cover
Contact Name
Aghnia Dian Lestari
Contact Email
jsignal@ugj.ac.id
Phone
+628112424666
Journal Mail Official
signal@ugj.ac.id
Editorial Address
Jl. Terusan Pemuda No. 1 Kota Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Signal
ISSN : 23374454     EISSN : 25801090     DOI : http://dx.doi.org/10.33603/signal.v7i2
Core Subject : Humanities, Social,
URNAL SIGNAL diterbitkan oleh Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Swadaya Gunung Jati. JURNAL SIGNAL tujuannya merupakan kumpulan karya tulis ilmiah hasil riset maupun konseptual bidang Ilmu Komunikasi dengan ruang lingkup Public Relations, Manajemen Komunikasi, Jurnalistik, Broadcasting, Komunikasi Organisasi, Lokal Wisdom, Komunikasi Pemasaran, Corporete Sosial Responsibily (CSR), Komunikasi Politik, dan Komunikasi Lintas Budaya. JURNAL SIGNAL menerima tulisan dari para akademisi maupun praktisi dengan proses blind review, sehingga dapat diterima disetiap kalangan dengan penerbitan jurnal ilmiah berkala terbit setiap dua kali dalam setahun periode Juni dan Desember.
Articles 218 Documents
PERSEPSI MAHASISWA TENTANG POSITIONING PRODUK “THE BODY SHOP” Irma Zevrina
JURNAL SIGNAL Vol 5, No 1 (2017): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.036 KB) | DOI: 10.33603/signal.v5i1.886

Abstract

 ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Persepsi Mahasiswa tentang Positioning Produk The Body Shop”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mahasiswa mempersepsikan positioning produk The Body Shop. Perlu dipahami, bahwa kesuksesan strategi brand positioning sangat bergantung pada persepsi publik. Maka dari itu, indikator utama kesuksesan strategi positioning adalah apabila publik mempersepsi positioning suatu merek sama dengan strategi positioning merek tersebut. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori persepsi Jalaluddin Rakhmat. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Untuk teknik wawancara menggunakan teknik Purposive Sampling yaitu pemilihan informan non acak berdasarkan pada kebutuhan data yang diinginkan. Informan dalam penelitian ini adalah mahasiswa pengguna maupun bukan pengguna produk The Body Shop di Kota Cirebon. Dari data yang terkumpul dan analisa yang disusun, diperoleh kesimpulan bahwa strategi positioning The Body Shop, baik internasional maupun di Indonesia, adalah masstige. Masstige merupakan istilah permerekan dimana merek diposisikan di antara tingkatan massal dan premium. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata informan mempersepsikan positioning The Body Shop tidak sesuai dengan positioning produk itu sendiri, mereka mempersepsikan merek The Body Shop sebagai premium brand, hanya dua dari informan yang merupakan pengguna produk The Body shop yang mempersepsikan produk tersebut sesuai dengan strategi perusahaan, yaitu sebagai masstige brand. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terjadi pergeseran persepsi mahasiswa terhadap positioning The Body Shop atau biasa disebut positioning error. Mahasiswa menganggap merek ini premium disebabkan oleh dua faktor utama yaitu, harga The Body Shop yang di atas merek massal dan lokasi penjualannya yang premium yaitu tidak dijual di supermarket. Ketidaksesuaian persepsi mahasiswa akan positioning (positioning error) ini berpotensi menghambat kesuksesan strategi positioning yang diterapkan The Body Shop. Sehingga, perusahaan selayaknya memberi perhatian khusus pada permasalahan tersebut. Kata Kunci : Persepsi, Brand Positioning, Produk The Body Shop     ABSTRACT The research titled “Student Perceptions about The Positioning of The Body Shop Products”. This research is aimed to understand how students perceive the positioning of The Body Shop Products. It should be understood that successful positioning strategy relies heavily on public perceptions. Therefore, the main indicator of successful positioning strategy if the public perceives a brand positioning is the same as the brand positioning strategy. The method used is a descriptive qualitative method using the perception theory of Jalaluddin Rachmat. Data collected through observation, interview and literature study. To interview techniques using purposive sampling technique that is non- random selection of informants based on the needs of the desired data. Informants in this research were students of both users and non-users of The Body Shop products in Cirebon city. From the data collected and compiled analysis, The concluded that the positioning strategy of The Body Shop, both internationally and in Indonesia, is masstige. Masstige a term branding where the brand is positioned between mass and premium levels. The results showed an average informants perceived positioning of The Body Shop is not in accordance with the positioning of the product itself, they perceive a brand The Body Shop as a premium brand, only two of the informants who are users of The Body Shop products who perceive these products in accordance with the company's strategy, that is masstige brand. It concluded that a shift in students' perceptions of positioning The Body Shop or so-called positioning error. Students consider this brand of premium caused by two main factors, namely the price of The Body Shop is above the mass brands and premium sales locations are not sold in supermarkets. Keywords: Perception, Brand Positioning, The Body Shop Products.
GENDER DAN KETIDAK ADILAN Bahrudin Hasan
JURNAL SIGNAL Vol 7, No 1 (2019): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.974 KB) | DOI: 10.33603/signal.v7i1.1910

