cover
Contact Name
Bangkit Ary Pratama
Contact Email
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Phone
+6285326333050
Journal Mail Official
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Editorial Address
Kompleks Perkantoran Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia Jalan Raya Solo-Sukoharjo Km.09 Dukuh Ngepeng, Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 57527
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS)
ISSN : -     EISSN : 26230038     DOI : https://doi.org/10.55181/ijms
Core Subject : Health, Engineering,
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS) (https://doi.org/10.55181/ijms) terbit pertama Vol. 1 No.1 Januari 2014. Setiap edisi terdiri dari kurang lebih 100 halaman, yang artikelnya disajikan dalam bahasa Indonesia, kecuali judul dan abstrak disertai dengan bahasa inggris. Mekanisme peer-reviewer dilakukan dengan cara setiap artikel yang diajukan harus direview oleh dua reviewer yang ditunjuk oleh editor. Fokus dan Lingkup : IJMS adalah jurnal terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) dibidang kesehatan. IJMS : Jurnal kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovas ilmiah dibidang kesehatan kepada para praktisi dan akademisi di bidang kesehatan. IJMS merupakan jurnal peer reveiwer dan open acces journal yang berfokus pada kesehatan. Fokus ini meliputi daerah dan ruang lingkup yang terkait Keperawatan Kebidanan Fisioterapi Farmasi Gizi Masyarakat Kesehatan Masyarakat
Articles 319 Documents
Hubungan Peran Teman Sebaya Dengan Perilaku Seksual Bebas Pada Remaja di SMK Bina Patria 1 Sukoharjo Mia Dwi Indah P; Defie Septiana Sari - Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo
Indonesian Journal on Medical Science Vol 3 No 2 (2016): IJMS - 2016
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.313 KB)

Abstract

Abstract : Formation of PIK-R (Center for Information and Counseling Teen) by the government, is one way the government in addressing adolescent reproductive health issues. SMK Bina Patria 1 Sukoharjo is one of the schools that have not yet established PIK-R (Center for Information and Counseling Adolescents), so there are still shortcomings in adolescent reproductive health education that resulted in the deviation sexual behavior in adolescents, one with dating. Adolescent sexual behavior is influenced by several factors, among others, age, gender, family roles, the influence of peers, the amount of pocket money, lack of knowledge, exposure to advertising, understanding of religion, resources, lifestyle, culture, and economic uncertainty. Peers have a very dominant contribution from the aspect of the influence and demonstration (modeling) in teen sexual behavior and partner. If a teenager doing sex behavior, will cause some of the consequences of which is an unwanted pregnancy (KTD), the spread of sexually transmitted diseases (STDs) and HIV / AIDS, the psychological consequences that cause the imbalance between the physical and psychological work of the body. The purpose of this study was to determine the relationship of the role of peers in risky sexual behavior in adolescents at SMK Bina Patria 1 Sukoharjo. This type of research is an analytic observational with cross sectional approach, a number of 81 students with simple random sampling techniques, data analysis using chi square. The results of this study indicate that the majority of students have a strong role peers (77%) tend to make risky sexual behavior, and there is a relationship role of peers with risky sexual behavior, with a p-value of 0.000 (p <0.05).Keyword : the role of peers, sexual behavior  Abstrak : Pembentukan PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) oleh pemerintah, merupakan salah  satu cara pemerintah dalam mengatasi masalah kesehatan reproduksi remaja. SMK Bina Patria 1 Sukoharjo adalah salah satu sekolah yang belum membentuk PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja), sehingga masih terdapat kekurangan pada pendidikan kesehatan reproduksi remaja yang mengakibatkan adanya penyimpangan perilaku seksual pada remaja, salah satunya dengan berpacaran. Perilaku seksual remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain yaitu usia, jenis kelamin, peranan keluarga, pengaruh dari teman sebaya, jumlah uang saku, kurangnya pengetahuan, paparan iklan, pemahaman agama, sumber informasi, gaya hidup, budaya, dan ketidakpastian ekonomi. Teman sebaya mempunyai kontribusi yang sangat dominan dari aspek pengaruh dan percontohan (modeling) dalam perilaku seksual remaja dan pasangannya. Apabila seorang remaja melakukan perilaku seks bebas, akan menimbulkan beberapa akibat diantaranya adalah kehamilan yang tidak diinginkan (KTD), terjangkitnya penyakit menular seksual (PMS) dan HIV/AIDS, konsekuensi psikologis yang menyebabkan tidak seimbangnya kerja antara fisik dan psikologis tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peran teman sebaya dengan perilaku seksual bebas pada remaja di SMK Bina Patria 1 Sukoharjo. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, sejumlah 81 siswa dengan teknik simple random sampling, analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mempunyai peran teman sebaya yang kuat (77%) cenderung melakukan perilaku seksual bebas, dan ada hubungan peran teman sebaya dengan perilaku seksual bebas, dengan nilai p sebesar 0,000 ( p < 0,05 ).Kata Kunci : peran teman , perilaku seksual
UJI DAYA ANALGETIK EKSTRAK ETANOL DAUN JINTEN (Coleus amboinicus L.) PADA MENCIT DENGAN METODE RANGSANG KIMIA Ganang Caesar Ramadhan; Siwi Hastuti - Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo
Indonesian Journal on Medical Science Vol 3 No 2 (2016): IJMS - 2016
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.271 KB)

