cover
Contact Name
Muhammad Helmi
Contact Email
darris@staialfalahbjb.ac.id
Phone
+6282234318118
Journal Mail Official
darris@staialfalahbjb.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Km. 23 Landasan Ulin Banjarbaru Kode Pos 70723 Provinsi Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Darris: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah
ISSN : 26544830     EISSN : 26210126     DOI : 10.47732
Core Subject : Science, Education,
Darris: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah adalah jurnal yang membahas tentang kajian kritis baru pendidikan dasar, dan mengkaji dinamika pembelajaran anak di tingkat dasar (Madrasah Ibtidaiyah). Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah seperti analisis kompetensi, strategi pembelajaran, teori pembelajaran, pengembangan pembelajaran, profesionalisme pendidik, dan hasil penelitian. Lingkup Darris: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah adalah Desain Kurikulum di MI/SD, Pembelajaran (Matematika, IPA, IPS, PKn, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Pendidikan Agama Islam, Seni Rupa dan Muatan Lokal) di MI/SD, Media dan Alat Penampil Pendidikan Pembelajaran MI/SD, Strategi Pembelajaran MI/SD, dan Kompetensi Guru MI/SD.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2024): APRIL" : 5 Documents clear
STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS IV MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI MI SITI MARIAM Janah, Miftahul; Hidayati, Noor
DARRIS: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 7, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Program Studi PGMI STAI Al Falah Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/darris.v7i1.478

Abstract

Abstract: The learning and teaching process is essentially the application of various methods, strategies or approaches in teaching and learning activities. The use of appropriate learning strategies in the classroom certainly has a big influence on student learning outcomes, especially their interests. This research aims to determine the application of learning strategies by teachers in increasing fourth grade students' interest in learning to achieve learning outcomes in the Pancasila Education subject at MI Siti Mariam Banjarmasin and determine the supporting and inhibiting factors. This research uses a qualitative approach. Data collection techniques use observation, interviews and documentation methods. The data analysis used is qualitative, meaning that it can be obtained from documents in the form of answers or information, not in the form of numbers, which includes selecting data, presenting data and drawing conclusions. The informants who acted as participants in this research were class IV students at MI Siti Mariam Banjarmasin, the school principal, and class IV teacher at MI Siti Mariam Banjarmasin. The results of this research state that the strategies used by teachers in class IV at MI Siti Mariam Banjarmasin are Expository strategies and strategies Contextual Teaching Learning (CTL). Supporting factors in the learning process through group learning, a more approach towards students, supporting media such as worksheet books, pictures or videos, games at the end of the lesson but still within the scope of the learning material. Meanwhile, the inhibiting factors are students' lack of enthusiasm in learning, such as being lazy, getting bored quickly and the teaching media used by teachers is less supportive. Keywords: Interest in Learning, Pancasila Education, Teacher Strategy. Abstrak: Proses belajar dan mengajar pada hakikatnya merupakan penerapan berbagai metode, strategi atau pendekatan dalam kegiatan belajar-mengajar. Penggunaan strategi pembelajaran yang tepat di dalam kelas tentunya sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa terutama minat mereka . Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui penerapan strategi pembelajaran oleh guru dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas IV untuk mencapai capaian pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di MI Siti Mariam Banjarmasin dan mengetahui faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara  dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah bersifat kualitatif, artinya dapat diperoleh dari dokumen berupa jawaban atau keterangan bukan berupa angka-angka, yang meliputi memilih data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Informan yang berperan sebagai partisipan dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV MI Siti Mariam Banjarmasin, kepala sekolah, dan wali kelas IV MI Siti Mariam Banjarmasin. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa strategi yang digunakan guru pada kelas IV di MI Siti Mariam Banjarmasin yaitu strategi Ekspositori dan strategi Pembelajaran Kontekstual (CTL). Faktor pendukung dalam proses pembelajaran melalui belajar secara berkelompok, pendekatan yang lebih terhadap siswa, media pendukung seperti buku LKS, gambar atau video, permainan pada akhir pembelajaran namun masih dalam lingkup materi pembelajaran. Sedangkan untuk faktor penghambatnya yaitu kurang antusiasnya siswa dalam belajar seperti malas, cepat bosan dan media ajar yang digunakan guru kurang mendukung. Kata Kunci: Minat Belajar, Pendidikan Pancasila, Strategi Guru.
PROBLEMATIKA PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DIKELAS IV MIN 9 BANJAR Karimah, Nurul; Salmah, Syarifah
DARRIS: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 7, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Program Studi PGMI STAI Al Falah Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/darris.v7i1.535

