cover
Contact Name
Lukman Handoyo
Contact Email
lukmanhandoyo@wdh.ac.id
Phone
+6282233593868
Journal Mail Official
lukmanhandoyo@wdh.ac.id
Editorial Address
Jl. Pajajaran No. 1 Pamulang Barat, Tangerang Selatan, Banten
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
NURSING ANALYSIS: Journal of Nursing Research
ISSN : 2807906X     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.52031/NA
Core Subject : Health,
Jurnal Nursing Analysis merupakan jurnal yang berfokus untuk mempublikasikan hasil penelitian, baik penelitian primer (original research), sekunder, maupun tersier (review) dalam bidang ilmu keperawatan. Jurnal ini terbit setiap dua tahun sekali dan menerima artikel dalam ruang lingkup: 1. Keperawatan Dasar 2. Ilmu Dasar Keperawatan (Biomedik) yang Berkaitan dengan Praktik Keperawatan 3. Manajemen Keperawatan 4. Keperawatan Medikal Bedah 5. Keperawatan Kritis dan Gawat Darurat 6. Keperawatan Anak 7. Keperawatan Maternitas 8. Keperawatan Jiwa 9. Keperawatan Komunitas 10. Keperawatan Keluarga 11. Keperawatan Gerontik
Articles 72 Documents
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DAN REGULASI EMOSI DENGAN KECENDERUNGAN PERILAKU BULLYING PADA REMAJA DI SMPN 16 DEPOK Al Azhary, Muhammad; Hasanah, Uswatun; Lutfia Nurafni, Aida Shopi; Kuntoadi, Gama Bagus
NURSING ANALYSIS: Journal of Nursing Research Vol 6, No 1 (2026): NURSING ANALYSIS: JOURNAL OF NURSING RESEARCH
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                      ABSTRAK Bullying adalah proses cara perbuatan seseorang atau sekelompok orang yang lebih kuat untuk mengganggu atau menyusahkan orang-orang yang lebih lemah darinya secara terus menerus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konformitas teman sebaya dan regulasi emosi dengan kecenderungan perilaku bullying pada remaja di SMPN16 Depok. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Pengambilan sampel ini menggunakan teknik probabbility sampling dengan metode simple random sampling. Analisis data menggunakan uji spearman rank dengan nilai p-value 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden yang memiliki Konformitas Teman Sebaya Tinggi, Regulasi Emosi Tinggi dan Kecenderungan Perilaku Bullying. Didapatkan hasil Konformitas Teman Sebaya Tinggi 44 responden (49,%4), sedangkan Regulasi Emosi Tinggi sebanyak 42 responden (47,2%), dan Perilaku Bullying Tinggi sebanyak 40 responden (44,9%). Hasil uji statistik menggunakan uji spearman rank diperoleh nilai signifikan p-value 0,000 0,05. . Kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara konformitas teman sebaya dan regulasi emosi dengan kecenderungan perilaku bullying pada remaja di SMPN 16 Depok. Saran dari peneliti diharapkan dapat dijadikan bahan referensi atau acuan bagi peneliti selanjutnya yang tertarik untuk melakukan penelitan mengenai konformitas teman sebaya, regulasi emosi, dan kecenderungan perilaku bullying.                                                      ABSTRACT Bullying is the process by which a person or group of people who are stronger than others continuously harass or cause distress to those who are weaker than them. The aim of this study is to investigate the relationship between peer conformity and emotional regulation and the tendency towards bullying behaviour among adolescents at SMPN 16 Depok. This study employed a quantitative research method with a cross-sectional design. Sampling was conducted using probability sampling with simple random sampling. Data analysis utilised the Spearman rank test with a p-value 0.05. The results indicated that respondents with high peer conformity, high emotional regulation, and high tendencies towards bullying behaviour. The results showed that 44 respondents (49.4%) had high peer conformity, 42 respondents (47.2%) had high emotional regulation, and 40 respondents (44.9%) exhibited high bullying behaviour. Statistical analysis using the Spearman rank test yielded a significant p-value of 0.000 0.05. The conclusion is that there is a relationship between peer conformity and emotional regulation and the tendency towards bullying behaviour among adolescents at SMPN 16 Depok. The researchers’ recommendations are intended to serve as a reference or guide for future researchers interested in conducting studies on peer conformity, emotional regulation, and tendencies towards bullying behaviour.
HUBUNGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN DAN KEPATUHAN MINUM OBAT TERHADAP KEPUASAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS BALARAJA Rahmatulloh, Gilang; Fadhilla, Humaira; Afriliyana, Syabilla
NURSING ANALYSIS: Journal of Nursing Research Vol 6, No 1 (2026): NURSING ANALYSIS: JOURNAL OF NURSING RESEARCH
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                       A B S T R A KDiabetes Melitus merupakan kondisi jangka panjang yang disebabkan oleh ketidakstabilan gula darah dan dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf serta pembuluh darah. Berdasarkan data WHO, jumlah penderita diabetes di seluruh dunia diperkirakan mencapai 422 juta pada tahun 2024. Keberhasilan terapi diabetes sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat dan melakukan kunjungan rutin guna menjaga kadar gula darah tetap terkendali. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan kepatuhan kunjungan dan kepatuhan minum obat terhadap kepuasan pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Balaraja. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik dan pendekatan cross sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner MMAS (Morisky Medication Adherence Scale) untuk kepatuhan minum obat dan DPSS (Diabetes Patient Satisfaction Scale) untuk kepuasan pasien. Hasil penelitian berdasarkan hasil uji statistik menggunakan Fisher's Exact Test untuk hubungan kepatuhan kunjungan dengan kepuasan pasien diperoleh nilai p value = 0,00 0,05, hasil hubungan kepatuhan minum obat dan kepuasan pasien = 0,058 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa kepatuhan kunjungan yang tinggi berkaitan erat dengan kepuasan pasien, di mana dari 84 responden sebanyak 74 responden (88,1%) menyatakan sangat puas. Simpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan kunjungan dan kepatuhan minum obat terhadap tingkat kepuasan pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Balaraja. Kepatuhan yang baik dapat meningkatkan motivasi kesembuhan dan membantu pengontrolan penyakit agar tidak terjadi komplikasi. Saran dari hasil penelitian ini diharapkan bagi fasilitas kesehatan dapat terus meningkatkan kualitas komunikasi yang efektif dan bersifat dua arah dan informasi pengobatan untuk mempertahankan tingkat kepatuhan dan kepuasan pasien.                                                       ABSTRACTDiabetes Mellitus is a long-term condition caused by unstable blood sugar levels and can cause damage to the nervous system and blood vessels. Based on WHO data, the number of diabetes sufferers worldwide is estimated to reach 422 million in 2024. The success of diabetes therapy is highly dependent on patient compliance in taking medication and making regular visits to keep blood sugar levels under control. The purpose of this study was to determine the relationship between visit compliance and medication adherence to patient satisfaction with type 2 Diabetes Mellitus at the Balaraja Community Health Center. Method This research uses a quantitative method with an analytical design and a cross-sectional approach. Data were collected through the MMAS (Morisky Medication Adherence Scale) questionnaire for medication adherence and DPSS (Diabetes Patient Satisfaction Scale) for patient satisfaction. The results of the study based on the results of statistical tests using Fisher's Exact Test for the relationship between visit compliance and patient satisfaction obtained a p-value = 0.00 0,05, relationship between medication adherence and patient satisfaction = 0.058. This indicates that high visit compliance is closely related to patient satisfaction, from 84 respondents with 74 respondents (88.1%) stating they were very satisfied. In conclusion, Ha is accepted and Ho is rejected, indicating a significant relationship between visit compliance and medication adherence on the level of satisfaction of type 2 diabetes mellitus patients at the Balaraja Community Health Center. Good adherence can increase motivation for recovery and help control the disease to prevent complications. Conclution of this study suggest that healthcare facilities should continue to improve the quality of communication efective and treatment information to maintain patient compliance and satisfaction.