cover
Contact Name
Erlin Eveline
Contact Email
erlin.eveline12@gmail.com
Phone
+628991380928
Journal Mail Official
jurnalfisikaquantum.stkipmelawi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Marhaban KM 1, RT 010, RW 003, Dusun Mekar Sari, Desa Paal, Kec. Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi
Location
Kab. melawi,
Kalimantan barat
INDONESIA
Quantum : Jurnal Pembelajaran IPA dan Aplikasinya
ISSN : -     EISSN : 27989194     DOI : -
Quantum: Jurnal Pembelajaran IPA dan Aplikasinya (QJPIA) adalah jurnal ilmiah dalam bidang ilmu pengetahuan alam (IPA) dan Pendidikan IPA. Scope dari QJPIA terdiri dari: Pendidikan Fisika (Inovasi Pembelajaran Fisika, Penilaian dan Evaluasi dalam Fisika, Media dan bahan ajar Fisika, Kurikulum Fisika dan Psikologi dalam Pendidikan Fisika) Pendidikan Biologi (Inovasi Pembelajaran Biologi, Penilaian dan Evaluasi dalam Biologi, Media dan bahan ajar Biologi, Kurikulum Biologi dan Psikologi dalam Pendidikan Biologi) Pendidikan Kimia (Inovasi Pembelajaran Kimia, Penilaian dan Evaluasi dalam Kimia, Media dan bahan ajar Kimia, Kurikulum Kimia dan Psikologi dalam Pendidikan Kimia) Pendidikan IPA (Inovasi Pembelajaran IPA, Penilaian dan Evaluasi dalam IPA, Media dan bahan ajar IPA, Kurikulum IPA dan Psikologi dalam Pendidikan IPA) Teknologi dalam pembelajaran IPA (Fisika, Biologi dan IPA) Ilmu Fisika (fisika teori, fisika instrumental, fisika material, fisika komputasi, fisika kebumian) Ilmu IPA Ilmu Biologi Ilmu Kimia
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2021)" : 5 Documents clear
Assessment Literasi Sains Dimensi Kompetensi pada Materi Pamanasan Global Evi Setiawani; Nurul Apsari; Novika Lestari
QUANTUM: Jurnal Pembelajaran IPA dan Aplikasinya Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.985 KB) | DOI: 10.46368/qjpia.v1i1.314

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to describe the scientific literacy ability of the competency dimension in the material of global warming class XI MIPA and XI IIS.  This research uses quantitative methods with descriptive analysis techniques. The research sample was 30 students of class XI MIPA and 30 students of class XI IIS at Bhakti Setia Nanga Pinoh High School in the 2019/2020 school year.  The research instrument used was a scientific literacy test taken from the book Take the Test: Sample Question from the OECD's PISA Assessment.  The results of the analysis show the scientific literacy ability of the competency dimension in class XI MIPA with the highest percentage achievement being the indicator explaining the potential implications of scientific knowledge for the community by 63% and the lowest achievement being the indicator identifying the questions discussed in a scientific study by 37%.  Whereas the scientific literacy ability profile of the competency dimension in class XI IIS with the highest percentage achievement was in the indicators drawing conclusions based on data with a percentage of 43% and the lowest achievement was in the indicator explaining how to explore the questions scientifically given by 23%.  Thus, the need for learning and evaluation processes based on scientific literacy assessment of competency dimensions.Keywords: Scientific literacy, assessment, competence, global warmingAbstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan literasi sains dimensi kompetensi pada materi pemanasan global kelas XI MIPA dan XI IIS. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif dengan teknik Analisis Deskriptif. Sampel penelitian adalah 30 siswa kelas XI MIPA dan 30 siswa kelas XI IIS di SMA Bhakti Setia Nanga Pinoh pada tahun ajaran 2019/2020. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal tes literasi sains yang diambil dari buku Take the Test: Sample Question from the OECD's PISA Assessment. Hasil analisis memperlihatkan kemampuan literasi sains dimensi kompetensi pada kelas XI MIPA dengan capaian persentase tertinggi berada pada indikator menjelaskan implikasi potensial pengetahuan ilmiah bagi masyarakat sebesar 63% dan capaian terendah berada pada indikator mengidentifikasi pertanyaan yang dibahas dalam sebuah penelitian ilmiah sebesar 37%. Sedangkan profil kemampuan literasi sains dimensi kompetensi pada kelas XI IIS dengan capaian persentase tertinggi berada pada indikator menarik kesimpulan berdasarkan data dengan persentase sebesar 43% dan capaian terendah berada pada indikator menjelaskan cara mengeksplorasi pertanyaan yang diberikan secara ilmiah sebesar 23%. Dengan demikian, perlu adanya proses pembelajaran dan evaluasi berbasis assessment literasi sains dimensi kompetensi.Kata-kata kunci: Literasi sains, assessment, kompetensi, pemanasan global
Penerapan Model Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap Pemahaman Konsep Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada Siswa Kelas IV SDN 28 Kelakik Selvia Dewi; Nurul Apsari; Novika Lestari
QUANTUM: Jurnal Pembelajaran IPA dan Aplikasinya Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.894 KB) | DOI: 10.46368/qjpia.v1i1.310

