cover
Contact Name
Mhd. Fuad Zaini Siregar
Contact Email
fuadzaini06@gmail.com
Phone
+6282360501584
Journal Mail Official
fuadzaini06@gmail.com
Editorial Address
Jl. Williem Iskandar No. K-2/22, Pos: 20222, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal of Health and Medical Science
ISSN : -     EISSN : 28100107     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health and Medical Science, secara umum mencakup semua kajian tentang medis dan kesehatan. termasuk kedalamnya adalah kajian Kedokteran, Kesehatan, Farmasi, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan. 1. Kedokteran, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi bedah penyakit dalam, kardiologi, ortopedi, penyakit menular, dan HIV/AID, obstetri dan ginekologi, onkologi, dan neurologi, imunologi, anestesi, kedokteran kardiovaskular, pengobatan komplementer, kedokteran gigi dan kedokteran mulut dan penelitian lain tentang medis. 2. Kesehatan Masyarakat, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi Epidemiologi, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Biostatistik, Kesehatan Seksual dan Reproduksi, Manajemen Rumah Sakit, Ilmu Gizi, Sistem Informasi Kesehatan, dan penelitian lain tentang publik kesehatan. 3. Kebidanan, ruang lingkup topik yang dicakup meliputi Kebidanan Dasar, Manajemen Kesehatan, Medis-bedah, Perawatan Kritis, Gawat Darurat dan Trauma, Onkologi, Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Mental, Kesehatan Geriatri, Kesehatan Keluarga, Kesehatan Bersalin, Kesehatan Wanita, Kesehatan Anak, Kebencanaan Keperawatan, Pendidikan kebidanan dan lain-lain penelitian tentang kebidanan. 4. Keperawatan, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi Manajemen Keperawatan, Keperawatan Medikal-Bedah, Keperawatan Critical Care, Keperawatan Kesehatan Masyarakat, Keperawatan Kesehatan Jiwa, Keperawatan Geriatri, Keperawatan Kesehatan Keluarga dan Kesehatan Keluarga, Keperawatan Maternitas, Kesehatan Wanita, Keperawatan Anak, Pendidikan di Keperawatan, Kebijakan Keperawatan, Keperawatan Hukum, Keperawatan Praktik Lanjutan, Keperawatan Kesehatan Masyarakat dan penelitian lain tentang keperawatan. 5. Farmasi, ruang lingkup topik yang dibahas meliputi Farmakologi dan Toksikologi, Kimia Farmasi, Penemuan Obat, Farmakokinetik, Biologi Farmasi, Obat Herbal, Farmasi, Mikrobiologi Farmasi, dan Bioteknologi, Farmasi Komunitas dan Klinis, serta Pharmaceutical Care dan penelitian lain tentang farmasi
Articles 29 Documents
Search results for , issue "Volume 1 Nomor 2 April 2022" : 29 Documents clear
Penentuan Kadar Vitamin C Pada Minuman Bervitamin Yang Disimpan Pada Berbagai Waktu Dengan Metode Spektrofotometri UV Rudi Leo, Anny Sartika Daulay
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 2 April 2022
Publisher : Journal of Health and Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.381 KB)

Abstract

Vitamin C adalah salah satu zat gizi yang berperan sebagai antioksidan dan efektif mengatasi radikal bebas yang dapat merusak sel atau jaringan, termasuk melindungi lensa dari kerusakan oksidatif yang ditimbulkan oleh radiasi. Vitamin C juga dapat mengurangi resiko kanker dan mengurangi kerusakan akibat radikal bebas yang dapat memicu kanker. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berapa kadar vitamin C di dalam Sampel Minuman Bervitamin, untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar vitamin C Sampel Minuman Bervitamin pada waktu 0',waktu 30',waktu 60',waktu 120',waktu 240', dan menggunakan spektrofotometri UV. penelitian deskriptif terhadap penentuan kadar vitamin C pada Sampel Minuman Bervitamin dengan berbagai waktu menggunakan metode spektrofotometri ultraviolet. Sebanyak 0,5 ml minuman bervitamin dimasukkan ke dalam labu ukur 100 mL, lalu ditambahkan akuades sampai tanda batas kemudian dihomogenkan.dan Dipipet sebanyak 1 mL, masukkan ke dalam labu ukur 5 mL, tambahkan akuades hingga tanda batas. Selanjutnya, diukur serapannya pada panjang gelombang maksimum yang dilakukan 6 kali pengulangan untuk tiap sampel. Dari hasil penelitian yang diperoleh kadar vitamin c dengan waktu 0 menit, 30 menit 60 menit, 120 menit dan 240 menit yang bagus ialah diwaktu 0 menit 38.6425 ± 0.3874 mg/ml karena pada waktu 0 kadar vitamin C tidak mengalami oksidasi.
