cover
Contact Name
Eko Didik Widianto
Contact Email
rumah.jurnal@live.undip.ac.id
Phone
+62247474750
Journal Mail Official
editor@ift.or.id
Editorial Address
Gedung B Lantai 3 Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, Tembalang, Semarang 50275.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pangan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25979892     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Teknologi Pangan memuat artikel ilmiah di bidang teknologi pangan yang meliputi bidang: mikrobiologi pangan, kimia dan gizi pangan, bioteknologi pangan, rekayasa pangan dan hasil pertanian. Bidang ilmu lain yang terkait dengan pangan juga akan dimuat dalam jurnal ini selama fokus utama artikel adalah tentang teknologi pangan.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2024)" : 9 Documents clear
PENGARUH PENAMBAHAN PEMANIS ALAMI DAUN STEVIA TERHADAP TOTAL PADATAN TERLARUT, TOTAL ASAM, TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT DAN TINGKAT KESUKAAN COCOGURT Tandrian, Christian; Nurwantoro, Nurwantoro; Dwiloka, Bambang
Jurnal Teknologi Pangan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2024.30014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan pemanis alami daun stevia terhadap total padatan terlarut (TPT), total asam, total bakteri asama laktat (BAL) dan tingkat kesukaan cocogurt. Materi yang digunakan adalah pemanis alami daun stevia, kelapa sayur tua, air mineral, starter yang mengandung Lactobacillus plantarum, MRS agar, NaOH 0,1 N, alumunium foil, indikator PP 1%, dan aquades. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali pengulangan. Penelitian ini terdiri dari formulasi yang dibagi menjadi 4 perlakuan berupa penambahan pemanis alami daun stevia dengan konsentrasi 0%, 0,05%, 0,1% dan 0,15% v/v. Data hasil pengujian total padatan terlarut, total asam dan total bakteri asam laktat dianalisis dengan menggunakan Analisis of Varian (ANOVA) pada taraf signifikansi 5% dan apabila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT), sedangkan data hasil tingkat kesukaan dianalisis dengan menggunakan uji Kruskal Wallis pada taraf signifikansi 5% dan apabila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil menunjukkan bahwa cocogurt dengan penambahan pemanis alami daun stevia memberikan perbedaan nyata (p<0,05) terhadap nilai total padatan terlarut, total asam, total bakteri asam laktat dan tingkat kesukaan. Penambahan pemanis alami daun stevia mampu meningkatkan total padatan terlarut dan tingkat kesukan cocogurt, namun penambahan pemanis alam daun stevia juga menyebabkan penurunan total asam dan total bakteri asam laktat pada cocogurt. Semua perlakuan penambahan pemanis alami daun stevia pada cocogurt telah sesuai dengan standar SNI yogurt nomor 2981:2009 dan berpotensi untuk digunakan dalam pembuatan cocogurt sebagai pemanis pengganti gula.
Pengaruh Berbagai Metode Thawing Terhadap Nilai pH dan Daya Ikat Air Daging Ayam Petelur Afkir Nurussyifa, Salsabila Yasinta; Setiani, Bhakti Etza; Pramono, Yoyok Budi
Jurnal Teknologi Pangan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2024.26688

