cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jihi3s.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 27970132     DOI : http://dx.doi.org/10.17977/um063
Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) is a journal focused on articles of research and community service in social sciences and humanities such as civics, laws, history, economics, sociology, geography, anthropology, politics, culture, religion, and also educational perspectives such as Citizenship Education, Geography Education, Sociology Education, Economic Education, Historical Education, Anthropological Education, Religious Education, Communication Studies for Educational Needs, Social Studies, and other relevant social sciences.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 4 (2021)" : 15 Documents clear
Tradisi Methik Pari dalam bingkai realitas sosial-keagamaan masyarakat tani Dusun Ngadirejo Blitar Bella Fadhilatus Sanah; Nur Hadi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.552 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i4p494-503

Abstract

Abstrak Tradisi merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang lahir dan melekat di tengah kehidupan masyarakat. Tradisi yang masih hidup di kalangan masyarakat khususnya petani di Pulau Jawa adalah tradisi methik pari. Tradisi tersebut masih dapat dijumpai di Dusun Ngadirejo, Blitar. Tradisi ini kemudian menjadi sebuah realitas sosial keagamaan masyarakat yang sudah ada sejak zaman dahulu. Dalam perkembangan masyarakat digital, tradisi tersebut masih mengakar pada masyarakat. Peneliti menggunakan teori tindakan sosial tradisional Max Weber sebagai pisau analisis pada penelitian ini. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi methik pari telah menjadi kepercayaan dan kebiasaan yang dilaksanakan secara turun temurun oleh masyarakat tani Dusun Ngadirejo. Tradisi methik pari memiliki tujuan untuk mengucap syukur dan memanjatkan doa kepada Tuhan. Doa tersebut berupa ungkapan syukur atas anugerah kekayaan alam dan kelancaran bercocok tanam. Tradisi ini juga dilakukan sebagai wujud kepedulian lingkungan dan penghormatan atas perjuangan para leluhur. Dalam prakteknya, tradisi-tradisi tersebut menerapkan serta mengajarkan nilai-nilai agama pada masyarakat. Oleh karena itu, tradisi methik pari kemudian menjadi sebuah realitas sosial keagamaan dalam kehidupan masyarakat.
Harun Ar-Rasyid: Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa Islam klasik (786–809 M) Nuzulul Hidayati; Marsudi Marsudi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.3 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i4p504-509

Abstract

Most of us are very familiar with how the development of science in Europe, from the Dark Age to the Industrial Revolution, to forget how the development of science in the Islamic world. If Europe experienced a Dark Age, at that time, Islamic science was in its heyday. The triumphs did not escape the leaders at that time. In this article, the author will only focus on how the development of science during Harun ar-Rashid's time, including: 1) what is the background of Harun Ar-Rasyid, 2) what was the policy of Harun ar-Rashid's time, 3) how the science that developed in the era of Harun Ar-Rasyid. Sebagian besar dari kita sangat mengenal bagaimana perkembangan Ilmu pengetahuan di Eropa, dari masa Dark Age sampai Revolusi Industri hingga melupakan bagaimana perkembangan ilmu pengetahuan di dunia Islam. Jika Eropa mengalami masa Dark Age, pada masa itulah, Ilmu pengetahuan Islam sedang pada masa Kejayaannya. Kejayaan-kejayaan itu tidak luput dari para pemimpin pada masa itu. dalam artikel ini, penulis hanya akan memfokuskan bagaimana perkembangan ilmu pengetahuan pada masa Harun Ar-Rasyid, diantaranya: 1) bagaimana latar belakang Harun Ar-Rasyid, 2) bagaimana kebijakan pada masa Harun Ar-Rasyid, 3) bagaimana ilmu pengetahuan yang berkembang pada masa Harun Ar-Rasyid.
Modal sosial sebagai sarana pembangunan ekonomi masyarakat Kelurahan Kalirejo melalui hidroponik Aisyiyah Hariani; Dhanu Dewantara Aji; Lulu Chamdliyah; Rohmatin Alfisnistiawati; Sanggar Sukama Sijati; Siti Hadiyatul Hasanah; Nanda Harda Pratama Meiji
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.753 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i4p510-516