Abstract

Abstract: This research discusses the problems of implementing the independent curriculum in class IV MIN 9 Banjar. The aim of this research is to find out the problems of implementing the independent curriculum in class IV MIN 9 Banjar, to find out what the problems are in implementing the independent curriculum in class IV MIN 9 Banjar and to find out the solutions made by teachers in dealing with the problems of implementing the independent curriculum in class IV MIN 9 Banjar. The subjects in this research were the principal and homeroom teacher of class IV MIN 9 Banjar. Meanwhile, the object studied is the problem of implementing the independent curriculum at MIN 9 Banjar. Data collection techniques in this research used observation, interview and documentation techniques. Meanwhile, data processing techniques are carried out by reducing data, presenting data, drawing conclusions and analyzing data, then analyzing it descriptively qualitatively.Based on the research results, it is known that the implementation of the independent curriculum has been going on for 2 years, the implementation of the curriculum is being carried out in stages for classes I, II, IV and V. Meanwhile classes III and VI will adopt the independent curriculum in the following academic year. The problems felt by teachers in class IV are difficulties in compiling learning tools, choosing the right method, and determining the appropriate type of assessment. Efforts made by teachers to address problems in implementing the independent curriculum in class IV MIN 9 Banjar held meetings with the teacher working group (KKG), attended independent curriculum training, and coordinated with colleagues. Keywords: Implementation, Independent Curriculum, Problematic. Abstrak: Penelitian ini membahas tentang problematika penerapan kurikulum merdeka dikelas IV MIN 9 Banjar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui problematika penerapan kurikulum merdeka dikelas IV MIN 9 Banjar, untuk mengetahui apa saja problematika penerapan kurikulum merdeka dikelas IV MIN 9 Banjar dan untuk mengetahui solusi yang dilakukan oleh guru dalam menghadapi problematika penerapan kurikulum merdeka dikelas IV MIN 9 Banjar. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan wali kelas IV MIN 9 Banjar. Sedangkan objek yang diteliti adalah problematika penerapan kurikulum merdeka di MIN 9 Banjar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik pengolahan data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulanan dan analisis data, selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif.             Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa penerapan kurikululum merdeka telah berlangsung selama 2 tahun, implementasi kurikulum tersebut dilaksanakan secara bertahap untuk kelas I, II, IV dan V. sementara kelas III, dan VI akan mengadopsi kurikulum merdeka pada tahun ajaran berikutnya. Problematika yang dirasakan guru di kelas IV yaitu kesulitan dalam menyusun perangkat pembelajaran, memilih metode yang tepat, dan menentukan jenis penilaian yang cocok. Upaya yang dilakukan guru dalam problematika pada penerapan kurikulum merdeka dikelas IV MIN 9 Banjar mengadakan pertemuan dengan kelompok kerja guru (KKG), mengikuti pelatihan kurikulum merdeka, dan berkoordinasi dengan rekan sejawat.Kata Kunci: Kurikulum Merdeka, Penerapan, Problematika.
SOSOK PESERTA DIDIK IDEAL DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENYIAPKAN GENERASI MENYONGSONG ERA 5.0 Surawardi, Surawardi; Syafawi, Ahmad; Rizami, Ahmad; Rahman, M. Khalilur; Naufal, Muhammad Raihan
DARRIS: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 7, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Program Studi PGMI STAI Al Falah Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/darris.v7i1.500

