cover
Contact Name
Prihatin Oktivasari
Contact Email
jalaludin.rasyid@pnj.ac.id
Phone
+62818864451
Journal Mail Official
p3m@pnj.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. DR. G.A. Siwabessy, Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL POLI-TEKNOLOGI
ISSN : 14122782     EISSN : 24079103     DOI : https://doi.org/10.32722/pt.v20i1
Poli-Teknologi Journal is a journal, which began publication in 2002, published by the Research and community service Unit of Politeknik Negeri Jakarta. It starts from Volume 1 Number 1 in January 2022 for printed version; ISSN (print) 1412-2782 and ISSN (online) 2407-9103. Poli-Teknologi Journal is a series of scientific publications in applied science and technology area from the perspective of a multi and interdisciplinary studies and it is published 3 times in year.
Articles 410 Documents
PERFORMA PENERANGAN INTERIOR RUANG KELAS POLITEKNIK NEGERI JAKARTA MENUJU STANDAR INTERNASIONAL (Studi Kasus Ruang Kelas Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Jakarta) DYAH NURWIDYANINGRUM; WAHYUNI SUSILOWATI
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 13 No. 1 (2014)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v13i1.611

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the quality of classroom lighting civil engineering department california state jakarta based activities outlined in the new curriculum in 2011. To achieve these objectives, the research method used was a qualitative research approach to lighting design (simulation design). In the classroom lighting design, dig notch field work (task lighting) faculty and students is important. The data analysis technique by describing the image and the lighting of the existing classrooms. Image descriptions created with pro relux program and help support programs autocad and sketch up. Light measurements performed with tools lux meter. Juxtaposed with the description of the lighting standard classroom of iesna. From the analysis result in the target outcome of this research is the design proposal classroom illumination internationalstandard. Keywords: task lighting, relux pro, lux meter, iesna, simulation design ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pencahayaan ruang kelas jurusan teknik sipil politeknik negeri jakarta berdasarkan kegiatan yang digariskan dalam kurikulum pendidikan terbaru tahun 2011. Untuk mencapai tujuan tersebut, metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan desain pencahayaan (simulation design). Dalam desain pencahayaan ruang kelas, menggali kedudukan bidang kerja (task lighting) dosen dan mahasiswa menjadi penting. Teknik analisis data dengan cara mendeskripsikan gambaran ruang kelas dan pencahayaan eksisting. Gambar deskripsi dibuat dengan program relux pro dan bantuan program pendukung autocad dan sketch up. Pengukuran cahaya dilakukan dengan alat bantu lux meter. Hasil deskripsi disandingkan dengan standar pencahayaan ruang kelas dari iesna. Dari analisis menghasilkan target luaran dari penelitian ini yaitu usulan desain iluminasi ruang kelas berstandar internasional. Kata kunci: task lighting, relux pro, lux meter, iesna, simulation design
Pembuatan Alat Peraga Fastener Set Sebagai Media Pembelajaran Technical Core Skill Iwan Susanto; Budi Prianto
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 11 No. 3 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v11i3.616

