cover
Contact Name
-
Contact Email
historia@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
historia@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung C5 Lantai 1 Sekaran Gunungpati Semarang 50229 Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Historia Pedagogia
ISSN : 2301489X     EISSN : 26849771     DOI : https://doi.org/10.15294/hp
Core Subject : Education,
This journal contains manuscripts from research or conceptual articles in the field of historical education, including studies of the history of historical education, historical education policies, processual aspects of historical learning, and learning innovations.
Articles 40 Documents
Upaya Peningkatan Hasil Belajar IPS Materi Memahami Proses Kebangkitan Nasional Melalui Model Pembelajaran The Power Of Two Pada Siswa Kelas VIII G SMP N 2 Gatak
Historia Pedagogia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/hisped.v7i2.31804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran the power of two pada peserta didik Kelas VIII G SMPN 2 Gatak Mata pelajaran IPS Materi Memahami proses kebangkitan Nasional Semester 1 Tahun pelajaran 2015/2016 dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VIII G SMPN 2 Gatak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas, yang terdiri atas dua siklus. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu tahap prasiklus, siklus I dan siklus II. Prosentase keaktifan dari siklus 1 sampai siklus II yaitu dari 6,8% meningkat menjadi 8,21%. Adapun peningkatan hasil belajar dari pra siklus, siklus 1 sampai siklus II dapat dilihat dari nilai rata-rata pra siklus dan masing-masing siklus yaitu 68.55 menjadi 73.52 dan meningkat menjadi 76.85. Peningkatan lainnya juga ditunjukan pada ketuntasan hasil belajar secara klasikal yaitu 40.74% meningkat 66.67% menjadi 88.89%. Dari tiga tahap tersebut jelas bahwa ada peningkatan setelah diterapkan model pembelajaran the power of two dibanding dengan model pembelajaran sebelumnya. Meskipun hasil penelitian yang telah dilakukan membuktikan bahwa ada peningkatan hasil belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran the power of two, namun penerapan model the power of two juga memberikan manfaat bagi peningkatan pemahaman peserta didik dalam kualitas pembelajaran.
Pemanfaatan Situs Megalitik Selodiri Terjan Sebagai Sumber Belajar Sejarah Bagi Siswa SMAN 1 Pamotan Tahun Ajar 2016/2017
Historia Pedagogia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/hisped.v7i2.31805

Abstract

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana langkah-langkah pembelajaran sejarah dengan memanfaatkan Situs Megalitik Selodiri Terjan di SMAN 1 Pamotan? 2) Bagaimana hasil belajar siswa dengan menggunakan Situs Megalitik Selodiri Terjan di SMAN 1 Pamotan? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah guru sejarah SMAN 1 Pamotan dan siswa SMAN 1 Pamotan. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan angket terbuka. Validitas data menggunakan triangulasi sumber. Sedangkan alanisis data menggunakan analisis interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Langkah-langkah pembelajaran dengan mengunakan Situs Megalitik Selodiri Terjan yakni membuat RPP, media pembelajaran, evaluasi, membuka pelajaran, pelaksanaan, menutup, motivasi, mengkoordinir ke lapangan. 2) Hasil belajar siswa SMAN 1 Pamotan dengan memanfaatkan Situs Megalitik Selodiri Terjan sebagai sumber belajar adalah baik dan meningkat dari sebelumnya, baik dalam penilaian kognitif , psikomotorik dan afektif.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Terhadap Peningkatan Kerjasama Kelompok dan Pemahaman Materi Sejarah Peminatan Kelas X IPS SMAN 1 Demak
Historia Pedagogia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/hisped.v7i2.31811

