cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jihi3s.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No. 5 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 27970132     DOI : http://dx.doi.org/10.17977/um063
Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) is a journal focused on articles of research and community service in social sciences and humanities such as civics, laws, history, economics, sociology, geography, anthropology, politics, culture, religion, and also educational perspectives such as Citizenship Education, Geography Education, Sociology Education, Economic Education, Historical Education, Anthropological Education, Religious Education, Communication Studies for Educational Needs, Social Studies, and other relevant social sciences.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 6 (2021)" : 15 Documents clear
Praktik masyarakat konsumsi online dalam perspektif Baudrillard Kalya Nabila Zuhdi; Hasna Bararah M; Nabilah Fina Aprilia; Pramana Herjati Putra Dionchi; Ananda Dwitha Yuniar
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.683 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i6p681-687

Abstract

The presence of technology brings about a change in people's lives, with technology of all activities being more comfortable. Technological changes have taken place in the field of digital marketing, such as shop online. The presence of an online shop provides considerable comfort in shopping activities. But with that convenience, it can also establish higher consumption patterns. This consumption pattern was analyzed using the concept of the consumption of Jean Baudrillard. The study USES a descriptive qualitative approach with the data-collection technique of structured interviews. In the study two results have been found, the first of these is consensual behaviors among sociology students where they buy goods through online shops out of sheer need. The second result was that a sociology student was seeking to remain unaffected by the ease of shopping through online shops in order to avoid the form of consumer behavior. From such exposure it can be concluded that the concept of consumptive society by Jean Baudrillard is relevant to today's lives where people tend to satisfy the urge to buy things instead of the need. Kehadiran teknologi membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat, dengan adanya teknologi segala aktivitas dapat dilakukan dengan lebih nyaman. perubahan karena teknologi turut hadir dalam bidang digital marketing seperti hadirnya online shop. Kehadiran online shop cukup memberikan kenyamanan dalam aktivitas belanja. Namun dengan kenyamanan tersebut dapat pula membentuk pola konsumsi yang semakin tinggi. Pola konsumsi ini dianalisis menggunakan konsep masyarakat konsumsi dari Jean Baudrillard. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yakni wawancara terstruktur. Dalam penelitian ini ditemukan dua hasil, yang pertama adanya perilaku konsumtif di kalangan mahasiswa sosiologi dimana mereka membeli barang melalui online shop karena keinginan bukan kebutuhan. Hasil yang kedua yakni ditemukan adanya mahasiswa Sosiologi yang berusaha untuk tidak terpengaruh kemudahan berbelanja melalui online shop dengan tujuan agar tidak terbentuk perilaku konsumtif. Dari pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa konsep masyarakat konsumtif oleh Jean Baudrillard relevan dengan kehidupan saat ini dimana masyarakat cenderung memuaskan keinginan membeli suatu barang bukan atas dasar kebutuhan.
Strategi Sunan Bonang melalui media seni dalam penyebaran dakwah Islam Amelia Febriyanti; Lutfiah Ayundasari
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.137 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i6p688-694

Abstract

The majority of the population in Indonesia is Javanese with distinctive traditions, like other societies which give their own color to the development of patterns of understanding and practice of Islam in this country. The development of Islam in Java cannot be separated from the influence and progress of Wali Sanga. Wali Sanga has a deeper ability in a rational and scientific sense, namely they are newcomers who try to pioneer new teachings and ideologies who are able to carry out precise strategies in finding value gaps between old traditions and beliefs (Hindu-Buddhist). Sunan Bonang is one of the guardians who uses art as a medium in his strategy to spread Islamic preaching. Not only that, the suluk made by Sunan Bonang has educational value to be learned. Mayoritas penduduk di Indonesia adalah orang Jawa dengan tradisi yang khas, seperti masyarakat lainnya yang memberikan warna tersendiri pada perkembangan pola pemahaman dan pengamalan Islam di negeri ini. Perkembangan Islam di Jawa tidak lepas dari pengaruh dan kiprah Wali Songo. Wali Sanga memiliki kemampuan lebih dalam arti yang rasional dan ilmiah yaitu mereka sebagai pendatang yang berusaha merintis sebuah ajaran dan ideologi baru yang mampu melakukan strategi jitu di dalam mencari celah-celah nilai antara tradisi dan keyakinan lama (Hindu-Budha). Sunan Bonang merupakan salah satu wali yang menggunakan seni sebagai media dalam strateginya untuk menyebarkan dakwah Islam. Bukan hanya itu, suluk yang dibuat oleh Sunan Bonang memiliki nilai edukatif yang dapat dipetik.
Sunan Sendang Duwur: Jejak penyebaran Agama Islam di pesisir Kabupaten Lamongan Aprilita Faradina Suyatno; Lutfiah Ayundasari
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.502 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i6p695-702

