cover
Contact Name
ida sugeng suyani
Contact Email
idasugengsuyani@upm.ac.id
Phone
+6282232699693
Journal Mail Official
agrotechbiz@upm.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Panca Marga Jl. Yos Sudarso 107, Pabean, Dringu, Probolinggo 67271 Telp. (+62) 335 422715, 427923, e-mail: agrotechbiz@upm.ac.id
Location
Kab. probolinggo,
Jawa timur
INDONESIA
Agrotechbiz
ISSN : 255195x     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.51747/agrotechbiz.v9i2
Core Subject : Agriculture, Social,
Agrotechbiz merupakan jurnal ilmiah pertanian khususnya di bidang Agroteknologi dan Agribisnis yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian. Agrotechbiz diterbitkan berkala setiap enam bulan, yaitu bulan Januari dan Juli. Agrotechbiz memuat artikel ilmiah hasil penelitian dan/atau kajian analitis-kritis yang berisikan pokok bahasan, baik yang terkait dengan aspek pengembangan, kerangka teoritis, implementasi, maupun kemungkinan pengembangan pertanian dalam cakupan Ilmu Tanaman secara keseluruhan. Sebagai media nasional, Agrotechbiz diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Ilmu Tanaman di Indonesia.
Articles 61 Documents
PENGARUH PUPUK CAIR DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) M Abror; Tomy Prasetyo
Agrotechbiz : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 5 No 1 (2018): Agrotechbiz : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Panca Marga Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.231 KB) | DOI: 10.51747/agrotechbiz.v5i1.429

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk cair dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada (Lactuca sativa L.). Penelitian ini dilakukan di desa Kedung Boto, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan yang berlangsung pada bulan Juli sampai September 2017. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial dan uji lanjut menggunakan uji BNJ pada taraf kepercayaan 5%. Faktor pertama adalah pupuk cair yang terdiri dari 2 taraf yaitu pupuk cair bonggol pisang dan pupuk cair limbah nasi, sedangkan faktor kedua adalah penggunaan pupuk kandang sapi (PKS) yang terdiri dari 5 taraf yaitu kontrol (tanpa PKS), PKS 5 ton/ha, PKS 7 ton/ha, PKS 10 ton/ha, PKS 12 ton/ha. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa tidak terjadi interaksi yang nyata antara pupuk cair dan pupuk kandang sapi, namun pada perlakuan pupuk cair menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap panjang tanaman selada sedangkan pupuk kandang sapi berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan terbaik adalah penggunaan pupuk kandang sapi 12 ton per hektar yang menunjukkan panjang tanaman 11,75 cm, jumlah daun 8,83 helai, diameter batang 1,02 cm, bobot basah brangkasan 52,83 gr, bobot kering brangkasan 23,2 gr dan bobot konsumsi 41,23 gr.
PERLAKUAN ZAT PENGATUR TUMBUH HORMAX PADA PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN AWAL TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) Bambang Wicaksono Hariyadi; Nurul Nurul Huda; Dicki Wahyudi
Agrotechbiz : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 5 No 1 (2018): Agrotechbiz : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Panca Marga Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.795 KB) | DOI: 10.51747/agrotechbiz.v5i1.430

Abstract

The average production of sugar is 2.26 million tons per year, while consumption is about 5.10 million tons per year. This iswhat causes the number of production and consumption of sugar shows a fairly high gap. Extensification approach in increasingsugar cane production to achieve sugar self sufficiency target is quite difficult to achieve, so intensification program is one of theefforts that can be done through evaluation and optimization phase of germination and plant growth with application of growthregulator (Fitohormon). If this is done then to obtain a sugar cane plant that has the productivity and optimal yield is likely to beachieved (Ahmad Khuluq and Ruly Hamida, 2014). The experiment was conducted at Experimental Garden of AgricultureFaculty, Merdeka University, April-June 2017. Using Randomized Block Design with 3 replications. and 8 doses of Hormaxgrowing growth regulator, among others: 0 ml/l water (Control); 1 ml/l water; 2 ml/l water; 3 ml/l water; 4 ml/l water; 5 ml/ lwater; 6 ml/l water; 7 ml/l water. In conclusion, the use of Hormax significantly affected the germination rate, the number ofleaves, the number of roots, the wet weight and the dry weight per cane plant. Increased dose of Hormax followed by an increasein all variables of sugar cane observation. The highest results were shown dose of Hormax 7 ml/l water), but statistically notsignificantly different from the treatment dose of Hormax 6 ml/l water) and dose of Hormax 5 ml/l water. It is recommended th atto assist the germination and early growth of sugar cane using a dose of Hormax 5 ml/l water.
RESPON PERTUMBUHAN STEK TANAMAN BUNGA SEPATU (HIBICUS ROSASINENSIS L.) TERHADAP KONSENTRASI EKSTRAK BAWANG MERAH DAN MEDIA TANAM Mimik Umi Zuhroh; Retno Sulistyowati; Muhlisin Muhlisin
Agrotechbiz : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 5 No 1 (2018): Agrotechbiz : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Panca Marga Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.263 KB) | DOI: 10.51747/agrotechbiz.v5i1.431

