cover
Contact Name
Dhini Dewiyanti
Contact Email
jlbi@iplbijournals.id
Phone
+628122184048
Journal Mail Official
dhinijlbi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Antropologi 20. Komp. UNPAD. Cigadung. Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia
ISSN : 23019247     EISSN : 26220954     DOI : https://doi.org/10.32315/jlbi
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah dalam bentuk artikel hasil penelitian, artikel diskursus, dan artikel metode penelitian. Ruang lingkup keilmuan yang diwadahi oleh jurnal ini meliputi bidang arsitektur lanskap, arsitektur perilaku dan lingkungan, pengelolaan pembangunan dan pengembangan kebijakan, perancangan arsitektur, perencanaan dan perancangan kota, perencanaan wilayah dan perdesaan, perumahan dan permukiman, sains dan teknologi bangunan, sejarah dan teori arsitektur dan kota, sistem infrastruktur wilayah dan kota, serta bidang keilmuan lingkungan binaan lainnya.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 3 (2022): JLBI" : 6 Documents clear
Implementasi Sistem Struktur Soko Guru pada Masjid Berkubah Beton Kusyanto, Mohhamad; Sofyan, Afriyanto; Koesmartadi, Cristophorus
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 3 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v11i3.155

Abstract

Pengembangan masjid sebagai tempat ibadah untuk menampung jamaah yang lebih banyak dan mengikuti perkembangan teknologi mendasari masyarakat membangun masjid berkubah yang megah dengan konstruksi beton. Struktur soko guru dipertahankan untuk menopang beban kubah beton masjid. Keterbatasan pendanaan dan pengetahuan memunculkan permasalahan dalam implementasi sistem struktur soko guru yang digunakan dalam bangunan masjid. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran pengetahuan implementasi sistem struktur soko guru dalam kaitannya dengan sistem struktur lain pada masjid berkubah beton. Metode penelitian dengan kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada salah satu masjid berkubah beton. Metode pengumpulan data dengan survei dan wawancara kepada panitia pembangunan.  Analisis sistem struktur meliputi kolom, balok (balok induk dan balok anak), joint kolom-balok, dan balok kubah pada masjid. Analisis perbandingan dimensi balok dan kolom dengan menggunakan panduan rumus kaidah praktis serta dikuatkan dengan analisis momen dan cek desain struktur dengan menggunakan software ETABS versi 9.6.  Hasil penelitian menunjukkan adanya implementasi sistem struktur soko guru penopang kubah yang dapat menimbulkan beban tekuk (buckling) tanpa perkuatan balok terhadap kolom. Balok kantilever yang menopang balok kubah tanpa pengaku/bracing rentan terhadap retak dan patah pada sistem struktur tersebut. Kombinasi sistem struktur balok kantilever dan soko guru secara keseluruhan lebih aman sistem strukturnya.  
Evaluasi Infrastruktur Hijau Pengendali Banjir berdasarkan Preferensi Stakeholder di Kelurahan Sempaja Selatan Rachmawati Safitri, Diah Putri; Jordan, Nadia Almira
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 3 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v11i3.179

Abstract

Kelurahan Sempaja Selatan termasuk daerah rawan banjir karena sistem resapan air pada wilayah utara mengalami hambatan akibat perubahan fungsi lahan, seperti pembebasan lahan untuk permukiman di daerah yang tidak sesuai peruntukkannya. Upaya pemerintah Kota Samarinda dalam penanggulangan banjir di tahun 2019 adalah perbaikan drainase, pembangunan drainase sub sistem, dan pembangunan kolam retensi sebagai solusi berkurangnya area resapan air. Berdasarkan kondisi eksisting di tahun 2021, kolam retensi hanya mereduksi banjir sebesar 3,76% dan tidak sepenuhnya menghilangkan genangan banjir, namun mengurangi lama genangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi infrastruktur hijau pengendali banjir berdasarkan preferensi stakeholder. Penelitian dilakukan dengan metode wawancara kepada stakeholder yang berpengaruh selaku pelaku pembangunan infrastruktur. Analisis konten pada penelitian menggunakan kode-kode yang ditemukan dalam transkrip wawancara dengan stakeholder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak seluruh elemen infrastuktur hijau dalam kondisi ketersediaan dan dikelola secara optimal, seperti infrastuktur drainase. Dibutuhkan informasi yang mendetail dari proses pembangunan infrastruktur secara menyeluruh tentang fisik ataupun keandalan elemen terkait. Diperlukannya penambahan infrastruktur dalam pengandalian banjir serta elemen untuk mengurangi sedimen dan polutan yang tinggi pada drainase.
Analisis Pencahayaan Alami Rumah Tinggal Menggunakan Simulasi Dialux Jannah, Mawar Zahratun
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 3 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v11i3.115