Abstract

ABSTRAK Bahrudin Hasan. Gender Dan Ketidak Adilan. Permasalahan yang ditelaah dari penulisan artikel ini adalah bagaimana ketidak adilan yang terjadi berkaitan dengan Gender. Menjadi budaya di masyarakat, akibat dari konstruksi social dan Media. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui bentuk ketidak adilan Gender yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, lebih menonjolkan pihak tertentu dan mengabaikan pihak lain dalam hal ini adalah kaum feminis, merupakan bagian dari kekerasan secara simbolis. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah telaah kajian pustaka, penulis berusaha menjelaskan permasalahan yang berkaitan dengan Gender dan ketidak adilan memberikan penjelasan melalui referensi buku-buku yang kompeten berdasarkan pada kajian tersebut. Adapun pendekatan yang di lakukan pada penulisan artikel ini adalah pendekatan kajian kritis. Berdasarkan hasil telaah kajian pustaka menjelaskan bahwa Gender sebagai konstruksi social, tidak jarang menimbulkan apa yang disebut teoritikus feminism sebagai ketidak adilan gender, ketidak adilan tersebut pada akhirnya juga berimbas pada perlakuan yang tidak adil terhadap perempuan. Di negara-negara miskin, jika keluarga tidak memiliki kesanggupan ekonomi, yang pertama di korbankan untuk urusan pendidikan adalah perempuan. Presepsi yang timpang terbangun di masyarakat akibat dari konstuksi social gender yang tidak adil terhadap perempuna bahwa perempuan setelah dewasa hanya mengurus anak dan suami, sementara laki-laki menjadi pencari nafkah sebagai tulang punggung keluarga, akibat dari presepsi tersebut menempatkan perempuan sebagai kaum yang termarjinalisasi dan tersubordinasi. Tampa diberikan kesempatan yang sama di dasarkan pada kapabilitas. Media menyajikan citra perempuan secara arbitrer atau sewenang-wenang, tempa memikirkan dampak yang akan timbul dari citra yang terbangun tersebut, citra perempuan yang dibangun di media tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pelaku bisnis dan industry yang berada di belakang layar. Perempuan dijadikan objek tujuan industry untuk meningkatkan reting media dengan melakukan eksploitasi berlebihan terhadap tubuh perempuan. Media Massa sering menganggap perempuan sebagai objek pembritaan, mesin operasional, objek seksi bahkan sebagai objek pelecehan dan kekerasan media, tidak memberikan ruang secara adil terhadapa perempuan karena kuasaan patriarki. Kata Kunci: Gender dan Ketidak adilan ABSTRACTBahrudin Hasan. Gender and Injustice. The problem that was examined from the writing of this article is how injustice that occurs is related to Gender. Become a culture in society, a result of social construction and media. The purpose of writing this article is to find out the forms of Gender injustice that occur in the midst of society, more emphasizing certain parties and ignoring other parties in this matter are feminists, is part of symbolic violence. The method used in writing this article is a review of the literature review, the author tries to explain the problems related to Gender and injustice giving explanations through reference to competent books based on the study. The approach taken in writing this article is a critical study approach. Based on the results of a review of the literature, it is explained that Gender as a social construction, not infrequently raises what is called feminism theorist as gender injustice, Injustice in the end also affected the unfair treatment of women. In poor countries, if the family does not have economic capacity, the first to be sacrificed for education is women, Unequal perceptions are built in society as a result of social gender constructs that are unfair to women that women after adults-only take care of children and husbands, while men become breadwinners as the backbone of the family, the result of this perception places women as marginalized and subordinated. Tampa is given the same opportunity based on capability. The media presents the image of women arbitrarily or arbitrarily, forging the impact that will arise from the image that is built, the image of women built in the media is tailored to the needs of business and industry players who are behind the scenes. Women are used as objects of industrial goals to increase media retention by over-exploiting women's bodies. The mass media often regard women as objects of criticism, operational machinery, sexy objects, even as objects of harassment and media violence, not providing a fair space for women because of patriarchal power.  Keywords: Gender and injustice
PENGARUH IKLAN SHOPEE DI TELEVISI DALAM PEMBENTUKAN BRAND AWARENESS PLATFORM APLIKASI SHOPEE TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN Nurul Nursyecha; Yusuf Sapari; Ririn Risnawati
JURNAL SIGNAL Vol 9, No 1 (2021): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.95 KB) | DOI: 10.33603/signal.v9i1.4400