Abstract

Abstract Training aids are the tools used to visualize something that cannot be seen or is difficult to imagine clearly, until it is clear and can lead to understanding and perception of someone. This research aims to create visual aids as educational media for technical core skill. This media is used to deliver messages (study materials), so as to stimulate attentions, interests, thoughts, and feelings of students in learning activities to achieve learning objectives. Materials and equipment used to make visual aids Fastener set consists of 5 layers mild steel plates with size 9 mm x 600 mm x 600 mm, 20 layers mild steel plates 250 mm diameter x 5 mm thick, L profile mild steel size 70 mm x 70 mm x 1100 mm, Fastener (Bolt and Nut, Hex Socket Head Bolt, 12-Point Head Bolt, Acorn Nut, Set Screw). Mild steel plates are drilled by CNC machine with variation size and then every side of it is assembled by fastener with metric size ( M6 – M20 of bolt) and imperial size ( 1/4 - 7/8 inch of bolt ). The components are assembled and tightened with torque wrench and it can be disassembled again. This method is used to improve student skill. The results showed that making visual aids fastener set can be created, works fine and can be used as a media to improve student skill and learning of technical core skill Key words: Training aids, Education media, Fastener Set, Bolt, Technical Core Skill Abstrak Alat peraga adalah alat bantu memvisualisasikan sesuatu yang tidak dapat dilihat atau sukar dibayangkan secara jelas, hingga nampak jelas dan dapat menimbulkan pengertian dan persepsi seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat peraga sebagai media pembelajaran technical core skill. Media ini digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar. Bahan dan peralatan yang digunakan untuk pembutan alat peraga Fastener Set adalah plat baja mild steel dengan ukuran 9 mm x 600 mm x 600 mm sejumlah 5 lembar, plat baja berdiameter 250 mm x 5 mm sejumlah 20 lembar, baja siku dengan ukuran 70 mm x 70 mm x 1100 mm, Fastener (Bolt dan Nut, Hex Socket Head Bolt, 12-Point Head Bolt, Acorn Nut, Set Screw). Plat baja dilubangi menggunakan mesin CNC dengan ukuran lubang yang bervariasi pada setia sisi plat tersebut. Kemudian setiap sisi ini yang telah dilubangi dipasang fastener dengan beberapa jenis ukuran baik metrik (bolt M6 sampai M20) dan ukuran imperial ( bolt 1/4 sampai 7/8). Komponen ini disusun menjadi satu kesatuan hingga membentuk Box Fastener. Fastener dapat dipasang dan di kencangkan dengan kunci torsi serta dapat dilepas kembali secara berulang-ulang guna melatih skill praktik mahasiswa. Hasil pembuatan alat peraga menunjukkan bahwa alat peraga Fastener Set dapat dibuat, berfungsi dengan baik dan dapat digunakan sebagai media untuk melatih skill praktik mahasiswa serta dapat digunakan sebagai media pembelajaran Technical Core Skill. Kata kunci : Alat Peraga, Media Pembelajaran, Fastener Set, Bolt, Technical Core Skill
Pengaruh Laju Pemakanan Dan Kecepatan Potong Pahat Carbide Terhadap Kekasaran Permukaan Benda Bubut S45c Kondisi Normal Dan Dikeraskan Darius Yuhas
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 11 No. 3 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v11i3.617