Abstract

Abstract: Jinten Leaf (Coleus amboincus L.) contains saponin, flavonoida, polivenol, and essential oils. The flavonoids and polivenol in the leaves of jinten can provide power analgesic. This research aims to know the power of ethanol extract of analgesic leaves jinten to the male mice (Mus musculus L.) in the induction of acetic acid. Ethanol extract of jinten leaf retrieval method using maceration. Mice were grouped in five groups (n = 5), each given ethanol extract orally treatment leaves jinten with a dose of 50 mg/kg, 100 mg/kg, 200 mg/kg body weight, coconut oil 25 ml/kg (control), asetosal and 39 mg/kg body weight (a comparison). The amount of stretching the acetic acid induced mice are used to calculate the percent power analgesic test preparations. Percent with a dose of analgesic power 50, 100, 200 mg/kg body weight respectively are (4.17 ± 0,227)%, (10.86 ± 0,262)% and (22,98 ± 0,246)%. The result is still less than the power with a dose of asetosal analgesic 39 mg/kg body weight (33,64 ± 0,122)% which differ significantly. Analgesic power obtained from the amount of stretching that mice are induced by intraperitoneal acetic acid an interval of 30 minutes after oral induced. The data obtained were analyzed using ANOVA test. Extract ethanol leaves jinten dose of 50 mg/kg, 100 mg/kg and 200 mg/kg showed a significant difference (p < 0.05). Keywords: jinten, Coleus amboinicus, analgesic,chemical stimulation Abstrak: Daun jinten (Coleus amboincus L.)  mengandung saponin, flavonoida, polivenol, dan minyak atsiri. Flavonoid dan polivenol yang ada dalam daun jinten dapat memberikan daya analgetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya analgetik ekstrak etanol daun jinten terhadap mencit jantan (Mus musculus L.) yang di induksi asam asetat. Pengambilan ekstrak etanol daun jinten menggunakan metode maserasi. Mencit dikelompokan dalam lima kelompok (n=5), masing-masing diberi perlakuan secara oral ekstrak etanol daun jinten dengan dosis 50 mg/kg BB, 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, minyak kelapa 25 ml/kg BB (kontrol), dan asetosal 39 mg/kg BB (pembanding). Jumlah geliat mencit yang diinduksi asam asetat digunakan untuk menghitung persen daya analgetik sediaan uji. Persen daya analgetik dengan dosis 50, 100, 200 mg/kg BB berturut-turut adalah (4,17 ± 0,227)% ,(10,86 ± 0,262)% dan (22,98 ± 0,246)%. Hasil masih lebih kecil dari daya analgetik asetosal dengan dosis 39 mg/kg BB (33,64 ± 0,122)% yang berbeda secara signifikan. Daya analgetik diperoleh dari jumlah geliat mencit yang diinjeksi secara intraperitoneal selang waktu 30 menit setelah pemberian oral. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA. Ekstrak etanol daun jinten dosis 50 mg/kg BB, 100 mg/kg BB, dan 200 mg/kg BB menunjukan perbedaan yang signifikan (p<0,05).Kata kunci: jinten, Coleus amboinicus, analgetik, rangsang kimia
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kenakalan Remaja di SMA Negeri 8 Surakarta Sri Sayekti Heni Sunaryanti - AKPER Mamba’ul ‘Ulum Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 3 No 2 (2016): IJMS - 2016
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.341 KB)