Abstract

Persaingan dunia bisnis menuntut suatu perusahaan untuk dapat bersaing secara kompetitif dan mempertahankan brand di mata konsumen pada era modernisasi. Salah satunya PT Shopee Internasional Indonesia yang memberikan informasi menarik kepada konsumen mengenai aplikasinya melalui media elektronik dengan menciptakan brand awareness yang akan selalu melekat di kalangan masyarakat terutama pada mahasiswa/i Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Cirebon. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh iklan Shopee (X) terhadap minat beli konsumen (Y), dengan brand awawreess sebagai varaiabel intervening (Z) atau tidak. Penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif dengan menggunakan metode survey eksplanatif. Teknik pengambilan sample menggunakan sampel nonprobability dan pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dengan error kesalahan 10% dari populasi 150 orang sehingga didapatkan 60 responden dengan menggunakan kuesioner. Responden ialah mahasiswa/i Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Cirebon yang menggunakan platform aplikasi Shopee. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa: 1) Iklan Shopee (X) berpengaruh terhadap minat beli konsumen (Y) dengan melihat t-hitung (8,789) lebih besar dari t-tabel (1,671) sehingga hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima berarti ada pengaruh secara linier antara pengaruh iklan Shopee terhadap minta beli konsumen, (2) Iklan Shopee (X) berpengaruh terhadap brand awareness platform aplikasi Shopee (Z) dimana nilai t-hitung (12,752) lebih besar dari nilai t-tabel (1,671) dimana hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima berarti ada pengaruh secara linier antara pengaruh iklan Shopee (X) terhadap brand awareness platform aplikasi Shopee (Z); 3) Brand awareness platform aplikasi Shopee (Z) berpengaruh terhadap minat beli konsumen (Y) dengan melihat t-hitung (12,633) lebih besar dari t-tabel (1,671) berarti ada pengaruh secara linier antara Brand Awareness terhadap minta beli konsumen, dan 4) Brand Awareness platform aplikasi Shopee (Z) memiliki hubungan erat antara pengaruh iklan (X) dan minat beli konsumen (Y) melihat nilai Beta hubungan pengaruh iklan ke Brand Awareness platform sebesar B (0,859) lalu nilai Beta hubungan antara platform aplikasi Shopee terhadap minat beli konsumen sebesar B (0,856) sehingga didapatkan nilai B seluruh (0,859 x 0,856 = 0,735) dengan total nilai pengaruh hubungan sebesar 0,859 + (-0,735)= 0,124. Hal ini berarti ada pengaruh secara tidak langsung antara pengaruh iklan Shopee terhadap minat beli konsumen dihubungkan dengan adanya Brand Awareness platform sebagai variabel intervening.Kata kunci: pengaruh iklan, brand Awareness, minat beli konsumen, regresi linier.
PERAN RADIO SWASTA BAGI PERKEMBANGAN KREASI MUSIK INDIE DI KOTA CIREBON (Studi Deskriptif Kualitatif pada Program Hot Indie 12 di Radio Nuansa Cirebon) Liling Kuning; H. Mukarto Siswoyo; Welly Wihayati
JURNAL SIGNAL Vol 1, No 1 (2013): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.073 KB) | DOI: 10.33603/signal.v1i1.18

