cover
Contact Name
Wahyu Tri Astuti
Contact Email
astuti.wahyutri@yahoo.co.id
Phone
+6285292885982
Journal Mail Official
jurnalkaryabhakti@gmail.com
Editorial Address
Jl. A Yani Gg.Barito II Km.1 Sidotopo, Magelang
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
ISSN : 24771414     EISSN : 27160785     DOI : https://doi.org/10.56186/jkkb
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti (JKKB) is an open access journal that publishes research results for educators and researchers in nursing studies. JKKB invites researchers to contribute ideas on the main scope of Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Pediatric Nursing, Emergency Nursing, Nursing Management, Psychiatric Nursing, Community Nursing, and Holistic Nursing.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2019)" : 11 Documents clear
Penerapan Strategi Pelaksanaan: Teknik Menghardik pada Ny.T dengan Masalah Halusinasi Pendengaran Is Susilaningsih; Alfiana Ainun Nisa; Nurul Khamaril Astia
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.25 KB)

Abstract

Latar belakang: Halusinasi merupakan suatu bentuk persepsi atau pengalaman indera yang tidak terdapat stimulasi terhadap reseptornya. Dimana hilangnya suatu kemampuan individu dalam membedakan rangsangan internal (pikiran) dan rangsangan eksternal (dunia luar). Sekitar 70% halusinasi yang dialami adalah halusinasi pendengaran, 20% halusinasi penglihatan, dan 10% adalah halusinasi penghidu, pengecapan dan perabaan. Tujuan: Menggambarkan tentang penerapan strategi pelaksanaan teknik menghardik untuk meningkatkan kemampuan Ny.T untuk mengendalikan halusinasi. Metode: Penelitian ini adalah penelitian studi kasus tentang penerapan strategi pelaksanaan: teknik menghardik pada Ny.T dengan masalah gangguan persepsi sensori. Hasil: Ny.T melakukan teknik menghardik dengan meminta Ny.T untuk mendemonstrasikannya. Ny.T mampu mendemonstrasikan dengan benar. Kemudian penulis memberi reinforcement dengan mengacungkan jempol dan mengatakan “bagus sekali Bu, Bu.T sudah bisa melakukan teknik menghardik dengan benar”. Simpulan: Keberhasilan pencapaian hasil yang maksimal ini didukung oleh beberapa faktor, seperti faktor internal yaitu pendidikan, umur dan motivasi memudahkan Ny.T menyerap pengetahuan mengenai cara mengontrol halusinasi dengan teknik menghardik.
Penerapan Terapi Inhalasi Nebulizer untuk Mengatasi Bersihan Jalan Napas pada Pasien Brokopneumonia Wahyu Tri Astuti; Emah `` Marhamah; Nasihatut Diniyah
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.672 KB)

Abstract

Latar Belakang: Bronkopneumonia adalah peradangan parenkim paru yang mengakibatkan tersumbatnya alveolus dan bronkeolus oleh eksudat, ditandai batuk produktif atau nonproduktif, ronkhi, nyeri dada, retraksi dinding dada, pernapasan cuping hidung, sianosis dan demam, dapat diatasi dengan pemberian terapi inhalasi nebulizer. Presentase bronkopneumonia 30% dari seluruh angka kejadian penyakit anak di ruang Flamboyan RS TK. II 04.05.01 dr. Soedjono Magelang. Tujuan : Menggambarkan penerapan terapi inhalasi nebulizer pada An. A untuk mengatasi kebersihan jalan nafas pada bronkopneumonia. Metode: Penelitian penulisan publikasi ilmiah ini yaitu menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek adalah anak usia 3 tahun, dengan batuk produktif pada bronkopneumonia tanpa komplikasi, frekuensi napas 43 kali/menit, ronkhi. Penelitian dilakukan di Ruang Flamboyan. Hasil : Tindakan nebuliser dilakukan selama 3 x 24 jam, anak dan keluarga awalnya tidak kooperatif, anak sering melepas sungkup nebul dan sering menangis, setelah 1 kali tindakan anak kooepratif dalam tindakan. Simpulan: Sebelum pemberian terapi nebulizer dengan NaCl 1 cc + Ventolin 1 cc + Bisolvon 10 tetes, frekuensi pernapasan 43 kali/menit, batuk terus-menerus, pernapasan cuping hidung, ronkhi, setelah dilakukan terapi, frekuensi pernapasan menjadi 26 kali/menit, batuk berkurang, napas normal.
Kepatuhan Minum Obat Klien Hipertensi di Keluarga Syamsudin Syamsudin; Ika Septia Handayani
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.331 KB)