Abstract

Pencahayaan alami merupakan pencahayaan yang bersumber dari cahaya matahari, dan merupakan faktor yang sangat memberikan pengaruh terhadap karya arsitektural. Pencahayaan alami bagi penggunan bangunan akan dapat memberikan kenyamanan visual, sehingga memberikan kemudahan dalam menjalankan pekerjaan yang dilakukan. Pencahayaan alami pada suatu hunian harus disesuaikan dengan standar pencahayaan yang berlaku yang telah diatur dalam Standar Nasionan Indonesia (SNI) 03-6197-2000. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesesuaian pencahayaan alami dalam rumah tinggal dengan standar yang berlaku. Objek penelitian yang digunakan merupakan suatu rumah tinggal di daerah Gedebage Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan perolehan data melalui pengamatan secara langsung dan disimulasikan menggunakan aplikasi DiaLux. Data pengukuran kemudian dibandingkan dengan standar pencahayaan yang diatur dalam SNI. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa pencahayaan alami pada ruangan-ruangan rumah di lokasi penelitian banyak yang melebihi standar dari SNI, dan ada pula beberapa ruangan yang belum memenuhi standar. Penilitian ini memiliki kesimpulan, bahwa hampir seluruh ruangan pada rumah tinggal ini memiliki pencahayaan alami yang tidak sesuai dengan standar SNI. Oleh karena itu, ruangan-ruangan dapat dinyatakan memerlukan penyesuaian. Kata-kunci: pencahayaan alami, rumah tinggal, kenyamanan visual
Korespondensi antara Tingkat Produktivitas dan Aspek Arsitektural pada Tempat Kerja Produktif Karima, Miftahul; Hanson E. Kusuma; R. D. Aprilian
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 3 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v11i3.176

Abstract

Salah satu tugas arsitekt adalah menciptakan ruang yang memiliki fungsi. Pada praktiknya sebuah ruang dapat memiliki multi-fungsi. Studi menunjukkan adanya fenomena multi fungsi pada ruang di setiap negara di dunia. Contohnya ruang tamu selain berfungsi sebagai untuk menjamu tamu, juga bisa digunakan untuk fungsi lain oleh anggota keluarga ketika tamu tidak ada. Pada masa kini, bekerja pun dapat dilakukan di mana saja. Tidak eksklusif hanya dapat dilakukan di perpustakaan, sekolah, ataupun kantor, tapi bisa juga di coffee shop yang sekarang dirancang dengan fasilitas tempat makan dan bekerja. Seseorang dapat memilih untuk bekerja di mana saja sesuai dengan preferensi mereka masing-masing. Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji tempat kerja produktif masyarakat, serta alasan yang mempengaruhi tingkat produktivitasnya. Tempat kerja produktif merujuk pada tempat di mana seseorang dapat menjadi produktif, artinya tidak mesti harus di kantor, tapi dapat di mana saja. Penelitian dilakukan dengan pendekatan Grounded Theory, metode pengumpulan data kuisioner daring, serta metode analisis data dan analisis isi. Hasil penelitian menyatakan bahwa (a) kenyamanan, (b) ketenangan, dan (c) fasilitas lengkap yang tersedia menjadi aspek paling tinggi dalam mempengaruhi tingkat produktivitas. Ketiga hal tersebut merupakan aspek-aspek tertinggi yang dapat diintervensi arsitek dalam upaya menciptakan ruang yang dapat merangsang produktivitas pengguna.
Kajian Penerapan Split Level pada Bangunan Permukiman Ilegal di Bantaran Sungai Cakung Jakarta Sudarwani, Margareta; Stepanus Andi Saputra; Uras Siahaan
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 3 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v11i3.175