Abstract

 Abstract: This research was conducted to find a description of the character of an ideal student according to the view of education in Islam, as an effort to prepare human resources that are able to compete among the current generation to face an increasingly developing era. Apart from the above intentions, this research is motivated by the development of the times which are always developing, both in terms of technology and science. Meanwhile, as a Muslim human being, one must be prepared to deal with progress so as not to lag behind in knowledge and be able to face challenges. This research was conducted using the library method, in which the sources were obtained from reading materials, both books and journals. The research results obtained are that the ideal student in the perspective of Islamic education must be someone who has good morals, understands moral values, is able to face or solve problems, and thinks critically, has creative abilities, is capable of using digital technology, has and has leadership spirit and initiative to make plans. In addition, ideal students are also seen as individuals who are able to solve problems with their abilities and have activeness in responding to the learning process. Keywords: Era Society 5.0, Islamic Education, Students. Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mencari gambaran tentang karakter dari sosok seorang peserta didik ideal menurut pandangan pendidikan dalam Islam, sebagai salah satu upaya menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di kalangan generasi sekarang guna menghadapi era yang semakin berkembang. Selain dari maksud diatas, penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perkembangan zaman yang selalu berkembang, baik dari segi teknologi maupun ilmu pengetahuannya. Sedangkan sebagai seorang insan muslim haruslah siap untuk berhadapan dengan yang namanya kemajuan sehingga tidak menimbulkan ketertinggalan pengetahuan serta mampu jikalau ada tantangan yang menghadang. Penelitian ini dilakukan dengan metode pustaka, yang mana sumber-sumbernya didapat dari bahan bacaan baik itu buku ataupun jurnal. Hasil penelitian yang didapat ialah bahwa peserta didik yang ideal dalam perspektif pendidikan Islam harus menjadi sosok yang berakhlakul karimah, memahami nilai-nilai moral, mampu menghadapi atau memecahkan masalah, dan berpikir secara kritis, memiliki kemampuan kreativitas, cakap menggunakan teknologi digital, mempunyai serta memiliki jiwa kepemimpinan dan berinisiatif membuat perencanaan. Selain itu, peserta didik yang ideal juga dipandang sebagai individu yang mampu mengatasi persoalan dengan kemampuannya serta memiliki keaktifan dalam menanggapi pada proses pembelajaran. Kata Kunci: Era Society 5.0, Pendidikan Islam, Peserta Didik.
PERCAMPURAN BAHASA BANJAR DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS V MI SULLAMUT TAUFIQ BANJARMASIN Asiyah, Siti Nur; Khairunnisa, Khairunnisa
DARRIS: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 7, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Program Studi PGMI STAI Al Falah Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/darris.v7i1.482

Abstract

Abstract: The use of the mother tongue in everyday life affects the use of Indonesian as an introduction to the learning process, as happened in class V MI Sullamut Taufiq Banjarmasin, where teachers and students mix Banjarese with Indonesian during the learning process, causing language interference. This study aims to determine the forms of interference that occur in teachers and students and the factors that influence the occurrence of language interference in teachers and students at MI Sullamut Taufiq Banjarmasin. This study uses a descriptive qualitative approach. The results of this study are (1) The form of Banjar language interference in Indonesian language learning carried out by the teacher is in the form of phonological, morphological, lexical, and syntactic interference. (2) Forms of Banjar language interference in Indonesian language learning carried out by students are phonological, morphological, and lexical interference. (3) The factors that cause interference to the teacher are internal factors in the form of the habit of using the mother tongue. While the factors that cause interference in students include; a) Internal factors in the form of speakers' habits of using their mother tongue; and b) External factors, namely the habit of using the Banjar language in the family environment, the surrounding community, and the school. Keywords: Banjar Language, Indonesian Language, Interference, Language Learning.  Abstrak: Penggunaan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari mempengaruhi penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam proses pembelajaran. Hal ini terlihat pada kelas V di MI Sullamut Taufiq Banjarmasin, di mana guru dan siswa mencampur bahasa Banjar dengan bahasa Indonesia selama pembelajaran, menyebabkan interferensi bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk interferensi yang terjadi pada guru dan siswa di MI Sullamut Taufiq Banjarmasin, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Interferensi bahasa Banjar dalam pembelajaran bahasa Indonesia oleh guru meliputi interferensi fonologis, morfologis, leksikal, dan sintaksis; (2) Interferensi bahasa Banjar dalam pembelajaran bahasa Indonesia oleh siswa meliputi interferensi fonologis, morfologis, dan leksikal; (3) Faktor penyebab interferensi pada guru adalah faktor internal berupa kebiasaan menggunakan bahasa ibu. Sedangkan pada siswa, faktor penyebabnya adalah faktor internal berupa kebiasaan menggunakan bahasa ibu dan faktor eksternal yaitu kebiasaan penggunaan bahasa Banjar di lingkungan keluarga, masyarakat, dan sekolah. Kata Kunci: Bahasa Banjar, Bahasa Indonesia, Pembelajaran, Percampuran Bahasa.
Dinamika Keterkaitan Keluarga dan Problematika Pengasuhan Anak Usia 7 Tahun Husna, Kania; Nurafni, Nurafni; Mufiedi, Muhammad
DARRIS: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 7, No 1 (2024): APRIL
Publisher : Program Studi PGMI STAI Al Falah Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/darris.v7i1.496