Abstract

Daging ayam petelur afkir memiliki kandungan nutrisi yang tidak jauh berbeda dengan daging ayam kampung, namun dikarenakan umur yang tua, ayam petelur afkir memiliki kelemahan yaitu dagingnya keras dan liat. Meskipun memiliki karakteristik daging yang alot, ayam petelur afkir memiliki kelebihan diantaranya adalah mengandung protein yang tinggi dan lemak yang rendah. Guna mempertahankan kualitas dan karakteristiknya, daging perlu disimpan dalam keadaan beku. Thawing merupakan cara yang untuk mencairkan atau menyegarkan kembali bahan pangan yang telah disimpan beku sebelum dilakukan pengolahan lebih lanjut. Apabila proses thawing dilakukan dengan cara yang kurang tepat maka dapat menyebabkan penurunan kualitas daging salah satunya kualitas fisik daging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik berupa nilai pH dan daya ikat air daging ayam petelur afkir terhadap berbagai metode thawing yang diberikan. Bahan yang digunakan dalam  penelitian ini adalah daging ayam petelur afkir beku bagian dada dan akuades. Penelitian menggunakan uji rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan yaitu (T0) tanpa pembekuan dan thawing, (T1) thawing dengan air suhu ±20oC, (T2) thawing dengan air suhu ±30oC, dan (T3) thawing dengan air suhu ±40oC. Sampel yang telah diberi perlakuan thawing dilakukan pengujian nilai pH dengan pH meter dan pengujian daya ikat air dagng, Sedangkan data hasil pengujian nilai pH dan daya ikat air dianalisis dengan menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA). Analisis data dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS 22.0 pada taraf signifikansi P≤0,05. Apabila terdapat pengaruh perlakuan, maka dilakukan uji lanjutan Wilayah Ganda Duncan. Perlakuan thawing dengan berbagai metode dengan kisaran suhu 20-40oC memberikan hasil bahwa thawing dapat menurunkan kualitas fisik daging ayam petelur afkir. Metode thawing yang menggunakan suhu semakin tinggi akan semakin menurunkan nilai pH dan daya ikat air daging ayam petelur afkir. Post-laying hens have a nutrient content that is not much different from native chicken meat (ayam kampung), but due to old age, they have a hard and tough meat. Despite their drawback, laying hens have the advantage that the meat contains high in protein and low in fat. In order to maintain its quality and characteristics, meat needs to be frozen. Thawing is a way to thaw or refresh food that has been stored frozen before further processing. If the thawing process is done in an inappropriate way, it can cause a decrease in the quality of meat, especially the pHysical quality of meat. This study aims to determine the pHysical quality in the form of the pH value and the water holding capacity of post-laying hens against various thawing methods. The material used in this research is frozen post-laying hen meat (chest) and distilled water. The study used a complete randomized design test with 4 treatments namely (T0) without freezing and thawing, (T1) thawing with water temperature ± 20°C, (T2) thawing with water temperature ± 30°C, and (T3) thawing with water temperature ± 40°C (waterbath). Samples that have been given a thawing treatment were tested for pH values with a pH meter and testing for water holding capacity, while the results of pH values and water holding capacity were analyzed using the Analysis of Variance (ANOVA) test. Data analysis was performed using the SPSS 22.0 application at a significance level of P≤0.05. If there is a treatment effect, then the Duncan Double Region continued test. Thawing treatment with various methods with a temperature range of 20-40°C gives the result that thawing can reduce the pHysical quality of post-laying hens. The thawing method that uses the higher temperature will further reduce the pH value and water holding capacity of post-laying hens.
Analisis Kadar Protein dan Mutu Hedonik Salami Daging Kalkun (Meleagris gallopavo) Berdasarkan Potongan Komersial Karkas Tomya, Stella Putri; Pramono, Yoyok Budi; Al-baarri, Ahmad Ni-matullah