Abstract

Abstract: The purpose of this research was diagnotic students understanding of the science concept. This study was aimed at determining the differences in understanding the concept of science before and after applying the Contextual Teaching and Learning (CTL) model to students of elementary of SDN 28 Kelakik.The research design is an experimental study using the design of one group pretest and posttest. The data collection technique used is a test. The instruments used is the pretest and posttest test for understanding of concepts of science. The data analysis using one sample hypothesis testing (T-test). The study results implementation of Contextual Teaching and Learning (CTL) model in the learning of science obtained cognitive abilities result understanding students concepts pretes given treatment  was found still many students have low cognitive abilities and posttest given treatment found students with high cognitive abilities. (thitung = 39,70 ttabel = 1,71). So, there is the average concept understanding is higher than the Minimum Completeness Criteria after posttest applying the Contextual Teaching and Learning (CTL) model.Keywords: Concept of understanding, contextual teaching and learning (CTL) model, natural sciencesAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sebelum dan sesudah menerapkan model Contextual Teaching and Learning (CTL) pada siswa kelas IV SDN 28 Kelakik. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan one group pretest posttest design. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes. Instrumen yang digunakan yaitu lembar soal pretest dan posttest untuk mengetahui pemahaman konsep IPA. Teknik analisis data menggunakan uji hipotesis (uji t) satu sampel. Hasil penelitian dengan menerapkan model Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran IPA diperoleh hasil kemampuan kognitif pemahaman konsep siswa sebelum (pretest) diberi perlakuan ditemukan masih banyak siswa yang tingkat kemampuan kognitifnya rendah dan setelah (posttest) diberi perlakuan ditemukan siswa yang tingkat kemampuan kognitifnya tinggi. (t-hitung = 39,70 t-tabel = 1,71). Jadi, terdapat rata-rata pemahaman konsep lebih tinggi dari pada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sesudah  (posttest) menerapkan model Contextual Teaching and Learning (CTL).Kata-kata kunci: Pemahaman konsep, model contextual teaching and learning (CTL), IPA
Analisis Higher Order Thinking Skills (HOTS) Siswa Sekolah Menengah Atas di Kota Pontianak Erlin Eveline; Suparno Suparno
QUANTUM: Jurnal Pembelajaran IPA dan Aplikasinya Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.633 KB) | DOI: 10.46368/qjpia.v1i1.311

Abstract

Abstract: The objective of this research was to measure higher-order thinking skills (HOTS) of Senior High School students in Pontianak.  The steps in this study include: defining HOTS, determining the measured HOTS aspects and developing the HOTS test instrument, conducting research by giving HOTS questions to 272 senior high school students in Pontianak, and analyzing the students' HOTS as a whole and based on HOTS aspects. Data were analyzed using descriptive analysis techniques. The instrument of the test developed based on two HOTS aspects, namely: analyze and evaluate. The results showed that the percentage of HOTS class XI students in Pontianak for the categories "very-good", "good", "adequate" and "less" were 0%, 11%, 19.5%, and 69.5%, respectively. The highest percentage is in the "less" category so that the majority of HOTS high school students in Pontianak City are in the "poor" category. The average score of each aspect is in the "fair" category. Students' HOTS still needs to be improved. Learning focuses on developing student HOTS must be applied at every level of education. Keywords: Higher-order thinking skills, senior high schoolAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur higher order thinking skills (HOTS) atau keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa Sekolah Menengah Atas di kota Pontianak. Langkah-langkah dalam penelitian ini meliputi: mendefinisikan HOTS, menentukan aspek HOTS yang diukur dan mengembangkan instrumen tes HOTS, melaksanakan penelitian dengan memberikan soal HOTS kepada 272 siswa SMA di Pontianak, dan menganalisis HOTS siswa secara keseluruhan dan berdasarkan aspek HOTS. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Instrumen tes dikembangkan berdasarkan dua aspek HOTS yaitu: menganalisis dan mengevaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase HOTS siswa kelas XI di Kota Pontianak untuk kategori “sangat baik”, “baik”, “cukup” dan “kurang” berturut-turut adalah 0%, 11%, 19,5%, dan 69,5%. Persentase paling besar berada pada kategori “kurang” sehingga dapat dikatakan bahwa mayoritas HOTS siswa SMA di Kota Pontianak pada kategori kurang. Hasil analisis setiap aspek menunjukkan rata-rata skor HOTS siswa dalam kategori “cukup”. HOTS siswa masih perlu ditingkatkan. Pembelajaran yang berfokus mengembangkan HOTS siswa harus diterapkan pada setiap jenjang pendidikan.Kata-kata kunci: Keterampilan berpikir tingkat tinggi, sekolah menengah atas
Pengaruh Penggunaan Metode Eksperimen terhadap Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Desti Ulvatiya; Rindah Permatasari; Yumi Sarassanti
QUANTUM: Jurnal Pembelajaran IPA dan Aplikasinya Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.23 KB) | DOI: 10.46368/qjpia.v1i1.312

