cover
Contact Name
Budiyanto
Contact Email
budiyanto@perbanas.id
Phone
+62 21- 5252533
Journal Mail Official
reny.fitriana@perbanas.id
Editorial Address
Jl. Perbanas, Karet Kuningan, Setiabudi kode pos 12940., Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Perbanas Journal of Islamic Economics and Business
ISSN : -     EISSN : 28071506     DOI : https://doi.org/10.56174/pjieb.v2i1.27
Core Subject : Religion, Economy,
Aims The objectives of this journal are as follows: To provide a bridge between theory and practice of Islamic Economics and Business To disseminate the results and findings of research and best practice To assist and inform those responsible for the management of Islamic Economics and Business To guide the formulation, development, implementation and evaluation of Islamic Economics and Business To develop the research agenda in Islamic Economics and Business, by identifying critical research issues, and promoting research within those areas. Perbanas Journal of Islamic Economics and Business is pluralistic, publishing papers that are conceptual, quantitative-empirical, or qualitative-empirical. Scope Perbanas Journal of Islamic Economics and Business is devoted to research in all branches of Islamic Economics and Business. Specifically, the journal will deal with topics, including but not limited to: Islamic Economics Islamic Banking and Finance Islamic Business Islamic Philanthropy
Articles 89 Documents
Assessing Disability Empowerment Initiatives: A Case Study of the Difabis Program in Jakarta Faizi Faizi; Siti Wardah
Perbanas Journal of Islamic Economics and Business Vol 6 No 1 (2026): Perbanas Journal of Islamic Economics and Business
Publisher : Institut Keuangan-Perbankan Dan Informatika Asia Perbanas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56174/pjieb.v6i1.360

Abstract

The Difabis program, initiated by Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) DKI Jakarta, Indonesia’s National Zakat Agency at the provincial level, aims to empower individuals with disabilities through entrepreneurship and workforce integration. This qualitative case study evaluates the effectiveness of the program using Gibson's (1992) framework, which assesses seven indicators: clarity of purpose, clarity of strategy, process analysis and policymaking, comprehensive planning, establishment of appropriate programs, availability of facilities and infrastructure, and monitoring and control systems. Data were collected through semi-structured interviews with four participants (one BAZNAS administrator, two beneficiaries, and one academic), passive participant observation at two Difabis branches, and a document analysis of program reports and policies. The findings indicate that the program aligns with several empowerment indicators, demonstrating strengths in the clarity of purpose, strategic coherence, comprehensive planning, and infrastructure provision. Participants reported enhanced skills, income stability, and self-esteem, underscoring the program's role in promoting financial autonomy and social inclusion. However, gaps were identified in the process analysis and policy formulation, particularly in the reliance on self-reported data for beneficiary targeting, which risks excluding the most vulnerable groups. The program's innovative fusion of zakat redistribution with skill development offers a replicable model for Muslim-majority contexts, but its long-term sustainability and scalability remain unexamined. Despite limitations in generalizability and comprehensiveness, this study contributes to the literature on disability empowerment by highlighting the potential of faith-based initiatives to address intersectional marginalization. This study offers a novel contribution by being the first to evaluate a disability-empowerment zakat program using Gibson’s (1992) organizational effectiveness framework, thereby bridging faith-based social finance and disability empowerment studies.
Pengembangan Artefak Film Studio Alam Gamplong Sebagai Wisata Kreatif dan Islamic Entrepreneurship Anggra Agastyassa Owie; Edy Wibowo
Perbanas Journal of Islamic Economics and Business Vol 6 No 1 (2026): Perbanas Journal of Islamic Economics and Business
Publisher : Institut Keuangan-Perbankan Dan Informatika Asia Perbanas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56174/pjieb.v6i1.309