Abstract

Latar Belakang : Insidensi hipertensi mayoritas adalah hipertensi essensial yang penatalaksanaan peerawatannya sangat tergantung pada obat-obat anti hipertensi sehingga faktor kepatuhan minum merupakan perilaku yang essensial bagi bagi klien untuk mengendalikan tekanan darahnya. Ketika klien di rumah sakit kepatuhan minum obat diatur dan dikelola oleh perawat sehingga klien tertib minum obat sesuai anjuran, tetapi setelah klien tinggal di keluarga hampir 50% klien hipertensi tidak patuh minum obat. Tujuan Menggali kepatuhan minum obat klien hipertensi di keluarga Metode : deskriptif, kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian satu klien hipertensi yang tinggal dalam keluarga di wilayah Kelurahan Kedungsari Kota Magelang. Hasil : Klien belum patuh minum obat anti hipertensi sesuai anjuran dokter, minum obat hanya dilakukan saat mengalami keluhan hipertensinya; karena takut kalau minum obat anti hipertensi terus menerus takut tekanan darah menjadi rendah. Simpulan : Kepatuhan minum obat anti hipertensi pada klien hipertensi di keluarga masih rendah; karena persepsi yang keliru tentang pengobatan yang dijalani. Hal ini disebabkan karena pendidikan terakhir klien SD sehingga mengalami hambatan dan dalam keterbatasan untuk mencerna, memahami informasi baru tentang aturan minum obat anti hipertensi.
Penerapan Pijat Oksitosin untuk Mengatasi Masalah Menyusui Inefektif Evy Tri Susanti; Endang Lestari
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.326 KB)

Abstract

Latar belakang: Masa nifas (puerperium) merupakan masa yang dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandung kembali sebelum hamil yang berlangsung selama 6-8 minggu dan masalah yang sering muncul adalah ketidaklancaran Air Susu Ibu (ASI). Pijat oksitosin merupakan solusi untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI yaitu pemijatan pada vertebra sampai tulang costae kelima-keenam sampai ke payudara selama 2-3 menit. Tindakan pijat oksitosin ini dapat memberikan sensasi rileks pada ibu dan melancarkan aliran syaraf serta aliran ASI kedua payudara lancar. Tujuan: Menggambarkan pemberian pijat oksitosin untuk mengatasi masalah menyusui inefektif. Metode: Studi kasus tentang penerapan pijat oksitosin pada ibu post partum spontan yang mengalami masalah menyusui. Subyek adalah Ny. E, usia 30 tahun, post partum hari kedua, ASI belum keluar, di Ruang Anggrek RS TK. II 04.05.01 Dr. Soedjono Magelang. Hasil: Tindakan pijat oksitosin pada hari pertama selama 2 kali selama 3 menit didapatkan hasil payudara terasa mulai penuh dan kolostrum keluar sedikit. Hari kedua diapatkan hasil payudara sudah penuh dengan ASI, kolostrum dan ASI sudah keluar lancar, bayi puas setelah menyusu. Simpulan: Sebelum dilakukan pijat oksitosin payudara teraba kosong, ASI belum keluar, setelah dilakukan pemijatan setiap hari 2 kali selama 3 menit dalam kurun waktu 2 hari, produksi ASI meningkat, payudara teraba penuh dan ASI sudah keluar, bayi tampak puas setelah menyusu, sehingga menyusui inefektif teratasi.
Pengaruh Organizational Justice dan Welfare Terhadap Empathy pada Perawat dalam Pelayanan Syariah Wahyu Widodo; Basirun Basirun
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.064 KB)

