Daiwi Widya : Jurnal Pendidikan FKIP Unipas
"Daiwi Widya" is a journal of education that is managed by the Faculty of Teacher Training and Education, University of Panji Sakti. It aims at accomodating the results of studies or researches or reviews in the field of education. Daiwi Widya publishes research results that review educational processes in terms of educational methods, educational models, case studies particularly educational studies and classroom action research. The incoming articles are reviewed by Expert Editors who are accordance with the field of educational scholarship totaling five people. Daiwi Widya is published twice each volume that is June, December and special edition. The purpose of this educational journal is to publish conceptual thoughts or ideas and research results obtained in the field of education. The major focus of this journal is in the development of science particularly in the field of education.
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 1 (2016)"
:
12 Documents
clear
MENGOPTIMALKAN MODEL INQUIRI DENGAN BIMBINGAN INDIVIDUAL UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENJASORKES
I Ketut Tampi
Daiwi Widya Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Panji Sakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (125.68 KB)
|
DOI: 10.37637/dw.v3i1.43
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan Model Pembelajaran Inquiri dengan Bimbingan Individual dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas III pada semester I tahun ajaran 2013/2014 di SD Negeri 1 Pancasari. Penelitian yang dilakukan sesuai tujuan di atas menggunakan tes prestasi belajar sebagai alat pengumpul datanya dan menggunakan analisis deskriptif sebagai alat untuk menganalisis data hasil penelitian. Setelah dilakukan analisis diperoleh peningkatan hasil dari data awal yang rataratanya 60.29 dengan ketentuan belajar 22.86% meningkat pada siklus I menjadi 62.57 rata-ratanya dengan ketuntasan belajar 28.57% dan pada siklus II meningkat lagi rata-rata kelasnya menjadi 72.86 dengan ketuntasan belajar 88.57%. Hasil tersebut telah membuktikan keberhasilan penelitian yang dilakukan sehingga dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Inquiri dengan Bimbingan Individual mampu meningkatkan prestasi belajar siwa. Hasil itu telah membuktikan bahwa hipotesis yang disampaikan dapat diterima.
IMPLEMENTASI MODEL RESIPROKAL UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENJASORKES
Ni Wayan Seroni
Daiwi Widya Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Panji Sakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (125.185 KB)
|
DOI: 10.37637/dw.v3i1.48
Pelaksanaan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkan metode resiprokal dalam proses pembelajaran. Permasalahan awal yang terjadi adalah belum maksimalnya proses pembelajaran yang dilakukan guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa akibat menggunakan metode pembelajaran konvensional yang masih menggunakan model yang terus menerus ditanyakan tanpa teori yang memadai. Setelah data dikumpulkan menggunakan alat berupa tes prestasi belajar siswa dari rata-rata awal 69.78 dimana hanya 21 orang siswa memenuhi KKM (56.75%), naik menjadi 73.94 dimana sekitar 27 orang siswa tuntas (72.97%) pada siklus I dan naik menjadi 76.54 dimana 35 orang siswa yang tuntas (94.59%) pada siklus II. Hasil pada siklus II sudah sesuai harapan indikator keberhasilan penelitian oleh karenanya penelitian ini tidak dilanjutkan kesiklus berikutnya. Dengan perolehan data tersebut dapat dipastikan bahwa penerapan metode resiprokal dalam pelaksanaan proses pembelajaran mampu meningkatkan prestasi belajar siswa sehingga hipotesis yang diajukan dapat diterima
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENJASORKES
Gede Sugiarta
Daiwi Widya Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Panji Sakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (200.802 KB)
|
DOI: 10.37637/dw.v3i1.39
Tujuan dilakukan penelitian tindakan kelas ini pada siswa kelas V di SD Negeri 3 Tukadmungga pada semester II tahun pelajaran 2015 adalah untuk mengetahui apakah penerapan model Inquiri dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Penelitian tindakan kelas ini melibatkan 21 siswa sebagai subjek penelitian yang dilakukan dalam dua siklus melalui tahapantahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi/pengamatan dan refleksi. Tes prestasi belajar merupakan alat yang digunakan dalam mengumpulkan data hasil penelitian yang selanjutnya dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan adanay peningkatan kemampuan peserta didik mengikuti proses pembelajaran dari rata-rata awal 71,47 meningkat menjadi 73,3 pada siklus I dan meningkat menjadi 75,80 pada siklus II dengan ketuntasan belajar awal 28,57% pada siklus I meningkat menjadi 61,90% dan pada siklus II meningkat menjadi 85,71%. Simpulan yang dapat diambil dari hasil tersebut adalah penerapan model Inquiri dalam pelaksanaan proses pembelajaran para mampu meningkatkan prestasi belajar sesuai.