Abstract

The dissemination of Islamic teachings in the north coastal area of Lamongan Regency to be precise in Sendang Duwur Village, Paciran District is closely related to the figure of Raden Noer Rochmat or known as Sunan Sendang Duwur. In spreading Islam, Sunan Sendang Duwur adopted the method of preaching culturally through acculturation of local culture with the values of Islamic teachings which can still be found from the reliefs of the mosque to the tomb of Sunan Sendang itself and is evidence of the spread of Islam on the coast of Lamongan Regency. His role in spreading Islam is very memorable in the collective memory of the surrounding community and is considered as one of the influential figures in the spread of Islam in Lamongan Regency. The purpose of this study was to find out more about the biography, role, and legacy of Raden Noer Rochmat or Sunan Sendang Duwur in spreading Islamic teachings in Sendang Duwur Village, Paciran District, Lamongan Regency. This study uses a qualitative research method with a historical approach by looking at and examining all aspects of life from Sunan Sendang Duwur ranging from biographies, roles, methods of preaching, to sites that are legacy of Sunan Sendang Duwur as traces of the spread of Islam in Lamongan. Penyebaran ajaran agama Islam di wilayah utara pesisir Kabupaten Lamongan tepatnya di desa Sendang Duwur Kecamatan Paciran erat kaitannya dengan sosok Raden Noer Rochmat atau yang dikenal dengan nama Sunan Sendang Duwur. Dalam menyebarkan agama Islam, Sunan Sendang Duwur mengadopsi metode dakwah secara cultural melalui akulturasi budaya lokal dengan nilai-nilai ajaran agama Islam yang masih dapat ditemukan peninggalannya dari mulai dari relief masjid hingga makam Sunan Sendang sendiri dan menjadi bukti penyebaran agama Islam di pesisir Kabupaten Lamongan. Peranannya dalam menyebarkan agama Islam sangat membekas dalam memori kolektif masyarakat sekitar dan dianggap sebagai salah satu tokoh yang berpengaruh dalam penyebaran agama Islam di Kabupaten Lamongan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih lebih lanjut tentang biografi, peranan, dan jejak peninggalan Raden Noer Rochmat atau Sunan Sendang Duwur dalam menyebarkan ajaran agama Islam di Desa Sendang Duwur, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan sejarah dengan melihat dan mengkaji seluruh aspek kehidupan dari Sunan Sendang Duwur mulai dari biografi, peranan, metode dakwah, hingga situs-situs yang peninggalan Sunan Sendang Duwur sebagai jejak penyebaran agama Islam di Lamongan.
Persepsi masyarakat terhadap kesempatan pendidikan tinggi bagi kaum perempuan Cahyani Dwi Putri Asih; Prawinda Putri Anzari
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.591 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i6p703-710

Abstract

The education has big impact in everybody’s life to achieve a prosperous life. As stated in the Indonesian government that every citizen has the right to get a proper education regardless of race, religion, or gender differences. But, there are still many gender inequalities in the opportunity to receive education, especially at the university lecture. In this article, we will discuss public perceptions regarding educational opportunities for women which are summarized in three points, that is condition of women's education in Banjaragung Village, parents' perceptions about opportunities higher education for women, and women's thought about the importance of higher education for them. This articles making by descriptive qualitative methods, and then primary data sources from interviews with informants, and secondary data sources from literature studies. Then proceed with data analysis techniques using data reduction, data display, and verification. The results of this research is condition of education in the majority women in Banjaragung Village are maximum at the high school level. The perception of most parents is they are didn't prioritize higher education for their daughters. On the other side, the majority of women in Banjaragung Village also have an awareness of the importance that higher education for their future. Aspek pendidikan memiliki andil besar bagi kehidupan setiap manusia dalam mencapai kehidupan yang sejahterah. Seperti yang tercantum dalam peraturan pemerintahan Indonesia bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak tanpa memandang perbedaan ras, agama, maupun gender. Namun demikian, masih banyak dijumpai ketimpangan gender dalam kesempatan untuk mengenyam pendidikan khususnya pada jenjang perguruan tinggi. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai persepsi masyarakat terkait kesempatan pendidikan bagi kaum perempuan yang terangkum dalam tiga poin yaitu kondisi pendidikan kaum perempuan di Desa Banjaragung, persepsi orang tua perihal kesempatan mengenyam pendidikan tinggi bagi kaum perempuan, serta pandangan kaum perempuan itu sendiri terkait pentingnya pendidikan tinggi bagi mereka. Penyajian artikel pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan sumber data primer dari wawancara terhadap informan, serta didukung dengan adanya sumber data sekunder yang berasal dari kajian literatur. Kemudian dilanjutkan dengan teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi pendidikan pada mayoritas perempuan di Desa Banjaragung maksimal hanya pada jenjang Sekolah Menengah atas. Persepsi sebagian besar orang tua diketahui tidak memprioritaskan pendidikan tinggi bagi anak perempuannya. Disisi lain, mayoritas perempuan di Desa Banjaragung juga memiliki kesadaran akan pentingnya pendidikan tinggi bagi masa depannya.
Perspektif feminisme dalam kepemimpinan perempuan di Indonesia Eggi Alvado Da Meisa; Prawinda Putri Anzari
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.458 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i6p711-719

