EDUCARE
EDUCARE adalah jurnal ilmiah pendidikan dan pembelajaran, yang diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana (FKIP UNLA), pertama kali terbit pada tanggal 02 Mei 2002, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Jurnal ini menyandang nama EDUCARE yang arti harfiahnya adalah penuntun dan pembimbing, yang diharapkan menjadi penuntun dan pembimbing ke arah kebaikan dan kebenaran.
Articles
175 Documents
PENGEMBANGAN KOPERASI DENGAN PENDEKATAN ANALISIS SWOT
Uus Manzilatusifa
EDUCARE Vol. 2 No. 2, Agustus 2004
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1189.537 KB)
Pengembangan koperasi dengan menggunakan analisis SWOT : Tujuh indikator kekuatan dan dua belas indikator peluang yang telah diuraikan diatas dapat membantu pengurus dan pengelola untuk mengimplementasikannnya dalam rangka pengembangan dan keberhasilan koperasi; unsur-unsur kelemahan yang ada supaya mendapat perhatian yang serius baik oleh pengurus dan pengelola maupun oleh para anggota, sehingga resiko yang timbul akibat dari kelemahan-kelemahan tersebut dapat diminimalisasikan sehingga keberhasilan dan pengembangan koperasi dapat tercapai; dan perlu bagi pengurus dan pengelola untuk dapat mengantisipasi ancaman agar dapat hidup dan berkembang serta dapat mewujudkan keberhasilan yang diharapkan.
KEBISINGAN DAN PENGARUHNYA PADA LINGKUNGAN HIDUP
Sungging Handoko
EDUCARE Vol. 2 No. 2, Agustus 2004
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1055.447 KB)
Seperti dituliskan oleh Schopenhaver bahwa: “Noise is the most offensive of interruptions and can even shatter one’s thought”; maka sebagai reaksi tulisan tersebut seorang pendengar mengatakan bahwa ditengah-tengah kebisingan meditasi tidak mungkin dilakukan, berdoapun sukar dan pada pokoknya kebisingan yang berkepanjangan adalah suatu siksaan. Dan kebisingan adalah suatu ledakan yang menyusup kedalam lingkungan hidup, merongrong dan mengerogoti ketenangan hidup.
MEMBUAT PERENCANAAN PERCOBAAN PADA PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN
Taufik Rahman;
Nuryani Rustaman;
Nana Syaodih;
Anna Poedjiadi
EDUCARE Vol. 2 No. 2, Agustus 2004
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1245.881 KB)
Telah dilakukan studi deskriptif analisis tentang profil kemampuan generik awal calon guru dalam merencanakan percobaan pada praktikum fisiologi tumbuhan. Subyek penelitian meliputi 28 mahasiswa calon guru biologi LPTK pada awal semester lima yang mengambil praktikum fisiologi tumbuhan. Instrumen yang digunakan berupa format isian tentang perencanaan percobaan yang telah divalidasi. Manfaat penelitian antara lain sebagai landasan untuk membuat program pembelajaran praktikum yang mengembangkan kemampuan generik . Dari penelitian ditemukan bahwa profil kemampuan generik awal mahasiswa calon guru dalam merencanakan percobaan meliputi profil kemampuan generik pemodelan tergolong rendah (54,0), inferensi logika rendah ( 40,7 ), dan sebab akibat rendah (45). Dengan demikian, secara umum, pada saat praktikum fisiologi tumbuhan akan dilaksanakan, mahasiswa telah memiliki kemampuan generik merencanakan praktikum, namun masih tergolong rendah (rerata = 46,3) sehingga perlu ditingkatkan melalui latihan.
KAJIAN AKADEMIS PENYEMPURNAAN RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH TENTANG GURU
Asep Hidayat
EDUCARE Vol. 4 No. 1, Agustus 2006
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1091.121 KB)
Penyelenggaraan program pendidikan bagi calon guru dilakukan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). LPTK adalah satuan atau bagian dari satuan pendidikan tinggi yang khusus menyelenggarakan Program Pengadaan Tenaga Kependidikan (P2TK) yang menghasilkan guru pada pendidikan pra-sekolah, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
PENERAPAN PEMBELAJARAN INVESTIGASI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Mumun Syaban
EDUCARE Vol. 4 No. 1, Agustus 2006
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1194.365 KB)
Model pembelajaran investigasi adalah salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan siswa tentang matematika. Dengan jalan memberikan kesempatan menyelidiki situasi- situasi yang menarik hati mereka, sehingga mereka dapat menyusun pola atau keteraturan, menyusun dugaan (conjectures), mencari data yang dapat mendukung dugaan tadi dan membuat kesimpulan.Dengan pembelajaran investigasi atau eksplorasi, diharapkan siswa dapat menemukan cara-cara baru dalam menggunakan pengetahuan matematika mereka dan menggunakan matematika sebagai alat untuk pemecahan masalah; dan berabstraksi berdasarkan pengalaman dalam pemecahan masalah yang terkait dengan konsep, ide, keterampilan, prosedur, dan struktur yang memiliki tingkat lebih pada aplikasi secara menyeluruh.
PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DAN METODE LATIHAN PADA PEMBELAJARAN MELAKSANAKAN PEMBUNGKUSAN UNTUK MENCAPAI KETUNTASAN BELAJAR SISWA PADA PROGRAM KEAHLIAN PENJUALAN
Anytha Basaria Silitonga
EDUCARE Vol. 4 No. 1, Agustus 2006
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1222.972 KB)
Program keahlian penjualan merupakan salah satu program keahlian yang ada di SMK. Dalam program keahlian tersebut terdapat salah satu mata Diklat yangdianggap penting kedudukannya karena selain sesuai dengan program tersebut juga merupakan mata Diklat yang harus kompeten. Dimana siswa dikatakan kompeten apabila siswa mendapat nilai minimal 7. Mata Diklat tersebut adalah Manata Produk. Mata Diklat Menata Produk terdapat pokok bahasan antara satu dengan yang lainnya saling berhubungan diantaranya klasifikasi barang dagangan. Menata barang dagangan pada display, menyimpan barang dagangan dan melaksanakan pembungkusan. Materi pokok pemelajaran ini selain menuntut adanya pemahaman pengetahuan dan sikap juga keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa, artinya harus adanya keseimbangan dari ketiga ranag yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Karena SMK lebih dihadapkan pada realita yang memasuki dunia kerja sehingga peserta didik sekolah menengah kejuruan setelah mengikuti materi ini dapat diaplikasikan ataupun diterapkan dalam pekerjaan nanti sebagai tenaga penjual yang profesional.
INSTITUSI PENDIDIKAN MENUJU WIRAUSAHA
Reviandari Widyatiningtyas
EDUCARE Vol. 4 No. 1, Agustus 2006
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1091.581 KB)
Kemampuan pemerintah Imdonesia dalam mendukung pembiayaan pendidikan belum tinggi secara komitmen dan masih rendah nominalnya. Sementara mengharapkan biaya pendidikan dari masyarakat dirasakan kurang realitas, karena kemampuan membayar mereka belum merata. Sebuah lembaga institusi pendidikan harus mampu menggulirkan lembaganya untuk dapat maju dalam hal muti di segala bidang. Utuk dapat mewujudkan hal tersebut, nampaknya sudah waktunya seorang pemimpin institusi pendidikan untuk menjadi seorang wirasusaha. Dibawah manajer atau pimpinan pendidikan yang berwirausaha kemampuan itu akan berdampak pada pembentukan identitas guru, dosen dan manajer pendidikan ke arah kerja kontraktual baru, sejalan dengan kuatnya spirit pembelajaran berbasis industri dan perdagangan.
PARTISIPASI ANGGOTA SEBAGAI UPAYA PENCAPAIAN KEMANDIRIAN KOPERASI
Ria Herdhiana
EDUCARE Vol. 4 No. 1, Agustus 2006
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1713.709 KB)
Meningkatkan partisipasi anggota adalah suatu upaya yang baik dalam menuju koperasi mandiri, karena dengan adanya partisipasi anggota dalam posisi sebagai pemilik ataupun sebagai pemakai jasa secara optimal, maka kemandirian koperasi akan tercapai. Tentu saja hal itu tidak mudah karena memerlukan waktu yang cukup panjang untuk mencapainya. Meningkatkan kualitas partisipasi anggota dengan cara mengubah sikap anggota koperasi untuk yakin dan percaya bahwa sebagai individu mereka mempunyai kemampuan untuk memperbaiki dirinya melalui kerja sama dan kesetiakawanan dalam wadah koperasi. Merupakan salah satu upaya yang harus dilakukan oleh manajemen untuk mencapai koperasi mandiri yaitu dengan membuat program operasional koperasi yang senantiasa memenuhi keinginan dan kebutuhan anggota sehingga anggota akan melakukan partisipasi total untuk koperasinya.
WIRAUSAHA KOPERASI DAPAT MENEMUKAN KEUNGGULAN KOPERASI
Uus Manzilatusifa
EDUCARE Vol. 4 No. 1, Agustus 2006
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1227.894 KB)
Tugas wirausaha kopersai yang utama adalah menciptakan inovasi yang dapat memberikan perubahan yang positif dalam organisasi usaha. Seorang inovator yang sejati tidak akan pernah berhenti mencari perubahan dan memanfaatkannya sebagai peluang. Keberhasilan inovasi akan sangat ditentukan oleh kemampuan dan kemauan wirausaha koperasi, disamping kebebasan bertindak dari wirausaha koperasi tadi. Tingkat kemampuan dan motivasi yang tinggi dari wirausaha koperasi yang dibarengi dengan kebebasan bertindak (sepanjang tidak merugikan orang lain) dari wirausaha tadi akan memungkinkan tugas wirausaha dapat dilaksanakan dengan baik
FUNGSI STATISTIK DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI PERUSAHAAN
Sungging Handoko
EDUCARE Vol. 4 No. 1, Agustus 2006
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1207.192 KB)
Banyak perusahaan gulung tikar tanpa diketahui dengan jelas sebab- sebabnya. Para pimpinan perusahaan pada umumnya menilai bahwa kebangkrutan perusahaan disebabkan oleh gagalnya memasarkan barang (produksi) dan kurangnya modal. Pada umumnya pimpinan perusahaan masih terkesima dengan factor produksi yang mereka miliki, seperti misalnya : modal, tenaga kerja dan sumber daya lainnya. Jarang para manajer perusahaan yang sadar akan pentingnya manajemen jarang diantara mereka sadar akan pentingnya informasi sebagai bahan dasar dalam pembuatan keputusan. Sebagian besar dari manajer perusahaan secara fanatic menganggap akuntansi (informasi keuangan) sebagai sumber yang terpenting dari semua urusan perusahaan, seperti masalah perencanaan sampai dengan masalah pengendalian.