Articles
469 Documents
MENGENALKAN PROFESI HAKIM MELALUI KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Ade Adhari;
Malvin Jati Kuncara Alam W
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (183.447 KB)
|
DOI: 10.24912/pserina.v2i1.19941
Profesi hakim merupakan salah satu pilihan profesi yang dapat digeluti pasca seorang sarjana hukum menyelesaikan masa studinya dan mendapatkan gelar sarjana hukum. Profesi ini perlu dikenalkan kepada para siswa SMA. N. 17 Jakarta. Pengenalan profesi ini dilakukan sebagai jalan untuk memutus permasalahan kebingungan yang dialami siswa dalam menentukan profesi yang akan dipilih nantinya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada kesempatan ini berupaya merespon kebutuhan tersebut dengan mengadakannya di SMA. N. 17 Jakarta. Metode pelaksanaan PKM kali ini adalah dengan metode ceramah yang dilakukan di Aula SMA N. 17 pada tanggal 28 Maret 2022. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 150 siswa. Hasil kegiatan PKM menunjukkan awalnya para siswa tidak mengenal profesi hakim secara mendalam. Melalui pengenalan profesi hakim, para siswa diajak berkenalan lebih dalam mengenai profesi ini. Bahkan para siswa mendapatkan informasi berkenaan dengan tips agar nantinya dapat menjadi seorang hakim.
KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNTUK MENGENALKAN PROFESI JAKSA DALAM PERADILAN PIDANA INDONESIA
Ade Adhari;
Malvin Jati Kuncara Alam W
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (176.145 KB)
|
DOI: 10.24912/pserina.v2i1.19942
Proses peradilan pidana dijalankan dalam rangka sebagai sarana penanggulangan kejahatan. Proses peradilan pidana melalui tahapan panjang, meliputi penyelidikan, penyidikan, penuntutan, pemeriksaan di pengadilan, penjatuhan putusan dan pelaksanaan putusan pemidanaan. Terdapat banyak aktor yang bermain dalam peradilan pidana, salah satunya adalah Jaksa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengenalkan profesi jaksa kepada para siswa di SMA N. 17 Jakarta. Siswa yang menjadi peserta dalam kegiatan PKM ini adalah siswa kelas X dan XI. Tujuan kegiatan PKM ini adalah mengenalkan profesi jaksa sebagai salah satu pilihan profesi yang kedapannya dapat dipilih oleh para siswa setelah melanjutkan studi di sebuah fakultas hukum. Metode pelaksanaan PKM kali ini adalah metode ceramah dan evaluasi atas hasil ceramah. Ceramah mengenai jaksa disampaikan di Aula SMA N. 17 Jakarta. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukan para siswa mendapatkan pemahaman baru tentang profesi jaksa, syarat menjadi jaksa dan tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk dapat menjadi seorang Jaksa.
KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN URGENSI PROLEGNAS RUU TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI MENJADI PRIORITAS DI MASA PANDEMI COVID-19
Ade Adhari;
Malvin Jati Kuncara Alam W
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (315.15 KB)
|
DOI: 10.24912/pserina.v2i1.19943
Pemberantasan tindak pidana korupsi harus menjadi prioritas utama, terlebih pada masa pandemi. Permasalahan penegakan hukum tindak pidana korupsi dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya karena banyaknya kelemahan dalam UU Tindak Pidana Korupsi saat ini. Hal ini tentu harus direspon dengan semangat melakukan pembaruan. Dalam rangka memberikan pemahaman mengenai latar belakang mengapa UU Tindak Pidana Korupsi perlu direvisi maka perlu diadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mengangkat tema ini. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan mitra yakni Kelompok Riset dan Debat. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan secara daring dengan memanfaatkan media zoom. Hasil dari kegiatan ini adalah para peserta mendapatkan pemahaman mengenai materi yang diberikan.
