cover
Contact Name
Elisabeth Tatia Pramajati
Contact Email
elisabethtatia.p@gmail.com
Phone
+62274487711
Journal Mail Official
jai@uajy.ac.id
Editorial Address
Jln. Babarsari No. 5, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, DIY 55281
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Atma Inovasia
ISSN : 27759385     EISSN : 27759113     DOI : https://doi.org/10.24002/jai
Jurnal Atma Inovasia (JAI) diharapakan dapat menjadi sarana desiminasi pengabdian dari seluruh civitasakademika berbagai disiplin ilmu tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. JAI diharapkan dapat mengispirasi dan bermanfaat bagi masyarakat secara luas. JAI fokus pada beberapa topik sebagai berikut: Pembelajaran layanan, masyarakat Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, Desain Wilayah perbatasan, wilayah kurang maju Layanan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan Pemberdayaan masyarakat, akses sosial Topik lain terkait pengabdian pada masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 798 Documents
Efektivitas Penggunaan Teknologi Komunikasi Terhadap Perkembangan Wisata Desa Candirejo Putra Prakasa, S.T., M.Kom., Fedelis Brian
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.054 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i1.4467

Abstract

Desa Candirejo merupakan salah satu desa yang berada di wilayah kecamatan Semin, kabupaten Gunung Kidul dengan luas sebesar 11,12 Km2. Desa Candirejo memiliki jumlah penduduk sebanyak 7.986 jiwa yang terdiri dari 4.010 jiwa laki-laki dan 3.976 jiwa perempuan. Salah satu potensi yang dimiliki desa Candirejo dibidang pertanian dan wisata, baik potensi wisata alam, budaya, maupun agro. Hal inilah yang menjadi modal dan kekuatan bagi penduduk desa Candirejo untuk mengembangkannya. Melalui program pengabdian, Universitas Atma Jaya Yogyakarta dihasilkan suatu program kerja terhadap perkembangan wisata dengan penggunaan teknologi komunikasi penduduk desa Candirejo. Jenis penelitian yang digunakan adalah riset dokumentasi. Tim dapat mencari segala bentuk data yang tersimpan dalam bentuk arsip foto, surat, hasil rapat, cinderamata, jurnal kegiatan, dan sebagainya. Berdasarkan data yang didapatkan, kemudian dianalisis dan akhirnya akan ditarik sebuah kesimpulan secara metode berpikir induktif. Kesimpulan dari program pengabdian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan membantu warga desa Candirejo untuk dapat mengembangkan wisata disana.
Pemanfaatan Hasil Alam Ubi Kayu Pada Desa Umbulrejo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul Pratama, Yohanes Mario
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.25 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i1.4473

Abstract

Kuliah Kerja Nyata at Universitas Atma Jaya Yogyakarta for 79th period in the year of 2021 is running online while still paying attention to several things so that activities can continue to run well. Group 36 in Unit H is assigned KKN in Umbulrejo Village, Ponjong District, Gunungkidul Regency, Yogyakarta Special Region Province. The group collected all data from Umbulrejo Village through secondary data, namely searching through various sources on the internet and filtered to find valid data. In Umbulrejo Village, it was found that there was an abundance of natural cassava products that were still not fully utilized. Group 36 has a work program that provides education about the use of natural cassava products into chips. Processed chips will be packaged attractively and the marketing stages will be carried out through several media. The program is also equipped with the creation of e-books and videos to support the sustainable development of Umbulrejo Village. The hope is that Umbulrejo Village can realize the potential of the village it has to serve as a means of progress and welfare of the residents of Umbulrejo Village.
Peningkatan Perekonomian melalui Potensi Desa Sumbergiri, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul Pratama, Yohanes Mario
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.237 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i1.4475

Abstract

Sumbergiri is one of the villages in Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Special Region of Yogyakarta. The potential of the village in Sumbergiri encompasses the results of nature (both farming, agriculture, etc.) and the tourist objects of Telaga Kepleng. One of the goals it set up was to raise the economic value of Sumbergiri village to the country. In addition, there is a need to give literature to the Sumbergiri village community about the planning of the development of a tourist resort in Telaga Kepleng and the cooking results of pedestrians and corn rice through pocket books as media information. Data retrieval such as information on village potential, Sumbergiri village profile data, mining tourism work program, and the content of pedestrian and corn rice pieces taken through journals, articles, and information from the Internet that is designed in the form of videos and e-books. The results of the first work program are e-book and video potential of the Sumbergiri village. While the second output discussed about pocket book which contains explanations of Peyek Pedari and corn rice to the composition contained therein. Hopefully, the results of the two work programmes can be used in the development of Sumbergiri Village in the future.
Pemanfaatan Potensi Desa di Desa Ngawis, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DIY Pratama, Yohanes Mario
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.121 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i2.4476

