cover
Contact Name
Lalu Masyhudi
Contact Email
laloemipa@gmail.com
Phone
+6287864008292
Journal Mail Official
laloemipa@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Taman alamanda III Blok T No.3 Karang Pule Mataram
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Innovation Research and Knowledge
Published by bajang Institute
ISSN : 27983471     EISSN : 27983641     DOI : 10.53625
Journal of Innovation Research and Knowledge, published by Bajang Institute. Published in two formats, print and online, print version of ISSN: 2798-3471 and the online version of ISSN: 798-3641, both of which are published every month. The scope of the journal studies broadly includes: Culture (a unique study of performing arts and classical culture, traditional from various regions in Indonesia, and modern cultural arts such as dance, fine arts, and music art also includes the study of Indonesian literature on classical and contemporary literary issues) Religion (Study of comparative religion, study of pluralism and religious diversity in Indonesia) Sociopolitical Science/State Administration Media (Cultural studies and media, New Media and Contemporary Societies) Gender (Urban Culture, Gender bias, and gender inequality) Public policy (extractive public policies, distributive public policies, and regulative public policies) Development (economic and social development, urban and regional development) Environment (customs, social and environmental, land and natural resource utilization) Disaster (local wisdom and social culture, disaster management, community empowerment, survival and humanity, disaster and social emergency response organizations) Tourism (ecotourism, tourism management, religious tourism, urban tourism, and cultural tourism) Agriculture Economics Health Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,651 Documents
PHYSICAL THERAPY MANAGEMENT FOR POST OP ANTERIOR CRUCIATE LIGAMENT RECONSTRUCTION KNEE SINISTRA (A CASE STUDY) Azizah Ridha Syaiful; Adnan Faris Naufal; Siti Maryam
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 7: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The anterior cruciate ligament (ACL) is one of the four major ligaments that are important in stabilizing the knee joint. The ACL is easily at risk for injury, such as a rupture or tear. ACL occurs by contact or non-contact at the knee. Most injuries occur due to no-contact conditions almost 75% of cases. Mr. I was 16 years old on 2011 the patient injured his left knee while playing basketball. After that, there was so much pain around his left knee that he was unable to walk on his own. On October 29 2021, the patient underwent ACL and meniscus post-restructive surgery at the RSPI. After surgery, 1 week later the patient underwent physiotherapy at the Esa Unggul Sport Clinic, Jakarta. Patients undergo therapy four times in two weeks with a physiotherapy program that includes TENS, Quadriceps Set, Hamstring and Gastroc Stretching, Mobilization Exercises on the legs, Core exercise, Balance (passing ball), Exercises using Ankle. Patients were evaluated using antropometri, spygmomanometer, and goniometer. after 4 treatments the patient experienced a decrease in left knee edema, increased muscle mass, and increased contraction.
MANAJEMEN FISIOTERAPI TERKAIT GANGGUAN FUNGSIONAL TANGAN PADA PASIEN POST FRAKTUR 1/3 DISTAL RADIUS DISTAL DEXTRA Mawar Aqila; Arin Supriyadi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 7: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia meenmpati peringkat tiga besar dalam kategori negara dengan kepemilikan sepeda motor terbanyak di dunia, selaras dengan tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang tidak sedikit memakan korban jiwa. Salah satu kasus yang banyak dijumpai dari kejadian tersebut diantaranya adalah fraktur 1/3 radius, di mana fraktur itu sendiri merupakan hilangnya kontinuitas tulang yang terjadi akibat tekanan mekanik yang melebihi kemampuan tulang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan pemberian modalitas fisioterapi berupa infrared dan ultrasound yang dipadukan dengan terapi latihan seperti contra relax, passive juga active exercise pada pasien dengan kondisi fraktur 1/3 radius. Metode penelitian ini menggunakan metode case report (studi kasus) yang dilakukan pada bulan Mei 2022 dengan pemberian intervensi fisioterapi sebanyak 3 kali pertemuan. Didapatkan hasil berupa penurunan intensitas nyeri, peningkatan lingkup gerak sendi serta kekuatan otot, juga peningkatan pada kemampuan fungsional tangan pasien.
