cover
Contact Name
I Gede Sandiasa
Contact Email
sandiasagede1970@gmail.com
Phone
+6281338724721
Journal Mail Official
sandiasagede1970@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.unipas.ac.id/index.php/LOCUS/about/editorialTeam
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Locus : Majalah Ilmiah FIA
ISSN : 24067695     EISSN : 26229552     DOI : https://doi.org/10.37637/locus.v14i2
Core Subject : Humanities, Social,
Locus : Majalah Ilmiah FIA Aim and Scope: accomodating the results of studies or researches or reviews in the field of public administration, social science, and political science.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2018)" : 8 Documents clear
Pelaksanaan Pelayanan Publik Oleh Pegawai Di Kantor Camat Sawan Kabupaten Buleleng Gusti Ayu Juli Artini; I Nyoman Sukraaliawan
Locus Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.133 KB) | DOI: 10.37637/locus.v9i1.76

Abstract

Pegawai pemerintahan adalah aparat birokrasi yang juga sebagai abdi masyarakat harus mampu membrikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Khusus dalam pelayanan pengurusan KTP dan perijinan, pegawai harus bisa bersikap profesional sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Masyarakat yang datang ke kantor kecamatan untuk mengurus perekaman data KTP dan pelayanan perijinan harus diberikan pelayanan yang prima dan berkualitas. Dari hasil penelitian ditemukan fakta bahwa pelaksanaan pelayanan publik di Kantor Kecamatan Sawan berkaitan dengan kualitas dan kuantitas pelayanan, ketepatan waktu pelayanan, efektivitas pelayanan, kemandirian pegawai dalam pelayanan dan hubungan interpersonal dalam pelayanan. Faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat di Kantor Kecamatan Sawan meliputi faktor internal dan faktor eksternal. Sedangkan solusi dalam meminimalisir adanya faktor penghambat pelayanan kepada masyarakat adalah solusi jangka pendek dan jangka panjang, sosialisasi kepada masyarakat pencari layanan dengan beberapa media, serta pemberian rewards kepada pegawai yang berprestasi, dan pemberian punishman kepada pegawai yang lalai melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.
Implementasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebagai Upaya Pemerataan Pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 1 Penarukan Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Putu Sucika; I Nyoman Suprapta
Locus Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.112 KB) | DOI: 10.37637/locus.v9i1.80

Abstract

UUD Tahun 1945 mengamanatkan bahwa seiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Negara wajib memberikan pendidikan yang bermutu sehingga pemerintah mengeluarkan dana bantuan operasional sekolah (BOS). BOS adalah program pemerintah yang pada dasarnya untuk penyediaan pendanaan non-personalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar. Penyaluran dan penggunaan dana BOS masih mengalami permasalahan baik penyaluran maupun penggunaannya. Berdasarkan hal yang telah diuraikan di atas, maka penelitian ini merumuskan beberapa permasalahan, yaitu: Bagaimana implementasi, kendala dan upaya dalam pelaksanaan dana BOS dalam pemerataan pendidikan di SD Negeri 1 Penarukan Tahun 2016. Teknik analisis data menggunakan penelitian kualitatif, dengan wawancara sebagai teknik utama dalam penggalian data. Berdasarkan temuan dan hasil pembahasan tentang implementasi kebijakan dalam implementasi dana BOS SD Negeri 1 Penarukan, secara umum gambarkan bahwa implementasi alokasi dana BOS berhasil dan berjalan sesuai tujuan dan tepat sasaran. Mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi implemetasi. Implementasi dana BOS sangat mempengaruhi pemerataan pendidikan di SD Negeri 1 Penarukan karena bisa sebagai seluruh pembiayaan kegiatan non-personalia seperti pembiayan dalam rangka penerimaan siswa baru, pembelian buku refrensi perpustakaan, pembiayaan kegiatan ekstra kurikuler, ulangan dan ujian. Sementara kendala dalam implementasi dana BOS yaitu terjadi keterlambatan dana BOS yang bisa dicairkan dan minimnya SDM maupun sarana prasarana hal tersebut mengakibatkan kesulitan dalam pembuatan laporan penggunaan dana BOS. Cara mengatasi kendala dalam pengelolaan dana BOS yaitu mencari dana talangan terlebih dahulu, untuk mengatasi kurangnya pemahaman karna kurangnya bimtek, sekolah dibantu melalui gugus melakukan bimtek dan pelatihan tengtang implementasi dana BOS, dan untuk mengatasi keterlambatan pembuatan laporan yaitu dengan cara membantu bendahara BOS dalam pembuatan laporan keuangan.
Implementasi Kebijakan Desa Pakraman Dalam Pemberdayaan Masyarakat I Gede Dana Yasa; Gede Sandiasa
Locus Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.946 KB) | DOI: 10.37637/locus.v9i1.75