Abstract

Radio is one of the media of mass communication. The existence and development of radio inIndonesia has been very rapid. Research Objectives: 1. To find out the program Hot Indie 12 ingrowing the audience; 2. To find out the program Hot Indie 12 in attracting listeners; 3. To findout the program Hot Indie satisfy listeners 12 4. To determine the program's decision to develop12 Hot Indie indie music creation; 5. To determine the implementation of 12 in developing HotIndie indie music creation. The method of research used qualitative descriptive method. Theresults of the study were: 1. Expertise and skills in bringing the program broadcast announcercan attract attention (attention) listeners. 2. Concept and Promotion Programs can be interesting(interest) listeners to participate in the program Hot Indie 12. 3. Segmentation and Target is acommunity program or indie band Cirebon City 4. Profile program 12 Hot Indie Radio Nuancebegins with an idea, the idea and concept that is based on segmentation and target programs thathave been established by the Radio Nuance. 5. Activity (action) is the end of a series ofprocesses and presentation of broadcast programs in terms of realization and selection process 12indie band Hot Indie Program 12 so as to develop creative indie music in the city of Cirebon.Radio merupakan salah satu media komunikasi massa. Keberadaan dan perkembangan radio diIndonesia sudah sangat pesat. Tujuan Penelitian : 1. Untuk mengetahui program Hot Indie 12dalam menumbuhkan perhatian pendengar; 2. Untuk mengetahui program Hot Indie 12 dalammenarik minat pendengar; 3. Untuk mengetahui program Hot Indie 12 memenuhi keinginanpendengar; 4. Untuk mengetahui keputusan program Hot Indie 12 dalam mengembangkan kreasimusik indie; 5. Untuk mengetahui pelaksanaan Program Hot Indie 12 dalam mengembangkankreasi musik indie. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil daripenelitian ; 1. Keahlian dan keterampilan penyiar dalam membawakan siaran program dapatmenarik perhatian (attention) pendengar. 2. Konsep dan Promosi Program dapat menarik minat(interest) pendengar untuk berpartisipasi dalam program Hot Indie 12. 3. Segmentasi dan Targetprogram adalah komunitas atau band indie Kota Cirebon 4. Profil program Hot Indie 12 RadioNuansa bermula dari sebuah ide, gagasan dan konsep yang disusun berdasarkan segmentasi dantarget program yang telah ditetapkan oleh Radio Nuansa. 5. Kegiatan (action) merupakan prosesakhir dari serangkaian proses dan penyajian siaran program yang ditinjau dari realisasi danproses seleksi 12 band indie dalam Program Hot Indie 12 sehingga dapat mengembangkan kreasimusik indie di Kota Cirebon.Key Words : Peran, Radio, Kreasi
STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF: MOTIVASI MELAKUKAN PUBLIC DISPLAY AFFECTION PADA PENGGUNA MEDIA SOSIAL TIKTOK Ainaya Pradina Putri; Syifa Syarifah Alamiyah
JURNAL SIGNAL Vol 10, No 1 (2022): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1591.536 KB) | DOI: 10.33603/signal.v10i01.6242

