Midwifery Health Journal
Midwifery Health Journal (e-ISSN: 2716-2486, p-ISSN: 2581-026X) adalah media ilmiah untuk Dosen dan Peneliti di bidang Kebidanan, kesehatan reproduksi, kesehatan masyarakat dan kesehatan lain yang relevan yang dikelola dan diterbitkan oleh LPPM STIKES Keluarga Bunda Jambi. Diterbitkan dua kali dalam satu tahun, pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian terapan / aplikasi dalam bidang Kebidanan, kesehatan reproduksi, kesehatan masyarakat dan kesehatan lain yang relevan dalam arti luas. Pedoman untuk penulis disediakan dalam menu template artikel di situs ini.
Articles
142 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINDAKAN REMAJA PUTRI TENTANG KEBERSIHAN ALAT REPRODUKSI PADA SAAT MENSTRUASI DI SMA NEGERI 5 BINJAI TAHUN 2019
Tika Ayu Pratiwi;
Febri Yusnanda
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 7 No 1 (2022): MIDWIFERY HEALTH JOURNAL
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (172.598 KB)
|
DOI: 10.52524/midwiferyhealthjournal.v7i1.119
Menstruasi merupakan perdarahan yang teratur dari uterus sebagai tanda bahwa organ kandungan telah berfungsi matang. Saat menstruasi sangat dibutuhkan perilaku personal hygiene yang baik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui personal hygiene remaja putri pada saat menstruasi. Desain penelitian ini adalah Deskriptif. Populasi dari penelitian adalah semua siswa kelas XII di SMA Negeri 5 Binjai. Sampel dari penelitian ini sebanyak 40 responden yang diambil menggunakan tehnik total sampling. Pengumpulan data menggunakan penyebaran kuesioner. Kesimpulan remaja puteri perlu melakukan perilaku personal hygiene baik untuk mencegah terjadinya infeksi oleh bakteri.Penelitian kolerasi ini menggunakan rancangan penelitian metode cross sectional sumber penelitian ini adalah data primer dengan menggunakan instumen berupa kuesioner dan analisis dengan teknik uji statistik chi-square.Dari hasil penelitian bahwa dapat dilihat kolerasiuji chi-square diatas pada kolom Asyim p sig (2-sided) menunjukkan nilai probabilitas.Nilai sig nya adalah 0,000 yang berarti bahwa nilai (p<0,05),maka siswa kelas XII sebanyak (58,3%) memiliki personal hygiene yang cukup.Kesimpulan remaja puteri perlu melakukan perilaku personal hygiene baik untuk mencegah terjadinya infeksi oleh bakteri. Sehingga diharapkan remaja untuk meningkatkan pengetahuannya tentang kebersihan alat reproduksi pada saat menstruasi
PENGETAHUAN DAN MOTIVASI LANSIA TENTANG POSYANDU LANSIA
Sunarti Lubis
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 4 No 2 (2019): MIDWIFERY HEALTH JOURNAL
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52524/jurnalkebidananjambi.v4i2.90
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Jambi menunjukkan bahwa Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi mengalami penurunan yang sangat drastis dari kunjungan posyandu lansia, yaitu tahun 2011 kunjungan lansia lama sebanyak 556 lansia (100%). Sedangkan pada tahun 2018 kunjungan lansia sebanyak 144 lansia (8.86%). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian dilakukan di Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi. Waktu penelitian telah dilaksanakan pada bulan Mei tahun 2019. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh lansia yang bertempat tinggal di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Kawat Kota Jambi bulan Januari-Maret tahun 2019 sebanyak 139 orang. Sampel dipilih dengan teknik accidental sampling sebanyak 35 responden. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan teknik wawancara. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara Univariat, yaitu menyederhanakan atau memudahkan intervensi data ke dalam bentuk penyajian diagram atau tabel. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang baik sebanyak 14 responden (40,0%) dan sebagian responden memiliki pengetahuan cukup sebanyak 12 responden (34,3%). Sebagian besar responden memiliki motivasi rendah sebanyak 22 responden (62,9%) dan sebagian responden memiliki motivasi tinggi sebanyak 13 responden (37,1%). Hasil penelitian ini diharapkan agar petugas kesehatan memberikan penyuluhan dan informasi tentang posyandu lansia serta dengan mencanangkan suatu program posyandu lansia yang berada di wilayah kerjanya.