Abstract

Abstract: Adolescence is an in-between period which bridges the childhood to the adulthood. The parents shall give more attention to this epoch. When it is not responded, the youth can be susceptible to moral and ethical deviations, which can ruin their selves. In their ten   teenage years, the awareness of the youth belongs to entropy (a condition in which human awareness has not been well arranged). The objective of this research is to investigate the correlation between the parenting pattern and the juvenile delinquency at State Senior Secondary School 8 Surakarta.This research used the descriptive correlational method with an analytical survey approach.  It was conducted at State Senior Secondary School 8 Surakarta from March 10th to April 10th, 2013 in academic year 2012/2013. The population of the research was all of the 960 students of State Senior Secondary School 8 Surakarta. The samples of the research were 91 students. The results of the research are as follows: (1) the parenting pattern at State Senior Secondary School 8 Surakarta belongs to good category (50.5%); (2) The juvenile delinquency of the students of State Senior Secondary School 8 Surakarta is in the low category (45.1%); and (3) there is a significant correlation between the parenting pattern and the juvenile delinquency at State Senior Secondary School 8 Surakarta as indicated by t = -0.520; Zcount = -7.300 < -2.85; p = 0.000 < 0.05. Based on the results of the research, a conclusion is drawn that the parenting pattern has a correlation with the juvenile delinquency at State Senior Secondary School 8 Surakarta.Keywords: Parenting pattern and juvenile delinquency. Abstrak: Remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, masa ini harus lebih diperhatikan oleh orang tua karena apabila tidak ditanggapi, remaja dapat melakukan penyimpangan-penyimpangan moral dan etika yang dapat merusak dirinya sendiri. Dalam masa remaja sifat kesadarannya masih entropy (keadaan dimana kesadaran manusia belum tersusun rapi) walaupun isinya sudah banyak (ilmu pengetahuan, perasaan, dan sebagainya). Tujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan kenakalan remaja di SMA Negeri 8 Surakarta. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan metode survey analitik. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10 Maret sampai 10 April 2013 di SMA Negeri 8 Surakarta tahun ajaran 2012/2013. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 8 Surakarta yang berjumlah 960 siswa, adapun sampel penelitian adalah 91 siswa. Pola asuh orang tua di SMA Negeri 8 Surakarta termasuk kategori baik (50,5%). Siswa di SMA Negeri 8 Surakarta mempunyai tingkat kenakalan remaja yang termasuk kategori rendah (45,1%); dan 3) Terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan kenakalan remaja di SMA Negeri 8 Surakarta (t = -0,520; Zhitung = -7,300 < -2,58; p= 0,000 < 0,05). Pola asuh orang tua mempunyai hubungan dengan kenakalan remaja di SMA Negeri 8 Surakarta. Kata kunci: pola asuh orang tua, kenakalan remaja.
Hubungan Antara Index Masa Tubuh (Imt) Dan Kadar Hemoglobin Dengan Proses Penyembuhan Luka Post Operasi Laparatomi Yuli Widyastuti; Risti Widyaningsih - STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 3 No 2 (2016): IJMS - 2016
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.793 KB)

