cover
Contact Name
Indra Cahya Setia Widigda
Contact Email
indracahya933@gmail.com
Phone
+6281252438535
Journal Mail Official
kedokterankomunitas@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. M.T. Haryono No.193 Malang 65144, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)
ISSN : 23376988     EISSN : -     DOI : 10.33474
Jurnal Kedokteran Komunitas merupakan salah satu jenis jurnal akademik bidang kedokteran atau kesehatan di mana penulis mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian maupun kajian. Artikel ilmiah ini juga mencangkup hasil-hasil penelitian terbaru dan tulisan ilmiah lainnya di bidang biomedis, kedokteran klinis, kedokteran komunitas, dan kesehatan masyarakat. Untuk memastikan kualitas ilmiah pada artikel yang diterbitkan, suatu artikel biasa diteliti oleh rekan-rekan sejawatnya dan direvisi oleh penulis, hal ini dikenal sebagai peer review. Jurnal Kedokteran Komunitas nomor p-ISSN 2337-6988 e-ISSN dikelola Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang ini diharapkan dapat menjadi media berbagi pengalaman antara berbagai kalangan dan institusi pendidikan kedokteran dan kesehatan, dengan terbit berkalah 2 kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober.
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2021)" : 33 Documents clear
STUDI PUSTAKA SISTEMATIS: PENGARUH DELIMA TERHADAP SUPEROXIDE DISMUTASE DAN MALONDIALDEHYDE DALAM KONDISI STRES OKSIDATIF Dewi Intan Putri Dwiyanti; Fifin Pradina Duhitatrissari; Doti Wahyuningsih
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.763 KB)

Abstract

Abstrak: Stres Oksidatif adalah keadaan ketidakseimbangan antara jumlah radikal bebas dan anti-oksidan. Delima (Punica Granatum L.) dilaporkan berperan sebagai scavenger bagi radikal bebas, sehingga dapat mengurangi stres oksidatif. Tujuan dari penelitian studi pustaka sistematis ini ada-lah untuk membuktikan hasil riset tentang kegunaan buah delima dalam mengatasi stres oksidatif dengan memeriksa kadar SOD dan MDA. Kondisi stres oksidatif dalam studi literature ini meliputi intoksisikasi karena penggunaan obat tertentu, diabetes militus, penyakit neurodegenerative dan polutan. Jenis ekstrak yang akan dipelajari adalah ekstark kulit, buah, bunga, daun, biji dan jus buah delima. Systematic Literature Review. Data penelitian dikumpulkan dari PubMed Central, PubMed, dan Google Scholar berdasarkan kata kunci pomegranate, stres oksidatif, SOD, dan MDA. Proses screening menghasilkan 100 artikel yang relevan. Yang memenuhi kriteria inklusi untuk ditelaah berjumlah 17 artikel. Ekstrak kulit, biji, bunga, daun, serta jus buah delima mampu menaikkan kadar SOD dan menurunkan kadar MDA. Jadi ekstrak dari delima mampu menaikkan kadar SOD dan menurunkan kadar MDAKata kunci: Delima, stres oksidatif, SOD dan MDA
PENGARUH PENGETAHUAN IBU DAN POLA PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI TERHADAP STATUS GIZI BAYI USIA 6-12 BULAN DI KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG Audyla Sri Putri; Dewi Martha Indria; Erna Sulistyowati
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.784 KB)

Abstract

Pendahuluan: Permasalahan gizi masih menjadi masalah utama di dunia terutama di Indonesia. Indoensia mengalami penurunan presentase anak yang berusia 6-12 bulan dengan gizi baik. Penurunan ini diduga disebabkan oleh faktor pengetahuan ibu dan pola pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang berdampak pada status gizi bayi. Oleh sebab itu perlu penelitian lanjutan tentang pengaruh pengetahuan ibu dan pola pemberian makanan pendamping ASI terhadap status gizi bayi 6-12 bulan di Pujon, Malang.Metode: Desain deskriptif-analitik pendekatan cross-sectional. Pengambilan data primer dilaksanakan di desa Pandesari, Madiredo, Tawangsari Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini dilakuka di 14 wilayah posyandu dan secara door to door. Terdapat 95 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan penelitian ini dilakukan pada satu waktu tanpa melakukan follow up. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas dengan hasil valid dan reliabel (r hitung>r tabel). Analisa data penelitian menggunakan rank Spearman dan uji Kruskall Wallis dengan tingkat signifikasi p lebih 0,05.Hasil: Sebagian besar tingkat pengetahuan ibu adalah cukup (56,8%) dan tidak terdapat signifikansi mempengaruhi dengan status gizi bayi 6-12 bulan p 0,129. Sebagian besar pola pemberian MPASI adalah baik (50,5%) dan terdapat mempengaruhi status gizi bayi 6-12 bulan p 0,006 dan 0,281Kesimpulan: Status gizi bayi usia 6-12 bulan lebih ddipengaruhi oleh pola pemberian MPASI dan tidak dipengaruhi oleh pengetahuan ibu.Kata Kunci: Bayi, Makanan pendamping ASI, Pengaruh, Pengetahuan, Status gizi
PENGARUH MENYIKAT MENGGUNAKAN KOMBINASI SIWAK DAN PASTA GIGI TERHADAP FLORA NORMAL AEROB SANTRI AR-RAZI Destian Fajar Rahmawan; Arif Yahya; Helmin Elyani
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.805 KB)

Abstract

Latar Belakang: Bakteri aerob rongga mulut seperti Haemophilus spp., Pseudomonas aeruginosa dan Mycoplasma spp. memilliki hubungan terhadap infeksi sistemik dan pernapasan. Sehingga pent-ing untuk menurunkan jumlah bakteri aerob rongga mulut. Bahan aktif pasta gigi dan siwak mampu menjaga keseimbangan flora normal rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh menyikat menggunakan kombinasi pasta gigi dan siwak terhadap pertumbuhan bakteri aerob rongga mulut. Penelitian eksperimental dengan desain pre dan post test group. Responden (n = 36) terbagi menjadi 2 kelompok yaitu menyikat menggunakan pasta gigi dan menyikat menggunakan kombinasi pasta gigi dan siwak selama 10 hari. Sampel saliva dan gingiva diambil sebelum dan setelah perlakuan dan ditumbuhkan pada media Aerobic Nutrient Agar. Data dianalisa menggunakan paired t-test. Penyikatan dengan pasta gigi tidak signifikan meningkatkan 51% bakteri aerob saliva dan tidak signifikan menurunkan 12% bakteri aerob gingiva. Penyikatan dengan kom-binasi pasta gigi dan siwak tidak signifikan meningkatkan 57% bakteri aerob saliva dan tidak signif-ikan meningkatkan 37% bakteri aerob gingiva. Peneliti menduga, hasil ini berhubungan dengan po-tensi antagonis bahan aktif dan kemampuan bakteri aerob bertahan hidup.Kata Kunci: Siwak, pasta gigi, bakteri aerob

Page 4 of 4 | Total Record : 33