cover
Contact Name
Andri Hendrawan
Contact Email
andrihedrawan@staipibdg.ac.id
Phone
+6281313120202
Journal Mail Official
journaldiksi@stapibdg.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciganitri No.2, Cipagalo, Kec. Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40287
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI
ISSN : 28288505     EISSN : 28286715     DOI : https://doi.org/10.54801/jisscdiksi
Journal of Islamic Social Science and Communication (JISSC) DIKSI is published by Prodi KPI STAI PERSIS Bandung. This journal provides open discussion, reviewed by experts and peers, this journal is dedicated to the publication of research aspects of the scope of islamic social science and communication. JISSC DIKSI is published three times a year and accepts original research articles featuring well-designed studies with logically analyzed and interpreted results.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14 Documents
Analisis Semiotika Nilai-Nilai Moral Agama pada Film Tarung Sarung sekar kinanti; A. Badru Rifa'i
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 1 No. 01 (2022): JISSC-DIKSI Februari 2022
Publisher : Prodi KPI STAI Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.105 KB) | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v1i01.61

Abstract

Film merupakan media alternatif dakwah dalam mengantarkan nilai- nilai ajaran Islam kepada khalayak masyarakat. Film juga berperan sebagai kontrol sosial apabila di dalamnya tercantum muatan data (edukatif ataupun persuasive). Seperti halnya halnya film Tarung Sarung di dalamnya memiliki nilai- nilai moral keagamaan melalui simbol- simbol adegan, bahasa, prilaku serta perilaku pada film tersebut spesialnya buat golongan anak muda. Riset ini bertujuan buat mengenali nilai- nilai moral keagamaan di kalangan remaja yang tercantum dalam film Tarung Sarung serta membagikan data supaya tetap mengambil nilai- nilai kebaikan dalam sesuatu tontonan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif (deskripsi kualitatif), sebab dengan tata cara ini bisa menggambarkan sesuatu kondisi secara apa terdapatnya. Dalam analisisnya menggunakan teori semiotika Ferdinad de Saussure. Setiap ciri kebahasaan pada dasarnya melaporkan suatu konsep serta sesuatu citra suara yang terkandung dalam film Tarung Sarung. Penelitian film Tarung Sarung merupakan film yang mengangkat isu budaya lokal yang sarat dengan nilai-nilai moral agama tentang pergaulan khususnya di kalangan remaja yaitu menjauhi kekerasan dan bersikap baik terhadap sesama, dilarang berlebihan terhadap sesuatu, larangan menyekutukan Allah SWT, doharuskan hormat kepada yang lebih tua, bersikap terhadap lawan jenis, dilarang sombong atau takabur, dan sebagai muslim harus kuat dan bersungguh-sungguh. The film is an alternative medium of da'wah in delivering the values ​​of Islamic teachings to the public. The film also acts as a social control if it contains data content (educative or persuasive). Like the film "Tarung Sarung", it has religious moral values ​​through scene symbols, language, behavior, and behavior in the film, especially for young people. This research aims to identify religious moral values ​​among teenagers listed in the film "Tarung Sarung" and share data so that they continue to take the values ​​of goodness in a spectacle. The research method uses a qualitative method with a descriptive approach (qualitative description) because this method can describe a condition as it is. In his analysis using the semiotic theory of Ferdinand de Saussure. Each linguistic feature basically reports a concept and a sound image contained in the film Tarung Sarung. The Film research Tarung Sarung is a film that raises local cultural issues that are full of religious moral values ​​about relationships, especially among teenagers, namely avoiding violence and being kind to others, prohibited from being excessive towards something, prohibiting associating partners with Allah SWT, respecting elders. , behave towards the opposite sex, it is forbidden to be arrogant or arrogant, and as a Muslim you must be strong and serious.
Pesan Dakwah tentang Toleransi dalam Serial Animasi Nussa pada Akun Youtube Nussa Official Iip Syarifudin; Hendi Rustandi
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 1 No. 01 (2022): JISSC-DIKSI Februari 2022
Publisher : Prodi KPI STAI Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.179 KB) | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v1i01.62