Penentuan Kadar Vitamin C Pada Minuman Bervitamin Pada Berbagai Suhu Penyimpanan Dengan Metode Spektrofotometri UV Maharani Purnama Sari, Anny Sartika Daulay
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 2 April 2022
Publisher : Journal of Health and Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.992 KB)

Abstract

Vitamin C merupakan vitamin yang mudah larut dalam air, fungsi utama vitamin C adalah sebagai koenzim atau kofaktor. Vitamin C juga disebut asam askorbat karena senyawa ini kuat dalam reduksinya dan bertindak sebagai antioksidan dalam reaksi hidroksilasi. Selain berfungsi sebagai antioksidan vitamin C mempunyai fungsi lain yakni terkait pembentukan kolagen yaitu senyawa protein yang berperan dalam reaksi jaringan ikat. Vitamin C berperan dalam penyembuhan luka, patah tulang, pendarahan di bawah kulit dan pendarahan gusi, vitamin c juga dapat menurunkan tekanan darah, kolesterol, dan serangan jantung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berapa kadar vitamin C di dalam Sampel Minuman Bervitamin, untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar vitamin C Sampel Minuman Bervitamin pada suhu dingin 4oC, ,suhu ruang 25oC, ,suhu 40oC,suhu 60oC,suhu 80oC, dan menggunakan spektrofotometri UV. Sebanyak 0,5 ml Sampel X dimasukkan ke dalam labu ukur 100 mL, lalu ditambahkan akuades sampai tanda batas kemudian dihomogenkan. Dipipet sebanyak 1 mL, masukkan ke dalam labu ukur 5 mL, tambahkan akuades hingga tanda batas. Selanjutnya, diukur serapannya pada panjang gelombang maksimum yang dilakukan 6 kali pengulangan untuk tiap sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar rata-rata vitamin C pada sampel x dengan Suhu Dingin 4oC, adalah 38.642 ± 0.3870 mg/ml, Kadar rata-rata Pada Suhu Ruang 25oC, adalah 37.002 ± 0.1616 mg/ml, Kadar rata-rata Pada Suhu 40oC adalah 33.154 ± 0.4120 mg/ml, Kadar rata-rata Pada Suhu 60oC adalah 28.578 ± 0 mg/ml, Kadar rata-rata Pada Suhu 80oC adalah 25.803 ± 0.4963 mg/ml. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa hasil yang bagus ialah pada suhu Dingin karena tidak mengalami oksidasi.