Abstract

Leaders have an important role in providing enthusiasm, the quality of a group being led, and also the level of achievement that can be achieved. A leader is someone who has skills and advantages, especially in skills and strengths in a particular field, so that he is able to influence others to jointly carry out certain activities in order to realize certain goals and achievements. The focus of this research is on the influence of women in leadership in Indonesia, and how the feminist perspective sees women as leaders in Indonesia. The method used in the study uses a library approach. This literature study is a method by collecting library data through books, related journals, documents (both printed and electronic). Then the results of this study show that women's leadership in Indonesia has shown that they are women who are able to prove and achieve success as leaders. The role of women in leadership in Indonesia from all aspects of the field has shown that women are also capable and worthy to be leaders. Pemimpin memiliki peranan penting dalam memberikan semangat, kualitas dari suatu kelompok yang dipimpin, dan juga tingkat prestasi yang bisa dicapai. Seorang pemimpin merupakan seseorang yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya pada kecakapan dan kelebihan pada satu bidang tertentu, sehingga ia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas tertentu demi mewujudkan suatu tujuan dan pencapaian tertentu. Fokus penelitian ini diantaranya mengenai pengaruh perempuan dalam kepemimpinan di Indonesia, serta bagaimana perspektif feminisme melihat sosok perempuan menjadi pemimpin di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan pendekatan kepustakaan. Studi kepustakaan ini merupakan metode dengan mengumpulkan data pustaka melalui buku-buku, jurnal terkait, dokumen-dokumen (baik cetak maupun elektronik). Kemudian hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan di Indonesia telah menunjukkan bahwa mereka para kaum perempuan mampu membuktikan dan mencapai suatu keberhasilan sebagai pemimpin. Peran perempuan dalam kepemimpinan di Indonesia dari segala aspek bidang telah menunjukkan bahwa perempuan juga mampu dan layak dijadikan seorang pemimpin.
Upacara Jamasan Pusakan Kanjeng Kyai Upas di Tulungagung dalam perspektif Islam Fastrana Arya Syah Musyaffa; Lutfiah Ayundasari
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.53 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i6p720-725

Abstract

Culture is a thing related to human mind and mind. In anthropological studies, culture is considered to be an abbreviation of culture so there is no difference based on its definition. Culture is a way of life that is formed from many complex elements (religion, politics, customs, language, art, etc.) and develops in a group of people or society. Culture is often considered a legacy from generation to generation and an integral part of human beings so many people tend to consider it genetically inherited. The term culture comes from the basic word culture so that it has a connection of meaning. While Islamic culture is a concept of a culture with the entry of elements smelling of Islam. But many people are mistaken in placing a culture with Islam, so there are various public opinions that can bring down a certain culture. In writing this article, will discuss how the form of local cultural acculturation Jamasan Pusaka Kanjeng Kyai Upas with Islamic culture. Kebudayaan dan budaya merupakan hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam kajian Antropologi, budaya dianggap merupakan singkatan dari kebudayaan sehingga tidak ada perbedaan berdasarkan definisinya. Budaya merupakan suatu cara hidup yang terbentuk dari banyak unsur yang rumit (agama, politik, adat istiadat, bahasa, seni, dll) dan berkembang pada sebuah kelompok orang atau masyarakat. Budaya sering kali dianggap warisan dari generasi ke generasi dan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Istilah kebudayaan berasal dari kata dasar budaya sehingga memiliki keterkaitan makna. Sedangkan kebudayaan Islam merupakan suatu konsep suatu budaya dengan masuknya unsur-unsur berbau Islam. Namun banyak masyarakat yang keliru dalam menempatkan sebuah budaya dengan Islam, sehingga muncul berbagai opini-opini masyarakat yang dapat menjatuhkan budaya tertentu. Dalam penulisan artikel ini, akan membahas bagaimana bentuk akulturasi budaya lokal Jamasan Pusaka Kanjeng Kyai Upas dengan kebudayaan Islam.
Kebudayaan Tabuik sebagai upacara adat di Kota Pairaman Sumatra Barat Febri Rachmad Arifian; Lutfiah Ayundasari
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.061 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i6p726-731

