cover
Contact Name
Suparna Wijaya
Contact Email
sprnwijaya@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
jurnalku.org@gmail.com
Editorial Address
Plaza Cordoba G/03, Serpong, Tangsel
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnalku
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28089030     DOI : https://doi.org/10.54957/jurnalku.v2i4.300
Core Subject : Economy,
Jurnalku merupakan media penyebarluasan hasil penelitian di keuangan umum, termasuk, namun tidak terbatas pada topik ekonomi, bisnis, keuangan, manajemen, akuntansi, kebijakan publik, dan keuangan umum lainnya. Jurnalku terbit empat kali dalam setahun.
Articles 173 Documents
Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Dan Pengungkapan Laporan Keberlanjutan: Peran Moderasi Struktur Kepemilikan Asing Muhammad Syauqi Fuqoha; Amrie Firmansyah
Jurnalku Vol 3 No 3 (2023)
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jurnalku.v3i3.560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan laporan keberlanjutan dengan menggunakan struktur kepemilikan asing sebagai pemoderasi. Jenis penelitian yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode kuantitatif. Data penelitian terdiri dari laporan keuangan, laporan tahunan, dan laporan keberlanjutan perusahaan sektor keuangan sub sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2020 sampai dengan 2022. Hasil pengujian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap pengungkapan laporan keberlanjutan. Sedangkan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap pengungkapan laporan keberlanjutan. Struktur Kepemilikan asing sebagai variabel moderasi mampu mengurangi pengaruh negatif dari hubungan profitabilitas dengan pengungkapan laporan keberlanjutan, namun tidak memiliki pengaruh terhadap interaksi antara ukuran perusahaan dengan pengungkapan laporan keberlanjutan. Penelitian ini dapat menjadi literatur penelitian mengenai profitabilitas, ukuran perusahaan, pengungkapan laporan keberlanjutan dan struktur kepemilikan asing perusahaan terkait dengan penelitian akuntansi keuangan berbasis pasar modal. Penelitian ini juga dapat dijadikan salah satu rujukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam membuat kebijakan maupun pengambilan keputusan terkait dengan pengungkapan laporan keberlanjutan yang dilakukan oleh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Peluang Bisnis Digital di Indonesia Pada Era Society 5.0 Hanin Febriana; Kartika Vela Andita; Raisha Adinda Rismarina; Agus Maulana
Jurnalku Vol 3 No 3 (2023)
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jurnalku.v3i3.595

Abstract

Masa menuju Society 5.0 ditandai dengan adanya perkembangan Artificial Intelligence, Robotics, Automation, Big Data, serta Internet of Things. Konsep Society 5.0 menjelaskan bahwa setiap hal yang dilakukan manusia akan sangat bergantung pada teknologi. Bisnis digital adalah bisnis yang memanfaatkan teknologi untuk menjalankannya. Bisnis digital bermula dari perkembangan teknologi yang terus dilakukan oleh manusia. Akhirnya setiap sektor kehidupan beralih menjadi digital. Contoh bisnis digital yang paling umum adalah e-commerce. Pada penelitian ini menggunakan metode konseptual. Peneliti melakukan riset berbasis literatur terbaru sesuai dengan kebutuhan penelitian. Dengan adanya konsep era Society 5.0 memungkinkan bisnis digital berkembang dan berinovasi lebih cepat. Dalam menghadapi era Society 5.0 tentunya para pebisnis menemukan peluang bisnis digital dan tantangannya dalam mempertahankan bisnis mereka. Bisnis digital dapat diperluas pemasarannya baik skala nasional maupun internasional. Kemudian terdapat strategi bisnis di era Society 5.0 untuk meminimalisir kerugian yang ada dan bisnis digital mereka akan terus mengalami kemajuan. Era Society 5.0 memberikan banyak manfaat, kemudahan, dan efisiensi dalam pemenuhan kebutuhan. Inovasi terbaru harus digaungkan, masyarakat harus bisa beradaptasi pada era ini. Pebisnis harus mengikuti perubahan teknologi dan memiliki pengetahuan yang luas. Hal ini dibutuhkan karena pebisnis dituntut untuk dapat melakukan inovasi dan merancang strategi logis agar tidak tertinggal kompetitornya dan bisnis digital dapat terus berkembang.
Pengaruh Kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Dan Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terhadap Opini Audit Yudha Rahmat Ageng; Fadlil Usman
Jurnalku Vol 3 No 4 (2023)
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jurnalku.v3i4.597