Abstract

Tujuan dari penelitian ini antara lain: (1) Mengetahui efektivitas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada kelas X IPS 1 SMAN 1 Demak tahun ajaran 2016/2017, (2) Mengetahui peningkatan kerjasama kelompok dan pemahaman materi dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada kelas treatment, (3) Mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif STAD terhadap kerjasama kelompok dan pemahaman materi pada kelas treatment,(4) Mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif STAD terhadap kerjasama kelompok dan pemahaman materi sejarah peminatan pada kelas treatment. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif eksperimen. Hasil dalam penelitian membuktikan efektifitas pelaksanaan model kooperatif STAD sebesar 91,7%. Peningkatan kerjasama kelompok memiliki skor n-gain sebesar 0,3850 dan peningkatan pemahaman materi mempunyai skor n-gain 0,3417. Terdapat pengaruh antara model STAD dan kerjasama kelompok sebesar t hitung 2,982 > t tabel 2,448. Model STAD juga mempunyai pengaruh terhadap pemahaman materi sebesar t hitung 4,278 > t tabel 2,448. Sementara harga pengaruh ketiga variabel secara bersamaan diuji dengan uji multivariate menghasilkan nilai sebesar 0,029; 0,011; dan 0,00. Semuanya kurang dari 0,05 berarti terdapat pengaruh diantara ketiga variabel tersebut.
Peran Guru Sejarah Dalam Pengembangan Karakter Siswa Melalui Pembelajaran Sejarah Lokal Di SMAN 1 Ambarawa
Historia Pedagogia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/hisped.v7i2.31813

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui fokus pembelajaran sejarah lokal, wujud peran guru sejarah, kendala dan upaya yang dilakukan guru sejarah untuk mengembangkan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Fokus pembelajaran sejarah lokal di kelas XI IPS antara lain: peristiwa sekitar Pertempuran Ambarawa dan peninggalannya, peninggalan sejarah lokal masa Hindu-Buddha, peninggalan masa Islam. (2) Wujud peran guru sejarah sebagai fasilitator dengan memfasilitasi siswa dengan memberi pembelajaran, mengelola kelas, memberi contoh, dan evaluasi pembelajaran sejarah lokal di kelas XI IPS, sebagai pembimbing dengan mendampingi, mengarahkan, memotivasi, menjadi konselor dan penghubung antar generasi pembelajaran sejarah local. (3) Kendala yang dihadapi guru seperti karakter siswa yang dibentuk di rumah berbeda dengan di sekolah, kesulitan menyesuaikan karakter yang ingin dicapai dengan materi, kesulitan memahami kondisi psikologi tiap siswa, kurangnya pengawasan terhadap siswa dan pengaruh pergaulan di lingkungan. Upaya yang dilakukan guru dengan memberi contoh yang baik, menasehati, membimbing, memotivasi, melakukan pendekatan personal dan membekali siswa dengan pengetahuan agama sangatlah baik untuk mengembangkan karakter siswa, terutama dalam pembelajaran sejarah lokal.
Penanaman Karakter Berbasis Nilai Sejarah Lokal Pada Pembelajaran Sejarah di SMAN 2 Salatiga Tahun Ajaran 2016/2017
Historia Pedagogia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/hisped.v7i2.31814

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai penanaman karakter pada siswa pada pembelajaran sejarah berbasis nilai sejarah lokal di SMAN 2 Salatiga. Hal yang menjadi fokus kajian adalah nilai-nilai karakter sejarah lokal yang ditanamkan guru, pembelajaran sejarah berbasis nilai sejarah lokal, dan kendala-kendala yang dihadapi guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus instrumen tunggal. Hasil penelitian menunjukkan 1) Nilai-nilai karakter yang ditanamkan guru yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, cinta damai, peduli sosial, dan tanggungjawab, 2) Tidak semua materi sejarah lokal yang diajarkan guru dicantumkan dalam Silabus dan RPP, metode pembelajaran yang sering digunakan oleh guru yaitu ceramah bervariasi dan diskusi. Tidak semua materi sejarah lokal dilakukan evalusi. Bentuk evaluasi mengenai keberhasilan penanaman nilai karakter, guru melihat dari perubahan sikap peserta didik, 3) Kendala yang dihadapi guru adalah (a) Kurang kerjasamanya antar guru, (b) Tidak semuanya materi yang diajarkan sesuai dengan Silabus dan RPP, (c) Waktu pelajaran sejarah yang singkat (45 menit) pada kelas X dan XI IPA, dan (d) Guru sejarah belum maksimal melaksanakan evaluasi, (e) Perkembangan globalisasi, teknologi dan informasi, dan (f) Kurangnya pendidikan karakter yang ditanamkan orang tua di rumah.
Enkulturasi Nilai-Nilai Kesejarahan Sunan Kudus Pada Masyarakat di Daerah Kudus Kulon
Historia Pedagogia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/hisped.v7i2.31818

