Articles
417 Documents
ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN AVR (AUTOMATIC VOLTAGE REGULATOR) TERHADAP SISTEM EKSITASI GENERATOR PADA BTG 1 (BOILER TURBIN GENERATOR) PT. SEMEN TONASA
Andareas Pangkung;
Marhatang Marhatang;
Citri Novianti Irlan;
Ummul Fasiha
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 16, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (573.327 KB)
|
DOI: 10.31963/sinergi.v16i1.1201
Abstrak: Generator sinkron bekerja dengan mengubah energi mekanis menjadi energilistrik tiga fasa. Tegangan keluaran generator harus konstan. Namun, padakenyataannya tegangan yang dihasilkan generator akan berubah akibat perubahanbeban. Untuk menjaga agar tegangan tetap konstan pada tegangan nominalnya, makadibutuhkan alat yang disebut AVR (Automatic Voltage Regulator). AVR ini bekerjadengan mengatur arus eksitasi agar nilai tegangan keluaran generator konstan. Hal itusangat penting dalam menjaga tingkat stabilitas generator. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis penggunaan AVR pada sistem eksitasi generator. Dengan metodepenelitian, mengukur parameter pada sistem eksitasi hingga tegangan keluarangenerator. Kemudian dari data-data yang diperoleh, dapat dianalisis perfoma AVRkedua generator sehingga diketahui stabilitas generator pada setiap unitnya. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa AVR pada generator 2 bekerja lebih optimaldibandingkan dengan AVR pada generator 1. Ditunjukkan dengan regulasi teganganpada generator 2 lebih rendah (0,279%) dibandingkan regulasi tegangan padagenerator 1 (0,385%). Hal ini dikarenakan AVR generator 2 menggunakan AVR barudengan tipe PRISMIC A3100 sedangkan AVR generator 1 tipe Unitrol F ABBmemiliki usia pemakaian yang lama sehingga daya gunanya pun menurun.Kata Kunci: AVR generator, Generator Sinkron, dan Sistem Eksitasi,
Model Pengelolaan Dan Penjadwalan Kegiatan Perawatan Berbasis Web Pada Bengkel Mekanik Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Ujung Pandang
Arthur Khalik Razak
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 11, No 1 (2013): April 2013
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (890.722 KB)
|
DOI: 10.31963/sinergi.v11i1.1094
Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah sistem perawatan menggunakan metode perawatan berbasis pada prenventive maintenance. Model sistem perawatan yang dikembangkan adalah model pengelolaan dan penjadwalan kegiatan perawatan. Metode penelitian yang digunakan memiliki kemampuan untuk mengelola workorder dan membuat penjadwalan workorder. Dalam pengembangan prototipe sistem digunakan aplikasi berbasis web untuk interface dan model basis data yang sesuai untuk keperluan penyimpanan data. Sistem yang telah berhasil dibuat akan disimulasikan menggunakan data kegiatan perawatan (SOP) dari manual book. Hasil simulasi menunjukan bahwa sistem perawatan berbasis web ini dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan dan penjadwalan kegiatan perawatan. Penelitian ini dapat dikembangkan dengan penambahan dan pengintegrasian dengan model lain untuk menghasilkan sistem perawatan yang lebih baik.
Analisis Performansi Turbin dan Generator di PLTP Lahendong Unit 1 Tomohon
La Ode Musa;
Abdul Rahman;
Ikral Gapshel;
Triska Sombokanan
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 17, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (746.869 KB)
|
DOI: 10.31963/sinergi.v17i1.1589
Lahendong Geothermal power plant is one of the Geothermal power plants in Indonesia which has four units and it be able to generate 4 × 20 MW of electrical energy by utilizing geothermal energy in the form of steam that supplied from wells created by Pertamina. The aim of this study is to determine the performance of the turbine and generator unit 1 which has been operated since 2001 by using thermodynamic analysis method calculating the steam quality and turbine work. Afterwards, turbine efficiency, turbine power and generator power were obtained. The average quality of geothermal steam at Lahendong in 2001 and 2015 were 0.8002 and 0.8065. Turbine’s performance decreased in 2001 (664.021 kJ / kg) until 2015 (640.799 kJ / kg), with the highest generator rotation tolerance of 0.9%.
Analisis Pengaruh Parameter Pemotongan Terhadap Konsumsi Energi Listrik Pada Proses Pembubutan
Asmeati Asmeati;
Yanti Yanti
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 13, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1514.837 KB)
|
DOI: 10.31963/sinergi.v13i1.1137
This research is focused on determining the consumption of electrical energy in machining process. In this study, the calculation and measurement used to evaluate the needs of electrical energy for machining process. The research conducted on low carbon steel and the condition of machining in particularly the turning process. This allows the definition of energy distribution for machining process and the identification of the main focus areas to reduce the energy used for the machine. This methodology includes the preparation of materials and tools, measure the energy on a lathe and machine the process performance. Experimental results will be retrieved amount of electrical energy consumption used in turning process that can be performed by direct measurement and calculation. Thus, it can then be analyzed by Analysis of Variance using a Design Expert to get optimum cutting conditions with regard to the criteria of minimum energy.
