cover
Contact Name
Dandi Saputra
Contact Email
saputradandi232@gmail.com
Phone
+6281290496544
Journal Mail Official
stthami@gmail.ac.ic
Editorial Address
Ruko Kencana Bunda No. 89 L & 88 X, Jl. Kamal Raya, RT.4/RW.9, Cengkareng Bar., Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11730
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Voice of HAMI
ISSN : 26220113     EISSN : 26561131     DOI : https://doi.org/10.59830/voh.v7i2.126
Core Subject : Religion, Education,
Voice of HAMI merupakan Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission, Jakarta. Voice of HAMI merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang berkaitan dengan bidang ilmu teologi dan Pendidikan Kristiani, dengan nomor ISSN: 2656-1131 (online), ISSN: 2622-0113 (print), dengan Focus dan Scope: Teologi Biblikal Teologi Sistematika Teologi Pastoral Misiologi Kepemimpinan Kristen Pendidikan Kristiani Voice of Hami menerima artikel dari dosen dan para praktisi teologi yang ahli di bidangnya, dari segala institusi teologi yang ada di seluruh Indonesia, bahkan hingga manca negara. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review. Voice of Hami terbit dua kali dalam satu tahun, Pebruari dan Agustus, serta telah di indeks pada: Googles Scholar.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2020): Agustus 2020" : 5 Documents clear
Ritus Tondi Dan Kematian Menurut Batak Toba Serta Upaya Pembatinan Iman Kristen (Suatu Pendekatan Teologi Pastoral) Simanullang, Roster
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.878 KB) | DOI: 10.59830/voh.v3i1.21

Abstract

Orang Batak Toba percaya, bahwa tata hidupnya diatur dan dipengaruhi oleh alam roh, serta memiliki kekuatan adikodrati yang disebut sebagai “Tondi”. Kehidupan ini dipahami secara utuh, tidak ada pemisahan yang ketat antara yang jasmani dan yang rohani, antara yang sakral dan yang profan. Tondi atau roh bisa mengatur kehidupan manusia. Tondi (roh) dianggap sebagai penentu keberlangsungan hidup manusia. Bagi orang Batak tradisional kematian tidaklah mengakhiri eksistensi seseorang di dunia ini, kematian dianggap hanya sekedar peralihan hidup dari dunia jasmaniah (tubuh) yang terlihat secara fisik, ke dalam wujud yang lain yang tidak terlihat oleh mata jasmaniah, namun kehadirannya tetap ada di dunia ini bersama orang hidup. Roh-roh tersebut turut menentukan dan memberikan pengaruh, ikatan yang sangat kuat, ikut mencampuri kehidupan manusia yang masih hidup, baik sebagai pemberi berkat atau mengutuki manusia. Tondi (roh) orang mati diyakini berubah menjadi; Begu (hantu), Sumangot, Sahala atau Sombaon. Spritualitas ini menjadi persoalan, sebab kekristenan dengan tegas membedakan hal-hal yang materil dari immateril, antara pemujaan terhadap Allah dan pemujaan terhadap roh (spiritisme), antara yang sakral dengan profan. Itulah pokok permasalahan yang penulis akan soroti dalam tulisan ini, tujuan utama penulisannya adalah memberikan suatu kajian teologis dalam persfektif teologis, sehingga masyarakat Batak Toba, kususnya yang masih terikat dengan kepercayaan tradisional dapat memahami serta membatinkan iman kristen yang berlandaskan ajaran Alkitab mengenai roh (tondi) dan kematian, sehingga iman dan status kekristenannya tidak hanya menjadi tampilan luar yang di imani secara teoritis dan legalistik tetapi dalam kehidupan sehari-hari tidak menjadi iman yang hidup. Tujuan berikutnya adalah diharapkan tulisan ini berguna sebagai bahan studi atau perbandingan, sehingga para penginjil, rohaniawan atau bidang-bidang lain dapat menemukan pola atau pendekatan kontekstual yang lebih tepat untuk melayani orang Batak Toba. Kata Kunci: Roh (Tondi), Kematian, Iman Kristen
Mengkritisi Gerakan Zaman Baru secara Teologis Waruwu, Mardianus; Simon, Simon
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.454 KB) | DOI: 10.59830/voh.v3i1.12

Abstract

This article discusses how the New Age Movement (NAM) began, who the figures are, what are the points of the NAM teachings, and how is the Bible's perspective on this NAM. The New Age Movement is a religious movement that combines all religious beliefs and sects in the world. The emergence of NAM is suspected because formal religions cannot seem to provide an answer or a kind of inner peace when humans are faced with problems. Not to mention formal religions claiming each other whose religious teachings are superior and true. The method used in writing this article is descriptive and analytical methods. The ideology of the New Age Movement rejects the finality of the authority of the Scriptures, does not accept the claim of the Savior, penance as taught by formal religion including Christianity not trusted by NAM. The NAM doctrine lecturing that God is Pantheistic because it is based on the universe and humans there are supernatural divine elements. The New Age Movement must be watched by every Christian because what is taught by NAM is a contradiction to the principle of what the Bible teaches Abstrak Artikel ini membahas bagaimana awal munculnya Gerakan Zaman Baru (GZB), siapa saja tokoh-tokonya, apa yang menjadi butir-butir dari ajaran GZB serta bagaimana persfektif Alkitab mengenai GZB ini. Gerakan Zaman Baru adalah gerakan keagamaan yang menggabungkan semua kepercayaan agama dan sekte-skte di dunia ini. Kemunculan GZB ditenggarai karena agama-agama formal seakan tidak bisa langsung memberikan jawaban atau semacam perasaan ketenangan batin saat manusia diperhadapkan dengan masalah. Belum lagi agama formal saling mengklaim satu sama lain ajaran agama siapa yang lebih unggul dan benar. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode deskriptif dan analitis. Ideologi Gerakan Zaman Baru menolak finalitas otoritas Kitab Suci, tidak menerima pengklaiman juruselamat, penebusan dosa sebagaimana yang diajarkan oleh agama formal termasuk di dalamnya kekristenan tidak dipercayai oleh GZB. Doktrin GZB yang mengajarkan bahwa Allah itu bersifat Panteis karena didasarkan pada alam semesta dan manusia terdapat unsur-unsur ilahi yang supranatural. Gerakan Zaman Baru harus diwaspadai oleh setiap orang Kristen, karena apa yang diajarakn oleh GZB ini bertentangan dengan prinsip ajaran apa Allkitab.
Refleksi Teologis tentang Makna Ibadah yang Sejati Zega, Sabariah
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.503 KB) | DOI: 10.59830/voh.v3i1.13