Abstract

Culture is the result of the development of human life, and the two things cannot be separated because they are related. The Tabuik culture in Pairaman City, West Sumatra is one of the creations of the development process of human life. Tabuik is a culture that is held every 10th of Muharram, this Tabuik ceremony aims to commemorate the death of the grandson of the Prophet Muhammad S.A.W, namely Hussein bin Ali. This research method is library research with five stages, namely topic selection, source collection, verification, interpretation: analysis and synthesis, then writing. The Tabuik ceremony certainly has a meaning and value that is contained in the ceremony. The meaning of the Tabuik culture itself can be seen from the form of the Tabuik itself, such as the burqa is a symbol of an angel carrying the body of Husein flying, the peak of the tabuik has two meanings, namely as a news carrier and as a protector for all Muslims. The values of the culture are a picture of a combination of custom and religion, so that the values that exist in Tabuik are still not far from religious values. Kebudayaan adalah hasil dari perkembangan hidup manusia, dan kedua hal itu tidak dapat dipisahkan karena saling berhubungan. Kebudayaan Tabuik yang berada pada Kota Pariaman Sumatera Barat adalah salah satu cipataan dari proses perkembangan hidup manusia. Tabuik ialah kebudayaan yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram, upacara Tabuik ini bertujuan untuk memperingati wafatnya cucu Nabi Muhammad S.A.W yaitu Hussein bin Ali. Metode penelitian ini adalah library research dengan lima tahapan yaitu pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi: analisis dan sintesis, lalu penulisan. Dalam upacara Tabuik pastinya memiliki sebuah makna dan nilai yang terkandung dalam upacara tersebut. Makna dari kebudayaan Tabuik sendiri dapat dilihat dari bentuk Tabuik itu sendiri seperti burqa adalah simbol dari malaikat yang membawa jasad Husein terbang, puncak tabuik memiliki dua makna yaitu sebagai pembawa berita dan sebagai pelindung bagi seluruh umat islam. Adapun nilai-nilai dari kebudayaan tersebut adalah gambaran perpaduan antara adat dan agama, sehingga nilai-nilai yang ada pada dalam Tabuik masih tidak jauh dalam nilai-nilai agama.
Islam dalam hegemoni Majapahit: Interaksi Majapahit dengan Islam abad ke-13 sampai 15 Masehi Isna Roikhatul Janah; Lutfiah Ayundasari
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.157 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i6p732-740

Abstract

Islam has existed in Indonesia since the time of traditional kingdoms, and the emergence of Islam on the Java island and growing very rapidly occurred at the end of the Hindu Buddhist era, exactly the Majapahit era. We can see the proof of this with the discovery of the ancient Troloyo Islamic Tomb complex in Mojokerto, which is close to the location of the capital city of Majapahit.. The freedom in Majapahit government system caused Islamization well progressed and increased the moslem population, even more in the coast. This cannot be separated from the services of the preachers, especially Syekh Jumadil Kubro and Maulana Malik Ibrahim. Furthermore, one of the queen was a princess came from Campa. Then born a prince from a chineses queen in Majapahit, and he came back to Majapahit to take his throne and change Majapahit to Islamic kingdom by build a kingdom named Kesultanan Demak. Islam sudah ada di Indonesia sejak zaman kerajaan tradisional, dan munculnya Islam di Pulau Jawa serta berkembang sangat pesat terjadi saat akhir zaman Hindu Buddha yaitu zaman Majapahit. Buktinya dapat kita lihat dengan penemuan kompleks Makam Islam kuno Troloyo di Mojokerto, berdekatan dengan lokasi ibukota Majapahit. Bebasnya sistem pemerintahan di Majapahit menyebabkan Islamisasi berjalan lancar dan masyarakat muslim terus bertambah, terutama di daerah pesisir. Ini tidak lepas dari jasa para pendakwah, terutama Syekh Jumadil Kubro dan Maulana Malik Ibrahim. Selain itu juga istri salah satu raja Majapahit adalah seorang putri dari Negeri Campa. Kemudian lahir Raden Patah dari seorang istri raja yang merupakan seorang Putri Cina, dan ia kembali ke Majapahit demi menuntut takhta dan mengubah Majapahit menjadi kerajaan Islam dengan mendirikan Kesultanan Demak.
Perspektif bagi masyarakat muslim tentang adanya tradisi upacara adat Siraman Gong Kyai Pradah di Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur Kristina Jala Gita; Lutfiah Ayundasari
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.507 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i6p741-749