Perancangan Sistem Pengendali Jarak Jauh Berbasis Mikrokontroler Pada Rumah Cerdas
Lewi Lewi;
Abdul Rahman
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 18, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (398.7 KB)
|
DOI: 10.31963/sinergi.v18i2.2692
In the construction of a house, the model or design is often the main priority, while the electrical installation is not given much attention. As a result, the need for electrical energy is increasing rapidly. In addition, the increasing demand for electrical energy is also due to a lack of supervision and control over household electricity consumption. A simple solution to save energy while facilitating monitoring of electrical energy use is a system that integrated with various devices in the house. This system is also necessary because it can be controlled by the owner of the house remotely, namely by short message (SMS). This control system is controlled by an Arduino microcontroller as a control center connected to a device to turn on the lights. The microcontroller is connected to the GSM Shield which functions as a device that receives messages as short as those sent by the home owner. The contents of the message received by the GSM Shield will be read by the microcontroller and if the contents of the message are correct, the microcontroller can give instructions to the device to turn on the light.
STUDI ESTIMASI BEBAN HARIAN SISTEM INTERKONEKSI SULSELBAR 2015 DENGAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN
A.M Shiddiq Yunus;
Lewi Lewi;
Firdaus Firdaus;
Zulfiadi Zulfiadi
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 14, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (897.556 KB)
|
DOI: 10.31963/sinergi.v14i1.1160
Perkembangan masyarakat dari waktu ke waktu semakin bertambah dan kebutuhan akan konsumsi tenaga listrik akan ikut meningkat. Peningkatan kebutuhan tenaga listrik mengharuskan penyedia pasokan listrik dalam hal ini PT. PLN (Persero) dapat menyalurkan tenaga listrik dengan efektif ke konsumen. Untuk memaksimalkan penyaluran tenaga listrik ke konsumen, maka dibutuhkan suatu perencanaan beban. Perencanaan beban ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kebutuhan daya listrik ke konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan beban sistem interkoneksi Sulselbar dan mengetahui akurasi perencanaan beban dengan menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan (JST) backpropagation. Perencanaan beban dalam penelitian ini dilakukan dengan metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST) Backpropagation menggunakan toolbox Neural Network pada Matlab R2010a. Dalam perencanaan beban ini menggunakan data beban harian sistem interkoneksi SULSELBAR tahun 2013 dan tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan akurasi dari metode jaringan syaraf tiruan backpropagation lebih akurat daripada metode koefisien (dimana metode ini secara tradisional digunakan di PLN SULSELBAR).Hal ini ditunjukkan dari hasil penelitian pada tanggal 15-21 Juni 2015 error rata-rata terkecil dari metode Jaringan syaraf tiruan backpropagation yaitu pada tanggal 17 Juni 2015 yaitu 2,836911 %, dan error rata-rata terbesar yaitu pada tanggal 21 Juni 2015 yaitu 6,8170112 %. Sedangkan error rata-rata terkecil metode koefisien yaitu pada tanggal 17 Juni 2015yaitu 3,484677 %, dan error rata-rata terbesar yaitu pada tangga 15 Juni 2015 yaitu 8,9368 %.
Rancang Bangun Alternator Mobil Menggunakan Magnet Permanen
Andareas Pangkung;
A. M. Shiddiq Yunus;
Mustari Nur Mulyadi;
Padidi Alfrianto Illa
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 19, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (347.917 KB)
|
DOI: 10.31963/sinergi.v19i2.3021
The electric power system is one of the sources of electricity found in the vehicle which functions as a starter and electric component of the vehicle. The battery (battery) is a source of electricity to meet the electrical system in the car, but the battery is only a place to store electric charge. Therefore, there is an alternator as a power generator to charge the battery. The alternator on a car uses artificial magnets in its rotor which still require excitation. Therefore, it encourages the author to analyze the comparison of alternators using permanent magnets and artificial magnets. The problem that arises is how to compare rotation, voltage, and output power on the alternator using permanent magnets and artificial magnets. The purpose of this study was to determine the ratio of the output power generated by the alternator using permanent magnets and artificial magnets. Research and Development Methods are research methods used to produce certain products, and test the effectiveness of these products. Based on the results of the tests carried out, it was found that at the same rotation an alternator with a permanent magnet generates a greater output power than the artificial magnet. However, at the same rotation the motor requires more input power to rotate the alternator when using permanent magnets. When the alternator output voltage is the same, the rotation of the alternator using the permanent magnet is lower.