PENYULUHAN DALAM PEMBUATAN AKTA JUAL BELI BAGI ANGGOTA LUAR BIASA IKATAN NOTARIS INDONESIA
Benny Djaja;
Bryant Derian
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (282.822 KB)
|
DOI: 10.24912/pserina.v2i1.19944
Pada tanggal 26 Februari 2022, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan hukum kepada Anggota Luar Biasa dalam Pendidikan Magang Bersama di Rumah Bersama Sekretariat Pengurus Wilayah Ikatan Notaris Indonesia (Pengwil INI) DKI Jakarta di Jakarta Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pembuatan Akta Jual Beli dengan beberapa variasi. Akta Jual Beli adalah salah satu akta autentik yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sebagai bukti dilangsungkannya jual beli dengan objek berupa tanah dan/atau bangunan. Akta Jual Beli adalah salah satu akta autentik yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sebagai bukti dilangsungkannya jual beli dengan objek berupa tanah dan/atau bangunan. Beberapa variasi dari Akta Jual Beli yang beredar dalam masyarakat misalnya Akta Jual Beli biasa/standar, Akta Jual Beli yang dibuat berdasarkan Pengikatan Jual Beli dan Kuasa, dan Akta Jual Beli saat pelaksanaan Tax Amnesty. Metode yang digunakan dalam melaksanakan penyebaran pemahaman kepada masyarakat yang pertama adalah penyuluhan seminar kepada Anggota Luar Biasa dan yang kedua adalah tanya jawab terkait Akta Jual Beli dengan beberapa variasi. Mengenai peralihan hak atas tanah dan/atau bangunan, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan yang dimiliki pihak tertentu atau keadaan yang terjadi sampai hak pemilikan atas tanah dan/atau bangunan tersebut beralih kepada pihak lain, salah satunya adalah jual beli. Rencana luaran yang dihasilkan dari pengabdian masyarakat ini berupa publikasi ilmiah pada jurnal ber--ISSN dan publikasi di media massa
EDUKASI KESEHATAN TERKAIT ANGER MANAGEMENT DI LINGKUNGAN REMAJA
Anastasia Ratnawati Biromo;
Dennis Onesimus Indra;
Ni Made Savita Medha Sumantra
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (435.862 KB)
|
DOI: 10.24912/pserina.v2i1.19945
Perilaku agresif dapat terjadi pada setiap usia terutama masa remaja. Masa remaja merupakan masa transisi cenderung berisiko tinggi untuk terlibat dalam perilaku agresif karena terjadi perubahan fisik dan psikis. Merujuk pada permasalahan agresivitas masyarakat khususnya pada remaja maka perlu dilakukan upaya promotif dan preventif untuk mencegah perilaku agresif diremaja khususnya mahasiswa agar tercipta kesehatan mental yang baik. Tujuan dari edukasi kesehatan ini meningkatkan keasadaran sendiri di kalangan remaja terkait perilaku agresif serta menambah pengetahuan dalam pencegahan perilaku agresif melalui anger management. Dengan kegiatan berbentuk penyuluhan interaktif maka peserta dapat berinteraksi langsung dan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan seseorang bisa mengupayakan diri dalam usaha anger managent. Edukasi dengan tema anger management dilaksanakan secara daring pada hari minggu tanggal 10 April 2022 pukul 12.00-14.00. Narasumber mengedukasi sebanyak 89 peserta , dengan rentang usia 18.88 tahun, terdiri atas laki-laki sebanyak 20 (22,5%) orang dan perempuan sebanyak 69 (77,5%) peserta. Kegiatan bakti kesehatan ini telah dapat meningkatkan pengetahuan peserta sebesar 21,6% dan diharapkan dengan kegiatan ini peserta dapat mengontrol emosinya dengan baik dengan melakukan anger management bila menghadapi suatu masalah, sehingga kedepannya dapat tercipta masyarakat-masyarakat Indonesia yang tidak mudah terprovokasi dan berperilaku agresif.