Abstract

Indonesia merupakan negara besar yang memiliki beragam suku, budaya dan agama. Keutuhan bangsa Indonesia bergantung pada sikap toleransi warga negaranya. Kajian mengenai toleransi tentu tidak boleh berhenti dan harus dicari ragam penyajiannya agar agar mudah diterima dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap terjaga. Islam mengajarkan toleransi kepada pemeluknya sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Hujurat ayat 13. Pesan dakwah tentang toleransi dapat dikemas menjadi sebuah animasi.  Serial Animasi Nussa episode “Toleransi” yang mengisahkan Nussa dan Rarra menolong Kurir dan Umma yang menolong sahabatnya dari kalangan ras dan agama yang berbeda, ternyata memiliki bentuk toleransi agama dalam penyelesaiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pesan dakwah tentang toleransi pada animasi Nussa Episode Toleransi melalui media sosial Youtube. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data primernya berupa dokumen audio visual yang diambil langsung dari akun resmi Nussa Official di media sosial Youtube dan data sekundernya berupa buku, jurnal dan website. Hasil penelitian menemukan dua bentuk toleransi yaitu tolong-menolong sesama manusia tanpa memandang ras dan agama dan saling mengerti antar manusia sehingga tercipta sikap toleransi. Kemudian diketahui bahwa penyampaian dakwah tentang toleransi dalam animasi Nussa Episode Toleransi di media sosial Youtube banyak diminati masyarakat dengan total penonton lebih dari 5.9 juta kali. Serial Animasi Nussa episode Toleransi memiliki pesan dakwah berupa bentuk toleransi yang baik bagi masyarakat Indonesia khususnya, dan media sosial Youtube merupakan media yang diminati dan menarik perhatian masyarakat, sehingga sangat baik jika dijadikan sebagai saluran untuk menyampaikan pesan dakwah.
Konstruksi Pemberitaan Kriminal Curanmor di radarbogor.id Sartika Alifah; Arif Permadi; Nursyawal Nursyawal
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 1 No. 01 (2022): JISSC-DIKSI Februari 2022
Publisher : Prodi KPI STAI Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.269 KB) | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v1i01.63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi pemberitaan kriminal pencurian kendaraan bermotor (curanmor) pada Radarbogor.id dalam dimensi text, dimensi discourse practice, dimensi sociocultural practice berdasarkan analisis wacana kritis perspektif Norman Fairclough. Metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi teks, wawancara dan studi kepustakaan. Berita-berita yang diteliti adalah berita tentang curanmor yang diunggah oleh radarbogor.id pada 16 Januari hingga 4 Maret 2021. Untuk melengkapinya, wawancara juga dilakukan dengan pihak redaksi radarbogor.id di kantor radarbogor.id di Jalan. KH. R. Abdullah bin Muhammad Nuh No. 30, Taman Yasmin, Kota Bogor. Hasilnya berupa konstruksi pemberitaan kriminal curanmor pada Radarbogor.id dalam dimensi text, dimensi discourse practice, dimensi sociocultural practice. Peneliti menemukan bahwa keterangan dari pihak kepolisian selalu menjadi sumber informasi utama redaksi radarbogor.id. dalam produksi teks berita kriminal curanmor. Penggambaran citra positif pihak kepolisian dalam berita kriminal curanmor yang diproduksi oleh pihak radarbogor.id dibuat untuk menciptakan kepercayaan publik.
Dakwah rubin.id dalam Membina Mahasiswa melalui Program Beasiswa Rumah Binaan di Era Pandemi Fitri Susanti; Andri Hendrawan
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 1 No. 01 (2022): JISSC-DIKSI Februari 2022
Publisher : Prodi KPI STAI Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.172 KB) | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v1i01.64