Abstract

Various kinds of developments in various fields provide many innovations, one of which is in agriculture. The hydroponic method emerged as a new innovation in farming by utilizing soil substitute water media. Hydroponics, which are more suitable to be applied in areas with narrow land, are utilized by the villagers of Kalirejo Malang to improve the economy of the villagers. Through social capital established in the Kalirejo village community and cooperation with PT Otsuka, regional economic development is created through hydroponics. This study aims to determine how the forms of social capital that exist in the Kalirejo village community in improving the regional economy through hydroponics. The research was conducted using descriptive qualitative methods with data collection through observation and interviews. The results obtained are that there is a significant role of social capital in the management of hydroponics among residents of Kalirejo Village Malang and its relationship in improving the regional economy. Berbagai macam perkembangan di berbagai bidang memberikan banyak inovasi, salah satunya di bidang pertanian. Metode Hidroponik muncul sebagai sebuah inovasi baru bercocok tanam dengan memanfaatkan media air pengganti tanah. Hidroponik yang lebih cocok diterapkan di daerah dengan lahan sempit dimanfaatkan oleh warga desa Kalirejo Malang untuk meningkatkan ekonomi warga desa. Melalui modal sosial yang terjalin di masyarakat desa Kalirejo serta kerjasama dengan pihak PT Otsuka tercipta pembangunan ekonomi daerah melalui hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk modal sosial yang terjalin di masyarakat desa Kalirejo dalam meningkatkan perekonomian daerah melalui Hidroponik. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil yang diperoleh adalah terdapat peranan modal sosial yang cukup besar dalam pengelolaan Hidroponik antar warga desa Kalirejo Malang serta keterkaitanya dalam peningkatan ekonomi daerah.
Peran Tradisi “Pencak” sebagai implementasi budaya lokal dalam bingkai kehidupan masyarakat Pujon Khoirul Umam; Irawan Irawan
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.461 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i4p517-527

Abstract

Budaya lokal merupakan konsep dari tradisi yang bersumber dari kegiatan ataupun ritual yang biasa dilakukan oleh masyarakat dalam satu wilayah tertentu, atau budaya lokal juga dapat dikatakan sebagai suatu identitas yang melekat pada suatu daerah. Daerah Pujon merupakan salah satu daerah dengan beberapa tradisi atau budaya lokal yang terdapat di dalamnya salah satunya yakni tradisi pencak, yang merupakan tradisi atau budaya lokal dari masyarakat Pujon yang mengadopsi tradisi pencak silat namun dengan versi tradisional dengan perlengkapan-perlengkapan dan aspek-aspek tertentu di dalamnya. Urgensi dan tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peranan dari tradisi pencak tradisional ini dalam kehidupan masyarakat Pujon, selain itu kajian atau artikel ini juga ditujukan untuk mengetahui aspek-aspek apa saja yang terdapat dalam proses pencak itu sendiri. Dalam penyusunan artikel ini penulis menerapkan metode kualitatif, yakni dengan mengadakan riset sederhana mengenai topik bahasan yang akan dibahas dalam artikel ini, melalui observasi, wawancara dan studi pustaka untuk mencari sumber literatur yang dapat menunjang proses pengembangan topik dari artikel ini, baik literatur secara online maupun offline. Dari hasil analisis yang sudah dilakukan mengenai topik bahasan ini, dapat diketahui bahwa dengan adanya tradisi pencak ini membuat masyarakat menjadi lebih mencintai budayanya melalui pelestarian budaya yang selalu dijaga, selain itu dalam tradisi pencak ini juga terdapat beberapa aspek yang ada dalam masyarakat, baik dari aspek sosial, ekonomi, kepercayaan dan yang lainnya, dimana aspek-aspek ini saling berkesinambungan dalam tradisi pencak tersebut.
Sunan Kalijaga dan strategi dakwah melalui Tembang Lir-Ilir Yusuf Bakti Nugraha; Lutfiah Ayundasari
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.713 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i4p528-532

Abstract

The problem that this article tries to address is about how the role of Wali Songo, especially in this discussion, is Sunan Kalijaga who uses art as a medium of preaching. In this case he used the song Lir-ilir which has a philosophical meaning in the aspect of religion. Of course this song is not just an artistic entertainment, but the message contained in this song is so deep that it is very suitable to be able to help the propagation of the spread of Islamic teachings. Even so, along with the development of the times, it is feared that this kind of culture and arts could be eroded because of the negative influences that follow from the swift currents of globalization, so that it is so difficult to maintain. Masalah yang coba dituangkan dalam artikel ini yakni tentang bagaimana peranan Wali Songo khususnya pada pembahasan ini adalah Sunan Kalijaga yang menggunakan seni untuk media dakwah. Dalam hal ini beliau menggunakan tembang Lir-ilir yang memiliki makna filosofi dalam aspek agama. Tentunya tembang ini bukan sekedar hiburan seni, melainkan memang pesan yang terkandung dalam tembang ini begitu dalam sehingga begitu cocok untuk bisa membantu dakwah penyebaran ajaran Islam. Meski begitu seiring dengan berkembangnya zaman, dikhawatirkan budaya dan kesenian seperti ini dapat tergerus karena pengaaruh negatif yang ikut dari arus globalisasi yang deras sehingga begitu sulit untuk dipertahankan.

Page 2 of 2 | Total Record : 15