Abstract

Latar belakang : Fokus kajian dalam penelitian ini adalah karyawan perawat rawat inap berkaitan dengan masalah empati (empathy) keadilan organisasi (organizational justice) dan kesejahteraan (welfare). Kajian ini akan melihat dengan pandangan teori pertukaran sosial (social exchange theory). Beberapa alasan dalam penelitian ini adalah pertama, empati merupakan salah satu sikap penting dalam asuhan keperawatan yang berfokus kepada pasien karena empati memungkinkan individu untuk memahami maksud orang lain, memprediksi perilaku mereka dan mengalami emosi yang dipicu oleh emosi mereka. Empati merupakan ciri khas profesional perawatan kesehatan dan komunikasi pasien untuk mencapai hasil penyembuhan yang diinginkan. Empati memungkinkan para profesional perawatan kesehatan dan pasien untuk bekerja. Keadilan organisasional berkorelasi secara signifikan dengan psikologis. Tekanan moral (moral distress) berpengaruh terhadap faktor psikologis. Selanjutnya faktor kesejahteraan (welfare), kesejahteraan merupakan kebahagiaan yang mengacu pada perasaan positif seperti sukacita, kepuasan, dan ketenangan. Tujuannya : Menguji dan menganalisa pengaruh organizational justice terhadap empathy dan Menguji dan menganalisa pengaruh welfare terhadap empathy. Metoda adalah survey dengan penyebaran kuisioner pada perawat pelaksana di Ruang rawat inap dalam Rumah sakit PKU Muhammadiyah Lamongan Jawa Timur dan menggunakan analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan SEM Amos 22.00. Hasil : Hasil karya ilmiah ini dijelaskan secara beruurutan untuk setiap uji hipotesis, pengujian hipotesis dengan menggunakan standar nilai t-Value dengan tingkat signifikansi 0,05 dan nilai t-value Critical Ratio (CR) = ≥ 1.967 pada regression Weights dari fit full model dalam program Amos 22.00. Kesimpulan : organizational justice tidak berpengaruh terhadap empathy, welfare tidak berpengaruh terhadap empathy, dan empati perawat tidak dipengaruhi oleh faktor keadilan pimpinan dan juga tidak dipengaruhi oleh kesejahteraan yang diberikan atau dalam pengertian lain sikap empati perawat akan selalu muncul dan para perawat tidak memperdulikan masalah keadilan dan kesejahteraan.
Pengaruh Prosocial Behavior terhadap Empathy pada Perawat Wahidin Wahidin; Basirun Basirun
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.762 KB)