Abstract

Masyarakat Indonesia khususnya para remaja sudah semakin akrab dengan perilaku pacaran. Bahkan, saat ini mereka tidak ragu untuk menunjukkan kemesraan atau romantisme mereka di media sosial seperti Tiktok. Romantisme yang dilakukan bersama pasangan ditunjukkan dalam konten video yang dibuat dan disebarkan secara publik dimana siapa saja ti tentukan. Hasil penelitian menunjukkan informan melakukan PDA di media sosial Tiktok untuk memenuhi kebutuhan akan hubungan (relatedness’s needs) yaitu mendapat penerimaan positif dari pengguna Tiktok lainnya dan penerimaan positif dari orang-orang disekitar informan seperti keluarga dan teman-teman. Selain itu, informan juga berhasil memenuhi kebutuhan akan keberadaan (existence’s needs) yaitu mendapatkan pengdapat mengakses video tersebut termasuk remaja bahkan anak-anak. Sementara catatan kekerasan di Indonesia memiliki persentase yang tinggi akibat perilaku pacaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan motivasi remaja melakukan public display affection di media sosial Tiktok menggunakan teori kebutuhan dan motivasi dari Clayton Alderfer. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi terhadap empat informan yang telah penelihasilan dari tawaran endorsement produk, menghilangkan rasa takut akan kehadiran orang ketiga dalam hubungan informan serta menghilangkan rasa takut pasangan tidak mau mengakui atau merasa malu memiliki pacar seperti diri informan, dan kebutuhan akan pertumbuhan (growth’s needs) yaitu keinginan informan untuk terus belajar mengembangkan kreativitas dan ide-ide untuk dituangkan dalam konten-konten informan. Kata Kunci: Motivasi, Public Display Affection, Tiktok
ANALISA MARKETING POLITIK KEMENANGAN ANIES-SANDI PADA PUTARAN KEDUA PEMILIHAN GUBERNUR DKI JAKARTA 2017-2022 Ardhana Ulfa Azis
JURNAL SIGNAL Vol 5, No 2 (2017): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.149 KB) | DOI: 10.33603/signal.v5i2.876