Abstract

Bunga sepatu atau kembang sepatu (Habiscus rosa-sinensis L.) adalah jenis tanaman bunga dan merupakan salah satu tanaman perdu atau semak yang berasal dari suku Malvaceae. Salah satu teknik perbanyakan vegetatif yang secara teknis cukup mudah dan sederhana serta tidak membutuhkan biaya produksi dan investasi yang besar adalah stek. stek merupakan perbanyakan tanaman dengan cara menumbuhkan akar dan pucuk dari potongan atau bagian tanaman seperti akar, batang atau pucuk sehingga menjadi tanaman baru. Salah satu tumbuhan yang dianggap dapat digunakan zat pengatur tumbuh alami adalah bawang merah (Allium cepa L.), karena bawang merah memiliki kandungan hormon pertumbuhan berupa hormon auksin dan giberelin sehingga dapat memacu pertumbuhan benih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor yaitu ektrak bawang merah (E) sebanyak 4 taraf perlakuan dan media tanam (M) terdiri dari 3 taraf perlakuan dengan menggunakan 3 kali ulangan. Apabila hasil uji F menunjukkan pengaruh yang nyata maka analisis dilanjutkan Uji BNT pada taraf 5 %. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah: 1) Perlakuan ekstrak bawang merah memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap parameter jumlah tunas umur 14 HST pada perlakuan E1 (300 gram ekstrak bawang merah/liter) yaitu 3.00 dan umur 28 HST pada perlakuan E2 (400 gram ekstrak bawang merah/liter) yaitu 3.24. Parameter jumlah daun memberikan berpengaruh berbeda nyata umur 20 HST pada perlakuan E1 (300 gram ekstrak bawang merah/liter) yaitu 7.30. 2) Perlakuan media tanam memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap parameter jumlah tunas umur 14 HST pada perlakuan M1 (tanah) yaitu 3.07 dan memberikan pengaruh berbeda nyata pada umur 28 HST pada perlakuan M1 (tanah) yaitu 3.26. Parameter jumlah daun menunjukkan berbeda nyata umur 20 HST pada perlauan M1 (tanah) yaitu 7.57 umur 40 HST pada perlakuan M1 (tanah) yaitu 14.28 dan 60 HST pada perlakuan M1 (tanah). Parameter jumlah akar menunjukkan berbeda nyata pada perlakuan M1 (tanah) yaitu 5.57 serta parameter panjang akar menunjukkan berbeda nyata pada parameter M1 (tanah) yaitu 22.80 cm. 3) Perlakuan interaksi antara ekstrak bawang merah dan media tanam memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap semua parameter yaitu jumlah tunas, jumlah daun, jumlah akar dan panjang akar.
Pengaruh Konsentrasi EM4 Dan Dosis Pupuk Kandang Ayam Broiler Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Agus Edi Setiyono
Agrotechbiz : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 5 No 1 (2018): Agrotechbiz : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Panca Marga Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.118 KB) | DOI: 10.51747/agrotechbiz.v5i1.432