Uji Efek Analgetik Ekstrak Etanol Daun Tapak Dara (Catharanthus Roseus (L) G. Don) Pada Mencit Putih Jantan (Mus Musculus) Dengan Metode Writhing Test Latifah Ainun Hasibuan, D. Elysa Putri Mambang
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 2 April 2022
Publisher : Journal of Health and Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.752 KB)

Abstract

Analgetik merupakan senyawa yang dalam dosis terapeutik meringankan atau menekan rasa nyeri, tanpa memiliki kerja anestesi umum.Penelitian ini meliputi karakterisasi simplisia, skrining fitokimia dan uji aktivitas analgetik. Aktivitas analgetik ekstrak etanol daun tapak dara (Cathranthus roseus (L) G. Don) pada mencit dilakukan dengan menggunakan metode Writhing test menggunakan asam asetat 0,5% secara intraperitoneal pada daerah bawah perut mencit putih. Kelompok cmc 0,5% , kelompok metampiron 2%, ekstrak etanol daun tapak dara yang diberikan secara oral dengan dosis 150 mg/kgBB,200 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB. Kemudian dihitung jumlah geliat dengan waktu selama 1 jam. Data persentasi daya analgetik dianalisis dengan metode ANOVA (Analysis of Variance) menggunakan uji Tukey. Hasil dari karakterisasi serbuk simplisia daun tapak dara diperoleh kadar air 7%, kadar sari larut dalam air 29%, kadar sari larut dalam etanol 22%, kadar abu total 3,67% dan kadar abu tidak larut asam 0,67%. Hasil persentase daya analgetik pada metampiron 2% pada menit ke 20 mencapai 55,6%, suspensi ekstrak etanol daun tapak dara dosis 150 mg/kgBB memberikan efek menit ke 50 dengan persen daya analgetik 52,3%, suspensi ekstrak etanol daun tapak dara dosis 200mg/kgBB memberikan efek menit ke 35 dengan persen daya analgetik 50%, suspensi ekstrak etanol daun tapak dara dosis 300mg/kgBB memberikan efek menit ke 35 mencapai 55,8%. Maka dosis 300 mg/kgBB memiliki efek analgetik karena rata-rata persentase daya analgetik mendekati persentase daya analgetik suspensi metampiron 2%.
Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix DC) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Dan Escherichia Coli Vonna Rahmi Karlina, Haris Munandar Nasution
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 2 April 2022
Publisher : Journal of Health and Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.742 KB)

Abstract

Daunnya berkhasiat sebagai stimulan dan penyegar. Digunakan untuk mengatasi badan letih dan lemah sehabis sakit berat. Kulit buahnya berkhasiat sebagai stimulan, berbau khas aromatik, rasanya agak asin, kelat, dan lama kelamaan agak pahit. Buahnya digunakan untuk mengatasi influenza, badan terasa lelah, rambut kepala yang bau, serta kulit bersisik dan mengelupas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun jeruk purut dan daya hambat minimum pada bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Metode penelitian ini adalah eksperimental meliputi pembuatan ekstrak etanol daun jeruk purut dengan metode maserasi, skrining fitokimia, dan uji aktivitas ekstrak etanol daun jeruk purut terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan menggunakan 12 konsentrasi yaitu 600 mg/mL, 500 mg/mL, 400 mg/mL, 300 mg/mL, 200 mg/mL, 100 mg/mL, 80 mg/mL, 60 mg/mL, 40 mg/mL, 20 mg/mL, Kontrol + (siproflaksasin) dan Kontrol – (etanol 80%). Pengujian daya hambat antibakteri dengan metode difusi agar menggunakan cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simplisia dan ekstrak etanol daun jeruk purut, mengandung senyawa golongan alkaloid,flavonoid,saponin,tanin, dan steroid/Triterpenoid. Uji Anova diketahui bahwa uji aktivitas bakteri Staphylococcus aureus konsentrasi 600 mg/mL, 500 mg/mL, 400 mg/mL, 300 mg/mL, 200 mg/mL menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna dan uji aktivitas bakteri Escherichia coli menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna pada konsentrasi 600 mg/mL, 500 mg/mL,400 mg/mL,300 mg/mL,200 mg/mL. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun jeruk purut memiliki aktivitas yang lebih baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan bakteri Escherichia coli.