Abstract

Abstrak Pemilihan Gubernur DKI 2017-2022 yang berlangsung dua putaran akhirnya menetapkan pasangan Anies-Sandi sebagai pemenang. Tidak mudah melewati dan memenangkan pemilihan Gubernur ini karena sebelumnya pun telah diprediksi menjadi pilkada yang sengit dan akan menguras perhatian banyak kalangan. Menjadi perhatian yang luas karena DKI Jakarta adalah ibu kota negara, pusat dari segala pusat kegiatan baik pemerintahan, politik, ekonomi, bisnis, sosial budaya, pendidikan dan sebagainya. Sehingga pertarungan dan kompetisi pun menjadi sengit melibatkan tokoh-tokoh politik sentral, pemilik modal ekonomi dan bisnis, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta media massa dan media sosial. Dari sejumlah rumus strategi pemenangan yang telah digunakan tim pemenangan Anies-Sandi terdapat strategi bagaimana mensegmentasi masyarakat pemilih di DKI Jakarta, membuat target-target dari segmentasi yang dipilih dan melakukan positioning yang keseluruhannya merupakan rangkaian strategi marketing politik yang biasanya digunakan dalam pergelaran suatu pemilihan umum. Kata kunci : Marketing politik, segmentasi, targeting, positioning   ABSTRACT   The election of the governor of DKI 2017-2022 which lasted two rounds finally set the couple Anies-Sandi as the winner. It is not easy to get past and win the election of the governor because previously it has been predicted to be a fierce pilkada and will drain the attention of many circles. Being widespread because DKI Jakarta is the capital city of the country, the center of all centers of activities both government, politics, economy, business, social culture, education and so forth. So the fight and competition became fierce involving central political figures, owners of economic and business capital, religious leaders and public figures, as well as mass media and social media. From a number of winning strategy formulas that have been used by the Anies-Sandi winning team, there is a strategy of how to segment the voting community in DKI Jakarta, to create targets of selected segmentation and to position the overall political marketing strategy that is usually used in the performance of an election. Keywords: Political marketing, segmentation, targeting, positioning
ANALISIS ISI PESAN INSTAGRAM BPBD DKI JAKARTA DALAM MITIGASI BENCANA BANJIR MEMAKAI MODEL CERC Erwin Mulyadi
JURNAL SIGNAL Vol 10, No 2 (2022): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/signal.v10i2.7658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa isi pesan yang dikomunikasikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melalui media sosial Instagram (@bpbddkijakarta) dalam menjalankan tugasnya untuk memitigasi banjir di Jakarta. Tugas BPBD DKI dalam mengatasi banjir tertuang melalui Pergub DKI No.13/2021 tentang Rencana Kontijensi Penanggulangan Bencana, dan diantaranya adalah melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang mitigasi bencana melalui media cetak dan elektronik. Komunikasi bermedia di era Web 2.0 telah berkembang menggunakan bermacam media baru termasuk Instagram sebagai platform media sosial yang sering digunakan untuk mengunggah pesan bersifat visual. Dalam melakukan analisis isi, digunakan model komunikasi krisis CERC dari US-CDC yang berisi kategori be first, be right, be credible, express emphaty, promote action, dan show respect. Metode yang digunakan adalah analisis isi kualitatif terhadap isi pesan di akun Instagram BPBD DKI dalam rentang September 2021-Februari 2022 dan ditemukan bahwa model CERC ini dapat digunakan untuk menganalisa isi pesan Instagram BPBD DKI khususnya dalam mensosialisasikan informasi seputar banjir, peringatan dini dan tanggap bencana, meski BPBD DKI belum sepenuhnya memaksimalkan semua fitur yang ada di Instagram.Kata Kunci: Analisis Isi, Instagram, Mitigasi, Bencana Banjir, CERC
KINERJA PEGAWAI DINAS PERHUBUNGAN PADA BIDANG ANGKUTAN DALAM PELAYANAN ANGKUTAN KOTA DI KOTA CIREBON Fani Maharani; Moh. Sutarjo; Siti Khumayah; Aghnia Dian Lestari
JURNAL SIGNAL Vol 10, No 1 (2022): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/signal.v10i1.7657

Abstract

Banyak gejala-gejala yang belum sesuai terkait optimalnya pelayanan angkot di Kota Cirebon. Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui bagaimana Kinerja Pegawai Dinas Perhubungan Pada Bidang Angkutan Dalam Pelayanan Angkutan Kota Di Kota Cirebon. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan mengambil lokasi penelitian di Dinas Perhubungan Kota Cirebon pada Bidang Angkutan. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Seksi Perencanaan Jaringan Trayek. Sedangkan informan pendukungnya yaitu Sopir Angkot dan Penumpang Angkot. Teknik pengumpulan data yang digunakan merupakan studi kepustakaan, studi lapangan (observasi, wawancara dan dokumentasi). Sedangkan teknik penguji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa kinerja pegawai dalam meningkatkan pelayanan angkot di kota cirebon yaitu program peningkatan pelayanan angkot, identifikasi angkot, pengecekan uji kelayakan angkot dan evaluasi trayek angkot, efektivitas dan efisiensi angkot, keterampilan dan semangat kerja dalam pelayanan angkutan kota. Penelitian ini diperoleh hasil bahwa permasalahan terhadap pelayanan angkot di kota Cirebon belum optimal dan bersifat elementer yang masih mampu diatasi melalui pendekatan solusi peningkatan kinerja yang berkelanjutan yang di lakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Cirebon. Kata Kunci: Kinerja, Pelayanan, Bidang Angkutan, Transportasi, Uji Berkendara 
#WHATSYOURWAVE DAN #CATCHYOURWAVE DARI MICROGRAM SEBAGAI BENTUK SOSIALISASI ACARA ARCHIPELAGO DI KOTA BANDUNG Yudhi Pratama; Hanny Hafiar; Priyo Subekti
JURNAL SIGNAL Vol 10, No 2 (2022): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/signal.v10i2.7596