USAHA MEMAKSIMALKAN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENJASORKES MENGGUNAKAN STRATEGI TUTOR SEBAYA MELALUI VARIASI PERMAINAN
I Made Sarjana
Daiwi Widya Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Panji Sakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (112.101 KB)
|
DOI: 10.37637/dw.v3i1.44
Penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SD Negeri 1 Panji di kelas V pada semester II tahun ajaran 2015 bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar pada mata pelajaran penjasorkes menggunakan metode Tutor sebaya. Data hasil penelitian ini dikumpulkan dengan cara pemberian tes prestasi belajar. Dalam menganalisis data yang diperoleh digunakan metode analisis deskriptif. Data yang dihasilkan dari penelitian ini terdiri dari data awal, data siklus I dan data Siklus II. Dari data awal diperoleh rata-rata kelas baru mencapai nilai 71,94 dan ketuntasan belajarnya baru mencapai 40%. Data ini jauh di bawah harapan mengingat KKM mata pelajaran Penjasorkes di sekolah ini adalah 75. Pada siklus I sudah terjadi peningkatan yaitu rata-rata kelasnya mencapai 73,28 dan prosentase ketuntasan belajar mencapai 54% Pada siklus II perolehan rata-rata kelas sudah mencapai 76,91 dan persentase ketuntasan belajarnya sudah mencapai 94%. Data pada Siklus II ini sudah sesuai harapan akibat penggunaan model pembelajaran yang sifatnya konstruktivis. Simpulan yang diperoleh adalah metode Tutor sebaya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
EFEKTIFITAS MODEL KONSELING BEHAVIORAL DENGAN STRATEGI SELF MANAGEMENT MODEL YATES DENGAN MODEL CORMIER TERHADAP PENGEMBANGAN SELF OUTONOMY DITINJAU DARI POLA ASUH ORANG TUA
I Nyoman Mudarya;
Gede Danu Setiawan
Daiwi Widya Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Panji Sakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (85.999 KB)
|
DOI: 10.37637/dw.v3i1.49
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: perbedaan Self autonomy antara siswa yang mengikuti teknik Self Managament Model Yates dan teknik Self Managament Model Cormier, yang ditinjau dari pola asuh orang tua. Disain the posttest- desaign dengan desain 2 x 2 faktorial yang digunakan dalam penelitian ini. Sampel penelitian ini adalah 60 siswa kelas X SMA Negeri 2 Singaraja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan Self autonomy antara siswa yang mengikuti teori konseling behavioral teknik Self Managament Model Yates dengan siswa yang mengikuti teori konseling behavioral teknik Self Managament Model Cormier. (F= 6.642; p< 0.05). (2) Terdapat perbedaan Self autonomy siswa yang diasuh dengan pola asuh acceptance dengan siswa yang diasuh dengan pola asuh rejection. (F=11.714; p< 0.05). (3) Terdapat pengaruh interaksi antara teori konseling behavioral dan pola asuh orang tua terhadap Self autonomy. (F=17.98;p<0.05). (4) Terdapat perbedaan Self autonomy antara siswa yang diasuh dengan pola asuh acceptance dengan siswa yang diasuh dengan pola asuh rejection setelah mengikuti teori behavioral teknik Self Management Model Yates. (F= 5.008; α< 2.048). (5) Terdapat perbedaan Self autonomy antara siswa yang diasuh dengan pola asuh acceptance dengan siswa yang diasuh dengan pola asuh rejection setelah mengikuti teori behavioral teknik Self Management Model Yates. (F= 7.008; α< 2.048). (6) Terdapat perbedaan Self autonomy antara siswa yang diasuh dengan pola asuh acceptance yang mengikuti teori behavioral teknik Self Management Model Yates dengan siswa yang mengikuti Self Management Model Cormier. (F= 3.861; α 2.048).(7) Terdapat perbedaan Self autonomy antara siswa yang diasuh dengan pola asuh rejection yang mengikuti teori konseling behavioral teknik Self Management ModelYates dengan yang mengikuti teknik Self Management Cormier. (F= 2.252; α< 2.048).
MENGAPLIKASIKANPENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRI DENGAN BIMBINGAN INDIVIDUAL SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENJASORKES
Gede Tanaya
Daiwi Widya Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Panji Sakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (131.942 KB)
|
DOI: 10.37637/dw.v3i1.40
Penelitian yang dilakukan ini tergolong penelitian tindakan. Karena dilakukan di kelas maka penelitian ini disebut penelitian tindakan kelas. Penelitian ini mengambil 41 orang siswa yang sedang belajar di kelas V pada semester II tahun ajaran 2014/2015 di SD Negeri 2 Ambengan. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model inquiri dengan bimbingan individual mampu meningkatkan prestasi belajar siswa setelah dicobakan dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Keyakinan yang muncul dari awal adalah bahwa penggunaan model tradisional yang digunakan guru mencapai sehari-hari merupakan penghambat peningkatan prestasi belajar yang diharapkan sehingga peneliti memilih model yang lebih bersifat konstruktivitas. Setelah data dikumpulkan menggunakan tes prestasi belajar dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif, diperoleh kenaikan prestasi belajar siswa dari data awal 69,2 pada siklus I meningkat rata-rata tersebut menjadi 70,75 dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 76,5 dengan ketuntasan belajar yang pada awalnya 17,07% meningkatkan menjadi 36,5% pada siklus I dan meningkat menjadi 95,1% pada siklus II. Kesimpulan yang dapat diambil dari pelaksanaan yang telah dilakukan secara maksimal mengikuti teori-teori para ahli pendidikan adalah model inquiri dengan bimbingan individual dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
IMPLEMENTASI MODEL JINGSAW SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR TEKNIK DASAR PADA PELAJARAN PENJAS ORKES
Ketut Pastika
Daiwi Widya Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Panji Sakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (120.69 KB)
|
DOI: 10.37637/dw.v3i1.45
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang ditujukan untuk membenahi kelemahan-kelemahan proses pembelajaran yang telah dilakukan. Penelitian ini mengambil subyek pada siswa kelas IV SDN 3 Anturan pada semester I tahun pelajaran 2013/2014. Data hasil penelitian ini dikumpulkan menggunakan tes, dan untuk menganalisis data yang dihasilkan dipergunakan analiis deskriptif. Data yang diperoleh dari hasil pelaksanaan penelitian ini terlihat jelas adanya peningkatan dari data awal yang ada rata-rata kelasnya baru mencapai 71,85 pada siklus I meningkat menjadi 73,3 dan pada siklus II meningkat menjadi 76,4. Keberhasilan tersebut menunjukan bahwa penerapan model Jingsaw sebagai uaya meningkatkan prestasi belajar teknik dasar pada pelajaran penjaskes siswa kelas IV semester I tahun pelajaran 2013/2014 SDN 3 Anturan dalam proses pembelajaran mampu meningkatkan prestasi belajar sehingga penelitian ini tidak diteruskan ke siklus berikutnya.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DENGAN METODE LATIHAN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA
Putu Rustin Indrayati
Daiwi Widya Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Panji Sakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (181.378 KB)
|
DOI: 10.37637/dw.v3i1.50