HUBUNGAN PARITAS IBU HAMIL DENGAN PREEKLAMPSIA AWITAN LAMBAT DI RSUD RADEN MATTAHER PROVINSI JAMBI
Rini Mustikasari Kurnia Pratama
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 5 No 1 (2020): MIDWIFERY HEALTH JOURNAL
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (106.496 KB)
|
DOI: 10.52524/midwiferyhealthjournal.v5i1.20
Menurut WHO, preeklamsia merupakan salah satu penyebab dari kematian perinatal dan kehamilan diseluruh dunia. Insidensi preeklampsia diperkirakan sebesar 3-10% dari seluruh kehamilan.Angka kejadian preeklampsia di Indonesia sekitar 7-10% dari seluruh kehamilan.Data yang diperoleh dari RSUD Raden Mattaher Jambi, diketahui kasus preeklampsia berat dari bulan Januari-Desember 2018 terdapat 76 kasus preeklampsia berat dengan jumlah ibu yang meninggal sebanyak 2 orang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paritas ibu hamil dengan preeklampsia awitan lambat di RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik case control.Populasi penelitian ini Populasi dalam penelitian ini terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kasus (case) adalah ibu yang mengalami preeklampsia awitan lambat pada tahun 2018 sebanyak 54 orang dan kelompok kontrol (control) adalah ibu hamil normal yang diambil dengan teknik total sampling pada sampel kasus dan simple random sampling pada sampel kontrol.Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Raden Mattaher Jambi pada bulan April-Mei 2019.Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 74 responden (68,5%) dengan paritas tidak berisiko dan sebanyak 54 responden (50%) dengan preeklampsia awaitan lambat. Ada hubungan paritas ibu hamil dengan preeklampsia awitan lambatdenganp-value 0,023 dan nilai OR = 2,900. Dapat disimpulkan bahwa parias ibu hamil mempengaruhi kejadian preeklampsia awitan lambat. Untuk itu petugas kesehatan perlu meningkatkan pelayanan pada ibu hamil dalam memberikan penyuluhan, konseling, dan mengingatkan ibu untuk mengikuti program pendidikan kesehatan seperti mengikuti kelas ibu hamil.
HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI DAN USIA IBU DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT RADEN MATTAHER PROVINSI JAMBI
Sulastri Sulastri
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 6 No 1 (2021): Midwifery Health Journal
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (65.695 KB)
|
DOI: 10.52524/midwiferyhealthjournal.v6i1.54
BBLR merupakan keadaan bayi baru lahir yang berat badannya tidak normal atau dibawa 2.500 gram, status reproduksi ibu mempengaruhi kejadian BBLR sebagaimana ibu dengan kejadian ketuban pecah dini dan usia beresiko dapat menyenbabkan bayi berat lahir rendah. Data yang didapatkan dari Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher Provinsi Jambi, angka kejadian BBLR terus mengalami kenaikan, angka kejadian BBLR sejak tahun 2019 sebanyak 39 kasus. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Hubungan KPD dan Usia Ibu dengan Kejadian BBLR di RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi tahun 2021. Penelitian ini menggunakan desain penelitian case control dengan pendekatan redrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang dirawat di perinatologi di RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi Tahun 2021. Sebanyak 762 orang sampel dalam penelitian ini 192 orang terdiri dari 96 responden untuk kasus 96 responden untuk kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling untuk kasus, simple random sampling untuk kontrol. Analisis data menggunakan chi-square untuk mengetahui hubungan KPD dan usia ibu dengan kejadian BBLR. Hasil penelitian diperoleh bahwa dari 88 ibu (45,8%) tidak mengalami KPD, sebanyak 105 ibu (54,7%) usia ibu yang tidak beresiko dan sebanyak 96 bayi (50%) mengalami BBLR. Ada hubungan KPD (p value = 0,001, OR = 2,800) dam usia beresiko ( p value = 0,001, OR = 0,373) dengan kejadian BBLR dengan p-value < 0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah adanya hubungan ketuban pecah dini dan usai ibu dengan kejadian berat bayi lahir rendah.