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu komoditas pertanian yang sangat penting dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari, karena setiap hari dikonsumsi masyarakat Indonesia. Efektif Mikroorganisme (EM4) merupakan bakteri fermentasi bahan organik tanah yang menyuburkan tanaman dan menyehatkan tanah. Terbuat dari hasil seleksi alami mikroorganisme fermentasi dan sintetik di dalam tanah yang dikemas dalam medium cair. Pupuk kandang kotoran ayam merupakan salah satu alternatif untuk menambah bahan organik dan selanjutnya akan menambahkan unsur hara sehingga dapat memperbaiki sifat kimia dan biologi tanah. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk : 1. Mengetahui pengaruh konsentrasi EM4 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) 2. Mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang ayam broiler terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) dan 3. Mengetahui interaksi antara konsentrasi EM4 dan dosis pupuk kandang ayam broiler terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) Penelitian ini dilakukan di Desa Purnama Kecamatan Tegalampel Kabupaten Bondowoso, yang berada pada ketinggian tempat + 263 m di atas permukaan laut (dpl). Waktu penelitian ini dilaksanakan selama 5 bulan, dimulai dari bulan April 2017 sampai Agustus 2017. Adapun perlakuan terdiri dari Faktor I adalah konsentrasi EM4 terdiri dari 3 taraf yaitu : E0 = Tanpa konsentrasi EM4, E1 = Konsentrasi 25 ml/liter air, E2= Konsentrasi 50 ml/liter air. Faktor II adalah dosis pupuk kandang ayam broiler yang terdiri 4 taraf yaitu : A0 = Tanpa pupuk kandang ayam, A1 = Pupuk kandang ayam 250 gr/polybag (setara dengan 5 ton/ha), A2 = Pupuk kandang ayam 500 gr/polybag (setara dengan 10 ton/ha),A3 = Pupuk kandang ayam 750 gr/polybag (setara dengan 15 ton/ha). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Perlakuan EM4 berpengaruh nyata, konsentrasi EM4 50 ml/liter air (E2) memiliki hasil tertinggi yaitu pada parameter diameter batang saat tanaman berumur 7, 14, dan 21 HST dan bobot brangkasan kering per tanaman, 2. Perlakuan dosis pupuk kandang ayam broiler berpengaruh nyata, dosis 500 gr/polybag (A2) memiliki hasil tertinggi yaitu pada parameter bobot brangkasan kering per tanaman, dan 3. Interaksi kedua perlakuan juga berpengaruh nyata, pengaruh tertinggi pada perlakuan E2A2 yaitu pada parameter tinggi tanaman dan jumlah daun saat tanaman berumur 21, 28, 35 dan 42 HST, diameter batang saat tanaman berumur 35 dan 42 HST, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, bobot brangkasan basah per tanaman dan bobot brangkasan kering per tanaman.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH ( Allium cepa L. ) TERHADAP PENGGUNAAN VARIETAS DAN KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH ( ZPT ) Moch. Su'ud; Ida Sugeng Suyani; Ahmad Afani
Agrotechbiz : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 5 No 1 (2018): Agrotechbiz : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Panca Marga Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.201 KB) | DOI: 10.51747/agrotechbiz.v5i1.433