EDUKASI POLA ASUH PADA ANAK DOWN SYNDROME DI DESA WONOHARJO DUKUH BULU Ilham Subagiyo S; Agus Widodo
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 7: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Down Syndrome adalah suatu kumpulan gejala akibat dari abnormalitas kromosom, yang terjadi pada kromosom 21, yang tidak dapat memisahkan diri selama perkembangan dalam kandungan, sehingga terjadi individu dengan 47 kromosom.Penyebab anak down syndrome dari berbagai macam penyebab yaitu karena faktor asupan obat ataupun kesalahan asupan saat kehamilan, terpapar radiasi, kelainan kromosom saat pembuahan terjadi, dank arena umur ibu diatas usia 30 tahun.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur yang dilakukan secara mendalam dan memberikan edukasi dalam pola asuh anak dengan down syndrome di Dukuh Bulu, desa Wonoharjo, Kec, Kemusu.Tujuan pemberian edukasi fisioterapi tentang pola asuh anak dengan down syndrome adalah salah satunya memperkenalkan tentang fisioterapi kepada serta memberikan arahan tentang pola asuh anak dengan down syndrome dan dapat dilakukan pemeriksaan dan tindakan di fisioterapis terdekatDukungan dari keluarga dan lingkungan berupa penerimaan terhadap keadaan anak yang mengalami down syndrome, membantu mengurangi beban dalam pengasuhan anak dengan down syndrome.sehingga anak memiliki masa depan yang sama dengan anak yang lainnya dan tidak menjadi beban bagi keluarga dan sekitarnya.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA PASIEN SPINAL CORD INJURY DENGAN SPONDYLITIS TUBERCULOSIS POST PSF L2-L3 (ASIA A) DI RUMAH SAKIT ORTOPEDI PROF. DR. SOEHARSO SURAKARTA (A CASE STUDY) Viola Widyanita Mahardhika; Totok Budi Santoso; Prihantoro Larasati
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 7: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Spinal Cord Injury (SCI) merupakan cidera saraf yang terjadi pada spinal cord atau medula spinalis dengan gejala fungsi (sensorik, motorik, dan otonom) yang terganggu hingga dapat menimbulkan kecacatan. Traumatik SCI merupakan SCI yang disebabkan oleh adanya trauma, paling banyak disebabkan oleh karena kecelakaan lalu lintas, jatuh dari ketinggian maupun karena tindak kekerasan. Sedangkan Non-Traumatik SCI merupakan SCI yang terjadi karena sebab patologis seperti stenosis pada tulang belakang, adanya peradangan pada tulang belakang maupun penekanan oleh abses. Salah satu penyakit yang dapat menjadi sebab patologis terjadinta Non-Traumatik SCI adalah Spondilitis Tuberculosis. Case Presentation: Pasien dengan inisial Tn. FA berusia 31 tahun berjenis kelamin laki-laki dahulu bekerja sebagai karyawan di salah satu pabrik ban datang ke rumah sakit dengan menggunakan bed dan terlihat menggunakan kateter urin. Tingkat kesadaran pasien composmentis namun dalam melakukan aktivitasnya pasien bergantung dengan orang lain. Management and Outcome management: Intervensi pada penelitian ini menggunakan latihan aktif transfer ambulasi dan Activity Daily Living’s (ADL) Exercise. Conclusion: Pada kasus dan data yang telah dipaparkan diatas didapatkan bahwa terapi konvensional berupa latihan transfer ambulasi dan ADL Exercise pada pasien dengan SCI mampu menungkatkan kemampuan fungsional yang diukurdengan menggunakan SCI-FI.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL WAJAH DENGAN ELECTRICAL STIMULATION DAN MASSAGE PADA PENDERITA BELL’S PALSY DI RS PKU MUHAMMADIYAH BANTUL Miftahul Jannah; Arin Supriyadi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 7: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bells 'palsy adalah penyakit yang masih belum diketahui asalnya, dengan kelumpuhan akut pada satu sisi wajah. Bell's palsy dapat didefinisikan sebagai kelumpuhan unilateral otot-otot wajah akibat lesi intrinsik saraf kranial ketujuh. Kondisi ini menyebabkan penderita mengalami kesulitan menggerakan sebelah wajahnya. Dengan kejadian 20 per populasi 100.000 per tahun, dan menyumbang sekitar 60-75% orang dengan kelumpuhan unilateral karena berbagai penyebab. Laporan kasus ini bertujuan untuk menyajikan strategi penatalaksanaan kasus Bell’s Palsy dengan pemberian modalitas Electrical Stimulasi yang di kombinasikan dengan Massage dengan tujuan memberikan stimulus pada sisi lemah wajah. Terapi dilakukan sebanyak 5 kali pertemuan untuk setiap sesinya dilakukan tindakan selama 35 menit sebanyak 2x/minggu dalam kurun waktu 3 minggu. Didapatkan hasil yang sangat signifikan pada fungsional pasien, dengan pemberian Home Program dan konsistensi dari pasien dalam melakukan home program sangat menunjang untuk pengembalian fungsional wajah pada penderita Bell’s Palsy.
