. The sample collecting technique used in this study is total sampling technique. The instruments of this study are students’ grade point average (GPA) and questionnaire about learning environment and learning motivation. Validity test using product moment correlation and reliability using alpa cronbach test  had been done before the questionnaires were distributed to the students. There was no correlation between learning environment and learning motivation with learning achievement (ƿ : 0.085 > 0.05). However, from the double regression analysis result, the researcher gets regression coefficient result ƿ (0.000 < 0.05). Therefore, those factors (environment and learning motivation) are significantly related to students’ learning achievement. Learning environment and learning motivation are closely related to students’ learning achievement. It is suggested for academic institution, family, and society to create a good learning environment in order to grow a high learning motivation. Consequently, those factors will also have a great influence in achieving high learning achievement.    Key words : Learning environment, learning motivation, learning achievement  Abstrak: Prestasi belajar dipengaruhi banyak faktor. Faktor tersebut antara lain lingkungan belajar dan motivasi belajar. Lingkungan belajar yang baik akan menumbuhkan motivasi belajar pada mahasiswa sehingga berpengaruh pada prestasi belajar yang baik pula. Lingkungan belajar meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Motivasi dalam belajar merupakan faktor penting dalam mendorong mahasiwa melaksanakan kegiatan belajar. Semakin tinggi motivasi belajar maka akan semakin tinggi pula prestasi belajar yang diperoleh. Adapun motivasi belajar meliputi motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lingkungan belajar dan motivasi belajar dengan prestasi belajar pada mahasiswa Akademi kebidanan Berlian Nusantara Magetan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif non eksperimentaldengan metode penelitian “cross sectional”. Populasi semua mahasiswa semester III dan V Akademi Kebidanan Berlian Nusantara Magetan, yaitu sebanyak 51 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dengan teknik “total sampling”. Instrumen berupa Indeks Prestasi Kumulatif dan kuesioner lingkungan belajar serta motivasi belajar. Pada kuesioner dilakukan tes validitas menggunakan rumus  korelasi product moment (ρ < 0,05) dan reliabilitas menggunkan rumus alpha cronbach (α ≥ 0,07) sebelum digunakan.  Tidak ada hubungan lingkungan belajar dan motivasi belajar dengan prestasi belajar (ρ : 0,085 > 0,05). Namun dari hasil analisis regresi berganda diperoleh nilai koefisiensi regresi ρ (0,000) < 0,05 sehingga faktor-faktor (lingkungan belajar dan motivasi belajar) berhubungan signifikan dengan prestasi belajar mahasiswa. Lingkungan belajar dan motivasi belajar sebenarnya sangat berhubungan dengan prestasi belajar mahasiswa. Disarankan bagi institusi pendidikan, keluarga dan masyarakat untuk mampu menciptakan lingkungan belajar yang baik sehingga menumbuhkan motivasi belajar yang tinggi. Sehingga faktor-faktor tersebut mampu berpengaruh pada perolehan prestasi belajar yang tinggi pula.Kata Kunci : lingkungan belajar, motivasi belajar, prestasi belajar
Uji Efek Antidiabetik Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Stevia ( Stevia Rebaudiana Bert. ) Dan Daun Sambiloto (Andrographis folium) Pada Tikus Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Aloksan The Effect Antidiabetik A Combination Of Extracts Ethanol Leaves Stevia ( Sepgiarno Ambar Pradini; Petrus Petrus Rizky Pambudi; Farah Ayu Dinah - STIKES Nasional Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.25 KB)

Abstract

Abstract : Diabetes mellitus (DM) is one of non-communicable diseases who became a public health problem the world with prevalence increasing every year. Research now develops natural ingredients as a diabetes drug that has the effect of decreases blood glucose levels. The study was conducted to determine the combination of extracts ethanol leaves stevia and leaves bitter a more effective decrease of blood glucose levels in male mice wistar strain induced alloxan as compared to the provision of a single. This research uses experimental research with pre and post test randomized controlled group design. 40 test animals were divided into 8 groups : normal, negative (CMC-Na), positive (glibenklamid a dose of 1, 26mg/kgBB), bitter dose of 20, 5mg/kgBB (SA 100), stevia dose of 100mg/kgBB (ST 100), STSA 75:25, STSA 50:50 and STSA 25:75. All groups except the normal group induced alloxan dose of 175mg / kgBB on day 0, followed by animal testing until day 14. The data obtained were blood glucose on day 0, day 7 and day 14 and measured using GOD-PAP method. The data collected were tested normalitasnya to use Shapiro-Wilk Test on the ANOVA (Analysis of Varians) with (α = 0, 05). The combination of ethanol extract of stevia leaf and bitter leaf can decrease blood glucose level significantly (p <0,05), for optimum dose ie STSA 75:25 dose with hypoglycemic power percentage of 23%. The combination of extracts ethanol leaves stevia and leaves bitter more effectively decreasing blood glucose levels compared to the provision of a single.Key word : Antidiabetes, Leaf Stevia, Leaves Bitter, Extracts Ethanol Abstrak : Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat dunia dengan prevalensi yang meningkat setiap tahunnya. Penelitian sekarang mengembangkan bahan alam sebagai obat diabetes yang mempunyai efek menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kombinasi ekstrak etanol daun stevia dan daun sambiloto yang lebih efektif menurunkan kadar glukosa darah pada tikus jantan galur wistar yang diinduksi aloksan dibandingkan dengan pemberian secara tunggal. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental dengan rancangan pre and post test randomized controlled group design.  Hewan uji sebanyak 40 ekor dibagi menjadi 8 kelompok yaitu: normal, negatif (CMC-Na), positif (glibenklamid dosis 1,26mg/kgBB), sambiloto dosis 20,5mg/kgBB (SA 100), stevia dosis 100mg/kgBB (ST 100), STSA 75:25, STSA 50:50 dan STSA 25:75. Semua Kelompok kecuali kelompok normal diinduksi aloksan dosis 175mg/kgBB pada hari ke-0, dilanjutkan dengan perlakuan hewan uji dari hari ke-1 sampai hari ke-14. Data yang diperoleh berupa kadar gula darah pada hari ke-0, hari ke-7 dan hari ke-14 dan diukur menggunakan metode GOD-PAP. Data yang diperoleh diuji normalitasnya menggunakan Shapiro-Wilk Test dilanjutkan uji ANOVA (Analysis of Varians) dengan (α=0,05). Kombinasi ekstrak etanol daun stevia dan daun sambiloto dapat menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan (p<0,05), untuk dosis optimalnya yaitu dosis STSA 75:25 dengan persentase daya hipoglikemik sebesar 23%. Kombinasi ekstrak etanol daun stevia dan daun sambiloto lebih efektif menurunkan kadar glukosa darah dibandingkan dengan pemberian secara tunggal.Kata kunci : Antidiabetes, Daun Stevia, Daun Sambiloto, Ekstrak Etanol

Page 10 of 32 | Total Record : 319