Abstract

Pembangunan menuju perubahan lebih baik, diperlukan semangat kerjasama yang cukup dan intensif, antar lembaga-lembaga yang mempunyai kewajiban dalam memperhatikan serta mengimplementasikan perencanaan pembangunan di desa. Desa pakraman merupakan lembaga yang sangat anktif dalam pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Peneliti ingin mengetahui bagaimana proses dan kendala-kendala implementasi kebijakan Desa pakraman dalam melaksanakan program pemberdayaan terhadap masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif, informan ditentukan melalui teknik purposive sampling sedangkan metode penumpulan data menggunakan teknik wawancara, melalui studi dokumentasi, dan observasi. Lokasi penelitian di Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Hasil temuan bahwa proses implementasi kebijakan Desa pakraman dalam pemberdayaan masyarakat yaitu dengan menyusun tujuan atau sasaran kebijakan yang akan dicapai, melalui kebijakan desa pakaraman. Implementasi program pemberdayaan masyarakat dijalankan merupakan suatu usaha bersama yang menitikberatkan kepada apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, membina jalinan komunikasi yang baik merupakan awal pendekatan guna melakukan sosialisasi kebijakan pemberdayaan yang dilaksanakan bersama masyarakat. Proses implementasi melalui program pemberdayaan pemangku dan sarati banten dengan tujuan peningkatan pemahaman terhadap sastra-sastra agama dengan tetap menjaga kedudukan seseorang pinandita dan sarati banten sebagai perangkat kesucian desa, dalam usaha memberikan pemahaman terhadap krama desa (masyarakat), program perberdayaan anak dan remaja di Desa Jagaraga dari proses implementasi yang dilakukan bertujuan memberikan tambahan pengetahuan diluar daripada pengetahuan yang didapat secara formal. Kendala-kendala implementasi kebijakan desa pakraman dalam pemberdayaan masyarakat adalah kondisi penduduk yang beraneka ragam dan sulitnya menerima perubahan-perubahan serta peralihan kepemimpinan Desa pakraman, sarana prasarana yang dipergunakan belum memadai dan kurang memanfaatkan sarana teknologi yang tersedia, masih rendahnya partisipasi penduduk karena penduduk memiliki kecenderungan untuk tidak tertarik dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dan lebih banyak bekerja/melakukan aktivitas lain serta memiliki kebiasaan menyerahkan semua urusan kepada prajuru desa.
Manajemen Pengelolaan Sampah Melalui TPS3R ( Tempat Pengolahan Sampah Reuse-Reduce-Recycle) di Desa Selat Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng Luh Evi Trisnawati; Putu Agustana
Locus Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.923 KB) | DOI: 10.37637/locus.v9i1.81

Abstract

TPS3R merupakan pengelolaan sampah dengan konsep 3R merupakan paradigma baru dalam pola konsumsi dan produksi di semua tingkatan memberikan prioritas tertinggi pada pengelolaan limbah yang berorientasi pada pencegahan timbulan sampah, minimasi limbah dengan mendorong barang yang dapat digunakan lagi. Pelaksanaan 3R (Reuse-Reduce-Recycle) tidak hanya menyangkut masalah sosial dalam mendorong perubahan sikap dan pola pikir menuju terwujudnya masyarakat yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, tetapi juga menyangkut pengaturan (manajemen) yang tepat dalam pelaksanaannya. Untuk mewujudkan konsep 3R salah satu penerapannya adalah melalui pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat yang diarahkan kepada daur ulang sampah. Kegiatan yang dilakukan TPS3R di Desa Selat Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng yaitu pengumpulan sampah, Pemilahan Sampah, Daur Ulang Sampah, dan pembuatan Pupuk Kompos. Temuan menunjukkan ada tiga hal yang dilakukan dalam TPS3R, 1) melakukan Perencanaan Pengelolaan Sampah melalui TPS3R; 2) melaksanakan pengelolaan sampah dengan konsep 3R (Reuse-Reduce-Recycle) dengan konsisten dan 3) pengawasan dari dinas terkait. Kendala di hadapi sosialisasi masih kurang, rendahnya partisipasi dan belum menjadi kebiasaan dalam memilah sampah dan tidak tersedianya peraturan desa tentang pengelolaan sampah. Rekomendasi yang diberikan, adalah meningkatkan jumlah dan kualitas sumberdaya manusia pengelola sampah, meningkatkan partisipasi masyarakat dan menyusun serta memberlakukan peraturan desa dalam pengelolaan sampah terpadu.
Kemampuan Aparat Desa dalam Pelaksanaan Tugas Administrasi Pemerintahan Desa I Made Sulandra; I Nyoman Mudarya
Locus Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.803 KB) | DOI: 10.37637/locus.v9i1.77