Abstract

Abstract Surface roughness is an important factor for ensuring the quality of engine components. The quality of roughness can be affected by the type of material or workmanship process. This study, conducted with experimental methods, selected materials and turner S45C using chisels Carbide (Carbide Coated), both on the hardening conditions and normal conditions. Ingestion rate variation specified 8 feeding(f), namely; 0.05, 0.1, 0.15, 0.2, 0.25, 0.3, 0.35, and 0.4 mm/rev, and 3 variations of the cutting speed (V), namely; 100, 150, and 200 m/min. Chisel tip radius is 0.8 mm. Proved that, there is the effect of changing values ingestion rate and cutting speed, the value of surface roughness, both the material conditions of normal and hardened materials. Changes in surface roughness values to changes in feeding value, tends to increase, although the feeding 0.05 mm/rev surface feeding coarser than 0.1 mm/rev, and feeding 0.15 mm/rev. Further feeding above 0.2 mm/rev, increased roughness, and the largest in feeding 0.4 mm/rev. In general, the hardened material is better roughness values of the material under normal conditions, this is because the relative chisel tip radius is enlarge by the heat generated from friction. Optimum roughness value is 0.44 μm (normal conditions) and 0.47 μm (hardening conditions), the cutting speed (V) = 150 m/min, feeding (f) = 0.1 mm/rev. And the roughness of 2.1 μm to 4.75 μm highest on V=100, V=150, and V=200 m/min, with f= 0.25 to 0.4 mm/rev (either normal or hardening) Key words: Ingestion Rate, Cutting Speed and Surface Roughness Abstrak Kekasaran permukaan merupakan faktor sangat penting untuk menjamin mutu komponen mesin. Kualitas kekasaran dapat dipengaruhi oleh jenis material maupun proses pengerjaan. Penelitian ini, dilakukan dengan metoda eksperimental, dipilih bahan S45C dan dibubut menggunakan pahat Carbide (Coated Carbide), baik pada kondisi hardening maupun kondisi normal. Ditetapkan 8 variasi laju pemakanan (f) yaitu; 0.05, 0.1, 0.15, 0.2, 0.25, 0.3, 0.35, 0.4 mm/rev, dan 3 variasi kecepatan potong (cutting speed) yaitu; 100, 150, dan 200 m/min. Radius ujung pahat adalah 0.8 mm. Terbukti bahwa, ada pengaruh perubahan nilai laju pemakanan dan kecepatan potong, terhadap nilai kekasaran permukaan, baik pada kondisi bahan normal maupun bahan yang dikeraskan. Perubahan nilai kekasaran permukan terhadap perubahan nilai feeding, cenderung meningkat, meskipun pada feeding 0.05 mm/rev permukaan lebih kasar dibanding feeding 0.1 mm/rev, dan feeding 0.15 mm/rev. Selanjutnya feeding di atas 0.2 mm/rev, kekasarannya meningkat, dan terbesar pada feeding 0.4 mm/rev. Secara umum, bahan yang dikeraskan nilai kekasaran lebih baik dari pada bahan kondisi normal, ini disebabkan karena radius ujung pahat relative membesar akibat panas yang ditimbulkan dari gesekan. Nilai kekasaran optimum, adalah 0.44μm (kondisi normal) dan 0.47μm (kondisi hardening), dengan kecepatan potong (V)=150m/min, feeding (f)= 0.1mm/rev. Dan nilai kekasaran tertinggi 2.1μm hingga 4.75μm ada pada V=100, V=150, dan V=200m/min, dengan f= 0.25 hingga 0.4 mm/rev (baik normal maupun hardening) Kata kunci : Laju Pemakanan, Kecepatan Potong, dan Kekasaran Permukaan
Studi Korosi: Pengaruh Biosolar Terhadap Umur Pakai Cylinder Liner Dody Prayitno; Hadi Pranoto
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 11 No. 3 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v11i3.618