Abstract

Rubin merupakan singkatan dari Rumah Binaan yang terintegrasi dengan aplikasi yang dinamai Rubin.id. Rubin sebagai terobosan baru dalam mendidik generasi muda melalui programnya dan hadir berusaha menghadirkan solusi bagi mereka khususnya kalangan mahasiswa yang sedang mencari lingkungan baik, yang terbina keislamannya dan semangatnya dalam mempelajari dan menghafal Al-Quran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa berperanan Rubin.id dalam membina mahasiswa dan mahasiswi melalui program beasiswa rumah binaan pada era pandemi. Sebagai pengukur tersampaikannya pesan dakwah dalam membentuk kepribadian islami serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dari program pembinaan Rubin.id. Penelitian yang dilakukan berupa penelitian kualitatif. dengan teknik pengumpulan data dari observasi lapangan melalui wawancara pada pihak bersangkutan mengenai masalah yang sedang diteliti serta melakukan pengamatan langsung terhadap cara dakwah yang diterapkan Rumah Binaan (Rubin). Hasil dari penelitian bahwasanya Rubin.id hadir dengan cara dakwah baru bagi generasi muda. Program pembinaan keislaman menjadi prioritas, sehingga perubahan pola sikap, pola perilaku mahasiswa binaan Rubin dapat terpantau cepat yang terintegrasi dengan aplikasi. Rubin.id pun konsen dalam pembinaan walaupun dalam kondisi pandemi saat ini. Sehingga kondisi pandemi saat ini tidak menjadikan penghambat bagi Rubin.id itu sendiri untuk tetap melaksanakan pembinaan dengan konsep yang terstruktur.
Penerapan Strategi Dakwah dalam Meningkatkan Kedisiplinan Beribadah Silfa Fitriani; Sekar Arum Mandalia
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 1 No. 01 (2022): JISSC-DIKSI Februari 2022
Publisher : Prodi KPI STAI Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.028 KB) | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v1i01.65

Abstract

Strategi dakwah merupakan salah satu cara yang dibutuhkan oleh dai dan lembaga dakwah supaya tujuan dakwahnya bisa tercapai dengan sukses. Salah satunya penyampaian dakwah kepada kalangan remaja yang sedang dalam masa perpindahanan dalam masalah meningkatkan kedisiplinan beribadahnya yang seringkali dijumpai kurang maksimal dalam kedisiplinan beribadahnya dan untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan strategi yang khusus agar pesan dakwah bisa diterima dengan baik oleh para remaja dan tidak terjadi kesalahfahaman. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan strategi dakwah pada kalangan remaja dalam meningkatkan kedisiplinan beribadah di Markaz Al-Ittihad Bojongkunci dan untuk mengetahui apa faktor pendukung dan penghambat penerapan strategi dakwah strategi dakwah pada kalangan remaja dalam meningkatkan kedisiplinan beribadah di  Markaz Al-Ittihad Bojongkunci.. Hasil dari penelitian ini adalah penerapan strategi dakwah yang dilakukan Markaz Al-Ittihad Bojongkunci memiliki efek positif pada kalangan remaja dalam meningkatkan kedisiplinan beribadah di lingkungan Markaz Al-Ittihad Bojong Kunci.
Pelaksanaan Program Pesantren Ahad sebagai Sarana Dakwah dalam Meningkatkan Pemahaman Keislaman Mualaf Irma Ruswatin Mandaka; Nunung Nurhasanah
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 1 No. 01 (2022): JISSC-DIKSI Februari 2022
Publisher : Prodi KPI STAI Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.694 KB) | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v1i01.66