Abstract

Abstract: Lenght of wound healing in gastrointestinal surgery patient is affected by nutrition, circulation, oxygenation, obesity, ischemia, chronic ill, smoking habit, and medication. To heal the wound, the body needs carbohydrate, fat, protein, mineral, vitamin, and adequat hydration. The study aimed to identify the relationship of Body Mass Index (BMI) and hemoglobin level to wound healing of laparatomy surgery. This type of research is descriptive quantitative research study by using the method of correlation with cross sectional design research. The data was collected by observation. This research study included 15 patients who undergoing laparotomy surgery at RS Dr Moewardi Surakarta. The sample is taken by accidental sampling. Analysis test used Spearman Rank. Data analysis was done by Spearman Rank between BMI and wound healing. The result shown significant relationship between BMI and albumin level to wound healing because p 0,000 < 0,05 and r value 0,961 > r table 0,506. Spearman correlation shows positif correlation. Data analysis between hemoglobin level and wound healing shown significant relationship because p 0,004 < 0,05 and r value 0,691 > r table 0,0506. Spearman correlation shows positif correlation. Body Mass Index (BMI) and hemoglobin level patients play important role to wound healing in laparatomy surgery patients at hospital.Keywords: BMI, hemoglobin level, wound healing                  Abstrak: Lama penyembuhan luka laparatomi dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti nutrisi, sirkulasi, oksigenasi, obesitas, iskemia, benda asing, penyakit kronis, kebiasaan merokok, dan obat-obatan. Untuk sembuh sebagaimana mestinya, tubuh memerlukan karbohidrat, lemak, protein, mineral, kalori, vitamin, dan hidrasi yang adekuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Indeks Masa Tubuh (IMT) dan kadar hemoglobin dengan proses penyembuhan luka. Penelitian ini menggunakan studi penelitian deskriptif korelasi dengan desain penelitian cross-sectional. Pengumpulan datanya melalui observasi. Sampel nya adalah seluruh pasien post operasi laparatomi di bangsal Mawar II RSUD Dr Moewardi Surakarta sebanyak 15 orang dan menggunakan teknik accidental sampling. Uji statistik menggunakan Spearman Rank. Hasil uji statistik antara IMT dengan proses penyembuhan luka, diperoleh nilai p 0,000 < 0,05 dan nilai r hitung 0,961 > nilai r tabel 0,506 maka Ha diterima yang berarti korelasi antara IMT dengan proses penyembuhan luka adalah bermakna. Nilai korelasi Spearman Rank sebesar 0,961 menunjukkan arah korelasi positif atau searah dengan keeratan yang sangat kuat. Sedangkan hasil uji statistik antara kadar hemoglobin dengan proses peyembuhan luka diperoleh nilai p 0,004 < 0,005 dan nilai r hitung 0,691 > nilai r tabel 0,506  maka Ha diterima yang berarti korelasi antara kadar hemoglobin dengan proses penyembuhan luka adalah bermakna. Nilai korelasi Spearman sebesar 0.691 menunjukkan arah korelasi positif atau searah dengan keeratan korelasi kuat. IMT dan kadar hemoglobin pasien memiliki peran yang penting pada penyembuhan luka pada pasien post operasi laparatomi di RS Dr Moewardi Surakarta.Kata Kunci : IMT, kadar hemoglobin, penyembuhan luka
Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Gangguan Siklus Menstruasi Siswi Kelas XI SMK PGRI Karangmalang Kabupaten Sragen Aprilica Manggalaning Murti - Akbid YAPPI Sragen
Indonesian Journal on Medical Science Vol 3 No 2 (2016): IJMS - 2016
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.895 KB)

Abstract

Abstract: Most women have a normal menstrual cycle, sometimes cycles occur less than 21 days nor more than 35 days called the menstrual cycle disorders. Oligomenorrhea occurrence in adolescents of 16.7%. Based on data from adolescent gynecology clinic visits at the hospital Dr. Naidoo Semarang show menstrual cycle disturbances of 22.52% include menstrual irregularities and amenorrhoea. The aim of this study was to determine the level of knowledge of young girls about menstrual cycle disorders class XI student of SMK PGRI Karangmalang Sragen. This study was a descriptive research method with cross sectional approach. The population of all class XI student of SMK PGRI Karangmalang Sragen 2011. simple random sampling technique obtained a sample of 42 students. Univariate analysis using frequency distribution. The level of knowledge of young girls about menstrual cycle disorders SMK PGRI Karangmalang Sragen in 2011 on 14 April 2011 of 42 respondents majority have a level of knowledge in the category enough, 36 respondents (85.71%). Conclusion: The level of knowledge of young girls about menstrual cycle disorders class XI student of SMK PGRI Karangmalang Sragen majority in the category enough.Keywords: Knowledge, menstrual cycle disorders Abstrak: Sebagian perempuan memiliki siklus haid tidak normal, terkadang siklus terjadi kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari yang disebut gangguan siklus menstruasi. Terjadinya oligomenorea pada remaja sebesar 16,7%. Berdasarkan data kunjungan poliklinik ginekologi remaja di RS Dr. Karyadi Semarang menunjukkan gangguan siklus menstruasi sebesar 22,52% meliputi irregularitas haid dan amenorea. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang gangguan siklus menstruasi siswi kelas XI SMK PGRI Karangmalang Kabupaten Sragen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan cross secsional. Populasi semua siswi kelas XI SMK PGRI Karangmalang Sragen tahun 2011. Teknik simple random sampling diperoleh sampel sejumlah 42 siswi. Analisis univariate menggunakan distribusi frekuensi. Tingkat pengetahuan remaja putri tentang gangguan siklus menstruasi SMK PGRI Karangmalang Kabupaten Sragen tahun 2011 pada tanggal 14 April 2011 dari 42 responden mayoritas memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup, 36 responden (85,71%). Simpulan: tingkat pengetahuan remaja putri tentang gangguan siklus menstruasi siswi kelas XI SMK PGRI Karangmalang Kabupaten Sragen mayoritas dalam kategori cukup.Kata Kunci       : Pengetahuan, gangguan siklus menstruasi
Hubungan Tingkat Stress dengan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswa Kebidanan Tingkat I dan II Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo Francisca Endah Wahyuningrum; Chusnul Chotimah - Poltekkes Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 3 No 2 (2016): IJMS - 2016
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.993 KB)