PROGRAM LATIHAN PENINGKATAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA SPRAIN ANKLE LATERAL GRADE I AKUT (A CASE REPORT) Alvera Ulya Hasdianti; Farid Rahman
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 7: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Sprain ankle lateral merupakan cedera pada pergelangan yang menyebabkan terjadinya overstretch ligament lateral sebagai stabilitas pasif sendi mengalami robekan sehingga muncul respon tubuh berupa nyeri, bengkak, hingga keterbatas aktivitas fungsional seperti gangguan berjalan. Program komprehensif fisioterapi berupa kombinasi modalitas ultrasound, terapi latihan, dan kinesiotapping bertujuan untuk mengurangi keluhan yang dialami penderita sehingga mampu mengembalikan kemampuan fungsional pasien dan mencegah terjadinya cedera berulang. Tujuan : Untuk mengetahui efek program komprehensif fisioterapi dengan ultrasound, terapi latihan, dan kinesiotapping terhadap peningkatan kemampuan fungsional penderita sprain ankle. Metode : Menggunakan single-subject research yang dilakukan terhadap penderita sprain ankle dengan diberikan program komprehensif fisioterapi berupa ultrasound, terapi latihan, dan kineiotapping sebanyak 3 kali dalam seminggu, selanjutnya dilakukan pengukuran evaluasi menggunakan Foot and Ankle Ability Measurement (FAAM). Hasil : Didapatkan hasil bahwa subjek mengalami peningkatan kemampuan fungional dievaluasi menggunakan FAAM dimana pre treatment diperoleh nilai 55,95% dan post treatment 60,71%. Kesimpulan : Program komprehensif fisioterapi berupa ultrasound, terapi latihan, dan kinesiotapping sebanyak 3 kali pertemuan selama 1 minggu meningkatkan kemampuan fungsional pada penderita sprain ankle lateral grade 1 akut.
PENGARUH TERAPI LATIHAN FASE 1 PADA KASUS POST OPERATIVE ANTERIOR TALOFIBULAR LIGAMENT (ATFL) DEXTRA DI KLINIK BINTANG PHYSIO (CASE REPORT) Ayu Nisa Fransiska; Adnan Naufal Faris
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 7: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebanyak 70% kasus ankle sprain didominasi oleh cedara pada ligament Anterior Talofibular Ligamnet (ATFL). Penelitian yang menyatakan bahwa ligamen yang sering cedera adalah Anterior Talofibular Ligament dikarenakan ligament terlemah dari keseluruhan ligamen. Ankle sprain dapat ditangani sesuai dengan tingkat keparahan. Klasifikasi ankle sprain dalam praktik klinis yaitu Grade I (ringan), Grade II (sedang), Grade III (berat). Ketika mengalamai robekan ligament grade III disarankan perawatan konservatif selama 6 minggu jika tidak berpengaruh dan masih mengalami rasa sakit dan ketidakstabilan sendi, operasi kontruksi ligamen akan disarankan. Dari Kondisi setelah post operation Anterior Talofibular Ligament menimbulkan problem seperti nyeri, keterbatasan lingkup gerak sendi dan adanya kelemahan otot. Dalam meminimalisir masalah tersebut fisioterapi sebagai salah satu pelayanan kesehatan akan memberikan intervensi fisioterapi berupa Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan Exercise terapi yang meliputi Quadricep Setting, Hamstring Setting, Ankle Theraband, Calf Raise. Pentalaksanaan fisioterapi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan terapi fase 1 pada kasus post operative Anterior Talofibular Ligament (ATFL). Metode penelitian ini dilakukan kepada satu pasien yang menderita post operative anterior talofibular ligament selama 3 kali pertemuan fisioterapi. Kesimpulan yang didapatkan pada pengaruh terapi latihan fase 1 pada kasus post operative Anterior Talofibular Ligament (ATFL) terbukti dapat mengurangi rasa nyeri, meningkatkan lingkup gerak sendi dan meningkatkan kekuatan otot.