Abstract

Fenomena relokasi pemukiman liar merupakan permasalahan yang kompleks. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah relokasi ke Rusunawa yang terjadi di Kampung Pulo Jakarta Timur pada 20 Agustus 2015. Kebijakan relokasi berdampak positif pada normalisasi bantaran sungai dan negatif bagi masyarakat yang tidak memiliki tempat tinggal. Kebijakan pemerintah akan relokasi permukiman ilegal ke rumah susun belum optimal dikatakan kebutuhan hunian, harus terus dievaluasi desain rumah susun atau perlunya perencanaan desain baru untuk menjawab kebutuhan hunian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi tata ruang wilayah permukiman bantaran sungai Kampung Baru Jakarta Timur dan menciptakan suatu metode pelaksanaan desain Split Level pada permukiman bantaran sungai Kampung Baru Jakarta Timur. Dalam mengkaji design split level pada permukiman ini metode yang digunakan adalah analisis deskriptif, design survey, dan pengumpulan data kepustakaan. Penelitian dilakukan dalam 2 tahap. Tahap satu yaitu observasi, dan wawancara untuk menarik data, setelah data terkumpul langkah selanjutnya analisis dari data tersebut. Kampung Baru Jakarta Timur merupakan salah satu permukiman liar permukiman ilegal di Jakarta. Dengan kajian penerapan desain split level pada kawasan ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan tempat permukiman liar di dataran banjir Kampung Baru Jakarta Timur. Hasil penelitian berupa rancangan dan diagram tentang implementasi rancangan split level management.
“Negeri Seribu Kubah”: Identitas Arsitektur Rokan Hilir dan Pengaruh Selera Penguasa pada Era Pasca-Reformasi Aprilian, Rizki Dwika; Vebryan Rhamadana; Azwar
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 11 No. 3 (2022): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v11i3|178

Abstract

Pada 1999, Rokan Hilir dimekarkan dari Kabupaten Bengkalis dan menjadi salah satu daerah administrasi baru di Provinsi Riau, tepat setelah diberlakukannya desentralisasi di Indonesia. Pemekaran ini mendorong setiap daerah baru untuk membentuk identitas dengan cara beragam, mulai dari membuat slogan hingga mendirikan gedung pemerintahan yang sesuai dengan citra daerah yang ingin dibentuk. Dibandingkan dengan empat wilayah eks Kerajaan Siak Sri Indrapura, Rokan Hilir memiliki pendekatan yang berbeda dalam membentuk identitas barunya. Bukannya menggunakan keterakaran Melayu yang kental, pemerintah daerah justru mengambil referensi arsitektur dari bentuk kubah yang dianggap sangat melekat dengan citra Islam bertema Negeri Seribu Kubah. Tulisan ini hendak membahas proses pembangunan citra baru Rokan Hilir di bawah kepemimpinan Bupati Annas Maamun (2006-2014). Tulisan ini merupakan narrative research yang bertujuan untuk melihat hubungan antara identitas arsitektur suatu wilayah dengan pengaruh selera penguasa melalui perspektif theory of practice dari Pierre Bordieu. Melalui tulisan ini, dapat disimpulkan bahwa pemilihan identitas yang berkiblat pada arsitektur asing ini mengindikasikan bahwa selera penguasa sangat memegang peranan dalam pembentukan identitas arsitektur baru di Rokan Hilir.

Page 1 of 1 | Total Record : 6