Jurnal Teknologi Pangan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2024.30015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas olahan daging kalkun dalam produk salami berdasarkan potongan komersial karkas. Materi yang digunakan meliputi daging kalkun, lemak sapi, isolated soy protein, starter bakteri asam laktat (L. bulgaricus, S. thermophilus, L.achidophilus), garam NPS (Nitrit Pokeln Salt), gula, bumbu dan air es. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan variasi perlakuan yang diberikan (T1) salami yang dibuat dari potongan komersial dada dan (T2) salami yang dibuat dari potongan komersial paha. Parameter yang diuji meliputi kadar protein dan mutu hedonik dan dianalisis dengan Independent T-Test dengan taraf signifikansi 5 %. Hasil menunjukkan bahwa salami daging kalkun dengan berbagai potongan komersial karkas yang berbeda memberikan pengaruh nyata (p<0.05)  terhadap kadar protein dan mutu hedonik. Perlakuan dari potongan komersial karkas bagian dada merupakan perlakuan terbaik dari seluruh parameter yang di uji. Keyword : daging kalkun, karkas, salami.
KADAR ALKOHOL, KADAR LEMAK, TOTAL PADATAN TERLARUT, DAN TOTAL MIKROBA KEFIR SUSU KERBAU DENGAN KONSENTRASI STARTER YANG BERBEDA Surya, Karina Rizqy Anggita; Rizqiati, Heni; Nurwantoro, Nurwantoro
Jurnal Teknologi Pangan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2024.26701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kefir grain terhadap kadar alkohol, kadar lemak, total padatan terlarut dan total mikroba kefir susu kerbau dan untuk mengetahui apakah parameter tersebut sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan yang diberikan adalah (T1) konsentrasi kefir grain 2,5%, (T2) konsentrasi kefir grain 5%, (T3) konsentrasi kefir grain 7,5%, dan (T4) konsentrasi kefir grain 10%. Parameter yang diamati adalah kadar alkohol, kadar lemak, total padatan terlarut dan total mikroba. Data hasil pengujian dianalisis menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf signifikansi 5% dan apabila terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Konsentrasi kefir grain memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap kadar lemak, kadar alkohol, total padatan terlarut dan total mikroba. Semakin banyak konsentrasi kefir grain maka kadar alkohol dan total mikroba semakin meningkat. Semakin banyak konsentrasi kefir grain maka kadar lemak dan total padatan terlarut semakin menurun.The research aims to determine the effect of kefir grain concentration on alcohol content, fat content, total dissolved solids and total buffalo milk kefir microbes and to find out whether these parameters are in accordance with predetermined standards.The study used a Completely Randomized Design (CRD) with treatments given were (T1) kefir grain concentration of 2.5%, (T2) 5% kefir grain concentration, (T3) kefir grain concentration of 7.5%, and (T4) concentration 10% kefir grain. The parameters observed were alcohol content, fat content, total dissolved solids and total microbes. Data from the test results were analyzed using the Analysis of Variance (ANOVA) test with a significance level of 5% and if there is a difference then proceed with the Duncan test. Kefir grain concentration has a significant effect (p<0,05) on fat content, alcohol content, total dissolved solids and total microbes. The more concentrations of kefir grain, the alcohol content and total microbes increase. The more concentration of kefir grain, the fat content and total dissolved solids decreasesThe research aims to determine the effect of kefir grain concentration on alcohol content, fat content, total dissolved solids and total buffalo milk kefir microbes and to find out whether these parameters are in accordance with predetermined standards.The study used a Completely Randomized Design (CRD) with treatments given were (T1) kefir grain concentration of 2.5%, (T2) 5% kefir grain concentration, (T3) kefir grain concentration of 7.5%, and (T4) concentration 10% kefir grain. The parameters observed were alcohol content, fat content, total dissolved solids and total microbes. Data from the test results were analyzed using the Analysis of Variance (ANOVA) test with a significance level of 5% and if there is a difference then proceed with the Duncan test. Kefir grain concentration has a significant effect (p<0,05) on fat content, alcohol content, total dissolved solids and total microbes. The more concentrations of kefir grain, the alcohol content and total microbes increase. The more concentration of kefir grain, the fat content and total dissolved solids decreases.
Aktivitas Antioksidan, Total Asam, Kadar Protein, dan Tingkat Kesukaan Yoghurt Jagung dengan Penambahan Sari Parijoto (Medinilla speciosa B.) Wijayanti, Ana Rohana Nuranggraeni; Khusania, Mina; Safitri, Zevira Aldilata; Rizqiati, Heni; Pramono, Yoyok Budi
Jurnal Teknologi Pangan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2024.28225