Abstract

Kemampuan Aparatur dalam Pelaksanaan Tugas Administrasi Pemerintahan Desa hendaknya dapat mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan. Pemberdayaan Aparatur yang mempunyai tujuan untuk peningkatan kemampuan sangat perlu dilakukan. Rumusan masalah penelitian ini: bagaimana kemampuan aparat desa dalam pelaksanaan tugas Administrasi Pemerintahan Desa, dan Kepatuhan atau kedisiplinan kerja aparat desa dalam pelaksanaan tugas Administrasi Pemerintahan Desa dan Faktor-faktor pendukung dan menghambat pelaksanaan tugas penyelenggaraan Administrasi Pemerintahan Desa. Penelitian menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan pemanfaatan dokumen. Hasil yang dicapai dari penelitian ini bahwa Kemampuan aparat Desa dalam pelaksanaan Tugas Administrasi Pemerintahan desa kurang efektif, dan kepatuhan atau kedisipilinan kerja aparat desa dalam pelaksanaan administrasi desa masih rendah. Faktor pendukung adalah adanya peraturan tentang administrasi desa dan penghambat pelaksanaan tugas administrasi pemerintahan Desa adalah masih rendahnya sumderdaya pendukung pelaksanaan tugas administrasi desa. Sarannya adalah Untuk meningkatkan kemampuan dan kedisiplinan serta peningkatan dukungan dalam pelaksanaan tugas administrasi pemerintahan desa hendaknya Pemerintah atasan melakukan : Pembinaan, Pelatihan, Bimtek serta memberikan motivasi kerja serta peningkatan kesejahteraan dari pada aparat Desa.
Peranan Kelompok Pengrajin Bokor dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga (Studi pada Kelompok Pengrajin Bokor “Karya Mandiri” Di Desa Sanggalangit Kecamatan Gerokgak ) I Nyoman Dana; Dewa Nyoman Redana
Locus Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.839 KB) | DOI: 10.37637/locus.v9i1.82

Abstract

Kesejahteraan keluarga menjadi idaman setiap keluarga di Indonesia. Untuk itu berbagai usaha dilakukan oleh anggota kluarga untuk meningkatkan penghasilan keluarganya sekaligus sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Apa yang dilakukan oleh kelompok pengrajin bokor berbahan fiber di Desa Sanggalangit menjadi salah satu contoh dari usaha tersebut. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa kelompok pengrajin bokor di Desa Sanggalangit berperan dalam membantu para pengrajin membuat bokor yang disukai oleh masyarakat, mengelola hasil penjualan dan memasarkan hasil kerajinan bokor buatan anggota kelompok, mengelola keuangan kelompok dengan program simpan pinjam, serta menfasilitasi program-program pelatihan dan pencarian bantuan dana. Berbagai hambatan ditemui oleh kelompok pengrajin bokor di Desa Sanggalangit untuk memajukan usahanya yakni keterbatasan modal usaha, adanya anggota yang mangkir membayar cicilan pinjaman, harga bahan baku yang semakin mahal, serta persaingan dengan pengusaha sejenis lainnya. Solusi yang dilakukan adalah dengan meminjam modal ke LPD dan BUMDes, pendekatan kekeluargan kepada anggota yang nakal, hemat dan efisien dalam penggunaan bahan, serta selalu menjaga kualitas hasil produksi. Kesejahteraan anggota kelompok pengrajin bokor di Desa Sanggalangit saat ini boleh dibilang sudah cukup sejahtera.
Peranan PLKB dalam Penyebaran Informasi Tentang KB Kepada Masyarakat di Desa Sudaji Kecamatan Sawan Luh Karyani; Dewa Made Joni Ardana
Locus Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.078 KB) | DOI: 10.37637/locus.v9i1.78

