cover
Contact Name
Luqman Qurata Aini
Contact Email
luqman.fp@ub.ac.id
Phone
+6281252663348
Journal Mail Official
jurnalhpt@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23384336     EISSN : 25806459     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jurnalhpt
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan (Jurnal HPT) memuat naskah artikel yang berkaitan dengan hama dan penyakit tumbuhan, termasuk karakterisasi, deteksi, identifikasi, fisiologi, biokimia, ekologi, epidemiologi, biologi molekuler hama dan patogen tumbuhan, serta pengendaliannya secara kimia dan biologi. Artikel dapat berupa hasil penelitian mutakhir atau temuan terbaru mengenai hama dan penyakit tumbuhan. Naskah artikel yang diterima adalah naskah yang belum pernah dimuat atau tidak sedang dalam proses publikasi pada berkala ilmiah nasional maupun internasional lainnya.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2018)" : 5 Documents clear
PENGARUH PERBEDAAN UMUR TANAMAN SAAT INOKULASI Tobacco Mosaic Virus (TMV) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Hesty Maranticha; Tutung Hadiastono; Mintarto Martosudiro
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percobaan untuk mengetahui pengaruh perbedaan umur tanaman saat inokulasi TMV terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat telah dilakukan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan Jurusan HPT, FP, UB dan di rumah kasa (screenhouse) milik Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Kampus 2, Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah pengaruh perbedaan umur tanaman pada saat inokulasi TMV yaitu saat tanaman berumur 14, 21, 28, 35, dan 42 hari setelah tanam (HST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbedaan umur tanaman tomat saat inokulasi TMV tidak memberikan pengaruh terhadap masa inkubasi dan intensitas serangan TMV. Kisaran masa inkubasi TMV pada tanaman tomat adalah 40-45 hari setelah inokulasi (HSI). Tanaman yang diinokulasi pada 14 HST memiliki rerata tinggi tanaman dan jumlah daun yang lebih rendah dibandingkan dengan tanaman yang diinokulasi pada 42 HST. Tanaman yang diinokulasi pada 14 HST juga menghasilkan bobot buah yang lebih kecil dibandingkan dengan tanaman yang diinokulasi pada umur yang lebih tua, namun jumlah buah tidak menunjukkan adanya penurunan.
PENGARUH SISTEM TUMPANG SARI PADA PERTANAMAN BAWANG MERAH Allium ascolanium L. DENGAN MINT DAN SELEDRI TERHADAP POPULASI Spodoptera exigua H. (LEPIDOPTERA: NOCTUIDAE) Kamella Endras Purnamaratih; Sri Karindah; Gatot Mudjiono
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spodoptera exigua merupakan salah satu hama yang sering menyebabkan gagal panen pada tanaman bawang merah di dataran rendah Pulau Jawa. Salah satu cara pengendalian yang lebih ramah lingkungan dapat dilakukan dengan penanaman tanaman yang mempunyai sifat repellent (penolak) secara tumpangsari. Oleh karena itu penelitian mengenai pengaruh tumpang sari bawang merah dengan mint dan seledri terhadap S. exigua telah dilakukan di lahan pertanian Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Penelitian ini mengamati dan menghitung populasi S. exigua dan intensitas serangan di pertanaman bawang merah. Perlakuan tumpang sari bawang merah dan mint, perlakuan tumpangsari bawang merah dan seledri, perlakuan tumpang sari bawang, mint dan seledri, dan perlakuan monokultur tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap populasi telur, larva dan imago S. exigua. Rerata populasi telur yaitu sebanyak 6,08 butir/tanaman pada pertanaman monokultur; 4,29 butir/tanaman pada tumpang sari bawang merah dan mint; 3,92 butir/tanaman pada tumpangsari bawang merah dan seledri dan 3,67 butir/tanaman pada tumpangsari bawang merah, mint dan seledri. Serangan dengan intensitas paling tinggi terjadi pada pertanaman  monokultur. Tingkat serangan S. exigua pada 28 HST adalah yang tertinggi, karena pada saat tersebut rerata populasi larva mencapai puncaknya.