Nilai Tambah Dan Kelayakan Usaha Ubi Kayu Menjadi Tepung Tapioka Pada Pt. Hari Sejahtera Tapioka Dusun III Sei Basah Di Desa Tadukan Raga Kecamatan Stm Hilir Kabupaten Deli Serdang Melda Diliyani, Bambang Hermanto
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 2 April 2022
Publisher : Journal of Health and Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.54 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Nilai Tambah dan Kelayakan Usaha Ubi Kayu Menjadi Tepung Tapioka Pada PT. Hari Sejahtera Tapioka Dusun III Sei Basah di Desa Tadukan Raga Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hilir Kabupaten Deli Serdang”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Nilai Tambah dan Kelayakan Usaha Ubi Kayu Menjadi Tepung Tapioka Pada PT. Hari Sejahtera Tapioka. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan teknik kualitatif dan kuantitatif. Data diproses dengan manual menggunakan metode Hayami Nilai Tambah dan Kelayakan Usaha menggunakan R/C Rasio Perhitungan ini adalah perbandingan total revenue (penerimaan) dengan total coxt (total biaya produksi) dihitung dengan rumus : R/C Rasio = TR/TC. Dan alur proses dari pengolahan tepung tapioka, Hoper, Dray Shift,Washing, Catting Rasper, Exractor, Sparator, Hydrocyclone, Peller , Draying , Packing. Hasil uji Niai Tambah dan Kelayakan Usaha Ubi Kayu Menjadi tepung Tapioka Berdasarkan perhitungan R/C Rasio diatas merupakan bahwa setiap Rp.1 biaya mempunyai biaya yang dikeluarkan, penerimaan yang dihasilkan sebesar Rp. 197,69 dan memberikan keuntungan sebesar 0,9769. Semakin besar nilai R/C Rasio maka penerimaan dan keuntungan yang diperolehjuga semakin meningkat. Dapat diartikan bahwa usaha tepung tapioka pada PT. Hari Sejahtera Tapioka Dusun III Sei Basah di Desa Tadukan Raga Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deli Serdang layak diusahakan ketika melihat hasil dari perhitungan R/C Rasio nilainya lebih dari 1.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Lidah buaya (Aloe Vera L.) Terhadap bakteri Propionibacterium acnes Sry Lanna Zahara, Minda Sari Lubis, Gabena Indrayani Dalimunthe, Haris Munandar Nasution
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 2 April 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Lidahibuaya (Aloeivera L.) di Indonesia telah lamaidibudidayakan olehimasyarakat sebagaiitanaman obat keluargaisekaligus tanamanihias karenaibentuknya yangiunik. Lidahibuaya diketahui mengandung antrakuinon, saponin dan tanin yang memiliki sifat antibakteri. Kulit luar dan tengahibanyak mengandungiantrakuinon yangimemiliki efek antibakteri, sedangkanikulitidalam mengandung saponin yang juga memiliki efek antibakteri. Penelitianiini bertujuan untukimengetahui bahwa ekstrakietanol lidahibuaya memiliki kemampuan menghambatidan membunuhibakteri Propionibacteriumiacnes. dibuat secara maserasi dengan etanol 96%, kemudian dilakukan skrining fitokimia terhadap ekstrak. Ekstrakietanol lidah buayao(Aloe veraiL.) dibuat dalamilarutan uji konsentrasi yangiberbeda yaitu 3,125%,i6,25%,i12,5% dan 50%.iKontrol positifiyang digunakaniadalah tetrasiklin danikontrol negatifnyaiadalah DMSO.Hasil penelitian menunjukkanibahwa ekstrakietanol lidahibuaya mengandung flavonoid,osaponin, tanin, steroid/triterpenoididan antrakuinon. Konsentrasi hambat minimum (KHM)pditentukanidengan mengamati kekeruhanisecaraiin vitro danikonsentrasiibunuhiminimum (KBM) ditentukan dengan menghitung keberadaan koloni Propionibacterium acnes dalam cawan Petri. Berdasarkanipenelitian yang dilakukanidapat disimpulkanibahwa ekstrakietanol lidahibuaya mampu menghambatipertumbuhan Propionibacterium acnes pada konsentrasi 12,5% sebagai hambat minimum dan pada konsentrasi 25% sebagai bunuh minimum
Uji Aktivitas Analgesik Ekstrak Daun Timun Tikus (Coccinia Grandis (L). Voight) Terhadap Mencit Jantan (Mus Musculus) Rani Afriani, D. Elysa Putri Mambang, Gabena Indrayani Dalimunthe, Haris Munandar Nasution