Abstract

Penelitian bertujuan mempelajari perkembangan artefak film di Studio Alam Gamplong sebagai dasar wisata kreatif yang menggabungkan prinsip entrepreneurship Islam. Penelitian ini berfokus pada pemahaman tentang artefak film sebagai bukan hanya properti yang digunakan untuk produksi film, tetapi juga sebagai sumber daya budaya yang memiliki nilai ekonomi kreatif dan potensi edukatif yang terkait dengan industri film. Penelitian ini juga melihat kemungkinan pengembangan wisata berbasis film. Selain itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan model pemanfaatan artefak film sebagai alat pembelajaran, alat promosi, dan strategi pemasaran destinasi wisata film. Selain itu, penelitian ini juga menyelidiki bagaimana prinsip kewirausahaan Islam, yang mencakup etika bisnis, keadilan, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat, diterapkan dalam manajemen destinasi wisata film. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang menggunakan teknik triangulasi sumber dan waktu melalui dokumentasi, observasi lapangan, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa artefak film di Studio Alam Gamplong memiliki nilai edukatif dan ekonomis. Dengan menggabungkan desain media dan komunikasi visual, citra Studio Alam Gamplong sebagai tempat wisata film dan pusat pengembangan ekonomi kreatif telah terbukti kuat. Prinsip kewirausahaan Islam terlihat dalam praktik kepemimpinan yang bekerja sama, keberanian untuk mengambil risiko yang diukur, orientasi pada perencanaan masa depan, dan pelaksanaan kewirausahaan sosial dan CSR Islami. Model pengelolaan yang diterapkan juga memengaruhi UMKM lokal, menciptakan lapangan kerja, dan mempertahankan destinasi wisata. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dan empiris untuk kemajuan pariwisata kreatif berbasis film di Indonesia yang berpusat pada nilai-nilai kewirausahaan Islam.
Transformasi Perilaku Keuangan Digital: Studi QRIS dan Literasi Keuangan dalam Perspektif Islam intan Suri Mahardika Pertiwi
Perbanas Journal of Islamic Economics and Business Vol 6 No 2 (2026): Perbanas Journal of Islamic Economics and Business
Publisher : Institut Keuangan-Perbankan Dan Informatika Asia Perbanas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56174/pjieb.v6i2.396

Abstract

The accelerating growth of financial technology has reshaped public financial behavior toward digital ecosystems, yet this shift has not been proportionally matched by sufficient financial literacy among users. This study evaluates the contribution of Quick Response Code Indonesian Standard and financial literacy in shaping digital financial behavior transformation through the lens of Islamic financial management, employing a quantitative survey design with 100 digital wallet users in Bandar Lampung selected via the Lemeshow formula and analyzed using multiple linear regression. Findings reveal that QRIS adoption yields no meaningful positive impact on digital financial behavior transformation, as users predominantly treat the technology as a transactional convenience rather than a catalyst for substantive financial change. Financial literacy, conversely, emerges as the dominant predictor with a positive and significant influence in cultivating more deliberate, systematic, and accountable digital financial behavior. The distinctiveness of this study lies in unifying digital payment technology, financial literacy, and financial behavior within an Islamic financial management framework in a local setting, with strategic implications underscoring the necessity of strengthening payment ecosystems alongside sharia-grounded financial literacy initiatives
Apakah Intellectual Capital Meningkatkan Profitabilitas? Bukti Empiris dari Berbagai Sektor di Indonesia Rohmat Mahfuddin; Arief Budiman; Muis Murtadho; Yulia Setyarini
Perbanas Journal of Islamic Economics and Business Vol 6 No 2 (2026): Perbanas Journal of Islamic Economics and Business
Publisher : Institut Keuangan-Perbankan Dan Informatika Asia Perbanas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56174/pjieb.v6i2.404

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh intellectual capital (IC) terhadap profitabilitas perusahaan di Indonesia. Menggunakan 2.105 observasi perusahaan-tahun dari perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada 2020–2024, penelitian ini mengukur IC menggunakan Value Added Intellectual Coefficient (VAIC) beserta komponennya. Menggunakan Ordinary Least Squares (OLS) dan mengendalikan efek tahun dan industry, hasil penelitian kami menunjukkan bahwa IC berpengaruh positif terhadap profitabilitas perusahaan. Ketiga komponen IC, yaitu HCE, SCE, dan CEE, juga berkontribusi positif terhadap profitabilitas, dengan SCE sebagai komponen yang dominan. Analisis tambahan mengungkap bahwa pengaruh IC bersifat heterogen dan cenderung lebih kuat pada sektor-sektor yang bergantung pada pengetahuan dan aset tidak berwujud, seperti pada perusahaan yang tergabung dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), perusahaan berteknologi rendah dan perusahaan berukuran besar. Temuan ini memperluas literatur IC dan Resource-Based View dengan menyediakan bukti empiris lintas sektor dari konteks negara berkembang sekaligus menegaskan pentingnya investasi pada sumber daya manusia, infrastruktur organisasi, dan pengelolaan modal yang efisien sebagai strategi untuk meningkatkan profitabilitas dan mempertahankan keunggulan kompetitif berbasis pengetahuan.
Governing Hajj Dam for Livestock Empowerment and Nutrition in Indonesia: A Fiqh Al-Awlawiyyat Model Sudisto Sudisto; Erni Juliana Al Hasanah Nasution
Perbanas Journal of Islamic Economics and Business Vol 6 No 2 (2026): Perbanas Journal of Islamic Economics and Business
Publisher : Institut Keuangan-Perbankan Dan Informatika Asia Perbanas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56174/pjieb.v6i2.408

