cover
Contact Name
Yayuk Anggraini
Contact Email
ijis@fisip.unmul.ac.id
Phone
+6281235857881
Journal Mail Official
ijis@fisip.unmul.ac.id
Editorial Address
Program Studi Hubungan Internasional Jalan Tanah Grogot, Kampus Gunung Kelua, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75411 Indonesia
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Interdependence Journal of International Studies
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 27230570     DOI : https://doi.org/10.54144/ijis.v3i1
Core Subject : Social,
Interdependence Journal of International Relations publishes articles of research and opinion based on critical and analytical thinking in the field of international relations with the topics encompass international border issues, environmental studies, area studies, diplomacy and foreign policy, peace, conflict resolutions and humanitarianism, global and transnational issues, gender and international relations, new thinking of international relations theory, globalization and global civil society, development studies, security studies and other issues related to politics and international relations. Any manuscript published by Interdependence: Journal of International Relations has been through a double-blind review which involved experts and academics from many universities in Indonesia and abroad.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2021)" : 5 Documents clear
ASEAN dalam Tantangan: Diplomasi Dalam Mengatasi Pandemi Covid- 19 Purwono, Andi
Interdependence Journal of International Studies Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Department of International Relations, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.515 KB) | DOI: 10.54144/ijis.v2i1.42

Abstract

Covid- 19 menjadi pandemi yang memukul hampir semua kawasan di dunia ini. Negara anggota ASEAN juga tidak luput dari pandemi. Bahkan ASEAN menajdi negara pertama di luar Tiongkok yang melaporkan kasus infeksi pertama dan kematian pertama. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan diplomasi yang dilakukan ASEAN di tengah pandemi. Metode penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif denagn studi dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data utama. Tulisan menemukans sejumlah langkah diplomasi ASEAN baik melalui konferensi setingkat menteri hingga konferensi tingkat tinggi. Sejumlah kesepakatan dan langkah penting penanganan pandemi dilakukan baik terkait kerjasama pencegahan dan penanganan penyebaran virus, penyediaan vaksin, dan upaya pemulihan ekonomi.
Status United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dalam Hukum Internasional terhadap Kedaulatan Indonesia Rahim, Abdillah Satari; Cempaka Timur, Fauzia Gustarina
Interdependence Journal of International Studies Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Department of International Relations, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.697 KB) | DOI: 10.54144/ijis.v2i1.43

Abstract

Pola pendekatan gerakan insurjens saat ini telah ber “evolusi” dari waktu ke waktu. Hal ini ditandai dengan pola serangan yang dulunya didominasi melalui gerakan konfrontasi militer bersenjata (hard-power) menjadi gerakan dengan pola pendekatan diplomasi untuk memperoleh legitimasi internasional (soft-power). Begitupun yang dilakukan oleh kelompok insurjen Pembebasan Papua Barat ULMPW (United Liberation Movement for West Papua). Mereka mengklaim kekuasaan dan kekuatan mereka saat ini membuat status insurjen yang disematkan kepada mereka ditinjau dalam status hukum internasional telah sampai pada tahap belligerent. Sesuai aturan hukum internasional dengan melekatnya status belligerent terhadap ULMWP membuat mereka berhak untuk menuntut hak dan medapat dukungan internasional untuk mendirikan negara yang bebas (merdeka) yang tidak diatur oleh negara lain. Melalui Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk memahami fenomena dan realitas yang tampak, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa masalah status belligerent ULMWP sebagai subjek hukum internasional dalam upaya disintegrasi Papua Barat terhadap Indonesia. Teori yang digunakan dalam menganilisis fenomena yang diamati adalah teori tentang hukum internasional dan teori tentang insurgency dan belligerency sebagai subjek hukum internasional. Dari hasil pembahasan disimpulkan bahwa pengakuan status ULMWP sebagai kaum pemberontak belligerent yang hak dan kewajibannya diatur dan dilindungi oleh hukum internasional merupakan hal yang tidak memiliki landasan yang kuat. Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan dengan menjadikan Pasal 1 Konvensi Den Haag IV 1907 sebagai acuan karakteristik kelompok pemberontak belligerent menunjukkan bahwa tidak ada satu pun karakteristik atau sifat kaum belligerent yang disebutkan dalam pasal tersebut melekat dalam tubuh organisasi ULMWP yang menjadi sifat, ciri atau karakter organisasi tersebut.
Concert of Asia: How the World Should Deal with the Rise of China Wirawan, Rendy
Interdependence Journal of International Studies Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Department of International Relations, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.388 KB) | DOI: 10.54144/ijis.v2i1.44