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan APIP dan kematangan SPIP terhadap opini audit pada LKPD. Penelitian dilakukan terhadap seluruh pemerintah daerah di Indonesia yang sampai dengan saat penelitian ini dilakukan, telah memperoleh opini audit terhadap LKPD periode tahun 2020 dan 2021 serta memiliki tingkat kapabilitas APIP dan tingkat maturitas SPIP. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode analisis regresi logistik biner untuk menganalisis data yang diperoleh. Populasi dan sampel penelitian yang digunakan adalah 541 pemerintah provinsi/kabupaten/kota di Indonesia pada tahun 2020 dan 2021. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari IHPS BPK semester I tahun 2022, dan Laporan Kinerja BPKP tahun 2020 dan 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapabilitas APIP dan maturitas SPIP secara parsial berpengaruh signifikan positif terhadap opini audit atas LKPD yang dikeluarkan oleh BPK. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan kepada pemerintah daerah dan BPKP selaku instansi pembina APIP dan SPIP untuk saling membangun sinergi dalam meningkatkan kualitas akuntabilitas penyelenggaraan pemerintah daerah khususnya dalam penyusunan laporan keuangan.
Pengaruh Peran Pengawasan atas Akuntabilitas Keuangan dan Pengawasan atas Kualitas Pengendalian Intern terhadap Tata Kelola Pemerintah Daerah Yolinda Aprillia; Fadlil Usman
Jurnalku Vol 3 No 4 (2023)
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jurnalku.v3i4.600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengaruh peran pengawasan atas akuntabilitas keuangan dan pengawasan atas kualitas pengendalian intern terhadap tata kelola pemerintah daerah. Penulis menggunakan proksi pengukuran tata kelola pemerintah daerah sebagai variabel dependen berupa nilai komposit tata kelola berkelanjutan pemerintah kabupaten dalam Laporan IDSDB. Adapun proksi variabel independen berupa peran pengawasan atas akuntabilitas keuangan diukur berdasarkan nilai potensi penerimaan daerah yang terealisasi dan nilai efisiensi pengeluaran daerah. Di samping itu, pengawasan atas kualitas pengendalian intern diukur berdasarkan level kapabilitas APIP, level maturitas SPIP, dan level MRI. Data proksi variabel independen diperoleh melalui data realisasi indikator kinerja pada laporan kinerja tahunan dari 34 Kantor Perwakilan BPKP. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah berupa data panel dalam periode tahun 2020 sampai dengan 2022 dengan pemilihan sampel melalui metode purposive sampling. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji regresi data panel dengan metode estimasi fixed effect model (FEM), yang terdiri dari uji-F dan uji-T. Hasil dari uji T menyatakan bahwa peran pengawasan atas akuntabilitas keuangan tidak berpengaruh secara individual terhadap tata kelola pemerintah daerah, sedangkan peran pengawasan atas kualitas pengendalian intern berpengaruh positif secara individual terhadap tata kelola pemerintah daerah. Selain itu, hasil uji F menyatakan bahwa kedua variabel independen dalam penelitian ini berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen.   Keywords: accountability, internal control, governance
Laporan Keberlanjutan: Manfaat Dan Perkembangan Standar Limarwati , Dinar; Alfiyani , Yola Sri Ratna; Firmansyah, Amrie
Jurnalku Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jurnalku.v4i1.635

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas laporan keberlanjutan secara komprehensif dari segi manfaat serta perkembangan standarnya. Metode penelitian yang digunakan dalam rangka menjawab pertanyaan penelitian yaitu metode kualitatif dengan pendekatan literatur review dengan teknik pengumpulan data dokumentasi melalui data sekunder seperti artikel jurnal ilmiah, jurnal, situs-situs resmi perusahaan dan organisasi, serta sumber data lain yang mendukung tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laporan keberlanjutan memiliki berbagai manfaat baik dari untuk internal maupun eksternal perusahaan. Dari segi internal perusahaan, laporan keberlanjutan dapat meningkatkan efisiensi serta manajemen risiko perusahaan. Dari segi eksternal perusahaan, laporan keberlanjutan dapat mengurangi dampak negatif pada lingkungan, sosial, dan tata kelola serta meningkatkan nilai perusahaan yang di dalamnya mencakup reputasi, kepercayaan, serta hubungan dengan pemangku kepentingan. Standar dalam penyusunan laporan keberlanjutan terus mengalami perkembangan dan penyesuaian agar dapat mengakomodasi kebutuhan stakeholder. Standar GRI telah mengalami beberapa kali perubahan sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2000. Standar laporan keberlanjutan yang saat ini secara umum digunakan oleh perusahaan di Indonesia adalah Standar GRI (2016), Standar SASB, dan Peraturan OJK Nomor 51/POJK.02/2017. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam melengkapi dan menambah literatur dalam bidang akuntansi keberlanjutan, khususnya mengenai pembahasan manfaat serta perkembangan standar laporan keberlanjutan yang ada di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak pembuat kebijakan di Indonesia dalam membuat kebijakan terkait dengan laporan keberlanjutan di Indonesia.
Bagaimana Peluang Dan Tantangan Implementasi Atas Pengungkapan Emisi Karbon Di Indonesia? Doloksaribu, Raja Pranatha; Silkapianis , Asya Annisa; Firmansyah, Amrie
Jurnalku Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jurnalku.v4i2.636