Abstract

Abstract: Reproductive health problems one of which is irregular menstrual cycles. If it lasts a long time will affect the level of fertility. In their influence on the pattern of menstruation, stress involves neuroendokrinologi system as a system big role in female reproduction. This study aims to determine the relationship to the menstrual cycle Stress levels in midwifery students I and II levels Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo. The design of this study was analytic research with cross sectional approach. Technique sample is total sampling. A sample of 46 students. The technique of collecting data using questionnaires and interview guidelines. Data were analyzed using chi square test. Research conducted shows that, 46 respondents have heavy stress level with irregular menstrual cycles as much as 2 students 4.3%. While respondents experienced stress levels to normal with regular menstrual cycles were 30 students 65.2%. The results of data analysis statistical test by using chi square obtained probability value of p = 0.00 is smaller than degrees of freedom (p <0.05). Based on the results of this study concluded that if a student is experiencing severe stress levels then irregular menstrual cycles. So it can be said there was a significant relationship between the level of stress to the menstrual cycle in midwifery students I and II levels Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo.Keywords : levels of stress, the menstrual cycle.  Abstrak: Gangguan kesehatan reproduksi salah satunya yaitu siklus menstruasi tidak teratur. Jika hal ini berlangsung lama akan berpengaruh pada tingkat kesuburan wanita. Dalam pengaruhnya terhadap pola menstruasi, Stress melibatkan sistem neuroendokrinologi sebagai sistem yang besar peranannya dalam reproduksi wanita. Penelititan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat Stress dengan siklus menstruasi pada mahasiswa kebidanan tingkat I dan II Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo. Penelitian ini  menggunakan  desain  penelitian  analitik  dengan pendekatan cross sectional.Teknik sampel yang digunakan adalah total sampling. Sempel sebanyak 46 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner dan pedoman wawancara. Data dianalisis menggunakan uji statistik chi square. Penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa, 46 responden mempunyai tingkat stress berat dengan siklus haid tidak teratur sebanyak 2 mahasiswa 4,3 %. Sedangkan responden yang mengalami tingkat stress normal dengan siklus menstruasi teratur sebanyak 30 mahasiswa 65,2 %. Hasil analisis data uji statistik dengan menggunakan chi square didapatkan nilai probabilitas p = 0,00 lebih kecil dari derajat kebebasan (p< 0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jika mahasiswa yang mengalami tingkat stress berat maka siklus menstruasinya tidak teratur. Sehingga dapat diartikan ada hubungan yang signifikan antara tingkat stress dengan siklus menstruasi pada mahasiswa kebidanan tingkat I dan II Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo.Kata kunci : tingkat stress, siklus menstruasi.
Perbandingan Stabilitas Fisik Sabun Susu Dan Sabun Transparan Ekstrak Kulit Buah Naga (Hylocereus undatus) Hasil Pemurnian Minyak Jelantah Anom Parmadi; Rita Dewi Andrianti - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 3 No 2 (2016): IJMS - 2016
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.065 KB)