Abstract

Latar belakang : Grand theory dalam penelitian ini dengan pandangan teori pertukaran sosial (social exchange theory). Perilaku prososial (prosocial behavior) dan empati (empathy) bagi perawat rumah sakit merupakan sikap penting dalam asuhan keperawatan yang berfokus kepada pasien. Empati merupakan ciri khas profesional perawatan kesehatan dan komunikasi pasien untuk mencapai hasil penyembuhan yang diinginkan. Empati memungkinkan para profesional perawatan kesehatan dan pasien untuk bekerja sama. Selanjutnya perilaku prososial, bentuk perilaku prososial yaitu perilaku yang positif, konstruktif dan bermakna membantu. Perilaku prososial yang dimaksud dalam penelitian ini adalah perilaku individu perawat terhadap pasien dalam pelayanan asuhan keperawatan (in role) dan perilaku perawat dalam memberikan perlindungan terhadap pasien (client advocate). Dua variabel ini menjadi penting dalam pelayanan asuhan keperawatan. Tujuan : Menguji dan menganalisa pengaruh prosocial behavior terhadap empathy. Metode adalah survey dengan penyebaran kuisioner pada perawat pelaksana dengan 47 responden di Ruang rawat inap dalam Rumah sakit Islam Jakarta di Cempaka Putih dan menggunakan analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan SEM Amos 22.00. Hasil : prosocial behavior berpengaruh terhadap empathy, hasil nilai pengujian signifikansi (table 2) p= 0.026 nilai ini adalah ≤ 0,05 (signifikan nilai p ≤ 0,05) yang mempunyai makna Ha: diterima atau signifikan, berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel prosocial behavior berpengaruh terhadap empathy. Kesimpulan : bahwa empati perawat akan muncul dengan penerapan Syariah walaupun mengabaikan masalah keadilan dan kesejahteraan.
Penerapan Distraksi Mendengarkan Musik Klasik untuk Mengurangi Nyeri Fraktur Klavikula Rusminah Rusminah; Siswanto Siswanto; Ambang Sulistyo Nugroho
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.928 KB)

Abstract

Latar Belakang : Penderita yang mengalami fraktur biasanya merasakan nyeri, kondisi nyeri individu sangat berfariasi dalam mengadaptasi nyeri sehingga rasa nyeri akan menjadikan suatu masalah dan akan mempengaruhi fungsi tubuh, kurang tidur, menurunnya nafsu makan, mempengaruhi proses penyembuhan. Musik yang memiliki tempo lambat dan menenangkan adalah musik klasik yang bisa menjadi terapi yang dapat diartikan sebagai pengobatan. Musik klasik memiliki aspek terapeutik, sehingga musik klasik banyak digunakan untuk penyembuhan, menenangkan, dan memperbaiki kondisi fisik dan fisiologis pasien maupun tenaga kesehatan. Tujuan : Menggambarkan penerapan teknik distraksi dengan mendengarkan musik klasik untuk mengatasi rasa nyeri pada pasien fraktur clavikula. Metode : Penelitian penulisan publikasi ilmiah ini mengunakan metode diskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subyek adalah seseorang perempuan usia 26 tahun dengan nyeri fraktur klavikula. Instrumen adalah SOP distraksi mendengarkan musik klasik di ruang Edelweis. Hasil : Tindakan distraksi mendengarkan musik klasik dilakukan 2x7 jam selama 10 menit, Ny. T kooperatif, pasien terlihat meringis menahan nyeri, sedikit gelisah hari pertama menyatakan masih nyeri . Setelah dilakukan tindakan hari kedua Ny. T mengatakan nyeri berkurang, lebih nyaman dan tampak rileks. Simpulan : Menunjukan adanya perubahan skala nyeri yang semula skala 5, menjadi skala nyeri 3, pasien dapat melaksanakan teknik distraksi, kondisi menjadi tenang dan tampak rileks.
Pengaruh Organizational Justice dan Welfare Terhadap Prosocial Behavior pada Perawat Mugihartadi Mugihartadi; Basirun Basirun
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.458 KB)