Abstract

Produksi jagung di Indonesia berlimpah ruah namun untuk produk olahan jagung belum begitu banyak yang memanfaatkannya sehingga dapat diolah menjadi yoghurt. Untuk memperkaya kandungan antioksidan yoghurt maka dapat dilakukan penambahan sari buah yang mengandung aktivitas antioksidan yang tinggi. Salah satunya adalah parijoto. Buah parijoto merupakan buah yang sering dijumpai di Kudus tepatnya di Pegunungan Muria dan memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi dan belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sari parijoto terhadap aktivitas antioksidan, total asam, kadar protein, dan tingkat kesukaan pada yoghurt jagung. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jagung, buah parijoto, susu UHT, susu skim, CMC, starter yoghurt, sukrosa, dan reagen 2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl (DPPH). Penelitian dilakukan dengan uji rancangan acak lengkap dengan variasi perlakuan yaitu T0 tanpa penambahan sari parijoto (kontrol), T1 dengan penambahan sari parijoto 5%, T2 dengan penambahan sari parijoto 10%, dan T3 dengan penambahan sari parijoto 15%. Data kadar aktivitas antioksidan dan kadar protein dilakukan analisis secara deskriptif kuantitatif. Data hasil pengujian total asam dianalisis dengan menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf signifikansi 5%, jika terdapat pengaruh maka dilakukan uji lanjutan dengan uji wilayah Duncan. Tingkat kesukaan (organoleptik) dianalisis dengan menggunakan uji Kruskal Wallis dengan taraf signifikansi 5%. Jika terdapat pengaruh maka dilakukan uji lanjutan dengan uji Mann Whitney untuk mengetahui perbedaan antarperlakuan. Penambahan konsentrasi sari parijoto yang semakin tinggi akan meningkatkan aktivitas antioksidan dan kadar proteinnya. Total asam yoghurt jagung juga berpengaruh, dimana total asam akan semakin turun seiring dengan meningkatnya penambahan konsentrasi sari parijoto. Tingkat kesukaan yoghurt jagung secara umum disukai oleh panelis pada semua perlakuan.Corn production in Indonesia is abundant but for the processed corn products not so much that use it so it can be processed into yogurt. To enrich the antioxidant content of yogurt, the addition of fruit juices containing high antioxidant activity. One of them is parijoto. Parijoto fruit is a fruit that is often found in Kudus precisely in the Muria mountains and has a fairly high antioxidant content and has not been utilized optimally. This research aims to determine the effect of adding parijoto juice to antioxidant activities, total acids, protein levels, and the favorite levels on corn yogurt. The materials used in this study are corn, parijoto fruit, UHT milk, skim milk, CMC, starter yogurt, sucrose, PP reagent (rejection) 1%, reagent 2.2-diphenyl-1-Picrylhydrazyl (DPPH), a mixture of selenium catalysts, sulfuric acid technical (concentrated), H3BO3 4%, methylene indicator red (MR) and methylene blue (MB), NaOH 45%, NaOH 0.1 N, and HCl 0.1 N. The research used RAL test with variation of treatment is T0 without the addition of a parijoto juice (control), T1 with the addition of a 5% parijoto juice, T2 with the addition of a 10% parijoto juice, and T3 with the addition of 15% parijoto juice. Data on antioxidant activity and protein levels are performed in a quantitative descriptive analysis. The total acid test data is analyzed by using the Analysis of Variance test (ANOVA) with a significance of 5%, if there is an influence then the follow-up test with Duncan's test area. The level of preference (organoleptic) was analyzed using Kruskal Wallis's test with a significance of 5%. If there is an influence there is a follow-up test with Mann Whitney test to determine the difference between treatment. The addition of higher concentrations of parijoto sari increases the antioxidant activity and its protein levels. Total acid yogurt corn is also influential, where the total acid will be decreased as the increase of the concentration of parijoto juice. The favorite level of corn yogurt is generally liked by panelists on all treatments.
Overrun, Uji Mutu Hedonik Kekentalan dan Rasa Asam Velva Sirsak (Annona muricata L.) dengan Berbagai Tingkat Konsentrasi Karagenan Putri, Sayyidah Ghaisani; Pramono, Yoyok Budi; Hintono, Antonius
Jurnal Teknologi Pangan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2024.28379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan karagenan dengan tingkat konsentrasi yang berbeda terhadap overrun, uji mutu hedonik kekentalan dan rasa asam velva sirsak. Bahan baku yang digunakan yaitu buah sirsak, karagenan, gula dan asam sitrat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 Perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah penggunaan karagenan dengan konsentrasi yang berbeda yaitu: T0 = 0%, T1 = 0,25%, T2 = 0,5%, T3 = 0,75% dan T4 = 1%. Data hasil uji overrun dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf signifikansi 5% apabila terdapat perbedaan dilanjukan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dan data hasil uji mutu hedonik dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dan apabila terdapat pengaruh diuji lanjut dengan Mann-Whitney U Test. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan karagenan pada velva sirsak memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap overrun dan kekentalan velva sirsak, namun tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap rasa asam velva sirsak. Penggunaan karagenan pada velva sirsak yang optimal yaitu konsentrasi karagenan sebanyak 0,25% karena menghasilkan velva sirsak mengembang dengan baik dan memiliki tekstur lembut dan kekentalan yang disukai.
Studi Apoptosis pada Daging Itik dan Ayam melalui Perubahan pH Lumbantoruan, Julia Ester; Setiani, Bhakti Etza; Al-Baarri, Ahmad Ni'matullah; Sutopo, Sutopo; Kurnianto, Edy
Jurnal Teknologi Pangan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2024.20452

Abstract

Apoptosis merupakan kematian sel yang terjadi saat pengkonversian daging yang berkaitan erat dengan kualitas daging. Salah satu parameter studi apoptosis adalah perubahan pH. Analisis pH dilakukan dengan menggunakan pH meter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai pH pada daging itik dan ayam yang disimpan selama 8 jam pada suhu ruang. Berdasarkan penelitian ini dapat diketahui bahwa nilai pH pada daging itik secara berturut-turut sebesar 6,70±0,21; 6,66±0,13; 6,64±0,31; 6,51±0,25 dan 6,50±0,19 sedangkan pada daging ayam sebesar 5,66±0,16; 5,59±0,11; 5,56±0,25; 5,52±0,16 dan 5,45±0,16. Penyimpanan daging pada suhu ruang menyebabkan penurunan nilai pH daging itik sebesar 0,20% dan daging ayam sebesar 0,21%.
Pengaruh Penambahan Karagenan terhadap Karakteristik Fisik dan Organoleptik pada Fruit Leather Carica Forsitawati, Fransiska Martaryza; Nurwantoro, Nurwantoro; Dwiloka, Bambang
Jurnal Teknologi Pangan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2024.28660