Abstract

Abstract: Soap was one of the basic needs to maintain cleanliness. Materials used for the manufacture of soap, usually have side effects to the skin, such as dry skin, skin pH unstable even makes makes chapped skin. Now more developed formulas soaps derived from plan was the Dragon Fruit. Dragons fruit peel contains vitamin C and the main substances that act as antioxidants that can counteract free radicals. This research was conducted by comparing the physical stability of milk soap and transparent soap dragon fruit skin extracts from used cooking oil. Dragon fruit skin was extracted by maceration, used cooking oil is purified with activated charcoal and then made into soap formulations and test evaluation is then observed the effect of dragon fruit skin extracts of the test results of the evaluation of soap. Data were analyzed using SPSS 18.0 to test for normality (Kolmogorov-Smirnov) followed by Independent Test Samples Test. The results of organoleptic test milk soap solid form squares, yellow transparent, the smell of jasmine while milk soap solid form squares, yellow transparent, the scent of jasmine, pH test milk soap 11 and transparent soap 10 stability test milk soap and transparent soap that is stable is not no change in shape, smell, color, texture and hardness, test saponification value P> 0.05 (Ho is accepted, there is no difference), except for test saponification number has a value of P <0.05 (Ho is rejected, there is a difference).There was no significant difference in milk soap and transparent soap.. Keywords: soap, cooking oil, dragon fruit peel Abstrak: Sabun merupakan salah satu kebutuhan pokok untuk menjaga kebersihan. Bahan yang digunakan untuk pembuatan sabun, biasanya memiliki efek samping ke kulit, seperti kulit kering, pH kulit yang tidak stabil bahkan menjadikan menjadikan kulit pecah-pecah.Sekarang lebih dikembangkan formula sabun yang berasal dari tanama.Salah satunya adalah Buah Naga.Kulit buah naga banyaak mengandung vit C dan zat utama yang berfungsi sebagai antioksidan sehingga mampu menangkal radikal bebas.Jenis. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan stabilitas fisik sabun susu dan sabun transparan ekstrak kulit buah naga dari minyak jelantah. Kulit buah naga diekstraksi dengan maserasi, minyak jelantah dimurnikan dengan arang aktif kemudian dibuat formulasi menjadi sabun  dan dilakukan uji evaluasi kemudian diamati pengaruh ekstrak kulit buah naga terhadap hasil uji evaluasi sabun. Analisa data menggunakan SPSS 18.0 dengan uji normalitas (Kolmogorov Smirnov) dilanjutkan dengan uji Independent Samples Test. Hasil uji organoleptis sabun susu bentuk padat kotak, warna kuning transparan,bau melati sedangkan sabun susu bentuk padat kotak, warna kuning transparan, bau melati, uji pH sabun susu 11 dan sabun transparan 10, uji stabilitas sabun susu dan sabun transparan yaitu stabil yaitu tidak ada perubahan bentuk, bau, warna, tekstur dan kekerasan, uji saponifikasi memiliki nilai P>0,05 (Ho diterima, tidak ada beda) kecuali untuk uji angka penyabunan memiliki nilai P<0,05 (Ho ditolak, ada beda). Tidak ada perbedaan yang signifikan sabun susu dan sabun transparan..Kata Kunci : Sabun, minyak jelantah, kulit buah naga
Formulasi Ekstrak Daun Kokang (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh.) dalam Bentuk Gel Anti Acne Husnul Warnida; Yullia Sukawati - Akademi Farmasi Samarinda
Indonesian Journal on Medical Science Vol 3 No 2 (2016): IJMS - 2016
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.732 KB)