Abstract

Abstract: The family is the smallest social group in society which consists of father, mother and children. Which means that everything is interconnected in terms of building a harmonious family. And children are human beings who continuously grow and develop over time in every process of their growth and development towards being fully human. Thus, children become the main focus in a family, especially parents, to be cared for and educated well, with the aim of giving birth to children who are healthy, achievers and have noble character. Apart from all that, the journey in caring for children is not always smooth. Especially when a child reaches the age of 7 years, at that time the child's cognitive, social and emotional development reaches the most important level and a time when everything develops rapidly. So, it is not uncommon to find several problems that are present in this process and that parents have to face. Thus, based on this background, the author feels it is important to carry out this research, which it is hoped will be useful for developments in the world of education. In order to obtain research data that is in accordance with what happens in the field and expect the existing data to be as detailed as possible. So the type of research method we use is qualitative with a case study approach using interview, observation and documentation methods. The results of this research show that the family is an element that is interconnected with each other. And in the process of raising a 7 year old child, there are several problems faced by parents. Where each family has its own way of solving existing problems. Keywords: 7 Year Old Child, Family, Problem. Abstrak: Keluarga merupakan kelompok sosial terkecil dalam masyarakat yang mana terdiri dari ayah, ibu dan anak, Semuanya saling memiliki keterkaitan dalam hal membina keluarga yang harmonis. Kemudian anak merupakan insan yang terus-menerus bertumbuh dan berkembang seiring berjalannya waktu dalam setiap proses tumbuh kembangnya menuju manusia seutuhnya. Sehingga, anak menjadi fokus utama dalam sebuah keluarga khususnya orang tua untuk diasuh dan dididik dengan baik, dengan tujuan melahirkan anak yang sehat, berprestasi juga berakhlak mulia. Telepas dari semua itu, perjalanan dalam pengasuhan kepada anak tidaklah selalu mulus. Terutama ketika anak mencapai usia 7 tahun, dimana pada masa itu perkembangan kognitif, sosial dan emosional anak mencapai pada taraf yang paling penting dan masa dimana semuanya berkembang dengan pesat. Sehingga, tak jarang ditemukan beberapa masalah yang hadir dalam proses tersebut dan harus dihadapi oleh orang tua. Dengan demikian, atas latar belakang tersebut penulis merasa penting untuk melakukan penelitian ini, yang nantinya diharapkan dapat bermanfaat bagi perkembangan dalam dunia pendidikan. Agar didapatkan data penelitian yang sesuai dengan yang terjadi dilapangan serta mengharapkan data yang ada serinci mungkin. Maka jenis metode penelitian yang kami gunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan metode wawancara, observasi serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keluarga merupakan unsur yang saling berkaitan satu sama dengan yang lain. Dan pada proses pengasuhan anak usia 7 tahun terdapat beberapa masalah yang dihadapi para orang tua. Dimana tiap-tiap keluarga memiliki caranya masing-masing dalam menyelesaikan masalah yang ada. Kata Kunci: Anak 7 Tahun, Keluarga, Masalah.

Page 1 of 1 | Total Record : 5