Abstract

Peningkatan gas rumah kaca (GRK) telah mengubah iklim dan lingkungan. Pengungkapan emisi karbon memainkan peran penting dalam mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon. Tujuan dari penelitian ini adalah menyoroti pentingnya pengungkapan emisi karbon di Indonesia sebagai salah satu upaya dalam mengurangi jejak karbon. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui literatur review. Data dalam penelitian ini adalah informasi dari penelitian terdahulu, penerapan best practices kebijakan carbon disclosure di berbagai negara, dan studi literatur lainnya. Data kemudian dikumpulkan dan dianalisis melalui thematic analysis dan dilakukan triangulasi. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa pengungkapan emisi karbon dapat mendorong perubahan perilaku dan meningkatkan kesadaran kesadaran publik tentang perubahan iklim dan emisi karbon. Pengungkapan emisi karbon juga berdampak positif terhadap pengurangan jejak karbon, serta berdampak positif pada reputasi perusahaan. Berbeda dengan beberapa negara yang telah menerapkan mandatory carbon disclosure, Indonesia saat ini belum mewajibkan pengungkapan emisi karbon dan pengungkapan masih besifat voluntary. Sifat pengungkapan emisi karbon yang masih sukarela tersebut juga menyebabkan tingkat pengungkapan karbon masih rendah karena menandakan bahwa tingkat kesadaran mengenai isu emisi karbon di antara entitas bisnis perusahaan masih terbatas. Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan diharapkan dapat menyusun penguatan regulasi mengenai pengungkapan emisi karbon yang bersifat wajib untuk dapat meningkatkan tingkat pengungkapan emisi karbon di Indonesia.
Berhasilkah Implementasi Pengadaan Publik Berkelanjutan Di Indonesia? Suci, Saraswati Nirmala; Cendekiawan, Muslim; Firmansyah, Amrie
Jurnalku Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jurnalku.v4i1.644

Abstract

Pada era perkembangan industri dan pertumbuhan populasi yang tak terelakkan, dampak lingkungan menjadi perhatian utama di seluruh dunia. Dalam konteks ini, konsep pengadaan berkelanjutan muncul sebagai strategi pengadaan barang dan jasa yang berfokus pada aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk membahas perkembangan dan tren terkini dalam bidang pengadaan berkelanjutan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mengumpulkan informasi dari penelitian terdahulu mengenai pengungkapan keberlanjutan dan dilanjutkan dengan menganalisis konteks yang relevan terhadap tujuan dan ruang lingkup penelitian yang dilakukan. Studi literatur yang dilakukan mencakup artikel ilmiah yang memiliki berbagai metode penelitian serta memiliki keterkaitan dengan topik penelitian. Artikel ilmiah yang diambil dari berbagai jurnal internasional dan nasional telah mengulas definisi, manfaat, tantangan, dan dampak bagi suatu organisasi dalam menerapkan pengadaan berkelanjutan. Hasil dari informasi yang dikumpulkan berikutnya dibandingkan dan dihubungkan dengan perkembangan praktik pengadaan berkelanjutan pada sektor publik di Indonesia. Penelitian ini meyimpulkan bahwa kriteria dan standar dalam pengadaan publik berkelanjutan intinya adalah mempertimbangkan aspek lingkungan saat membeli produk, jasa, atau pekerjaan. Pengadaan berkelanjutan memiliki banyak manfaat, baik bagi lingkungan, sosial, dan ekonomi. Selain itu, juga terdapat berbagai peluang dan tantangan dalam penerapan kebijakan ini. Berdasarkan hasil penelitian, Indonesia telah memiliki beberapa kebijakan dan peraturan terkait pengadaan berkelanjutan, namun implementasinya masih relatif terbatas dan sedikit. Oleh karena itu, pemerintah disarankan untuk membuat peraturan khusus tentang tata cara pelaksanaan pengadaan publik berkelanjutan lalu kementerian/lembaga/pemerintah daerah juga perlu membuat peraturan turunan untuk masing-masing instansinya.
Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Khusus Fisik, Dan Dana Desa Terhadap Kemiskinan Dan PDRB Daerah Tertinggal Mochamad Gatot Awaludin; Puji Wibowo
Jurnalku Vol 3 No 4 (2023)
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jurnalku.v3i4.645