Abstract

Abstract Pada sebuah perusahaan transportasi pengangkutan orang, diketahui bahwa bus depo Jawa Tengah memiliki umur pakai silinder liner yang rendah bila dibandingkan bus depo Jakarta atau Jawa Timur. Bus – bus tersebut menggunakan biosolar dimana depo berada. Sebuah asosiasi pengguna pelumas mensinyalir bahwa penurunan umur pakai disebabkan korosi oleh Biosolar. Tujuan penelitian adalah menjawab pertanyaan apa biosolar menyebabkan terjadinya korosi silinder liner? Metodologi penelitian laju korosi menggunakan metode rendam . Penelitian diawali dengan membagi sampel silinder liner menjadi dua grup yaitu grup original (silinder liner belum pernah dipakai) dan grup terpakai (silinder liner pernah dipakai). Lalu masing-masing sampel diukur luas permukaannya dan ditimbang. Kemudian sampel direndam didalam biosolar asal depo Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Setelah direndam dalam waktu tertentu, sampel ditimbang kembali. Akhirnya dengan menggunakan rumus yang telah popular laju korosi ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biosolar menyebabkan korosi. Laju korosi sampel grup original dan grup terpakai bila direndam biosolar depo Jakarta masing masing adalah 0,09 mpy dan 0,39 mpy. Laju korosi sampel grup original dan grup terpakai dalam biosolar depo Jawa Tengah masing – masing adalah 0,35mpy dan 0,65mpy. Laju korsi sampel grup original dan grup terpakai bila direndam biosolar depo jawa timur masing – masing adalah 0,09 mpy dan 0,18 mpy.Dari nilai rata-rata laju korosi yang terjadi terlihat jelas bahwa sampel grup original lebih rendah bila di banding sampel grup terpakai. Hasil pengujian komposisi memperlihatkan bahwa biosolar depo Jawa Tengah memiliki nilai untuk sulfur dan kontaminasi air tertinggi yaitu 0,45 % Sulfur dan kontaminasi air 700mg/kg. Kandungan sulfur dan kontaminasi air yang tinggi sampel biosolar Jawa Tengah, adalah penyebab dari tingginya laju korosi pada sampel biosolar Jawa tengah, bandingkan sampel dari biosolar Jakarta dan Jawa Timur. Kata kunci : Biosolar,Korosi,cylinder liner Abstrak Pada sebuah perusahaan transportasi pengangkutan orang, diketahui bahwa bus depo Jawa Tengah memiliki umur pakai silinder liner yang rendah bila dibandingkan bus depo Jakarta atau Jawa Timur. Bus – bus tersebut menggunakan biosolar dimana depo berada. Sebuah asosiasi pengguna pelumas mensinyalir bahwa penurunan umur pakai disebabkan korosi oleh Biosolar. Tujuan penelitian adalah menjawab pertanyaan apa biosolar menyebabkan terjadinya korosi silinder liner? Metodologi penelitian laju korosi menggunakan metode rendam . Penelitian diawali dengan membagi sampel silinder liner menjadi dua grup yaitu grup original (silinder liner belum pernah dipakai) dan grup terpakai (silinder liner pernah dipakai). Lalu masing-masing sampel diukur luas permukaannya dan ditimbang. Kemudian sampel direndam didalam biosolar asal depo Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Setelah direndam dalam waktu tertentu, sampel ditimbang kembali. Akhirnya dengan menggunakan rumus yang telah popular laju korosi ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biosolar menyebabkan korosi. Laju korosi sampel grup original dan grup terpakai bila direndam biosolar depo Jakarta masing masing adalah 0,09 mpy dan 0,39 mpy. Laju korosi sampel grup original dan grup terpakai dalam biosolar depo Jawa Tengah masing – masing adalah 0,35mpy dan 0,65mpy. Laju korsi sampel grup original dan grup terpakai bila direndam biosolar depo jawa timur masing – masing adalah 0,09 mpy dan 0,18 mpy.Dari nilai rata-rata laju korosi yang terjadi terlihat jelas bahwa sampel grup original lebih rendah bila di banding sampel grup terpakai. Hasil pengujian komposisi memperlihatkan bahwa biosolar depo Jawa Tengah memiliki nilai untuk sulfur dan kontaminasi air tertinggi yaitu 0,45 % Sulfur dan kontaminasi air 700mg/kg. Kandungan sulfur dan kontaminasi air yang tinggi sampel biosolar Jawa Tengah, adalah penyebab dari tingginya laju korosi pada sampel biosolar Jawa tengah, bandingkan sampel dari biosolar Jakarta dan Jawa Timur. Kata kunci : Biosolar,Korosi,cylinder liner
Rancangan Turbin Angin Tipe Darrieush Menggunakan Analisis Banyak Sudu Pada Rotor Turbin Gede Eka Lesmana; Ismail Ismail; Yohannes Dewanto
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 11 No. 3 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v11i3.619