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang Tumbuh Kembang Balita di Bpm Herlina Tempino
Sulastri Sulastri;
Rahmah Rahmah;
Rinda Hanum
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 7 No 1 (2022): MIDWIFERY HEALTH JOURNAL
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (151.519 KB)
|
DOI: 10.52524/midwiferyhealthjournal.v7i1.112
Balita Adalah Individu 0-60 bulan Gambaran pengetahuan dan sikap ibu tentang tumbuh kembang balita Pendahuluan dilakukan di BPM Herlina Siregar Tempino Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu tentang tumbuh kembang balita di BPM Herlina Siregar Tempino. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan meneliti 33 responden ibu diambil menggunakan teknik quesioner. Dari 33 responden pengetahuan baik sebanyak 28 (84,9%), sedangkan pengetahuan tidak baik sebanyak 5 (15,1%), memiliki sikap baik sebanyak 23 (85,5%) responden, sedangkan sikap tidak baik sebanyak 8 (15,1%). Didapatkan Hasil penelitian terdapat adanya hubungan terhadap gambaran pengetahuan dan sikap ibu tentang tumbuh kembang balita diBpm Tempino tahun 2021.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian rupture perineum pada persalinan normal
Silvia Mariana;
Eka Fajar Wati
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 7 No 2 (2022): MIDWIFERY HEALTH JOURNAL
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (176.237 KB)
|
DOI: 10.52524/midwiferyhealthjournal.v7i2.130
Terdapat 2,7 juta kasus rupture perineum di dunia pada ibu bersalin, dimana angka ini diperkirakan akan mencapai 6,3 juta pada tahun 2050 (Kurniawan, 2020). Menurut Kemenkes (2018), rupture perineum merupakan penyebab kedua tersering dari perdarahan pasca persalinan setelah atonia uteri. Rupture perineum merupakan perlukaan jalan lahir yang terjadi pada saat kelahiran bayi baik menggunakan alat maupun tidak menggunakan alat. Akibat langsung dari rupture perineum adalah dapat terjadi perdarahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian rupture perineum pada persalinan normal di PMB Azimah A.Md.Keb Kota Jambi. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan retrospektif. Populasi pada penelitian ini adalah ibu bersalin normal pada bulan Januari sampai Desember tahun 2021 di PMB Azimah A.Md.Keb yang berjumlah 142 orang. Teknik pengambilan sampel dengan teknik total sampling 142 orang. Analisa data menggunakan uji Pearson Chi-Square. Hasil penelitian diperoleh nilai p=0,063 (p > 0,05) untuk umur ibu, p=0,000 (p < 0,05) untuk paritas, dan p=0,332 (p > 0,05) untuk berat bayi lahir. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara paritas dengan kejadian rupture perineum pada persalinan normal di PMB Azimah A.Md.Keb Kota Jambi dan tidak ada hubungan antara umur ibu dan berat bayi lahir dengan kejadian rupture perineum pada persalinan normal di PMB Azimah A.Md.Keb Kota Jambi.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri tentang Personal Hygiene saat Menstruasi di SMK Kesehatan Keluarga Bunda Jambi
Desy Susanti;
Rahmah Rahmah
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 5 No 2 (2020): MIDWIFERY HEALTH JOURNAL
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (370.822 KB)
|
DOI: 10.52524/jurnalkebidananjambi.v5i2.45
Tindakan untuk memelihara kesehatan dan upaya untuk menjaga kebersihan pada daerah kewanitaan saat menstruasi, perilaku tersebut mencangkup menjaga kebersihan genetalia, seperti mencucinya dengan air besih, mengganti celana dalam, sering mengganti pembalut selama 4 jam sekali, mandi 2 kali sehari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang personal hygiene saat menstruasi di SMK Kesehatan Keluarga Bunda Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik cross sectional. Populasi penelitian ini adalah kelas XI di SMK Kesehatan Keluarga Bunda Jambi tahun 2020. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 39 orang yang diambil dengan teknik accidental sampling. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Kesehatan Keluarga Bunda Jambi pada bulan juni-juli 2020. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 23 responden (59%), memiliki sikap positif sebanyak 24 responden (61,5%) dan melakukan personal hygiene sebanyak 24 responden (61,5%). Ada hubungan pengetahuan remaja putri (p value = 0,006) dan sikap remaja putri (p value = 0,037) dengan personal hygiene karena nilai p-value <0,05. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap mempengaruhi personal hygiene saat menstruasi. Untuk itu petugas kesehatan perlu meningkatkan pemberian informasi mengenai kesehatan khususnya personal hygiene saat menstruasi.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Menyusui dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Puskesmas Simpang Pandan Kab. Tanjung Jabung Timur tahun 2021
Silvia Mariana;
Rosa Riya;
Riski Mila Sari
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 6 No 2 (2021): MIDWIFERY HEALTH JOURNAL
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (262.784 KB)
|
DOI: 10.52524/midwiferyhealthjournal.v7i1.121
Gizi kurang dan gizi buruk merupakan status gizi yang didasarkan pada indeks berat badan menurut umur (BB/U). Kejadian balita pendek atau biasa disebut dengan stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia saat ini. Pada tahun 2017 22,2% atau sekitar 150,8 juta balita di dunia mengalami stunting.. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu menyusui dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Simpang Pandan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu menyusui yang memiliki balita. Penentuan besar sampel menggunakan teknik simple rand sampling, dan ditemukan besar sampel sebanyak 112 ibu. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat berupa distribusi frekuensi. Penelitian ini menunjukkan bahwa Sebagian besar ibu memiliki pengetahuan tinggi sebanyak 48 responden (55,2%). Dan lebih banyak sikap negatif sebanyak 9 respondent (25,7%). Sebagian besar respondent memberikan imunisasi dasar lengkap sebanyak 44 respondent (50,6,%). Terdapat hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting dengan p-value 0,001 (p=< 0,05). Terdapat Hubungan sikap ibu dengan kejadian stunting dengan p-value 00019 (p=< 0,05).