Abstract

Stunting and protein deficiency remain serious challenges in Indonesia, while the annual economic potential of Hajj Dam (hadyu), estimated at approximately IDR 380 billion, has not been systematically linked to livestock empowerment and national nutrition programs. This study develops an Islamic economic governance model connecting Hajj Dam, mustahik breeder empowerment through BAZNAS Livestock Center, and the Free Nutritious Meal (MBG) Program, using Fiqh al-Awlawiyyat as a normative justification framework. The study applies a sequential exploratory mixed-methods design with qualitative dominance. Qualitative data were drawn from five key documents: Hajj Dam regulations, Dam tariff decrees, BAZNAS reports, the 2025 NU National Conference framework, and 2026 Hajj statistics. A field pilot involved 15 mustahik breeders managing 37 Priangan sheep in Subang and Ciamis from February to April 2026. The findings show that, of 140,536 Dam payments, 38,499 heads (27.4%) were allocated for domestic slaughter, valued at approximately IDR 104 billion. The small pilot generated a site-level profit of IDR 400,000-700,000 per head in one cycle, with total profit of IDR 19.3 million. These figures should be interpreted as preliminary feasibility evidence rather than generalizable impact estimates. The benefit-cost ratio (BCR) ranges from 1.09 to 1.21 before final distribution costs, but may fall to approximately 0.90-1.14 under 5%-20% distribution-cost scenarios. The proposed model includes Dam payment channeling, livestock procurement from mustahik breeders, halal slaughtering and processing, and distribution of meat to stunting-priority regions through MBG. The study contributes to Islamic economics by shifting the Dam debate from a predominantly jurisprudential issue toward governance, economic feasibility, supply-chain management, and risk mitigation.
The Paradox Of Perpetuity: When Wakaf Khas (Specific Waqf) Becomes Frozen Assets In Malaysia: A Critical Analysis Mohammad Hidir Baharudin; Umbas Krisnanto; Jasman Jasman; Rahmawati Mohd Yusoff
Perbanas Journal of Islamic Economics and Business Vol 6 No 2 (2026): Perbanas Journal of Islamic Economics and Business
Publisher : Institut Keuangan-Perbankan Dan Informatika Asia Perbanas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56174/pjieb.v6i2.414

Abstract

The institution of waqf (Islamic endowment) is a cornerstone of Islamic social finance, intended to provide perpetual socioeconomic benefits to the Muslim community. However, in Malaysia, an estimated 87% of the 30,000 hectares of waqf land remains underdeveloped, resulting in billions of ringgits in “frozen” assets. A significant yet underexplored contributor to this phenomenon is the overproliferation of wakaf khas (specific waqf), in which donors strictly limit the use of their endowments to highly specific purposes that may become obsolete, unviable, or redundant over time. This article provides a comprehensive and analytical examination of the wakaf khas dilemma in Malaysia. It critically analyses the Islamic jurisprudential maxim “the condition of the waqif is like the text of the Lawgiver” (شَرْطُ الوَاقِفِ كَنَصِّ الشَّارِعِ) against the higher objectives of Shariah (maqasid al-shariah) and the principle of public interest (maslahah). The article evaluates the legislative frameworks across all 14 Malaysian states, focusing on the provisions for istibdal (substitution) as a remedy for frozen assets. By integrating contemporary fatwas and assessing the governance structures of State Islamic Religious Councils (SIRCs), this paper argues for a paradigm shift from rigid legal formalism to a welfare-oriented, maqasid-driven approach to unlock the economic potential of wakaf khas in Malaysia. The study employs a qualitative doctrinal legal methodology, combining content analysis of primary Islamic legal texts (turath), statutory instruments, and fatwa resolutions with critical comparative analysis across the four Sunni schools of thought and beyond.
Pengaruh Kondisi Makroekonomi Terhadap Indeks Saham Syariah Indonesia Periode 2014-2025 Hayet Hayet; Hesti Diah Ayuni
Perbanas Journal of Islamic Economics and Business Vol 6 No 2 (2026): Perbanas Journal of Islamic Economics and Business
Publisher : Institut Keuangan-Perbankan Dan Informatika Asia Perbanas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56174/pjieb.v6i2.401