Abstract

As the China rise rapidly and aggressively, the world continues to be vulnerable due to the uncertain geopolitical environment and detrimental great powers gesture. This happens roughly at the global stage but more ominous to the regional politics in Asia Pacific. The region needs to spend more effort to deal with the rising China and somehow also required to alter the US primacy in global politics. To assure regional stability and security, this article proposes the model of the ‘concert of power’ inspired by the Concert of Europe to be carried out in Asia, precisely in Asia Pacific. The Concert of Asia enables more powers, great or mediocre, who are keys to the regional stability to perform checks and balances to one another, not only China itself. There are at least two great powers involve, China and the US. Also, there are few key players in the region that needs to be considered, not so powerful, but still have significant role, namely ASEAN and Japan. With this model, none of great powers could dominate the region and allowing states to secure themselves. Otherwise, great power rivalry is at stake.
Dilema Kebijakan Sanksi Swiss dalam Merespon Krisis Ukraina (2014-2020) Fachrie, Muhammad; Wicaksa, Arif
Interdependence Journal of International Studies Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Department of International Relations, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.193 KB) | DOI: 10.54144/ijis.v2i1.45

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana Swiss menghadapi opsi dilematis dalam menanggapi Sanksi Uni Eropa terhadap Rusia dalam krisis Ukraina. Swiss menghadapi opsi dilematis, karena memiliki hubungan politik dan ekonomi yang baik dengan Uni Eropa (UE) dan Rusia. Dalam penelitian ini, metode kualitatif digunakan untuk menganalisis sikap dan perilaku Swisss sebagai negara dalam mempertimbangkan kepentingan nasionalnya. Neoliberalisme digunakan sebagai kerangka dalam menganalisis sikap dan perilaku Swiss dalam menjatuhkan sanksi terhadap Rusia sebagai tanggapan atas kepentingan nasionalnya, karena negara ini mempertimbangkan aktor non-negara dalam proses pengambilan keputusan dalam hubungan antara Swiss dan Uni Eropa. Dalam penelitian ini, jurnal, buku dan laporan dikumpulkan dan digunakan sebagai data dan teori untuk menganalisis masalah. Akhirnya, penelitian ini menemukan bahwa Swiss memutuskan untuk tidak secara tegas mendukung sanksi Uni Eropa terhadap Rusia dan memilih bersikap pragmatis
Strategi Energi Rusia Sebagai Model Dominasi Indonesia di kawasan ASEAN Syahid Suraya, Rahmat
Interdependence Journal of International Studies Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Department of International Relations, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.408 KB) | DOI: 10.54144/ijis.v2i1.46

Abstract

Melihat kemajuan negara-negara secara global tidak terlepas dari dominasi negaranegara maju diantaranya yaitu Rusia yang menggunakan kemajuan negara dengan memanfaatkan sektor energi. Indonesia yang kaya akan sumber daya alam dan memiliki peluang untuk menjadi negara maju bahkan menjadi negara superpower di masa depan. Oleh karenanya maka strategi bernegara diperlukan dalam membangun negara Indonesia dalam berbagai sektor termasuk salah satunya sektor yang dapat dimanfaatkan ialah sektor energi terbarukan yang dalam beberapa tahun lagi akan digunakan secara masal menggantikan sektor energi fossil (minyak, gas bumi dan/atau tambang). Perlunya penerapan strategi yang disampaikan dapat disesuaikan dengan cita-cita bangsa Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila

Page 1 of 1 | Total Record : 5