Abstract

Abstract This paper discusses one of the renewable energy derived from wind, to be converted into electrical energy. One type of wind turbine is a vertical axis wind turbines. Of this type turbine utilize lift force on the blade airfoil to rotate. Rotor rotation speed is determined by the availability of wind magnitude and magnitude thrust the blade, so the installation of blade angle settings to be an interesting thing to study in order to obtain a high efficiency turbine designs. From the simulation results concluded that the rotor with two blades as the best configuration, the rate of increase in the largest lap, and has a torque greater than the rotor with three or four blades Keywords : Wind turbine, Blade, Rotor, Torque. Abstrak Makalah ini membahas salah satu energi terbarukan yang berasal dari angin, untuk dikonversi menjadi energi listrik. Salah aplikasinya adalah turbin angin sumbu vertikal. Turbin jenis ini memanfaatkan gaya angkat pada airfoil untuk memutar blade. Kecepatan putaran rotor ditentukan oleh besarnya angin, blade dan banyak blade, jadi pengaturan sudu blade menjadi hal yang menarik untuk mendapatkan desain turbin dengan efisiensi tinggi. Dari hasil simulasi dapat disimpulkan bahwa rotor dengan dua blade sebagai konfigurasi terbaik, tingkat kenaikan terbesar, dan memiliki torsi lebih besar dari rotor dengan tiga atau empat blade. Kata Kunci : Turbin Angin, Sudu, Rotor, Torsi
Rancangan Sistem Informasi Kinerja Program Studi Teknik Alat Berat Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Jakarta Azwardi Azwardi
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 11 No. 3 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v11i3.620

Abstract

Abstract Information and Communication Technology Development is very rapid to be applied in various fields, including the Draft Design of Performance Heavy Equipment Study Program Information Systems of Mechanical Engineering Department State Polytechnic of Jakarta. Lecturer and student performance information on Heavy Equipment Study Program is not well documented so it is difficult to know the status of student performance that includes the lecture, course assessment, students are still active and so on, while for the performance of lecturers include the presence of faculty, courses that how much is taught and the status of lecturers and other duties are. Information systems are developed to do the analysis and design using the Unified Modeling Language (UML). To display the GUI-based menus used GUI Design Studio. The results showed that the system design can proceed to the programming language for coding. The expected benefits of designing systems of performance information for teaching and learning processes can be better quality and performance reports can be reported accurately. Keywords :Information System, Performance, Lecturers, Students Abstrak Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi sangat pesat untuk diterapkan dalam berbagai bidang, termasuk pada Rancangan Sistem Informasi Kinerja Program Studi Teknik Alat Berat Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Jakarta. Informasi kinerja dosen dan mahasiswa pada Program Studi Teknik Alat Berat tidak terdokumentasi dengan baik sehingga sulit untuk mengetahui status kinerja dari mahasiswa yang meliputi proses perkuliahan, penilaian mata kuliah, mahasiswa yang masih aktif dan sebagainya, sedangkan untuk kinerja dosen meliputi kehadiran dosen, mata kuliah yang diajarkan berapa banyak dan status dosen sedang tugas dan lainnya. Sistem Informasi yang dikembangkan dilakukan analisis dan disain dengan menggunakan Unified Modeling Language (UML). Untuk menampilkan menu-menu berbasis GUI digunakan GUI Design Studio. Hasil pernacangan menunjukan bahwa system bisa dilanjutkan untuk pengkodean ke bahasa pemograman. Manfaat yang diharapkan adanya perancangan system informasi kinerja agar proses belajar dan mengajar dapat menjadi lebih baik kualitasnya dan laporan kinerjanya dapat dilaporkan dengan akurat. Kata Kunci : Sistem Informasi, Kinerja, Dosen, Mahasiswa
Aproksimasi Distribusi Panas Dengan Menggunakan Metode Forward-Backward Difference Indriyani Rebet; Noorbaity Noorbaity
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 11 No. 3 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v11i3.621