Abstract

Buruknya edukasi, networking serta treatment dalam ekosistem musik mendorong Archipelago dan Microgram untuk mengkampanyekan #WhatsYourWave dan #CatchYourWave Yang mengajak anak-anak muda untuk terus beradaptasi. Melalui penelitiaan ini, peneliti bermaksud untuk mengetahui manajemen kampanye yang dilakukan oleh Microgram Entertainment, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi. Melalui metode penelitian deskriptif serta pengumpulan data dengan wawancara observasi, studi dokumentasi, dan metode penelusuran data daring menghasilkan data sebagai berikut, Langkah pertama adalah  perencanaan yaitu kampanye bertema "gelombang" untuk mengubah perilaku target sasaran kampanye; langkah kedua adalah pelaksanaan, yang dimana sebagian besar kampanye bersifat daring, ditambah satu kegiatan luring; langkah ketiga adalah evaluasi, dimana pengukuran keberhasilan kampanye berfokus pada metriks media sosial. Simpulan dari penelitian ini adalah, manajemen kampanye ini tidak sepenuhnya sesuai konsep manajemen kampanye. Pada tahap perencanaan, penetapan tujuan & tolak ukur tidak berkaitan dengan dampak di dunia nyata. Pada tahap pelaksanaan, terdapat kegagalan dalam beberapa tindakan kampanye. Pada tahap evaluasi, hasilnya tidak bisa digunakan untuk mengukur dampak kampanye di dunia nyata. Saran pada penelitian ini pada tahap perencanaan adalah menyusun tujuan yang berkaitan dengan perubahan perilaku. Pada tahap pelaksanaan, mengantisipasi berbagai kemungkinan dengan kru cadangan dan sumber daya gratis/murah. Pada tahap evaluasi, dapat dilakukan dengan mengadakan survei daring sebelum dan sesudah kampanye. Kata kunci: kampanye, manajemen kampanye,
STRATEGI KOMUNIKASI PROGRAM DUTA WISATA BUJANG JO GADIH BUKITTINGGI SEBAGAI UPAYA PROMOSI PARIWISATA Mhd Rival; Agus Rahmat; Yanti Setianti
JURNAL SIGNAL Vol 10, No 2 (2022): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/signal.v10i2.7595

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi keberhasilan Kota Bukittinggi menjadi salah satu Nasional Geopark yang ditetapkan oleh UNESCO. Ini menjadikan Kota Bukittinggi sebagai wisata unggulan di Indonesia. Hal tersebut atas usaha Dinas Pariwisata bersama Duta Wisata Bujang jo Gadih Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi komunikasi oleh Dinas Pariwisata Bukittinggi bersama Duta Wisata Bujang jo Gadih dalam usaha mempromosikan Pariwisata menggunakan paradigma post positivisme dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Konsep yang digunakan adalah konsep strategi komunikasi dari Middleton, serta teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi  dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan Dinas Pariwisata bersama Duta Wisata Bujang jo Gadih Bukittinggi sudah memaksimalkan strategi komunikasi dengan memaksimalkan konsep dari Middleton dengan menentukan komunikator yang kompeten, menyusun pesan yang bersifat persuasif, pemanfaatan media sosial instagram untuk berinteraksi, dan menetapkan sasaran dengan menyesuaikan dengan program yang dilakukan, serta menganalisis efek atau feedback yang diperoleh.Kata kunci: strategi komunikasi, promosi, promosi pariwisata