Abstract

Fenomena peningkatan jumlah mualaf, membawa persoalan tersendiri bagi mereka yang berkecimpung di arena dakwah ini. Untuk membina mereka diperlukan  sebuah sarana yang tepat. Yayasan Mualaf Center Indonesia Regional Jawa Barat, telah menyelenggarakan sebuah  program yang bernama Pesantren Ahad Mualaf Center Bandung (PA-MCB), sebagai jawaban atas kebutuhan sarana tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan program Pesantren Ahad MCB berlangsung. Bagaimana program ini berperan  dalam meningkatkan pemahaman keislaman para mualaf binaannya. Serta bagaimana program ini berfungsi sebagai sarana dakwah dari Yayasan Mualaf Center Indonesia Regional Jawa Barat dalam meningkatkan pemahaman keislaman mualaf. Pendekatan penelitian dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan kerangka berpikir berdasarkan  teori Konvergen sebagai gabungan teori nativisme dan empirisme dari William Stren. Dimana mualaf adalah variable intern yang perubahan pemahaman dan perilaku keislamannya bersumber dari dirinya (nativisme) dan Program Pesantren Ahad MCB adalah variable eksternal (empirisme) yang menjadi sarana lingkungan tempat mualaf meningkatkan pemahaman dan merubah  pola perlaku dan kepribadian menjadi islami. Data yang diperoleh menunjukan Pelaksanaan program PA-MCB diminati oleh para mualaf. Demikian juga sebagai sarana dan faktor empiris, PA_MCB cukup efektif dalam meingkatkan pemahaman dan merubah pola kepribadian dan perilaku mualaf menjadi lebih islami.Keberadaan sarana dakwah dalam bentuk Pesantren Ahad MCB ini sangat dibutuhkan para mualaf. Namun untuk k eberlangsungan sarana dakwah ini sangat diperlukan kepedulian dan dukungan baik moril maupun materil dari kaum muslimin dan pemerintah
Pesan-Pesan Dakwah pada Media Sosial Instagram Fotografer Muslim (FM) : Analisis Semiotika Roland Barthes Yusuf Januar Jatnika; Nurdin Qusyaeri
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 1 No. 01 (2022): JISSC-DIKSI Februari 2022
Publisher : Prodi KPI STAI Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.609 KB) | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v1i01.67

Abstract

Foto dakwah merupakan salah satu genre fotografi yang dewasa ini banyak dibagikan oleh pengguna Instagram. Media sosial Instagram yang turut membagikan foto dakwah, salah satunya tergabung dalam Akun Komunitas Fotografer Muslim. Hadirnya internet telah menjadi rujukan dan media dakwah. Namun sayang internet seringkali hanya berfungsi sebagai hiburan tanpa ada manfaat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pesan-pesan foto dakwah pada akun media sosial Fotografer Muslim, baik makna denotasi, konotasi, maupun mitos. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif menggunakan teori semiotika Roland Barthes sebagai pisau analisis. Fokus perhatiannya lebih tertuju pada gagasan tentang signifikansi dua tahap (two order of signification). Penelitian ini didapatkan makna denotasi sesuai dengan karakteristik fotografer dalam pengambilan gambar. Makna konotasi dari foto-foto yang diteliti yaitu pesan dakwah yang terdapat dengan tujuan untuk selalu bersyukur atas nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sedangkan makna mitos dalam foto supaya selalu bersyukur atas apa yang telah diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mencakup nilai-nilai kehidupan sehari-hari.
Qaulan Sadida, Qaulan Ma’rufa, Qaulan Baligha, Qaulan Maysura, Qaulan Layyina Dan Qaulan Karima Itu Sebagai Landasan Etika Komunikasi Dalam Dakwah Najhan Dzulhusna; Nunung Nurhasanah; Yuda Nur Suherman
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 1 No. 02 (2022): JISSC-DIKSI Agustus 2022
Publisher : Prodi KPI STAI Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.63 KB) | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v1i02.114