Abstract

Abstract Distribution of heat occurs from a place that has a high temperature to elsewhere a low temperature. In a work process in industry revenue or expenditure necessary to achieve and maintain hot temperature conditions specified as needed. On the distribution of the one-dimensional heat conduction heat only propagate in a single direction, for example, only on-axis direction. Equation of one-dimensional conduction heat distribution modeled by the diffusion equation, which is a form of parabolic partial differential equations. Parabolic partial differential equations is one of the two order partial differential equations. Solution heat distribution equation can be determined by the analytical method called exact solution and numerical method called solution approximation. This research will be determined exact solution and the solution distribution approximation one-dimensional heat. Solution approximation using the method of forward difference and backward difference methods. After analysis turns backward difference method yield solutions a better approximation than the results approximating solution with forward difference method. Keywords: Keywords : heat distribution, exact solution, the solution approximation, forward method. Abstrak Distribusi panas terjadi dari suatu tempat yang memiliki temperatur tinggi ke tempat lain yang bertemperatur rendah. Pada suatu proses pekerjaan di bidang industri dibutuhkan pemasukan ataupun pengeluaran panas untuk mencapai dan mempertahankan keadaan suhu tertentu sesuai kebutuhan. Pada proses distribusi panas konduksi satu dimensi maka panas hanya merambat dalam satu arah, misalnya hanya pada arah sumbu - . Persamaan distribusi panas konduksi satu dimensi dimodelkan dengan persamaan difusi yang merupakan suatu bentuk persamaan diferensial parsial parabolik. Persamaan diferensial parsial parabolik adalah salah satu jenis persamaan diferensial parsial order dua. Solusi persamaan distribusi panas dapat ditentukan dengan metode analitik yang disebut solusi eksak dan metode numerik yang disebut solusi aproksimasi. Pada penelitian ini akan ditentukan solusi eksak dan solusi aproksimasi distribusi panas satu dimensi. Solusi aproksimasi dilakukan dengan menggunakan metode forward difference dan metode backward difference. Setelah dianalisa ternyata metode backward difference memberikan hasil solusi aproksimasi yang lebih baik dibandingkan dengan hasil solusi aproksimasi dengan metode forward difference. Kata kunci : distribusi panas, solusi eksak, solusi aproksimasi, metode forward difference, metode backward difference.
Sistem Inventori Kontrol Material Dan Peralatan Penunjang Praktek Mahasiswa (Studi Kasus Di Work Shop Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Jakarta) Hamdi Hamdi
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 11 No. 3 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v11i3.622

Abstract

Abstract Inventory Control is a mechanism for recording and reporting of inventory items. Nowaday the company / government agencies to apply the principles of the involvement of a number of applications and information technology that enables integration of all local procurement of goods and services into a process more efficient, effective, open and competitive, transparent, equitable, non-discriminatory and accountable. Long-term goals and targets of this research is to build an electronic inventory system of goods (inventory control) that can be applied at the Polytechnic. Thus the realization of a system of recording goods in the polytechnic process on line. Inventory system is built using the Zachman Framework and methodology to facilitate the encoding using object-oriented methods with UML (Unified Modeling Language) as the language in models design. Inventory system begins with the identification of system needs. Based on these needs will be the system design, which is modeled using UML. The results of this thesis in the form of an inventory system design Internet-based procurement has facilities to manage storage and recording of goods that are expected to occur no clerical error recording. Keywords: Inventories, warehouses, online Abstrak Inventori kontrol adalah mekanisme pencatatan dan pelaporan barang persediaan. Jaman sekarang ini lembaga perusahaan / pemerintah untuk menerapkan prinsip-prinsip keterlibatan sejumlah aplikasi dan teknologi informasi yang memungkinkan integrasi semua pengadaan barang dan jasa menjadi proses yang lebih efisien, efektif, terbuka dan bersaing, transparan, adil, non-diskriminatif dan akuntabel. Tujuan jangka panjang dan target dari penelitian ini adalah untuk membangun sebuah sistem elektronik persediaan barang (inventory control) yang dapat diterapkan di Politeknik. Dengan demikian realisasi sistem pencatatan barang di politeknik diproses secara on line. Sistem persediaan dibangun menggunakan Framework Zachman dan metodologi untuk memfasilitasi encoding menggunakan metode berorientasi objek dengan UML (Unified Modeling Language) sebagai bahasa dalam perancangan model. Sistem inventori dimulai dengan identifikasi kebutuhan sistem. Berdasarkan kebutuhan akan desain sistem, yang dimodelkan dengan menggunakan UML. Hasil dari tesis ini dalam bentuk inventarisasi sistem pengadaan desain berbasis Internet memiliki fasilitas untuk mengelola penyimpanan dan pencatatan barang yang diharapkan terjadi ada rekaman kesalahan administrasi. Kata kunci : Inventaris, gudang, online
Rancang Bangun Prototype Pengiris Umbi Mochammad Sholeh; Gatra Herlambang Pratama; Hagi Yudha Pratama; Risyky Yudha Apair
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 11 No. 3 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v11i3.623