Efektivitas Sponsorship Kukubima Ener-G Dalam Sepakbola Terhadap Minat Beli Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untidar Angkatan 2020 Muhammad Zaki Utomo; Muhamad Irfan Marheinis; Khanan Ilmana Arqyan Bagaskara
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 7: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan zaman yang semakin canggih membuat banyak inovasi di berbagai bidang termasuk dalam pemasaran. Perusahaan dan brand berusaha melakukan pemasaran salah satunya dengan sponsorship. Sponsorship merupakan bentuk promosi yang dilakukan melaui suatu event. Sponsorship yang gencar dilakukan adalah sponsorship olahraga yaitu sepakbola. Sepakbola memiliki pasar yang sangat besar, di Indonesia fans sepakbola sangat besar dan loyal sehingga perusahaan rela untuk melakukan sponsorship didalamnya. Salah satu brand yang menyeponsori sepakbola Indonesia yaitu Kukubima Ener-G. Dalam melakukan sponsorship akan dilihat bagaimana efektifitas sponsorship Kukubima Ener-G dalam sepakbola indonesia terhadap minat beli mahasiswa ilmu komunikasi Untidar angkatan 2020. Penelitan ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, dengan metode penelitian kausal yang melihat adanya sebab-akibat dari variabel X dan Y. Sehingga mengambil populasi pada mahasiswa ilmu komunikasi untidar angkatan 2020 dan diambil sample sejumlah 39 orang dengan menggunakan teknik random sampling. Penelitian dilakukan dengan pengambilan data menggunakan kuesioner kepada sample. Dari data yang diperoleh dan sudah diuji menghasilkan kesimpulan yaitu Ho diterima dan Ha ditolak. Dapat diintepretasikan bahwa hubungan sangat lemah antara sponshorship Kukubima Ener-G dalam sepakbola terhadap minat beli Kukubima ener-G mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 20 Universitas tidar. Selain sangat lemah, sponshorship Kukubima Ener-G kurang efektif dalam usaha memasarkan produk kepada target mahasiswa.