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 2 April 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analgesik merupakan zat yang meredakan atau menghilangkan rasa sakit tanpa kehilangan kesadaran. Tidak semua tanaman aman dikonsumsi, namun obat tradisional biasanya mempunyai efek samping lebih sedikit dibanding obat sintetik. Daun timun tikus mengandung flavonoid yang bekerja sebagai analgetik, dimana akan menghambat kerja enzim siklooksigenase sehingga akan mengurangi rasa nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, aktivitas analgesik, dan membandingkan aktivitas analgesik ekstrak daun timun tikus (Coccinia grandis (L). Voight) dengan kontrol positif metampiron 1%. Ekstrak daun timun tikus (Coccinia grandis (L). Voight) dibuat secara maserasi dengan etanol 96%, kemudian dilakukan skrining fitokimia terhadap serbuk dan ekstrak. Uji aktivitas analgesik menggunakan mencit jantan yang diinduksikan asam asetat, selanjutnya diberi perlakuan ekstrak daun timun tikus dosis 200mg/kgBB, 300mg/kgBB, dan 400mg/kgBB, kontrol negatif CMC 0,5%, dan metampiron 1% sebagai kontrol positif yang dilihat jumlah geliat tiap 5 menit selama 1 jam. Kemudian dihitung persentase daya analgesik dan persentase efektivitas analgesik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun timun tikus (Coccinia grandis (L). Voight) mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Ekstrak daun timun tikus (Coccinia grandis (L). Voight) memiliki aktivitas analgesik, dan ekstrak daun timun tikus (Coccinia grandis (L). Voight) dosis 400mg/kgBB paling mendekati aktivitas analgesiknya dengan kontrol positif metampiron 1%.
Studi Kualitatif Sistem Manajemen Logistik Alkes Di PUSKESMAS Blang Kuta Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2022 Raisa Amini, Fahrisal Akbar, Eddy Azwar
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 2 April 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen logistik alat kesehatan adalah ilmu untuk persiapan dan memutuskan kebutuhan, penentuan kebutuhan, pengadaan, penyimpanan, penyaluran, pemeliharaan, penghapusan dan pengendalian alat-alat kesehatan. Survei awal dan telaah dokumen oleh peneliti dengan petugas didapatkan beberapa informasi, bahwa alat kesehatan di puskesmas Blang kuta cukup. Ruang penyimpanan untuk menyimpan alat kesehatan di Puskesmas Blang Kuta belum ada. Puskesmas Blang Kuta menggunakan ruang yang tidak terpakai dan luas ruangan sangat terbatas jika dibandingkan dengan alat kesehatan yang ada. Terlebih lagi, ruang penyimpanan alat kesehatan tidak efisien dan sempurna. Desain penelitian ini bersifat kualitatif yang dilaksanakan pada tanggal 10 maret sampai tanggal 12 dengan melakukan indepth Interview (wawancara Mendalam). Informan dalam penelitian ini terdiri dari 4 informan utama yaitu; ketua tim PHO Dinas Kesehatan pidie jaya, kepala puskesmas,bendahara barang dan penanggung jawab logistik alat kesehatan di puskesmas.Informan keduadalam penelitian ini berjumlah 5 orang yang terdiri dari; KTU di puskesmas, penanggung jawab program KIA, penanggung jawab program Promkes, penanggung jawab program Gizi, penanggung jawab program P2P, dan penanggung jawab program Kesling. Informan di pilih secara Purposive sesuai dengan kebutuhan penelitian. Data di sajikan melalui uraian singkat(narasi). Data penelitian ini adalah data primer dilengkapi dengan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ada beberapa fungsi logistik yang belum maksimal. Antara lain belum ada gudang khusus untuk penympanan alat kesehatan, petugas pengelola logistik alat kesehatan sebagian besar masih di rangkap oleh petugas kesehatan puskesmas, dan ketersediaan alat kesehatan yang dinilai masih kurang.Pengadaan alat kesehatan berdasarkan kebutuhan alat di puskesmas serta di sesuaikan dengan anggaran yang dialokasikan pertahun, serta menentukan jumlah permintaan alat dengan mengidentifikasi kebutuhan berdasarkan sumber dana yang ada. Saran penelitian ini untuk dinas,evaluasi dan monitoring perlu dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan aspek-aspek dan fungsi manajemen logistik alat kesehatan. Saran untuk kepala puskesmas, agar memaksimalkan perencanaan kebutuhan alat kesehatan dengan memperhatikan kompendium alat kesehatan. Untuk penyimpanan alat kesehatan perlu dibuat lebih rapi dan efisien. Disarankan kepada penanggung jawab pengelola logistik agar meningkatkan lagi kompetensinya dan kemampuannya dalam mengelola alat kesehatan.