Abstract

Abstract: Science is one of the mandatory subjects that are followed for students based on observation, science is a difficult subject. This study aims to determine the effect of the use of the experimental method on learning outcomes of natural science students in gread IV primary 27 Kenual. This research is a quantitative research method, while this typeof research is (Pre-Experimental Type One Group Pretest-Postest Desaign). This research variable consists of bebad variables, namely the use of experimental methods and the dependen variable is the learning out comes of natural science students in grade IV primary school 27 Kenual. The sample of this research is all the grade IV primary school 27 Kenual. Which amounted to 11 students. Data collection techniques using test methods, observation, and documentation. Instrument to measure learning outcomes using pretest and posttest in the from of objective teste and observational sheets of implementation RPP. Data analysis technique using linear regression, which previously had know homogeneity and normality. The average value at pretest is 32,54 and the average value at posttest is 83,33. Hypothesis indicate that the regression significance value 0,000 0,05, the meaning is smaller than the probability 0,05. From these results it can be concluded that the influence of the use of the experimental method has a positive influence on the learning out comes of natural science fourth grade students of elementary schools.Keywords: Experiment method, the science result studyAbstrak: Berdasarkan hasil observasi, diketahui bahwa hasil belajar IPA siswa masih kurang baik, hal ini terlihat dari 11 siswa, hanya 2 orang yang memiliki nilai diatas KKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode eksperimen terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri 27 Kenual. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian Pre-Experimental tipe One Group Pretest-Postest Design. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu penggunaan metode eksperimen dan variabel terikat yaitu hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri 27  Kenual. Sampel penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 27  Kenual yang berjumlah 11 siswa. Teknik pengambilan data menggunakan metode tes, observasi, dan dokumentasi. Instrumen untuk mengukur hasil belajar menggunakan pre-test dan post-test yang berbentuk tes objektif dan lembar observasi keterlaksanaan RPP. Teknik analisis data menggunakan regresi linear, yang sebelumnya telah diketahui homogenitas dan normalitasnya. Nilai rata-rata pada pretest sebesar 32,54 dan nilai rata-rata pada postest sebesar 83,36. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai signifikansi regresi 0,000 0,05 artinya lebih kecil dari probiabilitas 0,005. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode eksperimen memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri 27  Kenual.Kata-kata kunci: Hasil belajar ilmu pengetahuan alam dan media power point
Analisis Kandungan Besi pada Air Tanah Bansir Darat Pontianak Tenggara Rachmat Sahputra
QUANTUM: Jurnal Pembelajaran IPA dan Aplikasinya Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.099 KB) | DOI: 10.46368/qjpia.v1i1.313

Abstract

Abstract: The difficulty in getting clean water from the residents of Southeast Pontianak's Bansir Darat requires information regarding the iron content are contained in wells in the area. Determination of iron content using the Atomic Absorption Spectophotometer (AAS) method is based on the atomization of iron compounds in solution in a low pH (pH 2-5). The iron compound will be atomized with flame on AAS to produce emission rays that produce a wavelength of 248.3 nm for Fe which is captured by the detector which is then digitally converted to produce iron content by comparing it with the appropriate iron standard series in the sample content range, 0.00; 0.20; 0.80; 1,2; and 1.6 mg / L Fe. The results of the analysis show that the depth of the well in the Southeast Pontianak area of Bansir Darat resulted in differences in iron content. For shallow wells 3 m have a content of 0.91 mg/L, while wells with a depth of 22 m show an iron content of 0.09 mg / L. The deeper the well is from the ground, the iron content is lower than the shallow well.Keywords: Analysis of iron content, well water, AAS, Bansir Darat of Southeast PontianakAbstrak: Kesulitan air bersih dari warga Bansir Darat Pontianak Tenggara, memerlukan informasi terkait kandungan besi yang terkandung dalam sumur-sumur di wilayah tersebut. Penentuan kandungan besi menggunakan metoda Atomic Absorption Spectofotometer (AAS) berdasarkan pada atomisasi dari senyawa besi dalam larutan dalam suasana pH rendah pH 2-5. Senyawa besi akan teratomisasi dengan Nyala pada AAS  menghasilkan sinar emisi yang menghasilkan panjang gelombang 248,3 nm untuk Fe yang ditangkap detektor yang selajutnya dikonversi secara digital menghasilkan kandungan besi dengan membandingkan dengan deret standar besi yang sesuai dalam range kandungan sampel yaitu 0,00; 0,20; 0,80; 1,2; dan 1,6 mg/L Fe. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedalaman sumur di wilayah Bansir Darat Pontianak Tenggara menghasilkan perbedaan kandungan besi. Untuk sumur dangkal 3 m memiliki kandungan 0,91 mg/L, sedangkan sumur dengan kedalaman 22 m menunjukkan hasil kandungan besi 0,09 mg/L. Semakin dalam sumur dari permukaan tanah kandungan besinya lebih rendah daripada sumur yang dangkal.Kata-kata kunci: Analisis kandungan besi, air sumur, ASS, Bansir Darat Pontianak Tenggara

Page 1 of 1 | Total Record : 5