Abstract

Bawang merupakan komoditas utama yang sejak lama diusahakan oleh petani secara intensif.Di Indonesia bawang merah umumnya ditanam secara vegetatif yaitu dengan umbi. Tanaman hasil pembiakan vegetative rentan terhadap pathogen penyakit dari induknya yang menekan pertumbuhan dan produktivitas. Maka itu diperlukan zat pengatur tumbuh untuk menghasilkan bawang merah yang maksimal. Secara umum pemberian ZPT pada tanaman bawang merah diketahui berpengaruh terhadap pertumbuhan maupun hasil tanaman bawang merah. Dengan begitu penelitian ini bertujuan untuk; (1) Mengetahui varietas yang tepat sehingga berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. (2) Mengetahui konsentrasi ZPT yang tepat sehingga berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium cepa L.) Hipotesis dalam penelitian ini ; (1) Terdapat pengaruh nyata pada perlakuan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium cepa L.) (2) Terjadi interaksi antara varietas dengan konsentrasi ZPT terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium cepa L.) Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor yaitu Varieatas sebanyak 3 taraf perlakuan dan Konsentrasi (ZPT) sebanyak 3 taraf perlakuan, dengan 3 kali ulangan. Kesimpulan penelitian ini ialah (1), Pengamatan Varietas yang berpengaruh sangat nyata yaitu pada parameter Kemunculan Tunas (hari), Tinggi tanaman (cm) (7,14,21, dan 28 HST), jumlah daun (7,14,21, dan 28 (HST), jumlah anakan (50 HST), bobot umbi (gr), bobot basah (gr), bobot kering (gr), hasil (ha). 2. Terjadi pengaruh terbaik pada perlakuan ZPT konsentrasi 75 ml, yaitu pengamatan kemunculan tunas (hari), tinggi tanaman (cm) {7,14,21, dan 28 HST}, jumlah daun {7,14,21, dan 28 HST}, jumlah anakan (50 HST), bobot umbi (gr), bobot basah (gr), bobot kering (gr), hasil (ha). 3. Terjadi interaksi terbaik pada kombinasi perlakuan Varietas Biru Lancor dengan ZPT konsentrasi 75 ml yaitu pada parameter kemunculan tunas (hari), jumlah daun, jumlah anakan (50 HST), bobot umbi (gr), bobot basah (gr), bobot kering (gr), hasil (ha).
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS PUPUK MAJEMUK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS TOMAT (Solanum lycopersicum L.) M. Abror; Usfur Anwar
Agrotechbiz : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 5 No 2 (2018): Agrotechbiz : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Panca Marga Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.533 KB) | DOI: 10.51747/agrotechbiz.v5i2.434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk majemuk cair dan varietas tomat terhadap pertumbuhan dan produksi beberapa tanaman tomat. Penelitian ini telah dilakukan di Desa Kedanten, Wonokoyo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan yang berlangsung pada tanggal 12 Mei sampai 18 Agustus 2017. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dan uji lanjut menggunakan uji BNJ pada taraf kepercayaan 5%. Faktor pertama adalah pupuk majemuk cair yang terdiri dari 3 taraf yaitu 2 ml, 4 ml dan 6 ml, sedangkan faktor kedua adalah varietas tomat yang terdiri dari 3 macam yaitu gondol, bulat dan betavila. Parameter yang diamati antara lain: tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah daun, bobot basah pertanaman, bobot kering pertanaman, jumlah buah pertanaman serta jumlah buah pertanaman. Perlakuan terbaik adalah penggunaan pupuk majemuk cair 4 ml dan varietas gondol (M2V1) yang menghasilkan tinggi tanaman 44,17 cm, jumlah cabang 12,67 cabang, jumlah daun 103,00 helai, jumlah buah 12,00 buah, berat buah 282,29 gram, dan indeks panen 5,56. Meskipun tidak berinteraksi dengan yang lain, pada perlakuan pupuk 2 ml, 6 ml dan varietas bulat maupun betavila tidak terjadi interaksi yang nyata pada tiap-tiap perlakuan.
Korelasi Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Terhadap Konsentrasi dan Frekuensi Pemberian Larutan MOL (Mikroorganisme Lokal) Bonggol Pisang Kepok (Musa paradisiaca) Aprilia Hartanti; Jhevi Yumadela
Agrotechbiz : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 5 No 2 (2018): Agrotechbiz : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Panca Marga Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.387 KB) | DOI: 10.51747/agrotechbiz.v5i2.435