Factors Associated With The Level Of Compliance In The Use Of Masks In The Community During The Covid-19 Pandemic In The Village Reuhat Tuha District Aceh Besar In 2021 Nur Rahmi, Asnawi Abdullah, Fahrisal Akbar
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 2 April 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masks are one of the important personal protective equipment during the COVID-19 pandemic to avoid the spread of the virus. COVID-19 cases are increasing every day. However, community compliance with the use of masks is still not optimal, one of which is in Aceh Province, community compliance with masks tends to decrease, the lowest district is Aceh Besar District with a compliance rate of 53.3%. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge, attitudes, sources of information, monitoring systems, and barriers to the use of masks with adherence to the use of masks in the community during the COVID-19 pandemic, Reuhat Tuha Village, Aceh Besar District in 2021. Methods: This study was conducted using a descriptive analytical method. with a cross sectional approach. The sample in this study was the people of Reuhat Tuha Village as many as 80 respondents, with the sampling technique of Simple Random Sampling. This research was conducted on 19 to 26 August 2021. Data analysis used Chi-Square statistical test with SPSS version 22.0 program. Results: The results showed that there was a significant relationship between knowledge (p-value 0.001), attitude (p-value 0.001), supervision system (p-value 0.005), and barriers to using masks (p-value 0.001) with adherence to the use of masks. in the community during the COVID-19 pandemic. While the source of information (p-value 0.219) has no relationship with the compliance of the use of masks in the community during the COVID-19 pandemic. Suggestion: It is hoped that the community will prioritize the benefits of using masks rather than discomfort for safety and health during the COVID-19 pandemic, and increase their sense of caring for fellow community members to remind each other if there are still people who do not comply with wearing masks. Because the use of masks has now become a new habit that must always be applied.
Skrining Fitokimia Dan Uji Sitotoksisitas Ekstrak Etanol Daun Tapak Dara (Catharanthus Roseus L.) Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (Bslt) Alfiani Prima Putri; M. Pandapotan Nasution
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 2 April 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman tapak dara (Catharanthus roseus L.) merupakan tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia. Tanaman ini tumbuh liar maupun dibudidayakan sebagai tanaman hias. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ekstrak etanol daun tapak dara dapat memiliki potensi sebagai senyawa antikanker dengan penentuan LC50 dan juga senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada daun tapak dara. Pada penelitian ini dilakukan pengujian skrining fitokimia dan pengujian karakteristik daun tapak dara. Pengujian sitotoksititas ekstrak etanol daun tapak dara menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dilakukan dengan beberapa konsentrasi : 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm ,400 ppm, 500 ppm, 600 ppm, 700 ppm, 800 ppm, 900 ppm, 1000 ppm. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa hasil skrining fitokimia daun tapak dara mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan steroid. Hasil pengujian karakterisasi daun tapak dara pada kadar air 6,66 %, kadar sari larut air 38,23 %, kadar sari larut etanol 24,85 %, kadar abu total 6,29 %, dan kadar abu tidak larut asam 0,66 %. Hasil karakterisasi ini menunjukkan hasil yang sesuai dengan standarisasi dalam materia medika indonesia. Hasil pengujian dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) memberikan nilai LC50: 305,1406 µg/ml,sehingga ekstrak etanol daun tapak dara bersifat toksik dan berpotensi sebagai antikanker, karena senyawa uji dikatakan toksik jika harga LC50 lebih kecil dari 1000 µg/mL.

Page 2 of 3 | Total Record : 29