cover
Contact Name
Frangky Silitonga
Contact Email
jurnalmanner@gmail.com
Phone
+6281266329747
Journal Mail Official
manner@btp.ac.id
Editorial Address
Prodi. Manajemen Kuliner Batam Tourism Polytechnic The Vitka City Complex Jl. Gajah Mada, Tiban, Batam, Kepulauan Riau, INDONESIA 29425 Phone : +62 778 3540889
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
Jurnal Manajemen Kuliner
ISSN : 28283767     EISSN : 28282760     DOI : doi.org/10.59193/jurnalmanner
JURNAL MANNER ini merupakan mempublikasi berkaitan erat dengan kulineri pada prodi. Manajemen Kuliner, jural ini diterbitkan PUSLITABMAS - BATAM TOURISM POLYTECNIC dan dikelolah oleh Prodi Manajemen Kuliner Pariwisata Politeknik Pariwisata Batam. Semua artikel yang diterbitkan melalui Jurnal Manner ini berkaitan erat dengan pengembangan kuliner berbasis kearifan lokal. Frekuensi dilakukan sebanyakt dua kali setahun yakni bulan Februari dan Agustus. Sebagai wadah untuk pengembangan penelitian di bidang Kuliner dan Pariwisata, jurnal ini mencakup pada ruang lingkup banyak aspek dalam Kuliner dan Pariwisata termasuk didalamnya adalah: A. Pariwisata 1. Sustainable Tourism Development 2. Gastronomy 3. Tourism Information System 4. Tourism Planning & Development 5. Tourism & Impact Management 6. Culutural Tourism 7. Tourism Policy Development 8. Tourism Technology B. Manajemen Kuliner 1. Entrepreneurship 2. Food Research & Development 3. Food Experimental 4. Food Marketing 5. Global Food 6. Food Business 7. Culinary Management 8. Food Service Management 9. Culinary Inovation
Articles 53 Documents
THE INFLUENCE OF PRICE INFORMATION PLACEMENT AND MENU VARIETY ON CONSUMER PURCHASE INTENTION AT CAFÉ BUKIT LAGUNA BATAM Mulyadi, Tirta; Melanda
JURNAL MANAJEMEN KULINER Vol. 5 No. 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : PUSLITABMAS - BATAM TOURISM POLYTECNIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59193/jmn.v5i1.485

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penempatan informasi harga dan variasi menu terhadap minat beli konsumen di Café Bukit Laguna Batam. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada konsumen yang berkunjung ke café tersebut. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, reliabilitas, regresi linear berganda, serta uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penempatan informasi harga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Selain itu, variasi menu juga memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan minat beli. Dengan demikian, kedua variabel tersebut berperan penting dalam menarik perhatian dan keputusan pembelian konsumen di Café Bukit Laguna Batam.
THE RESILIENCE OF TRADITIONAL CULINARY CUISINE OF BENAN ISLAND DEAL THE DOMINANCE OF MODERN FOOD IN MARINE TOURISM AREAS Rosie Oktavia Puspita Rini; Astika Mutiarazma
JURNAL MANAJEMEN KULINER Vol. 5 No. 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : PUSLITABMAS - BATAM TOURISM POLYTECNIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59193/jmn.v5i1.486

Abstract

Benan Island in Lingga Regency possesses a rich coastal Malay gastronomy that serves as a primary attraction for marine tourism. However, tourism development brings challenges such as the penetration of modern food that threatens the existence of local cuisine. This study aims to explore the resilience strategies of Benan Island’s traditional culinary in maintaining authenticity amidst the dominance of industrial food. Using a qualitative-ethnographic approach, data were collected through participatory observation and in-depth interviews with restaurant owners (RM Malong, RM Pa Acay, and RM Mutiah) and sea cucumber farmers. The results indicate that Benan's culinary resilience stems from the sovereignty of local raw materials such as Sagai and Selikur fish, as well as the use of natural acidifiers (mempelam and starfruit). The "Senggang Tumis" and "Senggang Biase" techniques represent flavor adaptations that preserve traditional roots. Data triangulation proves that local restaurants function as preservation agents through manual processes (grinding) that reject industrial standardization. Future resilience strategies require the integration of the sea cucumber cultivation sector, codification of traditional recipes, and digital storytelling to position Benan’s culinary as a premium product of sustainable tourism.
LEGAL CONSTRUCTION OF NAMING AND CHARACTERISTICS OF SIMBEK AND TAMBAN SALAI FISH AS INTANGIBLE CULTURAL HERITAGE IN THE RIAU ISLANDS FROM A SOCIAL, ECONOMIC, AND CULTURAL PERSPECTIVE Amalia, Eva; Arieta, Siti
JURNAL MANAJEMEN KULINER Vol. 5 No. 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : PUSLITABMAS - BATAM TOURISM POLYTECNIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59193/jmn.v5i1.487

Abstract

ABSTRACT This study analyzes the juridical construction of naming and characteristics of Salai Simbek and Tamban Salai as Intangible Cultural Heritage in the Kepulauan Riau Province, particularly in Natuna and Lingga Regencies. These traditional smoked fish products embody not only culinary heritage but also the collective identity of maritime communities. The research aims to examine the legal framework governing their protection and to formulate an appropriate legal protection model integrating cultural and economic dimensions. This research employs a normative juridical method with descriptive-analytical specifications and a qualitative approach. The study is based on statutory analysis, literature review, and secondary legal materials related to cultural advancement and intellectual property law. The findings reveal that registration under the Intangible Cultural Heritage (WBTb) regime provides cultural legitimacy; however, it does not fully ensure economic protection against unauthorized commercialization. The study concludes that a multi-layered protection model is necessary, combining WBTb recognition with geographical indications and/or collective trademarks. Comprehensive legal protection is essential to ensure legal certainty, communal justice, and sustainable economic development while preserving socio-cultural values within local communities. Keywords: Salai Simbek, Tamban Salai, Intangible Cultural Heritage, Normative Juridical ,Social Cultural and Economic Abstrak Penelitian ini menganalisis konstruksi yuridis penamaan dan karakteristik Salai Simbek dan Tamban Salai sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) di Provinsi Kepulauan Riau, khususnya di Kabupaten Natuna dan Kabupaten Lingga. Kedua produk ikan asap tradisional tersebut tidak hanya merepresentasikan kekayaan kuliner daerah, tetapi juga identitas kolektif masyarakat pesisir berbasis maritim. Penelitian ini bertujuan mengkaji kerangka hukum perlindungan terhadap penamaan dan karakteristiknya serta merumuskan model perlindungan hukum yang tepat secara kultural dan ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi deskriptif analitis dan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan melalui analisis peraturan perundang-undangan, kajian literatur, serta bahan hukum sekunder yang berkaitan dengan pemajuan kebudayaan dan hukum kekayaan intelektual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan sebagai WBTb memberikan legitimasi kultural, namun belum sepenuhnya menjamin perlindungan ekonomi terhadap potensi komersialisasi oleh pihak luar. Kesimpulannya, diperlukan model perlindungan berlapis yang mengintegrasikan pengakuan WBTb dengan instrumen indikasi geografis dan/atau merek kolektif guna menjamin kepastian hukum, keadilan komunal, serta keberlanjutan ekonomi tanpa menghilangkan nilai sosial dan budaya masyarakat setempat. Kata Kunci: Salai Simbek, Tamban Salai, Warisan Budaya Takbenda, Yuridis Normatif, Sosial Budaya