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan tanaman legum terpenting setelah kedelai yang memiliki peran strategis dalam pangan nasional sebagai sumber protein dan minyak nabati. MOL (Mikroorganisme lokal) adalah sekelompok mikroorganisme yang aktif dan berada dilingkungan sekitar, yang didapat dari tanaman atau bagian tanaman. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor yaitu konsentrasi (K) dan frekuensi (F) pemberian larutan MOL bonggol pisang kepok dengan masing-masing 3 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan. Apabila menunjukkan pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan Uji BNT 5% untuk pengaruh tunggal dan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) 5% untuk pengaruh interaksi. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah: 1) Perlakuan konsentrasi (K) memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap umur berbunga dengan perlakuan K1 (1 kg bonggol pisang kepok + 200 gram gula merah + 2 liter air cucian beras) mampu mengahasilkan rerata umur berbunga lebih cepat yaitu 26,78 HST. 2) Perlakuan frekuensi (F) pemberian larutan MOL bonggol pisang kepok memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap umur berbunga dengan perlakuan F3 (3x seminggu) mampu mengahasilkan rerata umur berbunga lebih cepat yaitu 26,56 HST. Dan untuk perlakuan F1 (1x seminggu) memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap jumlah bunga pada umur 38 HST dengan rerata tertinggi yaitu 4,09. 3) Terjadi interaksi yang memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap umur berbunga yang lebih cepat pada perlakuan K1F3 (1 kg bonggol pisang kepok + 200 gram + 2 liter air cucian beras, dengan 3x seminggu) yaitu 25,00 HST, dan yang paling lama berbunganya pada perlakuan K1F1 (1 kg bonggol pisang kepok + 200 gram + 2 liter air cucian beras, dengan 1x seminggu) yaitu 28,67 HST.
RESPON PEMBERIAN KOMPOS SERBUK GERGAJI DAN INTERVAL PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI DAGING (BRASSICA RAPA L. VAR. CHINENSIS) DI POLYBAG Mimik Umi Zuhroh; Retno Sulistyowati; Iit Supaida
Agrotechbiz : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 5 No 2 (2018): Agrotechbiz : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Panca Marga Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.061 KB) | DOI: 10.51747/agrotechbiz.v5i2.436

Abstract

Tanaman hortikultura merupakan komoditas yang memiliki prospektif yang sangat baik untuk dikembangkan, karena memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi. Salah satunya tanaman hortikultura sayursayuran seperti sawi daging. Penelitian ini bertujuan untuk : 1.) Mengetahui apakah pemberian kompos serbuk gergaji berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Sawi daging (Brassica rapa L. var. Chinensis). 2.) Mengetahui apakah Interval Penyiraman berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Sawi daging (Brassica rapa L. var. Chinensis). 3.) Mengetahui apakah terjadi interaksi antara pemberian kompos serbuk gergaji dan Interval Penyiraman terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Sawi daging (Brassica rapa L. var. Chinensis). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor yaitu pemberian kompos serbuk gergaji (K) sebanyak 4 taraf dan interval penyiraman (I) sebanyak 3 taraf dengan 3 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Apabila hasil uji F menunjukkan pengaruh yang nyata maka, analisis di lanjutkan Uji BNT pada taraf 5%. Kesimpulan hasil penelitian ini, antara lain : 1.) Pemberian kompos serbuk gergaji memberikan pengaruh berbeda sangat nyata, yaitu pada parameter diameter batang (25 dan 30 hst), bobot basah (per tanaman dan per plot), dan bobot kering oven (per tanaman dan per plot). Pemberian kompos serbuk gergaji yang berbeda nyata yaitu pada parameter jumlah daun (15, 20, 30 dan 35 hst) dan diameter batang (35 hst). 2.) Interval penyiraman memberikan pengaruh berbeda sangay nyata yaitu pada parameter bobot basah (per tanaman dan per plot), dan bobot kering oven (per tanaman dan per plot). Interval penyiraman yang berbeda nyata yaitu pada parameter jumlah daun (20, 25 dan 30 hst) dan diameter batang (15, 20, 30, dan 35 hst). 3.) Tidak terjadi interaksi antara perlakuan pengaruh pemberian kompos serbuk gergaji (K) dan interval penyiraman (I).
PENGARUH DOSIS PUPUK DAN VARIETAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI (Oryza sativa). DENNY ARIS PRATAMA; DWI WAHYU SETYANINGSIH
Agrotechbiz : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 5 No 2 (2018): Agrotechbiz : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Panca Marga Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.682 KB) | DOI: 10.51747/agrotechbiz.v5i2.437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dosis pupuk yang tepat dan jenis varietas dengan respon terbaik terhadap pupuk, guna memperoleh produksi maksimal. Metode penelitian yang digunakan Eancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola factorial. Percobaan ini terdiri dua faktor dengan 3 kali ulangan. Faktor I; dosis pupuk (P) terdiri 3 taraf yaitu: P1 (200g organik +50g an organik ), P2 (300g organik +100g an organik), P3(400 g organik +150g an organik). faktor ke II ; Varietas yaitu: V1 (Ciherang), V2(IR-64) dan V3(Impari Sidenuk). Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan pemberian dosis pupuk pada tanaman padi umur 14Hst berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dengan nilai Fhitung 4,59. Perlakuan dosis pupuk P1 (200+50g) menghasilkan tinggi tanaman rata-rata 34,87cm berpengaruh nyata dengan perlakuan pemberian pupuk P3(400+150g) dengan hasil tinggi tanaman rata-rata 37,42cm. Perlakuan pemberian dosis pupuk memberikan pengaruh yang sangat nyata terhdapat jumlah anakan padi pada 28 Hst dengan nilai F hitung 7,06. Pemberian dosis pupuk P1(200+50g) menghasilkan jumlah anakan paling banyak dan berpengaruh nyata dengan perlakuan P2 (300+100g). Varietas padi memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah bulir 65Hst dengan nilai F hitung 5,76. V3 (Inpari Sidenuk) menghasilkan jumlah bulir 2415,68 berbeda nyata dengan Ciherang dan IR-64. Perlakuan pemberian dosis pupuk berpengaruh sangat nyata terhadap berat sampel padi dengan nilai F hitung 15,28. Perlakuan pemberian dosis pupuk P1(200+50g) memberikan hasil berat 153,56 g berbeda sangat nyata dengan perlakuan P3(400+150g) yang menghasilkan berat 114,44g. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah perlakuan pemberian pupuk organik 400g dan anorganik 150 g memberikan hasil tinggi tanaman rata-rata tertinggi pada 14 Hst. Varietas Inpari Sidenuk menghasilkan jumlah bulir padi rata-rata paling banyak 2415,68. Disarankan petani menanam padi varietas Inpari Sidenuk untuk menghasilkan produksi yang tinggi.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS L.) TERHADAP KONSENTRASI DAN INTERVAL WAKTU PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR BONGGOL PISANG Moch Su’ud; Dwi Ayu Lestari
Agrotechbiz : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 5 No 2 (2018): Agrotechbiz : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Panca Marga Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.144 KB) | DOI: 10.51747/agrotechbiz.v5i2.438