Abstract

Daerah tertinggal menjadi fokus utama pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada tahun 2015-2019 mengenai kemiskinan daerah tertinggal menunjukkan angka yang menurun namun belum mencapai target yang telah ditetapkan pemerintah dalam RPJMN 2015-2019, sedangkan terjadi peningkatan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) pada daerah tertinggal dari tahun ke tahun. Desentralisasi fiskal menjadi salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengentaskan daerah tertinggal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan membuktikan secara empiris mengenai pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Khusus Fisik (DAK Fisik) dan Dana Desa terhadap kemiskinan dan PDRB daerah tertinggal selama periode 2015-2019. Hasil pengujian menunjukkan secara simultan PAD, DAK Fisik dan Dana Desa memiliki pengaruh signifikan terhadap kemiskinan dan PDRB. PAD memiliki pengaruh signifikan positif terhadap PDRB namun tidak memiliki pengaruh terhadap kemiskinan. DAK Fisik tidak memiliki pengaruh terhadap kemiskinan dan PDRB. Dana Desa memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap kemiskinan dan signifikan positif terhadap PDRB.
Pengaruh Urbanisasi Dan Kontribusi Sektor Jasa Terhadap Penerimaan Pajak Dengan Kualitas Peraturan Sebagai Variabel Moderating Praja, Rama Bhaskara; Wijaya, Suparna
Jurnalku Vol 3 No 4 (2023)
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jurnalku.v3i4.663

Abstract

Taxes are the backbone of a country's revenue, especially developing countries. The higher the tax revenue, the higher the country's ability to fund various government activities such as education, health, defense, social welfare programs, public infrastructure projects, and others. lower-middle income countries have less tax revenue than upper-income countries. Therefore, it is important to find the factors that influence tax revenues in lower-middle income countries. This research was conducted using linear regression with panel-corrected standard errors or known as PCSE. The results of the study show that simultaneously urbanization, the service sector and the moderating variable in the form of the quality of regulations affect tax revenues significantly. While partially, the urbanization has a positive effect on tax revenues. On the other hand, the service sector and regulatory quality have a negative effect on tax revenues. From the results of the moderation regression analysis, it was found that the quality of regulations does not moderate the effect of urbanization on tax revenues. On the contrary, from the interaction with the service sector, it is found that the quality of regulations weakens the negative influence of the service sector on tax revenues.
Pengaruh Agrikultur Dan Pendapatan Per Kapita Terhadap Penerimaan Pajak Di Negara Sub Sahara Afrika Dengan Kualitas Peraturan Sebagai Pemoderasi Zulfi, Muhammad Ramadhan; Wijaya, Suparna
Jurnalku Vol 3 No 4 (2023)
Publisher : PT Wim Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jurnalku.v3i4.664

Abstract

This study aims to determine the effect of the agricultural sector and per capita income on tax revenues with the quality of regulations as moderators in Sub-Saharan Africa. This study uses secondary data sourced from the World Bank in Sub-Saharan Africa with a span of 18 years from 2002 to 2019. There are 33 countries that are the object of this research. The research was conducted using panel data regression with the Panel-Corrected Standard Error model. Based on the results of the study, it was found that an increase in the proportion of agricultural sector output to gross domestic product had a negative effect on tax revenues. An increase in per capita income has a positive effect on tax revenues. Improving the quality of regulations has a positive effect on tax revenues. It was found that the moderating variable of regulatory quality strengthens the relationship between agricultural variables and tax revenue variables. This is due to the poor average regulatory quality index in sub-Saharan African countries. Meanwhile, the regulatory quality moderating variable does not affect the relationship between per capita income and tax revenue.

Page 11 of 18 | Total Record : 173