Abstract

Abstract Home industry of producing chips which made from tubers are currently still using a simple methodi.e. by using the cut manually, so it takes a lot of effort and quite a long time time. One of the alternatives to increase efficiency and productivity is by making a tuber slicer tool. Making the tool starts from designing the cutting mechanism. Then, the calculation starts with an experiment to find the shear stress cassava because cassava is considered to have a stronger shear stress than other tubers. And proceed by finding the amount of power the electricity motor is used, find the forces on the elements of the machine used (belt & pulleys, shaft), and the amount of capacity generated by the tuber slicer tool. After making machines, testing is done to find the actual capacity that can be generated by the tuber slicer tool. Mover uses a 0.5 HP of electricity motor with a maximum speed of 1420 rpm with a round disc about 473 rpm. The resulting capacity is 147 kg/h with a maximum diameter of tuber 75 mm and the pieces have a thickness 1 mm. Keywords : chip, tubers, capacity, thickness Abstrak Industri rumah tangga yang memproduksi makanan terbuat dari umbi-umbian dalam bentuk chip saat ini masih menggunakan metode sederhana yaitu dengan menggunakan pemotongan secara manual, sehingga selain memerlukan banyak tenaga juga waktu yang cukup lama. Salah satu alternatif untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas adalah dengan menggunakan alat pengiris umbi. Pembuatan alat dimulai dari penentuan kapasitas alat yang diinginkan, merancang bentuk mekanisme pemotongan, menentukan ukuran dan mewujudkan desain. Perhitungan dimulai dengan melakukan percobaan untuk mendapatkan nilai tegangan geser singkong karena singkong dianggap memiliki tegangan geser paling besar dibandingkan umbi-umbian lainnya. Selanjutnya menentukan daya motor listrik yang digunakan, juga gaya pada elemen mesin yang digunakan (belt & puli, poros), setelah itu menentukan ukuran dari tiap elemen alat berdasarkan perhitungan teknik. Setelah membuat mesin, pengujian dilakukan untuk mengetahui kapasitas sebenarnya yang dapat dihasilkan oleh alat pengiris umbi. Dalam protoyype ini digunakan penggerak motor listrik yang berkekuatan 0,5 HP dengan kecepatan maksimum 1420 rpm dan dengan transmissi yang dipergunakan menhasilkan putaran piringan pemotong sekitar 473 rpm sehingga menghasilkan produk irisan dengan ketebalan 1 mm dan berat 147 kg / jam dengan bahan baku umbi-umbian atau buah berdiameter maksimum 75 mm.Sementara ukuran ketebalan pemotongan bisa diatur sesuai kebutuhan. Kata Kunci: Chip, Umbi-umbian, Kapasitas, Ketebalan
Pemakaian Briket Batubara Sebagai Bahan Bakar Alternatif Untuk Proses Pembakaran Gerabah Di Kasongan Muhammad Zaki Nura
Jurnal Poli-Teknologi Vol. 11 No. 3 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/pt.v11i3.624

