cover
Contact Name
Muniri
Contact Email
millennial.stamidiya@gmail.com
Phone
+6285257756064
Journal Mail Official
millennial.stamidiya@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Zarkasyi No. 74 Pondok Pesantren Al-Hamidiyah Senasen Konang Bangkalan 69175 Jawa Timur Indonesia
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Millennial: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
ISSN : 27760391     EISSN : 2798074X     DOI : https://doi.org/10.34556/
Core Subject :
Millennials: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Merupakan jurnal terbitan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Hamidiyah Bangkalan yang memuat tulisan mahasiswa tentang berbagai isu Pendidikan dan Studi Islam sebagai sarana publikasi hasil penelitian dan berbagai kajian ilmu keislaman baik pendidikan, pemikiran, syariah, dan kajian Islam lainnya khususnya ditinjau dari sudut pandang pendidikan. Jurnal ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan pada media lain dan berupa hasil penelitian atau penelitian terapan. Jurnal ini diterbitkan setiap enam bulan satu kali yakni bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2023)" : 2 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MEMBACA DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DI ERA DIGITAL Fatoni, Hasan
Milenial Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : STAI Al-Hamidiyah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34556/millennial.v3i1.319

Abstract

Kemampuan membaca yang baik sangat penting untuk pembangunan keterampilan berpikir kritis. Berfikir kritis memerlukan pemahaman yang mendalam tentang bahan yang dibaca dan kemampuan untuk menganalisis informasi secara objektif. Kemampuan ini mencakup kemampuan untuk menyusun argumen yang logis dan koheren serta membedakan argumen yang kuat dari yang lemah. Berpikir kritis membantu orang melihat masalah dari berbagai sudut pandang dan membuat keputusan yang lebih baik berdasarkan data yang mereka miliki. Selain itu, berpikir kritis juga dapat membantu seseorang menghindari penipuan dan manipulasi data, yang sering terjadi di era digital. Kemampuan argumentatif-persuasif bergantung pada kemampuan seseorang untuk membaca dengan baik dan kritis, yang memungkinkan seseorang untuk melihat masalah dari berbagai sudut pandang dan membuat kesimpulan berdasarkan pemahaman yang kuat. Ini akan memungkinkan mereka untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan persuasif pada akhirnya. Metode untuk mencapai hal ini adalah dengan membaca berbagai jenis teks. Dengan demikian, pemahaman bacaan yang baik dapat membantu pertumbuhan intelektual dan keterampilan analisis. Memiliki kemampuan untuk menganalisis secara kritis informasi yang diberikan dalam berbagai konteks, baik profesional maupun akademis, adalah alasan penting bahwa membaca harus dilakukan secara teratur. Tanpa membaca, seseorang tidak akan dapat menjadi individu yang berpikir kritis dan dapat membuat argumen yang masuk akal dan persuasif.
KESANTUNAN BERBAHASA BAGI ORANG MADURA Mubarok, Hayyul; Anas Ahmadi; Mulyono; Mintowati
Milenial Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : STAI Al-Hamidiyah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesantunan bahasa dalam masyarakat Madura memiliki peran penting dalam membentuk hubungan sosial yang harmonis, terutama dalam konteks keagamaan. Bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga sarana untuk menunjukkan rasa hormat terhadap orang lain, terutama tokoh agama seperti kiai dan ulama. Dalam interaksi keagamaan, masyarakat Madura cenderung menggunakan bahasa yang lebih sopan dan formal, menghindari kata-kata kasar atau tidak pantas. Penggunaan bahasa yang halus mencerminkan penghargaan terhadap ilmu agama dan posisi tinggi yang dimiliki oleh tokoh agama tersebut. Selain penggunaan kata-kata yang tepat, kesantunan bahasa juga melibatkan bahasa tubuh, seperti menghindari kontak mata langsung dengan orang yang lebih tua atau dihormati, serta memperhatikan postur tubuh yang sopan. Sikap tubuh yang rendah hati, misalnya dengan sedikit membungkuk atau duduk lebih rendah saat berbicara dengan orang yang lebih dihormati, menjadi bagian penting dalam menunjukkan penghormatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi dan wawancara untuk menggali bagaimana bahasa Madura diterapkan dalam konteks keagamaan, dan menemukan bahwa kesantunan berbahasa tidak hanya mencakup pemilihan kata, tetapi juga sikap dan ekspresi tubuh yang menjadi bagian integral dari tradisi budaya yang dihormati di masyarakat Madura, guna menjaga keharmonisan sosial dan mempererat hubungan antarindividu dalam komunitas keagamaan.

Page 1 of 1 | Total Record : 2