Abstract

Pendekatan semantik frase qaulan sadida, qaulan ma’rufa, qaulan baligha, qaulan maysura, qaulan layyina dan qaulan karima sebagai landasan etika komunikasi dalam berdakwah. Dakwah merupakan suatu kegiatan yang tidak bisa dipisahkan lagi bagi setiap muslim, tapi yang menjadi permasalahannya tidak setiap muslim mengetahui cara atau metode berdakwah agar apa yang disampaikannya menyentuh hati sang pendengar dan sesuai dengan karakteristik atau social culture. Dan untuk mewujudkan hal itu maka perlu mengetahui etika komunikasi yang terdapat dalam Al-Qur’an untuk menjadi landasan berdakwah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali mengeni makna dari frase qaulan sadida, qaulan ma’rufa, qaulan baligha, qaulan maysura, qaulan layyina dan qaulan karima sebagai etika komunikasi untuk berdakwah, Sehingga bisa menjadi metode atau cara berdakwah. Mencari makna dari frase qaulan sadida, qaulan ma’rufa, qaulan baligha, qaulan maysura, qaulan layyina dan qaulan karima penelitian ini ditunjang dengan memakai teori semantik yang didalamnya terdapat 3 unsur yaitu koseptual,komponensial serta oprasional yang terdapat signifie and signifiant selain dari itu mengambil penafsiran dari para ulama. Penelitian ini memakai deskipsi kualitatif yang lebih terkhusus yaitu library research dengan mencari sumber dan referensi yang berkaitan serta kitab-kitab tafsier. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa makna frase qaulan sadida, qaulan ma’rufa, qaulan baligha, qaulan maysura, qaulan layyina dan qaulan karima mempunyai karakteristiknya masing-masing sehingga bagi orang yang berdakwah bisa menyesuaikan antara karakteristik komunikan atau mad’u dengan 6 qaulan tersebut dan pada akhirnya pesan yang diberikan akan tersampikan secara baik sehingga akan terbangun relevansi pemahaman dan keharmonisan antara keduanya, sehingga pesan dari dakwah bisa sesuai dengan karakteristik serta social cultural yang pada akhirnya dakwah bisa berhasil.
Komunikasi Empati Dakwah Ustadz Fuadh Naim (Analisis Isi Pada Channel Dakwah Ustadz Fuadh Naim) Listia Yuniar Naqiah; Hendi Rustandi
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 1 No. 02 (2022): JISSC-DIKSI Agustus 2022
Publisher : Prodi KPI STAI Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.93 KB) | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v1i02.115

Abstract

Dakwah merupakan sebuah proses penyampaian pesan. Salah satu penyampaian pesan yaitu menggunakan bahasa. Bahasa sangat penting karena berpengaruh pada psikis mad’u. Salah satu teori komunikasi yang berkaitan dengan psikologi adalah teori komunikasi empati. Teori ini berasumsi bahwa seseorang akan lebih mudah menerima pesan apabila komunikator memiliki rasa empati yaitu kepekaan terhadap apa yang dirasakan mad’u. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui segmentasi mad’u, gaya bahasa dan bahasa gaul yang digunakan oleh ustadz Fuadh Naim. Analisis data penelitian menggunakan analisis isi (content analysis) yaitu dengan menganalisis isi dakwah ustadz Fuadh Naim dalam akun media sosial resmi miliknya. Ustadz Fuadh Naim menggunakan beberapa aplikasi media untuk menyampaikan dakwahnya dengan masing-masing memiliki beberapa episode pembahasan mengenai dakwah. Bahasa yang digunakan ustadz Fuadh Naim merupakan bahasa yang sering digunakan oleh anak muda khususnya pecinta Korean Wave. Anak muda khususnya kpopers merupakan sasaran dakwahnya Ustadz Fuadh Naim, Adapun bahasa gaul yang digunakan Ustadz Fuadh Naim, cenderung menggunakan bahasa gaul ala Korea.
Analisis Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Sarana Dakwah Nurin Annisa
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 1 No. 02 (2022): JISSC-DIKSI Agustus 2022
Publisher : Prodi KPI STAI Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.086 KB) | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v1i02.118

Abstract

Seiring berkembangnya zaman, pengembangan teknologi tidak perlu diragukan lagi kecanggihannya. Bahkan, penggunaan teknologi sudah dianggap sebagai kebutuhan pokok. Salah satu bukti bahwa teknologi sudah berkembang yaitu dengan adanya media sosial yang sudah umum digunakan oleh para khalayak. Media sosial sebagai sarana umum, sudah sepatutnya digunakan untuk hal yang positif seperti berdakwah. Dakwah sendiri memiliki arti mengajak atau menyeru kepada kebaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah pada mahasiswa KPI STAI Persis Bandung. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif. Sebagai pelengkap, penulis juga menggunakan metode wawancara dan observasi. Pada penelitian ini ditemukan pembahasan berupa adanya mahasiswa yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah. Melalui konten-konten yang mereka sajikan melalui media sosial, terdapat respon positif yang diberikan oleh para followers individu yang penulis wawancarai. Dari penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa media sosial efektif digunakan sebagai media penyampaian dakwah.

Page 1 of 2 | Total Record : 14