Abstract

Ngawis Village is a village located in Karangmojo District, Gunungkidul Regency, DIY, which has potentials in the field of natural resources that can be developed. The village potentials in Ngawis Village are found in the chili, onion and coconut cultivation in the village. The results of chili, onion and coconut cultivation can be developed into processed products from Ngawis Village. The purpose of the products of Ngawis Village is to increase Ngawis Village’s income and introduce Ngawis Village more widely to Indonesia. In utilizing the village potentials, a pocket book is made to make it easier for the villagers to understand how to develop the village potential that are owned by Ngawis Village.
Optimalisasi Potensi Desa dan Pengolahan Singkong Desa Kedungkeris Dewangga, Dismas Persada
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.952 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i1.4477

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu mata kuliah yang di berikan oleh Universitas Atma Jaya Yogyakarta kepada mahasiswanya. KKN kali ini berfokus kepada program kerja potensi desa dan pengolahan tanaman singkong.  Program kerja yang di lakukan saat ini memiliki tujuan yaitu untuk membantu masyarakat Desa Kedungkeris supaya bisa mengembangkan potensi desa yang di miliki, selain itu dapat membuat masyarakat Desa Kedungkeris menjadi lebih terbuka, dan memperoleh pengetahuan yang baru. Metode yang digunakan yaitu melihat permasalahan yang sedang terjadi, mengumpulkan data-data, pengolahan data, dan kesimpulan. Hasil dari program kerja potensi desa yaitu pariwisata yang ada di Desa Kedungkeris dapat berkembang. Selain itu tanaman singkong dapat di olah menjadi berbagai macam makanan. 
Pengembangan Destinasi Wisata Edukasi Agrikultur Desa Dengok dengan Media Sosial Prasetyo Jati, Didit Gunawan
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.399 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i2.4486

Abstract

Dengok Village is one of the villages located in Playen District, Gunungkidul. Most of Dengok Village’s residents work as farmers and planters. However, Dengok Village area is dominated by marginal land which is dry and less fertile. Therefore, Dengok Village’s farmers rely on the rainy season to irrigate agricultural land. This causes farmers to only be able to harvest a maximum of two times a year. To increase their income, farmers plant various types of trees on community forest land. The existence of rainfed rice fields and community forests proves that Dengok Village has great potential in the agricultural sector, but has not been fully utilized. Based on these problems, the authors compiled this dedication paper, with the aim of developing agricultural potential of Dengok Village through the formation of agricultural educational tourism destination and its marketing methods, so as to be able to advance the economic welfare of the local population. The method is carried out online by observing data on the internet. The results of the dedication are activity ideas that can be applied in Dengok Village agricultural education tours and marketing tips through social media, so that it is more easily recognized and attracts more people.
Strategi Pengelolaan Paket Wisata Desa Karangtengah junedi, sendy
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.294 KB) | DOI: 10.24002/jai.v1i5.4489

Abstract

Desa Karangtengah, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul merupakan desa agraris namun memiliki sumber daya alam goa yang telah dimanfaatkan sebagai obyek wisata. Adanya pandemi Covid-19 menurunkan jumlah wisatawan dan menyebabkan terbengkalainya lokasi wisata desa. Untuk membantu pemerintah dalam menghidupkan kembali sektor pariwisata dan menjawab kebutuhan fisiolgis rekreasi masyarakat, maka program pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk mengembangkan potensi wisata desa. Program dijalankan dengan mencari data sekunder dan mengolahnya menjadi upaya yang dapat diterapkan di Desa Karangtengah. Upaya pengembangan obyek wisata dilakukan dengan membuat paket wisata yang memasukan beberapa obyek wisata di desa dan dilengkapi dengan fasilitas kendaraan wisata terbuka serta area penjualan souvenir khas desa. Paket wisata memberikan keuntungan bagi wisatawan untuk mendapatkan rekomendasi obyek wisata Desa Karangtengah, fasilitas transport nyaman yang menghubungkan antar obyek wisata, jadwal perjalanan yang teratur dan pembelian tiket yang mudah. Selain itu juga memberikan peningkatan secara ekonomis bagi penduduk desa di kondisi pandemi. Meskipun demikian pelaksanaan upaya ini harus direncanakan dengan matang dan mendapat dukungan dari dari berbagai pihak baik aparat desa, penduduk desa dan dinas pariwisata daerah.
Pemanfaatan Limbah dan Pelestarian Ikan di Desa Gading, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta Praharsiwi, Caecilia Santi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.262 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i2.4491