Abstract

Tujuan penelitian ini : (1) untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang Tokoh Sunan Kudus di daerah Kudus Kulon. (2) untuk mengetahui nilai-nilai yang diwariskan dari Kesejarahan Sunan Kudus di daerah Kudus Kulon. (3) untuk mengetahui cara masyarakat mewariskan nilai-nilai Kesejarahan Sunan Kudus di daerah Kudus Kulon. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis model interaktif. Hasil penelitian dalam penelitian ini sebagai berikut : 1) Perspektif masyarkat Kudus Kulon terhadap Sunan Kudus dari segi dakwah berupa pelarangan penyembelihan sapi sebagai wujud penghormatan kepada pemeluk agama lain, sedangkan perspektif masyarakat Kudus terhadap Sunan Kudus sebagai waliyul Ilmi membentuk karakter gusjigang di masyarakat Kudus Kulon., 2) Adanya nilai-nilai yang hingga kini masih dipegang oleh masyarakat Kudus Kulon dari tradisi dan ajaran Sunan Kudus. Nilai-nilai tersebut diantaranya nilai religi, nilai toleransi dan nilai ekasila, 3) Enkulturasi yang dilakukan oleh masyarakat Kudus Kulon dengan melalui berbagai cara, diantaranya melalui bidang pendidikan, kirab dandhangan, kesenian terbang papat serta lisan yang hingga kini dijadikan dalam berperilaku dan bersikap menentukan baik buruknya suatu tindakan.
Studi Komparasi Antara Metode Pembelajaran Debat dan Diskusi Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Indonesia di SMAN 6 Semarang
Historia Pedagogia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/hisped.v7i2.31819

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengetahui seberapa besar peningkatan hasil yang terjadi dengan menggunakan metode pembelajaran debat terhadap tingkat kemampuan berpikir kritis siswa di kelas eksperimen. (2) Mengetahui seberapa besar peningkatan hasil yang terjadi dengan menggunakan metode pembelajaran diskusi terhadap tingkat kemampuan berpikir kritis siswa di kelas kontrol. (3) Mengetahui perbandingan hasil kemampuan berpikir kritis siswa di kelas eksperimen dengan menggunakan metode debat dengan siswa di kelas kontrol yang menggunakan metode diskusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan data menggunakan teknik tes, observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan hasil kemampuan berpikir kritis siswa di kelas eksperimen dari rata-rata nilai sebesar 62,66, meningkat menjadi 72,49 setelah diberi treatment pembelajaran menggunakan metode debat. Kemampuan berpikir kritis siswa di kelas kontrol menggunakan metode diskusi yang awalnya 62,2 juga mengalami peningkatan menjadi 67,86. Pembelajaran sejarah di SMAN 6 Semarang dengan menggunakan metode pembelajaran debat terbukti lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dibandingkan dengan pembelajaran sejarah dengan menggunakan metode diskusi.
Efektifitas Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Melalui Projeck Display History Terhadap Hasil Belajar Sejarah Siswa Kelas XII SMAN 1 Pulokulon
Historia Pedagogia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/hisped.v7i2.31820