KELIMPAHAN BAKTERI Pseudomonas sp., Bacillus sp., PENAMBAT NITROGEN DAN PELARUT FOSFAT PADA LAHAN PADI SAWAH PHT DAN KONVENSIONAL DI DESA BAYEM KECAMATAN KASEMBON KABUPATEN MALANG Dyah Ayu Kusuma Wardani; Abdul Latief Abadi; Luqman Qurata Aini
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian kelimpahan bakteri bermanfaat pada petak lahan padi yang dibudidayakan menggunakan pendekatan Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) dan konvensional telah dilakukan di Desa Bayem, Kecamatan Kasembon, Malang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kelimpahan bakteri (Pseudomonas sp., Bacillus sp., penambat nitrogen dan pelarut fosfat) pada lahan padi sawah yang menerapkan PHT dan cara konvensional. Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampel tanah secara sistematik, dibiakkan pada media selektif  lalu dilakukan perhitungan kelimpahan bakteri. Hasil perhitungan kelimpahan bakteri dianalisis uji T untuk membandingkan kelimpahan bakteri Pseudomonas sp., Bacillus sp., penambat nitrogen dan pelarut fosfat antara lahan PHT dan konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan kelimpahan bakteri pelarut fosfat dan bakteri penambat nitrogen di lahan PHT dan lahan konvensional baik pada fase vegetatif maupun generatif. Ada perbedaan yang signifikan kelimpahan bakteri Bacillus sp. di lahan PHT dan lahan konvensional baik pada fase secara vegetatif maupun generatif. Tidak dapat diketahui adanya perbedaan kelimpahan bakteri Pseudomonas sp. pada lahan PHT dan lahan konvensional karena data tidak diperoleh pada plot lahan PHT. Tidak ada perbedaan kelimpahan bakteri bermanfaat pada lahan PHT dan konvensional kecuali kelimpahan Bacillus sp pada fase generatif diduga karena aplikasi pada lahan PHT masih dilakukan pada musim pertama dan baru berjalan dalam waktu beberapa minggu.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG CENGKERIK TERHADAP KERAPATAN DAN VIABILITAS SPORA JAMUR ENTOMOPATOGEN Lecanicillium lecanii Zimm (HYPOCREALES: CLAVICIPITACEAE) Diajeng Indah Nastiti; Rina Rachmawati; Silvi Ikawati
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur entomopatogen Lecanicillium lecanii Zimm (Hypocreales: Clavicipitaceae) adalah salah satu jenis entomopatogen yang prospektif digunakan sebagai bioinsektisida dalam mengendalikan berbagai jenis hama. Tetapi keterbatasan nutrisi dalam media biakan jamur entomopatogen  L. lecanii dapat menurunkan viabilitas dan kerapatan spora jamur L. lecanii. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan tepung cengkerik pada media biakan jamur entomopatogen secara nyata mampu meningkatkan kerapatan dan viabilitas spora jamur L. lecanii, namun diameter koloni menurunkan diameter koloni L. lecanii. Viabilitas spora L. lecanii setelah perlakuan adalah 50,22%, kerapatan spora L. lecanii setelah perlakuan adalah 23,83x105 konidia/ml, dan diameter koloni jamur L. lecanii setelah perlakuan 4,10 cm.
PENGARUH PEMBERIAN PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (Psudomonas fluorescens) TERHADAP NEMATODA PURU AKAR Meloidogyne sp. PADA TANAMAN TOMAT Annike Putri Damayanti; Bambang Tri Rahardjo; Hagus Tarno
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nematoda puru akar (Meloidogyne sp.) merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman tomat. Penyakit ini dapat  menyebabkan kerusakan secara kualitatif maupun kuantitatif. Oleh karena itu, tindakan pencegahan perlu dilakukan sebelum serangan nematoda puru akar ini semakin meluas. Penggunaan musuh alami nematoda yang berasal dari kelompok organisme, seperti bakteri dapat digunakan sebagai agen hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan isolat bakteri P. fluorescens (UB_Pf1) dalam mengendalikan nematoda puru akar. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kasa dan Laboratorium Hama Tumbuhan, Sub Laboratorium Nematologi, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas  Brawijaya Malang.  Hasil identifikasi jenis nematoda puru akar yang ditemukan adalah Meloidogyne javanica. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan P. fluorescens dapat mengendalikan serangan nematoda puru akar M. javanica pada tanaman tomat (S. lycopercisium). Pengaplikasian 40 ml P. fluorescens dengan kerapatan 109 cfu/ml pada tomat (S. lycopercisium) paling efektif dalam mengendalikan serangan nematoda puru akar (M. javanica) serta mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat.

Page 1 of 1 | Total Record : 5