Abstract

Abstract — Gading Village is a village located in Playen District, Gunungkidul, Yogyakarta Special Region. This village has various kinds of potential. Potential for culture, tourism, culinary, agriculture, and even livestock. There is a lot of potential that can be further developed in this village. The culinary and tourism of this village are very unique and attract tourists to visit. Therefore, the village community must pay attention to environmental conditions in taking part in protecting and preserving the natural resources owned by the village. All waste products sourced from livestock can still be developed into processed products, namely in the form of fertilizers. Later this fertilizer can be used again to preserve forests and plantations owned by the village. In addition to preserving plants, the local government has planned to conserve fish in Sendang Mole. Therefore, we offer solutions that can make it easier for residents and local governments to conserve fish. The solution is by making automatic fish feed. Of course this will be very useful and become a solution in preserving the natural resources owned by Gading Village.Keywords — Gading Village, Waste Management, Gunungkidul, Automatic Fish Feed, Conservation. Abstrak — Desa Gading merupakan Desa yang terletak di Kecamatan Playen, Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa ini memiliki berbagai macam potensi yang dimiliki. Potensi budaya, parawisata, kuliner, pertanian, bahkan pertenakan. Banyak sekali potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut pada desa ini. Kuliner dan parawisata yang dimiliki desa ini sangat unik-unik dan menarik wisatawan untuk berkunjung. Oleh karena itu masyarakat desa harus memerhatikan kondisi lingkungan dalam ikut andil menjaga dan melestarikan sumber daya alam yang dimiliki oleh desa. Seluruh hasil limbah yang bersumber dari ternak masih dapat dikembangkan lagi menjadi produk olahan yaitu berupa pupuk. Yang nantinya pupuk ini dapat digunakan kembali untuk menjaga kelestarian hutan dan perkebunan yang dimiliki oleh desa. Selain melestarikan tanaman, pemerintah setempat sudah merencanakan untuk melesatrikan ikan pada Sendang Mole. Oleh sebab itu, tim menawarkan solusi yang dapat memudahkan para warga dan pemerintah setempat dalam melestarikan ikan. Solusi tersebut adalah dengan pembuatan pakan ikan otomatis. Tentunya hal ini akan sangat bermanfaat dan menjadi hal solutif dalam pelestarian sumber daya alam yang dimiliki oleh Desa Gading. Kata Kunci— Desa Gading, Pengolahan Limbah, Gunungkidul, Pakan Ikan Otomatis, Pelestarian.
Pengolahan Limbah Jagung sebagai Bahan Bakar Alternatif Praharsiwi, Caecilia Santi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.501 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i2.4492