MANAJEMEN FISIOTERAPI PADA KASUS FROZEN SHOULDER DEXTRA (A CASE REPORT) Widi Rumpaka Wati; Totok Budi Santoso; Elif Nur Efendi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 7: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Frozen shoulder atau “bahu beku” memiliki keluhan khas yaitu timbul nyeri area otot deltoid, ketidakmampuan untuk tidur pada sisi yang sakit, keterbatasan Lingkup Gerak Sendi (LGS) terutama gerakan internal rotasi dan eksternal rotasi. Hal ini, terjadi karena penebalan ligamen glenohumeral inferior superior dan ligamen coracohumeral (CHL). Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas manajemen fisioterapi berupa mobilisasi scapula dan sendi bahu, Muscle Energy Technique (MET), aproksimasi sendi bahu, Contract Rilex Stretching (CRS), dan kompres es pada frozen shoulder dextra. Metode case report digunakan dalam penelitian ini pada pasien frozen shoulder dextra di Praktik Fisioterapi Magetan di bulan Oktober 2022. Hasil penelitian didapatkan adanya penurunan tingkat nyeri dan peningkatan LGS bahu kanan setelah pemberian intervensi selama 3 kali pertemuan
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI PADA MATERI STRUKTUR ATOM DI SMAN 1 ENDE Ahmad Abubakar
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 7: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi informasi pada materi srruktur atom pada dua kelas paralel yaitu kelas XI IPA-3 SMAN 1 Ende sebagai kelas kontrol dan kelas XI IPA-4 sebagai kelas eksperimen. Kelompok X, XI IPA 4 (kelas eksperimen) kegiatan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan media pembelajaran berbasis TI, sedangkan kelompok Y, XI IPA 3 (kelas kontrol) kegiatan pembelajaran dilakukan tanpa menggunakan media pembelajaran. Metode Pembelajaran yang sama yaitu metode ceramah, diskusi dan tanya jawab. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan media pembelajaran berbasis TI dapat meningkatkan prestasi belajar terhadap materi struktur atom, pada kelas yang menggunakan media pembelajaran (kelas eksperimen ) dengan nilai rata-rata sebesar 83,84 ± 4,21 sedangkan kelas yang diberi perlakuan tanpa menggunakan media pembelajaran (kelas kontrol) memperoleh nilai rata-rata sebesar 39,91 ± 10,66. Untuk menguji hipotesis digunakan uji statistik t, dari hasil perhitungan diperoleh thitung sebesar 0,557 berada dalam daerah -2,06 < t’ < 2,06. ttabel pada taraf signifikansi 5% yaitu 2,06, hal ini menunjukkan bahwa Ho dalam penelitian ini diterima dan menolak Ha, artinya ada pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis TI pada materi pelajaran struktur atom terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Ende.

Page 42 of 266 | Total Record : 2651


Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 8 (2026): Januari 2026 Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025 Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025 Vol. 5 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 4 No. 12: Mei 2025 Vol. 4 No. 11: April 2025 Vol. 4 No. 10: Maret 2025 Vol. 5 No. 4: September 2025 Vol. 5 No. 3: Agustus 2025 Vol. 5 No. 2: Juli 2025 Vol. 5 No. 1: Juni 2025 Vol. 4 No. 9: Februari 2025 Vol. 4 No. 8: Januari 2025 Vol. 3 No. 12: Mei 2024 Vol. 3 No. 11: April 2024 Vol. 3 No. 10: Maret 2024 Vol. 4 No. 7: Desember 2024 Vol. 4 No. 6: Nopember 2024 Vol. 4 No. 5: Oktober 2024 Vol. 4 No. 4: September 2024 Vol. 4 No. 3: Agustus 2024 Vol. 4 No. 2: Juli 2024 Vol. 4 No. 1: Juni 2024 Vol. 3 No. 9: Februari 2024 Vol. 3 No. 8: Januari 2024 Vol. 2 No. 12: Mei 2023 Vol. 2 No. 11: April 2023 Vol. 2 No. 10: Maret 2023 Vol. 3 No. 7: Desember 2023 Vol. 3 No. 6: Nopember 2023 Vol. 3 No. 5: Oktober 2023 Vol. 3 No. 4: September 2023 Vol. 3 No. 3: Agustus 2023 Vol. 3 No. 2: Juli 2023 Vol. 3 No. 1: Juni 2023 Vol. 2 No. 9: Februari 2023 Vol. 2 No. 8: Januari 2023 Vol. 1 No. 12: Mei 2022 Vol. 1 No. 11: April 2022 Vol. 1 No. 10: Maret 2022 Vol. 2 No. 7: Desember 2022 Vol. 2 No. 6: November 2022 Vol. 2 No. 5: Oktober 2022 Vol. 2 No. 4: September 2022 Vol. 2 No. 3: Agustus 2022 Vol. 2 No. 1: Juni 2022 Vol. 1 No. 9: Februari 2022 Vol. 1 No. 8: Januari 2022 Vol. 1 No. 7: Desember 2021 Vol. 1 No. 6: Nopember 2021 Vol. 1 No. 5: Oktober 2021 Vol. 1 No. 4: September 2021 Vol. 1 No. 3: Agustus 2021 Vol. 1 No. 2: Juli 2021 Vol. 1 No. 1: Juni 2021 More Issue