Abstract

Abstract Earthenware industry is one of the leading sectors in Kasongan and a main source of livelihood for population. A range of product marketing for earthenware industry has been wide, not only in domestic markets, but also in overseas market. Even most earthenware productions in Kasongan have been exported to various countries. In production process, craftsmen generally still use simple technology, i.e. earthenware firing process is done in traditional furnace and fired using the firing woods. This study is to try to substitute firing woods by coal bricket. It is expected that the use of coal bricket can increase the technical and economic values of the earthenware industry. In addition, the use of coal bricket can reduce the use of firing woods, so supporting the conservation of natural environment. The study was conducted through three firing processes: first, completely using firing woods (100%), second, a combination of coal bricket (60 kg) - firing woods (33%), and third, a combination of coal bricket (40 kg) - firing woods (50%). Result of the study shows that the use of combination of coal bricket (60 kg) - firing woods (231 kg, 33%) can increase earthenware firing temperature in furnace until 1008.2oC, heat efficiency of 14.8%, and the saving of firing woods until 61.78%. Combination of coal bricket (40 kg) - firing woods (346.5 kg, 50%) will give the best economic value of ‘Return of Investment’ (ROI) = 171%. The Benefit-Cost Ratio (BCR) was 0.71 and the lowest production cost per kg of products was 2.132 kg for each firing process. From the result of the study, it can be known that coal bricket has technical and economic potentials of substituting firing woods in the earthenware firing process. Kata kunci : Earthenware, Firing, Coal Bricket. Abstrak Industri gerabah merupakan salah satu sektor industri utama di Kasongan dan sudah menjadi sumber mata pencaharian utama dari penduduk.Pemasaran hasil industri gerabah ini sudah sangat luas tidak hanya didalam negeri tetapi juga sudah merambah pasar luar negeri.Bahkan sebagian besar hasil produksi gerabah Kasongan ini sudah diekspor ke berbagai negara. Dalam proses produksinya para pengrajin umumnya masih menggunakan teknologi yang sangat sederhana dimana proses pembakaran gerabah dilakukan di dalam tungku tradisional dan dibakar dengan menggunakan bahan bakar kayu bakar. Pada penelitian ini akan dicoba untuk melakukan substitusi bahan bakar alternatif briket batubara. Sehingga diharapkan penggunaan bahan bakar briket batubara ini dapat meningkatkan nilai teknis dan ekonomis dari industri gerabah.Selain itu penggunaan briket batubara ini diharapkan dapat mengurangi pemakaian kayu bakar yang kalau tidak dicegah sangat berpotensi untuk merusak kelestarian di lingkungan alam. Penelitian dilakukan dengan cara 3 (tiga) kali proses pembakaran gerabah yaitu pertama dengan menggunakan bahan bakar kayu penuh (100%). Kedua kombinasi bahan bakar briket batubara 60 kg dengan bahan bakar kayu 33% dan yang ketiga kombinasi bahan bakar briket batubara 40 kg dengan bahan bakar kayu 50%. Dari hasil penelitian didapat bahwa penggunaan kombinasi bahan bakar briket batubara 60 kg dan kayu bakar 231 kg (33%) dapat meningkatkan temperatur pembakaran gerabah di dalam tungku hingga mencapai 1008,2oC, efisiensi panas 13,8% dan penghematan harga bahan bakar kayu hingga mencapai 61,78%. Pada kombinasi bahan bakar briket batubara 40 kg dan kayu bakar 346,5 kg (50%) akan memberikan nilai ekonomi paling baik yaitu Return of Investment (ROI) = 171%. Benefit Cost Ratio 0,71 dan biaya produksi per kilogram produk yang paling rendah yaitu Rp 2.132/kg untuk setiap kali proses pembakaran. Dari hasil penelitian tersebut diatas terlihat bahwa bahan bakar briket batubara berpotensi secara teknis dan ekonomis untuk menggantikan kayu bakar pada proses pembakaran gerabah. Kata kunci : gerabah, pembakaran, briket batubara.