Abstract

Abstract — Banaran Village is a village located in Playen District, Gunungkidul Regency, Special Region of Yogyakarta. There are a lot of potential from various sectors in Banaran Village, such as the agricultural, tourism and social-culture sector. The agriculturan sector has abundant natural products like corn or maize, while in the tourism sector there is a magnificent  forest called Wanagama Forest  that are home to a variety of flora and fauna. The social-culture sector in this village has 2 cultures that have been carried out from generation to generation, called Gejog Lesung and Tradisi Bersih-Bersih. In terms of potential sector, the authors see that corn has more potential because it can be used as an alternative energy such as bioethanol. The authors use descriptive qualitative methods for preparation of this program by describing the existing data and facts. This program can be use by the people of Banaran Village and inspire them by having new ideas, innovation and knowledge to develop and making bioethanol from corn waste. This program is expected to help people of Banaran Village to become more advanced by developing and running this program, also by using this program the authors hope that it can help Banaran Village by creating new jobs, increasing economic income and encouraging Banaran Village to become known for the program.Keywords — Banaran Village, Wanagama Forest, Corn Waste, Bioethanol Abstrak— Desa Banaran adalah sebuah desa terletak di Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Banaran memiliki banyak potensi dari berbagai sektor, seperti sektor pertanian, pariwisata dan sosial budaya. Sektor pertanian Desa Banaran memiliki hasil alam berupa tanaman jagung yang melimpah, sedangkan  pada sektor pariwisata Desa Banaran mempunyai hutan indah yang menjadi banyak tempat tinggal aneka ragam flora fauna, yaitu Hutan Wanagama. Sektor budaya Desa Banaran memiliki 2 kebudayaan yang telah dilakukan secara turun temurun yaitu Gejog Lesung dan Tradisi Bersih – Bersih. Namun pada segi potensi budaya, penulis melihat adanya potensi lebih dari tanaman jagung karena bisa dimaanfaatkan untuk menjadi bahan bakar alternatif dari bioetanol ini. Penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk penyusunan program kerja ini dengan memaparkan data – data dan fakta yang ada.  Program kerja ini dapat dimaanfaatkan oleh masyarakat Desa Banaran itu sendiri dengan mendapatkan banyak ide, inovasi dan edukasi untuk mengembangkan bio-etanol yang berasal dari limbah tanaman jagung. Program ini diharapkan dapat membantu Desa Banaran menjadi desa yang lebih maju dengan menjalankan dan mengembangkan program ini, serta dengan memanfaatkan program ini semoga dapat membantu masyarakat Desa Banaran dengan membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan ekonomi dan mendorong Desa Banaran menjadi terkenal akan program itu.Kata Kunci—.Desa Banaran, Hutan Wanagama, Limbah Jagung, Bioetanol
Cocoa Village Tourism Desa Bunder, Pathuk, Gunung Kidul, Yogyakarta Praharsiwi, Caecilia Santi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.731 KB) | DOI: 10.24002/jai.v1i5.4494

Abstract

Abstract —  Patuk District is an area in Gunungkidul Regency which has one of the villages, namely Bunder Village. Bunder Village has potential that can be developed both physically and non-physically. Bunder Village also has seven hamlets, consisting of Bunder, Ngepung, Widoro Wetan, Widoro Kulon, Gambiran and Plosokerep hamlets. Bunder Village has the potential of a large cocoa pod producing village and and various beauty of nature that can be developed and packaged into a cocoa tourism village. This community service program regarding the potential of this village aims to increase the awareness of villagers to protect, maintain and develop the potential of their village and aims to develop the existing cocoa plantation in the village into a new tourism village in Gunung Kidul. The method used by the group is literature review by collecting all secondary data on the Internet. The result we got was the development of Cacao Village Tourism which is a combination of several potentials such as cocoa gardens and home industry with the hope of improving the economy of the Bunder Village community and elevating the name of Bunder Village as a Cocoa Tourism Village in Yogyakarta. Keywords — potentials, Cocoa, Developed, Bunder Village. Abstrak— Kecamatan Patuk merupakan wilayah di Kabupaten Gunungkidul yang memiliki salah satu desa yaitu Desa Bunder. Desa Bunder memiliki potensi yang dapat dikembangkan baik dari segi fisik dan non fisik. Desa Bunder juga memiliki 7 wilayah dusun, yang terdiri atas Dusun Bunder, Ngepung, Widoro Wetan, Widoro Kulon, Gambiran dan Plosokerep.  Desa Bunder memiliki potensi desa penghasil buah kakao yang besar dan berbagai keindahan alam yang dapat dikembangkan dan dikemas menjadi desa wisata kakao. Program pengabdian masyarakat mengenai potensi desa ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga desa untuk menjaga, memelihara serta mengembangkan potensi desa mereka serta bertujuan untuk mengembangan perkebukan kakao yang ada di desa tersebut menjadi sebuah desa wisata baru yang ada di gunung kidul. Metode yang dilakukan kelompok yaitu kajian pustaka dengan mengumpulkan seluruh  data sekunder yang ada di Internet. Hasil yang kami peroleh ialah pengembangan Cacao Village Tourism yang merupakan gabungan dari beberapa potensi seperti kebun kakao dan home industry dengan harapan unutk meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Bunder dan mengangkat nama Desa Bunder sebagai Desa Wisata kakao di Yogyakarta. Kata Kunci— Potensi, Kokoa,  Program, Desa Bunder

Page 10 of 80 | Total Record : 798