Abstract

Pasar modal syariah merupakan salah satu instrumen investasi yang memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan perekonomian nasional. Pergerakan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sebagai indikator pasar modal syariah diduga dipengaruhi oleh berbagai kondisi makroekonomi seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan BI-Rate. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan BI-Rate terhadap ISSI selama periode 2014-2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis data time series triwulan. Metode analisis yang digunakan yaitu regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap ISSI yang mengindikasikan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi mampu mendorong peningkatan kinerja pasar modal syariah di Indonesia. Inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ISSI yang menunjukkan bahwa peningkatan inflasi menyebabkan penurunan ISSI menurun akibatnya daya beli masyarakat serta meningkatkan biaya produksi perusahaan. Sementara BI-Rate berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap ISSI sehingga perubahan pada BI-Rate belum mampu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pergerakan ISSI selama periode penelitian. Secara simultan, seluruh variabel berpengaruh signifikan terhadap ISSI selama periode 2014-2025.
The Effect of DPK, NPF, and FDR on the Profitability of Islamic Banking in Indonesia Yohan Ari Sandi Ramadhan; Inayati Nuraini Dwiputri
Perbanas Journal of Islamic Economics and Business Vol 6 No 2 (2026): Perbanas Journal of Islamic Economics and Business
Publisher : Institut Keuangan-Perbankan Dan Informatika Asia Perbanas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56174/pjieb.v6i2.397

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk membuktikan pengaruh DPK, NPF, FDR, CAR, dan Pembiayaan Mudharabah terhadap fluktuasi profitabilitas perbankan berbasis syariah yang beroperasi di Indonesia selama kurun tahun 2020–2024. Penelitian ini dibantu oleh data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan yang dirilis oleh lembaga perbankan syariah. Pendekatan kuantitatif digunakan, dan analisis regresi linear berganda diterapkan guna membuktikan keterkaitan antar variabel. Profitabilitas dikuantifikasi dengan memanfaatkan Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kinerja keuangan. Analisis data menunjukkan bahwa DPK dan FDR memperlihatkan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap ROA dan ROE. Sementara itu, CAR memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ROE, namun tidak signifikan terhadap ROA. Pembiayaan Mudharabah berpengaruh signifikan terhadap ROA, namun tidak berpengaruh terhadap ROE. Sementara itu, NPF tidak menunjukkan adanya signifikansi terhadap kedua indikator profitabilitas. Pembiayaan Musyarakah dikeluarkan dari model karena adanya masalah multikolinearitas yang teridentifikasi selama pengujian. Pengujian secara simultan menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari seluruh variabel independen terhadap profitabilitas. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan rasio keuangan yang efektif memiliki peran penting dalam meningkatkan profitabilitas perbankan syariah di Indonesia.
Konsep Pemberian Insentif Perspektif Muamalah Islami pada Agency PT Manulife Syariah Indonesia Tahun 2026 Masyhuri Masyhuri
Perbanas Journal of Islamic Economics and Business Vol 6 No 2 (2026): Perbanas Journal of Islamic Economics and Business
Publisher : Institut Keuangan-Perbankan Dan Informatika Asia Perbanas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56174/pjieb.v6i2.409

Abstract

Industri asuransi jiwa syariah Indonesia memasuki fase konsolidasi seiring kewajiban pemisahan unit usaha syariah, dan agen tetap menjadi tulang punggung distribusi sekaligus titik paling rawan ketika imbalan dirancang. Penelitian ini menelaah skema kompensasi agency pada PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah sebagaimana diatur Memo Kompensasi Agency 2026, lalu menilainya dari perspektif muamalah Islami. Tujuannya menganalisis konsep insentif agen syariah, mengkaji praktik kompensasi berlapis yang mencakup First Year Commission, Second Year Commission, Renewal Year Commission, Quarterly Production Bonus, Basic Commission Override, referral bonus, serta generation, quality generation, dan lifetime override, dan menilai kesesuaiannya dengan prinsip ujrah, wakalah bil ujrah, keadilan, transparansi, amanah, dan maslahah. Pendekatan yang dipakai bersifat kualitatif dengan rancangan studi kasus deskriptif-analitis berbasis analisis dokumen terhadap memo, fatwa Dewan Syariah Nasional, dan literatur primer yang dilengkapi wawancara dan observasi-partisipan, dianalisis secara tematik. Analisis menunjukkan komisi langsung (FYC, SYC, RYC) tergolong ujrah yang sah atas jasa penjualan dan pemeliharaan polis, sedangkan override dan lifetime override menuntut penegasan akad samsarah atau ju'alah serta bukti kontribusi nyata agar tidak menjadi imbalan struktural belaka. Pengaitan bonus produksi dengan Premium Persistency Ratio dan faktor persistensi dipandang positif karena menahan dorongan mengejar volume semata, sementara syarat lisensi syariah memperkuat kepatuhan. Penelitian ini mengusulkan model evaluasi lima prinsip, yaitu kejelasan akad, kelayakan jasa, keadilan imbalan, kualitas penjualan, dan kepatuhan syariah, sebagai instrumen menilai sistem kompensasi agen asuransi syariah agar berorientasi maslahah