Abstract

Latar belakang : Fokus kajian dalam penelitian ini adalah karyawan perawat rawat inap berkaitan dengan masalah perilaku baik (prosocial), keadilan organisasi (organizational justice) dan kesejahteraan (welfare). Kajian ini akan melihat dengan pandangan teori pertukaran sosial (social exchange theory). Beberapa alasan dalam penelitian ini adalah pertama, keadilan organisasional adalah persepsi adil dari seseorang terhadap keputusan yang diambil oleh atasannya. Kesejahteraan kerja adalah pemberian kepada karyawan termasuk tunjangan pensiun bagi karyawan, tanggungan istri dan anak; tunjangan kematian; layanan kesehatan dan kesejahteraan; tunjangan transportasi, hiburan, akomodasi perumahan; biaya sekolah anak-anak; makanan murah, tunjangan pengangguran, tagihan medis dan berbagai tak terhitung. Berbagai faktor pengaruh termasuk keadilan organisasi dan kesejahteraan terhadap perilaku prososial dalam peran (in role) khususnya adalah peran pemberi pelayanan (care giver) dan peran memberikan perlindungan terhadap pasien (client advocate) serta dari pandangan religius Islam menjadi penting untuk dilakukan penelitian. Tujuan : Menguji dan menganalisa pengaruh organizational justice terhadap prosocial dan menguji dan menganalisa pengaruh welfare terhadap prosocial. Metoda dalam penelitian ini adalah survey dengan penyebaran kuisioner pada perawat pelaksana di Ruang rawat inap dalam Rumah sakit MPKU Muhammadiyah Se- Jawa dan menggunakan analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan SEM Amos 22.00.
Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Kontrol Pengobatan Pasien Hipertensi Lis Nurhayati; Nino Fibriana
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.06 KB)

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan suatu masalah kesehatan yang sering ditemukan di masyarakat dan merupakan faktor risiko timbulnya penyakit seperti stroke, penyakit jantung koroner hingga gagal ginjal. Kepatuhan pengobatan pasien hipertensi merupakan hal penting karena hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi harus selalu dikontrol atau dikendalikan agar tidak terjadi komplikasi yang dapat berujung pada kematian. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan kontrol pengobatan pasien hipertensi adalah dukungan keluarga. Tujuan: Mengetahui gambaran dukungan keluarga terhadap kepatuhan kontrol pengobatan hipertensi. Metode: Deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subyek adalah seorang ibu rumah tangga usia 60 tahun di Kelurahan Kramat Selatan Magelang Utara Kota Magelang. Hasil: Ny. S mendapatkan dukungan emosional, dukungan informasi dan dukungan penghargaan. Dukungan instrumental tidak sepenuhnya diberikan oleh keluarga, keluarga tidak menyediakan perlengkapan dan peralatan yang menunjang sakit hipertensi paska stroke dan tidak dapat mengantar Ny. S untuk rutin berobat ke Puskesmas. Simpulan: Dukungan keluarga sangat penting dalam proses penyembuhan pasien hipertensi, pasien akan merasa diperhatikan dan diawasi. Pasien akan lebih berhati-hati ketika melakukan sesuatu hal yang dapat memicu terjadinya (kambuh) hipertensi serta dapat meningkatkan kepatuhan untuk melakukan kontrol pengobatan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Aplikasi Intervensi Pelibatan Keluarga dengan Menyisir Rambut pada Anak yang Mengalami Kecemasan Akibat Hospitalisasi C.Ermayani Putriyanti; Yullian Putri Dewani
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.419 KB)

Abstract

Latar Belakang : Hosptalisasi dapat menimbulkan masalah kecemasan pada sebagian besar anak yang dirawat dirumah sakit. Salah satu intervensi yang diharapkan dapat menurunkan tingkat kecemasan anak akibat dampak hospitalisasi yaitu pelibatan keluarga dengan menyisir rambut sambil mengusap lembut kepala anak selama proses perawatan atau tindakan pengobatan yang dilakukan kepada anak. Tujuan: untuk melihat dampak pemberian intervensi pelibatan keluarga dengan menyisir rambut sambil memberikan usapan lembut dikepala anak terhadap penurunan tingkat kecemasan anak akibat hospitalisasi. Metode : desain pre test post test dengan analisis deskriptif dengan uji Wilcoxon Two Related Sample Hasil : score kecemasan pada anak sebelum tindakan dan sesudah tindakan dengan menggunkan uji Wilcoxon Two Related Sample Test menunjukkan penurunan yang signifikan (p=0,042). Simpulan tindakan pelibatan keluarga dengan menyisir rambut pada anak memiliki dampak positif dalam menurunkan score kecemasan anak.

Page 1 of 2 | Total Record : 11