Abstract

Jagung (Zea mays L.) ialah komoditas pangan yang penting dan menempati urutan kedua setelah padi di Indonesia. Jagung mengandung 8 g protein dan 73 g karbohidrat dalam setiap 100 g. Pupuk organik merupakan pupuk yang dapat berbentuk padat atau cair yang berasal dari tanaman dan hewan. Pupuk organik cair adalah pupuk organik yang tersedia dalam bentuk cair, di dalamnya terkandung unsur hara berbentuk larutan sehingga sangat mudah diserap tanaman didalam bonggol pisang terdapat zat pengatur tumbuh giberellin dan sitokinin. Selain itu, dalam bonggol pisang terdapat 7 mikroorganisme yang sangat berguna bagi tanaman yaitu Azospirillium, Azotobacter, Bacillus, Aeromonas, Aspergillus, mikroba pelarut phospat dan mikroba selulotik. Bakteri tersebut mampu mengurai bahan organik termasuk nitrogen, phospat dan kalium yang ada dalam tanah menjadi nutrisi yang siap digunakan oleh tanaman serta dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair. Batang bagian dalam pisang memiliki senyawa penting seperti antrakuinon, saponin dan flavanoid. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor yaitu konsentrasi (K) sebanyak 4 taraf perlakuan dan Interval waktu (I) sebanyak 3 taraf dengan 3 kelompok ulangan. Apabila hasil uji F menunjukkan pengaruh yang nyata maka analisis dilanjutkan Uji BNT pada taraf 5%. Kesimpulan hasil penelitian ini antara lain: 1). Perlakuan konsentrasi pupuk organik cair bonggol pisang 20% (K????) memiliki hasil terbaik yaitu pada parameter jumlah daun, diameter batang, berat tongkol segar, diameter tongkol dan hasil pipilan kering tanaman jagung. 2). Perlakuan interval waktu pemberian pupuk organik cair bonggol pisang 7 hari sekali (I₃) memiliki hasil terbaik yaitu pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, berat tongkol segar, hasil pipilan kering, dan bobot brangkasan kering. 3). Interaksi antara perlakuan konsentrasi dan perlakuan interval waktu, pada semua parameter pengamatan tidak memberikan pengaruh yang nyata.