cover
Contact Name
Aulia Widya Sakina
Contact Email
aulia.widya.sakina@gmail.com
Phone
+6281904987775
Journal Mail Official
sosioprogresif@gmail.com
Editorial Address
Jalan Timoho No. 317 Kota Yogyakarta, D.I. Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Sosio Progresif: Media Pemikiran Studi Pembangunan Sosial
SOSIO PROGRESIF: Media Pemikiran Studi Pembangunan Sosial ini menempatkan studi pembangunan sosial yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pelayanan sosial yang komprehensif dalam kerangka akademis, sehingga bisa melahirkan inovasi yang sinergis dengan permasalahan pembangunan sosial di Indonesia. Sosio Progresif memiliki Nomor E-ISSN: 2809-4476 dan P-ISSN: 2810-0077 Beberapa isu yang menjadi pusat pehatian dalam jurnal ini mencakup pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan, pendidikan masyakarat, kesehatan masyarakat, ketenagakerjaan, pembangunan kepariwisataan, korporasi rakyat, kewirausahaan sosial, hubungan industrial, jaminan sosial, pengembangan wilayah dan kawasan, manajemen bencana berbasis masyarakat, masyarakat digital, globalisasi dan pembangunan, psikologi sosial, rehabilitasi sosial, isu gender dalam keluarga, usaha-usaha kesejahteraan sosial, dan isu-isu pembangunan sosial lain yang relevan, baik dalam konteks lokal maupun global. SOSIO PROGRESIF diterbitkan dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari dan Juli. Jurnal ini, berfungsi sebagai media refleksi pembangunan sosial di Indonesia yang berisi tulisan-tulisan yang merangkum hasil penelitian dan pemikiran konseptual di bidang pembangunan sosial. Publikasi ini rencananya akan tersedia dalam dua versi, yaitu cetak dan elektronik dengan akses terbuka. Akses terbuka ini diharapkan dapat meningkatkan keterbacaan dan meningkatkan kutipan penulis. Penerbitan Jurnal Sosio Progresif Program Studi Pembangunan Sosial Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD" bekerjasama dengan Asosiasi Pembangunan Sosial Indonesia (APSI).
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2023)" : 5 Documents clear
Optimalisasi Pengembangan UMKM Berbasis Digitalisasi oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Banjar Yana Suryana; Garvera , R. Rindu
SOSIO PROGRESIF | Media Pemikiran Studi Pembangunan Sosial Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/sosioprogresif.v3i1.266

Abstract

The emergence of information and communication technology has brought a significant change to various sectors of life, one of which is the Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) sector. Therefore, of course, it has become a necessity as well as an obligation for local governments to create a more adaptive and innovative MSME ecosystem. Digitalization is one of the alternatives in maintaining the sustainability of MSMEs themselves, especially in Banjar City. This article aims to describe the importance of developing a digital MSME ecosystem in Banjar City and its correlation with activities carried out by the People's Welfare Section of the Banjar City Regional Secretariat. The method used in this study uses qualitative research with a phenomenological approach. The data in this article is sourced from relevant literature and from the author's observations while involved in activities carried out by the People's Welfare Section of the Banjar City Regional Secretariat. This article concludes that in the context of developing a digital MSME ecosystem, the Banjar City Regional Government has made the necessary efforts to create the ecosystem. These efforts are carried out by building solid collaboration and synergy between various related stakeholders who contribute, in terms of facilitation, concepts and ideas. In addition, there is a need for monitoring and evaluation efforts so that the activities carried out by the People's Welfare Section of the Banjar City Regional Secretariat can remain on the desired plans and goals. This digital MSME concept can bring the economic sector in Banjar City to a better stage so that it can compete at the global level and have an impact on its own local communities.
Implementasi Kebijakan Penegasan Batas Daerah oleh Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Banjar Anggun Mustika Septiana
SOSIO PROGRESIF | Media Pemikiran Studi Pembangunan Sosial Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/sosioprogresif.v3i1.291

Abstract

This research is based on activities carried out in the Government Section of the Regional Secretariat of Banjar City which are related to the implementation of the Regional Boundary Affirmation policy between Banjar City and Ciamis Regency, West Java Province. In implementing the regional boundary confirmation policy carried out by the Government Section of the Banjar City Regional Secretariat, researchers found problems, including a lack of consistency in the implementation of Permendagri No. 59 of 2011 concerning the Regional Boundaries of Banjar City and Ciamis Regency, limited human resources, as well as limited facilities and infrastructure in the Government Section of the Regional Secretariat of Banjar City in implementing the regional boundary confirmation policy. This research uses qualitative research methods with a total of seven informants. The data collection techniques are carried out through observation, interviews, documentation and literature study. Meanwhile, data processing or analysis techniques are carried out in three stages, namely in the form of data reduction, data presentation and conclusions. Based on the research results, it was concluded that the implementation of the regional boundary confirmation policy between Banjar City and Ciamis Regency by the Government section of the Banjar City Regional Secretariat has gone well and is optimal as a whole. However, there are still several obstacles, including a lack of consistency in the implementation of regional boundary confirmation policies, the involvement of staff implementing regional boundary confirmation that has not run properly, and limited facilities and infrastructure for regional boundary confirmation.
Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat (studi di Kalurahan Trimulyo dan Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta) Ardian Sasue , Gilbert; Marliyantoro, AY Oelin
SOSIO PROGRESIF | Media Pemikiran Studi Pembangunan Sosial Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/sosioprogresif.v3i1.412