Abstract

Perkembangan Gerakan Keluarga Berencana Nasional (GKBN) yang demikian cepatnya, menuntut suatu kondisi pelayanan yang harmonis dan berkualitas terutama menyangkut penyebaran berbagai informasi tentang Keluarga Berencana. PLKB sebagai ujung tombak pelaksanaan Gerakan KB Nasional tersebut dituntut untuk berperan maksimal dalam proses tersebut. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa peran PLKB sebagai komunikator dan motivator dapat dilihat dari sudut pengelolaan pelaksanaan kegiatan program KB, menggerakkan partisipasi masyarakat dalam program KB, pemberdayaan keluarga dan masyarakat dalam pelaksanaan program KB, serta mengembangkan kemitraan dengan berbagai pihak dalam pelaksanaan program KB. Selanjutnya ditemukan pula adanya beberapa hambatan yang bisa mengganggu kelancaran pelaksanaan program KB di Desa Sudaji. Hambatan internal berupa jumlah petugas PLKB yang hanya seorang, kualitas SDM PLKB Desa Sudaji yang hnaya tamatan SMA dengan pengalaman hidup yang minim. Hambatan eksternal adalah adanya sikap cuek dari sebagian masyarakat terhadap program KB. Solusi untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut adalah dengan memperbanyak merekrut kader-kader yang nantinya bisa ditugaskan di Posyandu untuk memberikan informasi tentang KB kepada masyarakat. Selanjutnya melakukan pendekatan secara persuasif seintensif mungkin untuk menyadarkan masyarakat bahwa informasi tentang KB sangat penting bagi masyarakat khususnya PUS.
Peranan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dalam Pemberdayaan Masyarakat Dan Penanggulangan Pengangguran Di Desa Tejakula Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng I Kadek Darwita; Dewa Nyoman Redana
Locus Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.507 KB) | DOI: 10.37637/locus.v9i1.79

Abstract

BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) dibentuk sebagai suatu pendekatan baru dalam usaha peningkatan ekonomi desa berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. Pengelolaan BUMDes sepenuhnya dilaksanakan oleh masyarakat desa, yaitu dari desa, oleh desa, dan untuk desa. Cara kerja BUMDes adalah dengan jalan menampung kegiatan-kegiatan ekonomi masyarakat dalam sebuah bentuk kelembagaan atau badan usaha yang dikelola secara profesional, namun tetap bersandar pada potensi asli desa. Hal ini dapat menjadikan usaha masyarakat lebih produktif dan efektif. Ke depan BUMDes akan berfungsi sebagai pilar kemandirian bangsa yang sekaligus menjadi lembaga dalam menampung kegiatan ekonomi masyarakat yang berkembang, menurut ciri khas desa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Pokok permasalahan pada penelitian tentang peranan BUMDes dalam perberdayaan masyarakat dan penanggulangan pengangguran di Desa Tejakula Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng adalah bagaimana peran perencanaan pembangunan Desa terhadap perkembangan BUMDes di Desa Tejakula?; bagaimana peranan BUMDes dalam pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan pengangguran di Desa Tejakula. Metode penelitian kualitatif digunakan dengan maksud untuk memproleh gambaran yang mendalam tentang peran perencanaan pembangunan Desa terhadap perkembangan BUMDes dan peranan BUMDes dalam pemberdayaan masyarakat serta penanggulangan pengangguran di Desa Tejakula Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng. Temuan penelitian bahwa peran perencanaan pembangunan Desa Tejakula dalam memberdayakan BUMDes Teja Kusuma, pertama bertujuan menanggulangi pengangguran, dapat berfungsi sebagai stabilisator, innovator, modernisator, pelopor dan pelaksana, secara umum dapat dikatakan sudah berjalan sebagaimana mestinya. Kedua peran BUMDes dalam pengembangan potensi masyarakat, memperkuat potensi yang dimiliki masyarakat dan pemberdayaan masyarakat serta penanggulangan pengangguran, secara umum dapat dikatakan sudah berjalan dengan baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 8