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas model pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar dengan digunakannya model pembelajaran berbasis Proyek melalui Projeck Display History terhadap hasil belajar siswa kelas XII SMAN 1 Pulokulon. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen. Populasi adalah kelas XII. Sampel penelitian yaitu kelas XII IPS 2 (eksperimen) dan kelas XII IPS 1 (kontrol). Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan desain nonequivalent control group design. Varibel bebas adalah penggunaan model pembelajaran Berbasis Proyek melalui Projeck Display History sedangkan variabel terikat adalah hasil belajar peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian skor rata-rata hasil belajar peserta didik meningkat dari hasil sebelum dilakukannya pembelajaran dengan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Proyek melalui Projeck Display History. Skor rata-rata kelas eksperimen 46,47 menjadi 79,9, sedangkan kelas kontrol dari 45,97 menjadi 71,1. Rata-rata skor pada aspek psikomotorik di kelas eksperimen 79,4 dan skor rata-rata kelas kontrol 67. Sedangkan pada aspek Afektif skor rata-rata kelas eksperimen 9,3 kelas kontrol 9,6 artinya aktivitas kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek melalui Projeck Display History, efektif digunakan dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme melalui Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition Kelas VIII-A SMPN 7 Purworejo
Historia Pedagogia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/hisped.v7i2.31821

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan peningkatan aktivitas peserta didik kelas VIII-A setelah mengikuti proses pembelajaran dengan model Cooperative Integrated Reading and Composition kompetensi perkembangan kolonialisme dan imperialisme peserta didik kelas VIII-A SMPN 7 Purworejo Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017, (2) mendeskripsikan peningkatan kompetensi perkembangan kolonialisme dan imperialisme setelah diterapkannya model pembelajaran Cooperative Integrated Reading Composition pada peserta didik kelas VIII-A SMP Negeri 7 Purworejo Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, desain penelitian model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari dua siklus. Hasil penelitian :proses pembelajaran berjalan dengan kondusif. Hasil peningkatan aktivitas belajar dapat dilihat dari masing-masing siklus, yaitu pada siklus I persentase aktivitas belajar peserta didik rerata 58% dalam kriteria cukup aktif sedangkan pada siklus II naik 28 % menjadi 86 % dalam kriteria sangat aktif. Kompetensi belajar peserta didik mengalami peningkatan.Jumlah perolehan nilai meningkat dari 2.475 pada kondisi awal menjadi 2.780 pada siklus II.
Persepsi Siswa Tentang Tokoh Dewi Sartika dalam Pembelajaran Sejarah Di SMAN 1 Dukun Tahun Ajaran 2017/2018
Historia Pedagogia Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/hisped.v7i2.31822

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui Bagaimana Pembelajaran mengenai Tokoh Dewi Sartika dalam Pembelajaran Sejarah di Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Dukun Magelang, (2) Untuk mengetahui Persepsi Siswa-siswi kelas XI IPS 1 Negeri 1 Dukun Magelang tentang Dewi Sartika (3) Untuk mengetahui bagaimana Siswa kelas XI IPS 1SMA Negeri 1 Dukun Magelang Mengapresiasi Tokoh Dewi Sartika dalam Pembelajaran Sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus pada persepsi siswa kelas XI tentang Dewi Sartika, dengan lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Dukun Kabupaten Magelang. Sumber data terdiri dari guru sejarah sebagai informan, siswa kelas XI IPS 1 sebagai subyek penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Pembelajaran Dewi Sartika di kelas XI IPS 1 menggunakan metode ceramah dilanjutkan dengan pemberian tugas mandiri mengenai biografi dan ketokohan Dewi Sartika, (2) Persepsi siswa tentang Dewi Sartika beragam diantaranya, siswa melihat Dewi Sartika sebagai penerus cita-cita Raden Ajeng Kartini, Dewi Sartika sosok wanita yang berani berjuang, pantang menyerah, dan rela berkorban demi memperjuangkat derajat kaum istri,(3) Seluruh siswa kelas XI IPS 1 memberikan apresiasi positif dari perjuangan Dewi Sartika.

Page 2 of 4 | Total Record : 40