Abstract

The existence of the traditional ceremony of Siraman Gong Kyai Pradah is a traditional ceremony that develops through generations in the community in Sutojayan Subdistrict, Blitar Regency. Carried out annually on the date of Maulud set with the commemoration of Maulid Prophet Muhammad SAW on the 12th of the Rabiul Awal. Therefore, this warning is very strong by the values of Islamic diversity that blend with Javanese culture and customs in Sutojayan Subdistrict. On this matter, often the surrounding community associates the existence of the ceremony of siraman gong kyai pradah with the tradition of Islam-kejawen (kejawaan). Especially in the Muslim community who visit this traditional ceremony, believing the benefits of the former water flush gong which is believed to provide benefits for anyone who consumes it. Adanya Upacara Adat Siraman Gong Kyai Pradah adalah suatu upacara adat yang berkembang secara turun temurun di lingkungan masyarakat di Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Dilakukan setiap tahun pada penanggalan Maulud yang ditetapkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada tanggal 12 Rabiul Awal. Oleh karenanya, peringatan ini sangat kental oleh nilai-nilai keagaman Islam yang berbaur dengan budaya dan adat istiadat jawa di Kecamatan Sutojayan. Mengenai hal ini, seringkali masyarakat sekitar mengaitkan dengan adanya Upacara Siraman Gong Kyai Pradah tersebut dengan tradisi Islam-kejawen (kejawaan). Terutama pada masyarakat muslim yang mengunjungi upacara adat ini, mempercayai adanya manfaat dari air bekas siraman gong yang dipercaya memberikan manfaat bagi siapa saja yang mengonsumsinya.
Pengaruh minuman keras terhadap nilai-nilai kebudayaan Jawa sebagai fenomena patologi sosial di Kota Malang Altlya Elok Yearmil Shiona; Daniel Johannes Lintang; Firli Maulidyah Hartono; Ilham Salim Iqfatul Faris; Lely Rara Renaningtyas; Nilnada Munikha; Alan Sigit Fibrianto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.54 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i6p750-756

Abstract

Culture came and was brought by the ancestors of the Indonesian nation. Hereditary inheritance from one generation to another is related to the way of outlook and life guidance of a nation. Javanese culture has a value of politeness and simplicity that is still upheld in Javanese society. However, as times are getting more advanced, the existence of these cultures is fading and disappearing. This study focuses on how the influence of alcohol on Javanese cultural values as a social pathology phenomenon in Malang City. This study used a descriptive qualitative method with primary and secondary data collection. In analyzing research problems, Emile Durkheim's anomie theory and Emile Durkheim's concept of social solidarity. The results showed that drinking-alcoholic behavior could not be separated from several factors that influence it. This behavior is inversely proportional to the existing culture. Javanese culture upholds a sense of simplicity and politeness. Kebudayaan datang dan dibawa oleh nenek moyang bangsa Indonesia. Warisan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain berkaitan dengan cara pandangan dan tuntunan hidup suatu bangsa. Kebudayaan Jawa mempunyai nilai kesopanan dan kesederhanaan yang masih terus dijunjung tinggi dalam masyarakat Jawa. Namun, jaman yang semakin maju, keberadaan budaya tersebut semakin luntur dan menghilang. Penelitian ini berfokus pada bagaimana pengaruh minuman keras terhadap nilai-nilai kebudayaan Jawa sebagai fenomena patologi sosial di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data secara primer dan sekunder. Dalam menganalisis permasalahan penelitian teori anomie dari Emile Durkheim serta konsep solidaritas sosial dari Emile Durkheim. Hasil penelitian menunjukkan perilaku minum-minuman keras tidak dapat dapat terlepas dari beberapa faktor yang mempengaruhinya. Perilaku tersebut berbanding terbalik dengan kebudayaan yang ada. Kebudayaan Jawa menjunjung tinggi rasa kesederhanaan dan kesopanan.

Page 1 of 2 | Total Record : 15