Abstract

Abstract: Empirically, people of Kutai, Dayak Tunjung, and Dayak Benuaq in Kalimantan Timur province have been using kokang (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh.) leaves for acne tratment, wound treatment, and as skin care. Kokang (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh.) leaves ethanol extract has activity toward Propionibacterium acne, the acne-related bacteria. This study aims to formulating ethanol extract of kokang leaves into a gel. Gel dosage form was chosen because gel has no oil phase. Oils have been known could make a worsen acne. Kokang (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh.) leaves was macerated in alcohol 95% with 21.81% yield. The ethanol extract was formulated into gel with mehtyl cellulose as gelling agen and glycerin as humectants in varieas concentration i.e. formula A (3% methyl cellulose and 5% glycerin), formula B (5% methyl cellulose and 4% glycerin), formula C (7% methyl cellulose and 3% glycerin). Physical stability of kokang gel was evaluated included organoleptic test, homogeneity test, pH measurement, spreading test, and viscosity test. Formula A, B, and C meet the requirements of pH measurement, viscosity test, organoleptic test, and homogeneity test. Formula B and C do not meet the requirement of spreading test, formula A do. The result showed that the most stable gel is formula A. Keywords: anti acne, daun kokang, Lepisanthes amoena, gel, methyl cellulose Abstrak: Secara turun temurun masyarakat suku Kutai, suku Dayak Tunjung, dan suku Dayak Benuaq di propinsi Kalimantan Timur telah menggunakan daun kokang (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh.) untuk perawatan kulit, penyembuhan luka, dan obat jerawat. Ekstrak etanol daun kokang (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh.) dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat yaitu Propionibacterium acne. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi ekstrak etanol daun kokang (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh.) menjadi sediaan gel anti jerawat yang memenuhi syarat fisik. Bentuk sediaan gel dipilih karena tidak mengandung fase minyak yang dapat menambah tingkat keparahan jerawat. Simplisia daun kokang (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh.) dimaserasi dengan etanol 95% dan diperoleh rendemen sebesar 21,81%. Ekstrak daun kokang (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh.) diformulasi menjadi gel dengan variasi konsentrasi metil selulosa sebagai pembentuk gel dan gliserin sebagai humektan, yaitu formula A (metil selulose 3% dan gliserin 5%), formula B (metilselulosa 5% dan gliserin 4%), dan formula C (metil selulose 7% dan gliserin 3%). Selanjutnya dianalisis sifat fisik gel meliputi pengamatan organoleptis, pengamatan homogenitas, pengukuran pH, pengukuran daya sebar, dan pengukuran viskositas. Formula A, B, dan C memenuhi persyaratan pada pengamatan organoleptis, pengamatan homogenitas, dan pengukuran pH, dan pengukuran viskositas. Pada pengukuran daya sebar, hanya formula A memenuhi persyaratan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Formula A adalah formula yang paling stabil secara fisik. Kata kunci: anti jerawat, daun kokang, Lepisanthes amoena, gel, metil selulosa
Hubungan Pemberian Asi Eksklusif dengan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 7-24 Bulan di Desa Jembungan Titik Anggraeni - AKPER Mamba’ul ‘Ulum Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 3 No 2 (2016): IJMS - 2016
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.774 KB)

Abstract

Abstract: To achieve the growth, development and optimal health should be exclusively breast-fed infants during the first 6 months. Exclusive breastfeeding in Indonesia reached 15.3% and formula feeding increased three-fold from 10.3% to 32.5%. Central Java Provincial Health Office is targeting exclusive breastfeeding was 55%. In fact, the recorded data showed that the total number of infants who were breastfed exclusively in the province of Central Java in 2009 reached 40.21%. This study is purposed to determine the relationship between exclusive breastfeeding with fine motor development to the children aged 7-24 months. The study design use correlation analysis, with cross sectional method. Samples in this study were all children aged 7-24 months in Jembungan Village with 22 children. The collection data in this study use a list of questions and check list. While statistical data analysis using chi square test. The result of bivariate analyzes calculations is χ2hitung> χ2tabel (4.090> 3.841) with ρ value <a (0.043 <0.05), so Ho is rejected and Ha is accepted, it means that there is a significant relationship between exclusive breastfeeding with fine motor development children aged 7-24 months.The conclusions of this study is there was a significant relationship between exclusive breastfeeding with fine motoric development to the children aged 7-24 months.Keywords: Exclusive breastfeeding, fine motor development Abstrak: Untuk mencapai pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan yang optimal bayi harus diberi ASI  eksklusif selama 6 bulan pertama. Pemberian ASI eksklusif di Indonesia baru mencapai 15,3% dan pemberian susu formula meningkat tiga kali lipat dari 10,3% menjadi 32,5%. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menargetkan pencapaian ASI eksklusif adalah 55%. Pada kenyataannya, data yang tercatat menunjukkan bahwa total jumlah bayi yang diberi ASI eksklusif di provinsi Jawa Tengah tahun      2009     baru mencapai 40,21%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan motorik halus anak usia 7-24 bulan. Desain penelitian yang digunakan adalah analisis korelasi, dengan metode pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh anak yang berusia 7–24 bulan di Desa Jembungan yang berjumlah 22 anak. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah daftar pertanyaan dan check list. Sedangkan analisis data menggunakan uji statistik chi square. Perhitungan analisis bivariat menghasilkan hasil χ2hitung > χ2tabel (4,090 > 3,841) dengan nilai ρ value < a (0,043 < 0,05), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan motorik halus anak usia 7-24 bulan. Simpulan dari penelitian yaitu ada hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan motorik halus anak usia 7-24 bulan.Kata kunci: ASI eksklusif, Perkembangan motorik halus
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ditinjau dari Status Sosial Ekonomi (Studi Eksperimen Pada Mahasiswa Prodi DIII Keperawatan Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo) Kukuh Raharjo; Mulyoto Mulyoto; Nunuk - Suryani
Indonesian Journal on Medical Science Vol 3 No 2 (2016): IJMS - 2016
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.049 KB)