Abstract

The man was created by God to praise and glorify His name in prostration and prayer as well as praise through worship. Worship in the Christian life is very important because it is the breath of life of the believer. One of the factors of spiritual growth is to know the essence of true worship, true and pleasing before God. The purpose of this article is to reflect the meaning of true worship theologically in the life of the believer according to the understanding of Romans 12:1. The meaning of true and pleasing worship before God makes the life of the believer closer to God and gives more priority to spiritual fellowship with those who follow Jesus. Worship is an expression of fear and respect and gratitude, praise, to God because He has loved, cared for, and saved His people from the punishment of sin. Abstrak Manusia diciptakan oleh Allah untuk memuji dan memuliakan nama-Nya dalam sujud dan doa serta puji-pujian melalui ibadah. Ibadah di dalam kehidupan orang Kristen sangat penting karena ibadah itu sebagai nafas hidup orang percaya. Salah satu faktor pertumbuhan rohani adalah mengenal hakekat ibadah yang benar, sejati dan yang berkenan di hadapan Allah. Tujuan artikel ini adalah merefleksikan makna ibadah sejati secara teologis dalam kehidupan orang percaya sesuai pemahaman Roma 12:1. Makna ibadah yang sejati dan yang berkenan di hadapan Allah, membuat hidup orang percaya lebih dekat dengan Tuhan dan lebih mengutamakan persekutuan rohani bersama orang-orang yang mengikut Yesus. Ibadah merupakan suatu ungkapan rasa takut dan hormat serta syukur, pujian, kepada Tuhan karena Dia telah mengasihi, memelihara dan menyelamatkan umat-Nya dari hukuman dosa.
Peran Gembala Menanamkan Nilai Kerukunan dalam Masyarakat Majemuk Arifianto, Yonatan Alex
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.877 KB) | DOI: 10.59830/voh.v3i1.11

Abstract

Harmony is important for the harmony of life in a pluralistic society, although in the process of harmony that occurs there are still many leaders who do not place their role in instilling the value of harmony to the congregation or the believers they lead. From this problem the authors use the literature research method with a descriptive quantitative approach with answer how the role of shepherds in instilling the value of harmony. The conclusion from the results of the discussion of this article is that harmony first becomes a unifying pillar in a pluralistic society, then shepherds and congregations are part of a plural society, and the value and view of the Bible on harmony and finally the importance of harmony must be inculcated. Abstrak Kerukunan adalah hal yang penting bagi kebersaman hidup dalam masyarakat majemuk, walaupun dalam proses kerukunan yang terjadi masih banyak pemimpin yang tidak menempatkan perannya dalam menanamkan nilai kerukunan kepada jemaat atau orang percaya yang dipimpin.dari persoalan tersebut penulis menggunakan metode penelitian pustaka dengan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menjawab bagaimana peran gembala dalam menanamkan nilai kerukunan. Kesimpulan dari hasil pembahasan artikel ini adalah yang pertama kerukunan menjadi tiang pemersatu dalam masyarakat mejemuk, lalu gembala dan jemaat bagian dari masyarakat majemuk, dan nilai dan pandangan Alkitab terhadap kerukunan serta yang terakhir adalah pentingnya kerukunan yang harus ditanamkan.
Perbuatan Baik dalam Penginjilan Ditinjau dari Efesus 2:10 Soegijono, Harry; Patora, Marianus
Voice of HAMI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 3, No 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Hagiasmos Mission

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.016 KB) | DOI: 10.59830/voh.v3i1.20

Abstract

Good works in the Christian faith are not a condition for gaining respect from others nor are they a condition for obtaining good life. However, every believer is required to show good deeds to anyone. Because good deeds are the fruit of repentance, besides that, they are also actions to follow the example and from the Lord Jesus who showed good deeds to all people without exception. Abstrak Perbuatan baik dalam iman Kristen bukan merupakan syarat untuk memperoleh penghargaan dari sesama dan juga bukan meruapakn syarat untuk memperoleh hidup yang. Namun demikian setiap orang percaya ditintut untuk menunjukan perbuatan baik terhadap siapapun juga. Karena perbuatan baik merupakan buah dari suatu pertobatan, selain itu juga merupakan tindakan untuk mengikuti teladan dan dari Tuhan Yesus yang menunjukan perbuatan baik kepada semua orang tanpa terkecuali.

Page 1 of 1 | Total Record : 5