PELATIHAN SIKLUS PEMBELIAN DENGAN SOFTWARE ACCURATE BAGI SISWA/I SMA KRISTEN YUSUF
Verawati Verawati;
Gabby Naca Stevany;
Anto Cahyadi
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (413.27 KB)
|
DOI: 10.24912/pserina.v2i1.19946
Siklus pembelian merupakan bagian dari transaksi yang terjadi dalam suatu usaha, dimana segala keperluan yang dibutuhkan dalam menjalankan usaha dapat diperoleh, seperti perlengkapan, persediaan, maupun aset lainnya. Tentunya, setiap transaksi pembelian akan masuk dalam proses akuntansi dan dilaporkan dalam laporan keuangan. Proses akuntansi hingga menjadi laporan keuangan yang dipelajari di satuan pendidikan merupakan proses akuntansi secara manual. Namun dengan adanya software akuntansi, proses akuntansi menjadi lebih efisien. Praktik akuntansi sekarang ini sudah banyak yang menggunakan software akuntansi, sehingga pengetahuan mengenai bagaimana software akuntansi bekerja penting untuk diketahui siswa/i SMA Kristen Yusuf. Tujuan dari dilakukannya kegiatan pelatihan siklus pembelian dengan software Accurate bagi siswa/i SMA Kristen Yusuf adalah memberikan pemahaman awal mengenai penerapan proses akuntansi secara riil, khususnya transaksi dalam siklus pembelian. Kegiatan pelatihan dilakukan oleh tim PKM pada tanggal 27 April 2022 secara tatap muka di SMA Kristen Yusuf. Pelatihan diadakan sebanyak 2 sesi, dimana setiap sesi berlangsung selama 90 menit. Pelaksanaan pelatihan mencakup penyampaian materi dengan mempraktikkan secara langsung cara penginputan transaksi pada siklus pembelian ke dalam software Accurate. Selain itu, kuis diberikan guna menarik perhatian siswa/i dan mencairkan suasana pelatihan. Pelatihan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan pengisian umpan balik untuk perbaikan pada pelatihan berikutnya. Luaran dari kegiatan pelatihan ini adalah artikel dalam prosiding dan modul pelatihan yang memiliki ISBN.
MENINGKATKAN DAYA SAING MELALUI PENGUKURAN TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN
Lydiawati Soelaiman;
Cynthia Liusca Winata
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (431.291 KB)
|
DOI: 10.24912/pserina.v2i1.19947
Bagi masyarakat metropolitan seperti kota Jakarta, cafe sudah menjadi tren sendiri. Hal tersebut mendorong para pemilik usaha café perlu memiliki strategi bisnis yang tepat dalam menghadapi pesaingnya. Kepuasan konsumen merupakan merupakan kunci utama yang perlu diperhatikan untuk menciptakan strategi yang tepat. Salah satu hal yang menjadi perhatian utama bagi konsumen ketika mengunjungi café adalah suasana yang nyaman seperti tata ruang, warna, pencahayaan, suhu ruang serta dekorasi yang dapat merangsang respon dan emosi konsumen untuk datang kembali. Demikian pula halnya dengan promosi, adanya promosi yang tepat akan menarik konsumen untuk datang berkunjung. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini akan melakukan survey untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap strategi promosi serta konsep suasana café yang sudah dijalankan oleh pemilik usaha. Berdasarkan hasil dari 116 konsumen, diperoleh bahwa promosi dan suasana café yang dilakukan oleh café ini berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Hasil dari kegiatan ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemilik usaha dalam mempertahankan bisnisnya. Selain itu, hasil analisis data dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengambil keputusan lebih lanjut dalam upaya mencapai keunggulan bersaing.