Abstract

Kemiskinan sudah menjadi masalah yang perlu ada penanggulangan yang tepat, dalam mengatasi masalah kemiskinan dan rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat tersebut, kemudian pemerintah mengeluarkan program-program pemberdayaan salah satunya adalah Program Keluarga Harapan (PKH). Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan Bantuan Tunai Bersyarat (BTB) yang mempunyai tujuan umum untuk mengurangi dan memutus angka kemiskinan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mendukung upaya peningkatan kesejahteraan dari kelompok masyarakat paling miskin. Adapun yang menjadi kriteria bagi masyarakat untuk menjadi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yaitu ibu hamil / nifas / menyusui, anak usia dini dengan rentang usia 0 – 6 tahun, anak usia sekolah dengan rentang usia 6 – 21 tahun, lanjut usia diatas 60 tahun, dan penyandang disabilitas berat yang sudah tidak dapat melakukan kegiatan sehari-hari serta bergantung pada orang lain dalam menghidupi diri sendiri. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat, dilihat dari perbandingan tahapan pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kalurahan Trimulyo dan Kalurahan Sumberagung. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi PKH pada kedua Kalurahan tersebut berdasarkan tahapan pelaksanaannya terdapat beberapa perbedaan pada program peningkatan kesejahteraan masyarakat yang dilaksanakan pendamping Program Keluarga Harapan di masing-masing Kalurahan.
STRATEGI PENGRAJIN GERABAH DALAM MENCAPAI KESEJAHTERAAN KELUARGA DIMASA PANDEMI COVID-19 Di Desa Wisata Kasongan, Padukuhan Kajen, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta anifatussa’diah, Ramadhaniar Frista; Albizzia, Oktarina
SOSIO PROGRESIF | Media Pemikiran Studi Pembangunan Sosial Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/sosioprogresif.v3i1.413

Abstract

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Pandemi COVID-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga mempengaruhi kondisi perekonomian, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Di Kabupaten Bantul juga mengalami kerugian di sektor pariwisata akibat pandemi Covid-19. Salah satu Desa Wisata di Kabupaten Bantul adalah Desa Wisata Kasongan. Adanya Pandemi Covid-19 tersebut berdampak di Desa Wisata Kasongan, dimana kunjungan wisata dan pembeli gerabah di Desa Wisata Kasongan mengalami penurunan mengakibatkan para pengrajin gerabah kesulitan dalam pemenuhan kebutuhannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi dan kendala pengrajin gerabah dalam mencapai kesejahteraan keluarga dimasa pandemi covid -19. Jenis penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif. metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu melakukan analisis terhadap strategi pengrajin gerabah dalam mencapai kesejahteraan keluarga dimasa pandemi covid-19. Hasil akhir dari penelitian yang telah dilakukan peneliti menyatakan bahwa strategi yang dilakukan oleh pengrajin gerabah dalam mencapai kesejahteraan keluarga sudah berjalan dengan baik. Dilihat bahwa para pengrajin gerabah tetap bekerja dimasa pandemi Covid-19. Terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh para pengrajin gerabah seperti barang yang dijual hanya laku sedikit.
Pendampingan Anak Di Yayasan Hamba Yang Multikultural Tumeang, Dian Junita; Dibyorini, Chandra Rusmala
SOSIO PROGRESIF | Media Pemikiran Studi Pembangunan Sosial Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/sosioprogresif.v3i1.416

Abstract

Pluralitas dan keragaman suku, bahasa dan budaya adalah satu kekayaan bangsa bila hidup harmoni. Sebaliknya, kegagalan membangun relasi dan toleransi dapat berdampak buruk bagi perkembangan suatu negara. Di indonesia keadaan di atas kerap terjadi dibeberapa daerah yang gagal membina relasi harmoni di dalam pendidikan awal. Yayasan Hamba hadir sebagai gerakan kemanusian yang ikut membangun bangsa. Para pendamping berperan aktif mendidikan anak-anak dari latar belakang yang berbeda-beda. Yayasan ini mengajarkan tolerasi dalam pendampingan untuk membangun karakter yang mandiri, aktif, mau bekerjasama, hidup sosial harmoni dengan masyarakat sekitar dan beriman. Yayasan HAMBA yang multikultural membentuk kehidupan harmonis dalam keberagaman di dalam yayasan, kerjasama dengan lembaga lain untuk pemenuhan kebutuhan, pelatihan, dan pembinaan rohani anak-anak dampingan Kehadirian para pendamping secara terbuka menjadi keluarga, sahabat, dan teman belajar. Situasi ini memberi Yayasan HAMBA yang multikultural terus berbenah dan melakukan beragam metode dalam pendampingan anak-anak. Yayasan HAMBA telah berbuat banyak sebagai gerekan kemanusian dan menjadi bukti partisipasi aktif membangun bangsa dan negara.

Page 1 of 1 | Total Record : 5