HUBUNGAN KEHAMILAN SEROTINUS DAN KADAR ERITROSITDENGANKEJADIAN ASFIKSIA PADA NEONATUS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH RADEN MATTAHER PROVINSI JAMBI
Silvia Mariana;
Rosa Riya
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 5 No 1 (2020): MIDWIFERY HEALTH JOURNAL
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (229.543 KB)
|
DOI: 10.52524/midwiferyhealthjournal.v5i1.30
Asfiksia adalah kegagalan nafas secara spontan pada saat lahir atau beberapa saat setelah lahir.serotinus adalah penyebab utama mortalitas dan morbiditas ibu dan janin.Eritrosit memiliki inti sel yang beredar di sirkulasi pada keadaan hipoksia terjadi peningkatan eritrosit berinti bebanding lurus dengan semakin beratnya hipoksia yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanyan hubungan kehamilan serotinus dan kadar eritrosit ibu dengan kejadian asfiksia pada neonatus di RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi 2018.Metode Penelitian ini menggunakan desain penelitian case-control dengan pendekatan Retrospektive.. Hasil penelitian yaitu serotinus tidak beresiko dengan asfiksia (40,7%) dan serotinus beresiko kejadian asfiksia (59,3%) dengan nilai Odds Ratio53,861. eritrosit tidak beresiko dengan kejadian asfiksia (65,0%), eritrosit beresiko kejadian kejadian asfiksia (35,0% ) dimana nilai Odds Ratio.100, 161. Hasil uji chi-square di peroleh P=0,000 untuk kehamilan serotinus , P=0,000 untuk kadar eritrosit, artinya ada hubungan kehamilan serotinus dan kadar eritrosit dengan kejadian asfiksia neonatorum di rsud radden Mattaher Provinsi Jambi. Kata Kunci :Asfiksia, Kehamilan Serotinus, kadar eritrosit
ANALISIS PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PROGRAM GENERASI BERENCANA
Rani Darma Sakti Tanjung;
Fitriyani Nasution;
Vepy Sri Ramadani
MIDWIFERY HEALTH JOURNAL Vol 6 No 2 (2021): MIDWIFERY HEALTH JOURNAL
Publisher : STIKES Keluarga Bunda Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (158.536 KB)
|
DOI: 10.52524/jurnalkebidananjambi.v6i2.71
Remaja umumnya memang amat rentan terhadap pengaruh eksternal. Karena proses pencarian jati diri, mereka mudah sekali terombang-ambing, dan masih merasa sulit menentukan tokoh panutannya. Remaja juga mudah terpengaruh oleh gaya hidup masyarakat di sekitarnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang generasi berencana (GenRe). Penelitian ini adalah penelitian Analitik. Lokasi penelitian di SMU Negeri 1 Marbau. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2021. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 746 orang, sedangkan sampel diperoleh sebanyak 88 orang. Data dianalisis secara Deskriptif (univariat) yang disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan siswa SMA Negeri 1 Marbau tentang program generasi berencana dalam kategori kurang (60,2%). Berdasarkan umur, siswa berumur 15 tahun dan 16 tahun berpengetahuan kurang, sedangkan siswa berumur 17 tahun dan 18 tahun berpengetahuan baik. Berdasarkan jenis kelamin, siswa laki-laki dan perempuan karena kedua-duanya berpengetahuan kurang. Berdasarkan sumber informasi, siswa yang mendapatkan banyak informasi (baik) cenderung memiliki pengetahuan baik sedangkan yang mendapatkan sedikit (kurang baik) cenderung memiliki pengetahuan kurang baik tentang program keluarga berencana.