MENINGKATKAN KEPUASAN PENGGUNA DENGAN MENGEVALUASI FASILITAS TEMPAT PERISTIRAHATAN TIPE A DI JALAN TOL CIPALI
Ni Luh Shinta Putu Eka Setyarini;
Baowady Daniel;
Diandra Naufal Bassith
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (189.269 KB)
|
DOI: 10.24912/pserina.v2i1.19948
Panjangnya perjalanan dan monotonnya situasi lingkungan pada jalan Tol Cipali dapat membuat pengemudi merasa jenuh. Mengemudikan kendaraan dealam keadaan jenuh dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Hadirnya tempat peristirahatan di KM 102 (arah Cirebon) Tol Cipali dapat membantu pengemudi dan penumpang untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana pengelola dapat melayani pengunjung untuk memenuhi kebutuhan. Standar Pelayanan Minimum (SPM) adalah pedoman yang mengatur standar dari pelayanan tempat peristirahatan. Pedoman yang mengatur standar pelayanan dari suatu tempat peristirahatan haruslah terpenuhi. Standar tersebut berupa ketersediaan fasilitas, kapasitas fasilitas, kelengkapan fasilitas dll. Semakin banyaknya pengemudi yang membutuhkan tempat untuk beristirahat akibat dari padatnya jalan maka pengelola harus mengimbangi kebutuhan tersebut dengan penyediaan fasilitas yang mencukupi. Jumlah dan kelengkapan fasilitas juga harus diperhatikan untuk dapat memenuhi harapan sehingga para pengunjung dapat merasa nyaman dan aman beristirahat di tempat peristirahatan KM 102 (arah Cirebon).
TETAP ASYIK BEKERJA WALAUPUN REPOT / DIKEJAR DEADLINE: KEPERCAYAAN DIRI DALAM MENYELESAIKAN TUGAS/PEKERJAAN
P. Tommy Y. S. Suyasa;
Angelina Alvina Ayuprilani;
Stephanus Arbi Setyastoro
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (191.863 KB)
|
DOI: 10.24912/pserina.v2i1.19950
Artikel ini merupakan bahan kegiatan pengabdian masyarakat di Learning Institute X. Berdasarkan penelitian pada beberapa karyawan di Learning Institute X, teridentifikasi bahwa tuntutan dan kerumitan dalam menyelesaikan tugas/pekerjaan berpotensi menurunkan keasyikan kerja (work engagement). Untuk mengantisipasi penurunan keasyikan kerja tersebut, diperlukan suatu konsep yang disebut sebagai self-efficacy. Kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan di Learning Institute X bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada para pemimpin/supervisor mengenai konsep self-efficacy. Self-efficacy adalah kondisi di mana individu percaya terhadap kemampuannya untuk melakukan dan menyelesaikan tugas/pekerjaannya. Individu dengan self-efficacy yang tinggi, yakin bahwa ia mampu menyelesaikan tugas/pekerjaan hingga mampu mencapai target yang diharapkan. Dengan adanya self-efficacy, para pemimpin/supervisor diharapkan tetap asyik dalam bekerja, hingga tetap menjadi panutan dan contoh yang baik bagi karyawan/bawahannya.
BAGAIMANA MENJADI PEMIMPIN YANG TRANSFORMASIONAL SELAMA DAN SETELAH COVID-19?: MENINGKATKAN KEASYIKAN DALAM BEKERJA
P. Tommy Y.S. Suyasa;
Mirda Sari Ningtyas Dara Pertiwi;
Vallerie Meijer
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (243.211 KB)
|
DOI: 10.24912/pserina.v2i1.19952
Artikel ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan para supervisor di Mitra X agar memiliki karakter transformational leadership. Transformational leadership adalah perilaku pemimpin yang mampu menjadi panutan dan menginspirasi individu karyawan dibawahnya. Empat karakter transformational leadership adalah intellectual stimulation, inspirational motivation, individualized consideration, dan idealized influence. Karakter transformational leadership dapat membantu staf dan karyawan agar mendapatkan potensinya yang maksimal, yang ditunjukkan dengan perilaku kerja penuh semangat (vigor), penuh dedikasi (dedication), dan larut dalam bekerja (absorption). Dalam artikel ini, ketiga indikasi diistilahkan sebagai keasyikan bekerja (work engagement). Penulis sengaja menggunakan istilah keasyikan bekerja, dibandingkan dengan istilah keterikatan kerja, untuk menunjukkan bahwa work engagement adalah suatu kondisi kerja positif yang memberikan kesejahteraan dalam bekerja. Sasaran dari kegiatan PkM adalah para supervisor yang berjumlah 40 orang serta sudah memiliki pengalaman kerja dan memiliki tim dalam bekerja dapat memotivasi dan mendorong para staf atau bawahan mencapat tujuan dan target kerja.