Abstract

Carica merupakan salah satu spesies tumbuhan yang mirip dengan pepaya namun berukuran lebih kecil. Fruit leather adalah salah satu makanan berbentuk lembaran, bertekstur plastis, kenampakan seperti kulit, terlihat mengkilat, dan dapat dikonsumsi secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan karagenan terhadap kekerasan (hardness), pH, total padatan terlarut (TPT) dan organoleptik fruit leather carica. Penelitian ini menggunakan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan dengan variasi konsentrasi karagenan yaitu T0=0%, T1=0,25%, T2=0,5%, T3=0,75% dan T4=1%. Bahan baku yang digunakan yaitu carica, karagenan, gula, air, dan asam sitrat. Hasil dari penelitian ini yaitu penambahan konsentrasi karagenan yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap kekerasan (hardness), pH, TPT, dan organoleptik fruit leather carica. Perlakuan yang optimal adalah penambahan karagenan 0,5% karena menghasilkan kekerasan (hardness) (3951,48gf), pH (5,22), total padatan terlarut (5,45oBrix), nilai warna 3,55 (netral), nilai aroma 3,30 (netral), nilai rasa 3,25 (netral), dan nilai tekstur 3,40 (netral). Carica is one of plants species that similar like papaya but smaller. Fruit leather is a food in sheet form, plastic texture, looks like skin, shiny, and can be consumed directly. This research aims to determine the effect of carrageenan addition on hardness, pH, total solids (TPT), and organoleptic characteristics of carica fruit leather. This research used 5 treatments and 4 replications with variation of carrageenan concentrations are T0=0%, T1=0.25%, T2=0.5%, T3=0.75%, and T4=1%. The materials used are carica, carrageenan, sugar, water, and citric acid. The result shown that different addition of carrageenan concentrations had a significant effect (P<0.05) on hardness, pH, TPT, and organoleptic of carica fruit leather. The optimal treatment is with addition of 0.5% carrageenan because it produces hardness (3951.48gf), pH (5.22), total solid (5.45oBrix), the value of color 3.55 (neutral), the value of flavor 3.30 (neutral), the value of taste 3.25 (neutral), and the value of texture 3.40 (neutral). 
Uji Penghambatan Reaksi Pencoklatan pada Buah Apel Potong oleh Asam Hypoiodous (HIO) Berdasarkan Deteksi Perubahan Warna Yusuf, Maulana; Legowo, Anang M.; Al-Baarri, Ahmad N.
Jurnal Teknologi Pangan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jtp.2024.20712

Abstract

Abstrak                Reaksi pencoklatan enzimatis pada buah merupakan reaksi yang terjadi karena adanya oksidasi fenol dan melibatkan enzim polifenol oksidase (PPO). Pencegahan reaksi pencoklatan dapat dilakukan dengan menghambat aktivitas PPO, salah satu alternatifnya adalah dengan menggunakan asam hipoiodous (HIO). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan HIO dalam menghambat reaksi pencoklatan berdasarkan pada perubahan warna pada buah apel. Perubahan warna dianalisis dengan mengamati perubahan warna berdasarkan nilai L*. Hasil penelitian yang diperoleh adalah penurunan nilai L* HIO 0,068 dan 0,090 lebih rendah dibanding HIO 0. Kesimpulannya yaitu  HIO terbukti menghambat proses pencoklatan enzimatis pada buah apelAbstract            Reaction of enzymatic browning in fruit is a reaction that occurs due to the oxidation of phenol and involves the enzyme polyphenol oxidase (PPO). Prevention of browning reactions can be done by inhibiting PPO activity, one of alternative is to use hypoodous acid (HIO). The purpose of this study was to determine the ability of HIO to inhibit the browning reaction and to know the mechanism inhibition type based on the color change in apples. The color change was analyzed by observing the color change based on the L * value. The result of this research is HIO proven to inhibit enzymatic browning process on apple fruit by yielding three Michaelis-Menten curves and has Vmax, Vmax ', Vmax ", Km, Km', Km 'and Ki values respectively of 6,05 ; 5.60; 5.25; 3.05; 2.80; 2.61; and 0.659. In conclusion, HIO can inhibit the process of browning apple with non-competitive inhibition type.

Page 1 of 1 | Total Record : 9