Tujuan dilakukan penelitian tindakan kelas ini pada siswa kelas V di SD Negeri 2 Tukadmungga pada semester II tahun ajaran 2014/2015 adalah untuk mengetahui apakah penerapan metode latihan/model Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Penelitian tindakan kelas ini melibatkan siswa kelas V sebagai subjek penelitian yang dilakukan dalam dua siklus melalui tahapan-tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi/pengamatan dan refleksi. Tes prestasi belajar merupakan alat yang digunakan dalam mengumpulkan data hasil penelitian yang selanjutnya dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta didik mengikuti proses pembelajaran dari rata-rata awal 61.60 meningkat menjadi 67.80 pada siklus I dan meningkat menjadi 78.64 pada siklus II dengan ketuntasan belajar awal 44% pada siklus I meningkat menjadi 48% dan pada siklus II meningkat menjadi 92% Simpulan yang dapat diambil dari hasil tersebut adalah penerapan metode Latihan / model Team Assisted individualization (TAI) dalam pelaksanaan proses pembelajaran para mampu meningkatkan prestasi belajar sesuai.
PEMANFAATAN MODEL PEMBELAJARAN MASTERY LEARNING DENGAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR AGAMA HINDU
Gusti Made Sukariani
Daiwi Widya Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Panji Sakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (103.223 KB)
|
DOI: 10.37637/dw.v3i1.41
Penelitian tindakan kelas ini diupayakan untuk dapat mengetahui apakah penerapan media gambar/model pembelajaran mastery learning dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu : perencanaan, tindakan, observasi/pengamatan, dan refleksi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes prestasi belajar. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil yang diperoleh dari analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari data awal sampai siklus II yaitu data awal menunjukkan prestasi rata-rata awal mencapai 63,siklus I meningkat menjadi 72, siklus II meningkat menjadi 80. Dengan ketuntasan belajar asal 52% pada siklus I meningkat menjadi 66% dan pada siklus II menjadi 89%. Hal itu membuktikan bahwa model pembelajaran Mastery Learning dengan media gambar yang diterapkan guru dalam proses pembelajaran telah mampu meningkatkan prestasi belajar siswa dengan baik, serta metode pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Agama Hindu.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF NUMBER HEAD TOGETHER (NHT)
Made Vonnyatti
Daiwi Widya Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Panji Sakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (49.253 KB)
|
DOI: 10.37637/dw.v3i1.46
Penelitian ini bertujuan sebagai berikut: (1) untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas XI BB 1 SMAN 4 Singaraja pada semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012 melalui penerapan model pembelajaran number head together (NHT); (2) mengetahui kendala-kendala dalam penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together (NHT) dan alternatif pemecahan masalahnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini siswa kelas XI BB1 SMA Negeri 4 Singaraja, berjumlah 32 orang. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, Tes hasil belajar digunakan mengukur hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Number Head Together,dapat meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas XI BB 1 di SMA Negeri 4 Singaraja semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata hasil belajar PPKn siswa pada siklus I sebesar 72,06 dengan ketuntasan klasikalnya 62,5% dan siklus II menjadi 76,09 dengan ketuntasan klasikalnya 87,5 %. Kendala-kendala yang dihadapi dalam penerapan pembelajaran kooperatif Numbered Head Together (NHT) dapat ditanggulangi dengan memberikan perhatian lebih, baik dengan memberikan pertanyaan dan teguran yang bersifat mendidik, selain itu juga dalam pelaksaan pambelajaran guru sebagai fasilitator berkeliling untuk mengawasi proses pembelajaran untuk meminimalisisr terjadinya keributan didalam kelas.