Rancang Bangun Sistem Pengereman Dinamis Motor Induksi Tiga Fasa
Remigius Tandioga
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 8, No 1 (2010): April 2010
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (300.089 KB)
|
DOI: 10.31963/sinergi.v8i1.1053
Penelitian ini bertujuan menghasilkan rangkaian kontrol sistem pengereman dinamis pada motor induksi tiga-fasa. Selain itu ditentukan pula karakteristik pengereman yang akan mengambil waktu sebagai fungsi dari arus dc dan daya input motor, disamping akan dilihat pula hubungan belitan stator yang memberikan sistem pengereman yang paling efisien. Metode yang digunakan adalah calculation and choice based design. Mula-mula ditentukan input perancangan yaitu name plate data dan measurement based data, sebelum dilakukan perancangan dan pemilihan komponen catu daya dc. Selanjutnya dirancang sistem rangkaian kontrol berupa wired logic system (konvensional) dan ladder diagram system (PLC) Ditetapkan terlebih dahulu sistem hubungan belitan stator motor yang akan diadopsi ketika pengereman berlangsung. Pengujian yang dilakukan mencakup pengujian rangkaian kontrol dan pengujian waktu pengereman maupun tanpa pengereman. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rangkaian kontrol berbasis PLC yang diperoleh sangat fleksibel untuk diatur dan dimodifikasi atau dikembangkan. Waktu pengereman ternyata berbanding terbalik dengan besar arus dc dan daya yang diinjeksikan ke motor. Terlihat pula bahwa hubungan belitan stator secara kombinasi dua paralel–satu seri merupakan konfigurasi yang paling efisien.
PERANCANGAN SISTEM PENGAMAN TRACK UNDERCARRIAGE PADA BULLDOZZER
Abdul Zain
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (452.118 KB)
|
DOI: 10.31963/sinergi.v15i2.1192
Perancangan sistem pengaman trackundercarriage pada bulldozer berbasis mikrokontroler bertujuan meningkatkan pengaman pada bulldozer sehingga dapat mencegah terjadinya kerugian yang besar terhadap jiwa manusia. Alat ini bekerja setelah sensor PIR KC7783R mendeteksi gerakan manusia, PIR sensor KC7783R akan mengirim sinyal ke mikrokontroler, mikrokontroler akan menyalakan driverrelay sehingga trackundercarriage tidak dapat berputar. Sistem ini telah terealisasi pada bulldozer. Jika ada seseorang mendekati bladebulldozer dan terdeteksi oleh sensor PIR KC7783R, maka track akan berhenti berputar selama 5 (lima) detik. Meskipun demikian, sistem ini masih mempunyai kelemahan yaitu hanya bisa dilaksanakan pada siang hari. Sensor mendeteksi adanya yang panas berlebihan sehingga sensor akan aktif dengan sendirinya, akan t etapi kondisi ini hanya berlaku apabila panas yang masuk ke sensor lebih dari 70º C.
Sistem Informasi Standard Operation Procedure untuk Penjadwalan Produksi pada Industri Otomotif
Arthur Khalik Razak
Jurnal Teknik Mesin Sinergi Vol 10, No 1 (2012): April 2012
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (307.953 KB)
|
DOI: 10.31963/sinergi.v10i1.1085
Pada umumnya SOP yang dibuat masih bersifat manual, sedangkan kendala dalam industri otomotif adalah aliran informasi bersifat dinamis. Sebagai contoh adanya penambahan, penghapusan, atau penggantian komponen pada suatu proses yang disebabkan oleh pengembangan suatu model product. Hal tersebut akan mempengaruhi kegiatan produksi pada saat informasi perubahan diberikan. Sedapat mungkin perubahan aliran informasi tidak berpengaruh terhadap efektifitas kerja. Perubahan yang terjadi pun cukup sering, sehingga informasi produksi pun harus cepat tanggap dan dinamis. Atas dasar tersebut maka penelitian ini bermaksud untuk mengubah pengelolaan sistem SOP yang bersifat manual menjadi SOP yang bersifat elektronik. Metode penyelesaian masalah yang digunakan adalah pembuatan aplikasi berbasis web. Sistem yang dikembangkan mempunyai kemampuan untuk melakukan pembaharuan SOP secara langsung apabila ada penambahan, penghapusan atau penggantian komponen. Record dari SOP sebelumnya yang telah diperbaharui tetap tersimpan di dalam database. Dengan dibuatnya sistem informasi ini, maka distribusi SOP pada setiap area pekerjaan dapat dipersingkat. Sistem yang dikembangkan ini merupakan sub bagian dari sistem informasi perakitan kendaraan yang lainnya.