Abstract

Abstract: Health education on PHBS very appropriate for school-age children as an age prone to health problems. School is a public institution that is well-organized. Health education through school children is very effective for changing behavior and healthy living habits in general. Recognizing the importance of the implementation of the Clean and Healthy Lifestyle (PHBS) in everyday life to achieve optimal health status, the researchers are encouraged to conduct research on: Effect Against Health Education Behavior Clean and Healthy Lifestyle (PHBS) Judging from the Socio-Economic Status.Quasi-experimental study with post test only control design. Independent variables of this study is health education about PHBS. Dependent Variables of this research is clean and healthy behaviors and socioeconomic status moderator variables. The population was 212 students, a sample study conducted by stratified random sampling. Group A as the control group who did not receive counseling and group B as the experimental group were given counseling.The results of  this research to know their results count 2.881   f significance 0.00 <0.05, so no influence on behavior PHBS counseling to students. f obtained count .417 with signification 0.021<0.05, so there is a socio-economic effect on the behavior of clean and healthy living.The conclusion of this study is there a statistically and significant influence between the extension services provided by the socioeconomic status of students.Keywords: Counseling, PHBS, Socio-Economic Status. Abstrak: Pendidikan kesehatan tentang PHBS sangat tepat dilakukan pada anak usia sekolah karena merupakan umur rawan terhadap masalah kesehatan. Sekolah merupakan institusi masyarakat yang terorganisir dengan baik. Pendidikan kesehatan melalui anak sekolah sangat efektif untuk merubah perilaku dan kebiasaan hidup sehat umumnya. Menyadari pentingnya pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal, maka peneliti terdorong untuk melakukan penelitian tentang: Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Ditinjau dari Status Sosial Ekonomi Kuasi eksperimental dengan menggunakan post test only control  design. Variabel Independen penelitian ini adalah penyuluhan kesehatan tentang PHBS. Variabel Dependen penelitian ini adalah perilaku hidup bersih dan sehat dan variabel moderatornya status sosial ekonomi. Populasi penelitian ini adalah 212 mahasiswa, sampel penelitian dilakukan dengan stratified random sampling. Kelompok A sebagai kelompok kontrol yang tidak diberi penyuluhan dan kelompok B sebagai kelompok eksperimen yang diberikan penyuluhan.Hasil penelitian ini mengetahui adanya hasil f hitung 2.881 dengan signifikansi 0,00<0,05, sehingga ada pengaruh penyuluhan terhadap perilaku PHBS pada mahasiswa. didapatkan f hitung .417 dengan signifikansi 0,021< 0,05, sehingga ada pengaruh sosial ekonomi terhadap perilaku hidup bersih dan sehat.Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh secara statistic dan signifikan antara pemberian penyuluhan dengan status sosial ekonomi mahasiswa.Kata Kunci : Penyuluhan, PHBS, Status Sosial Ekonomi.

Page 8 of 32 | Total Record : 319