cover
Contact Name
I Ketut Andika Priastana
Contact Email
publikasi@triatmamulya.ac.id
Phone
+62361-412971
Journal Mail Official
publikasi@triatmamulya.ac.id
Editorial Address
Jl. Kubu Gunung, Tegal Jaya, Dalung, Kuta Utara, Badung - Bali
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Research
ISSN : -     EISSN : 26229412     DOI : -
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Research (IDJHR) is a open source journal (e-journal) for nurses, midwife, health care profession, and researcher which published by Universitas Triatma Mulya. Starting in 2019, the Indonesian Journal of Health Research will be published three times a year in April, August, and December. The Indonesian Journal of Health Research received both article research and original literature review articles that have not been published in other medias or other scientific journals. Focus and scopes of the journal including: Public health Nursing Midwifery Nutrition Environmental health Health promotion Health education Physical therapy Pharmacology Health administration
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2020): Agustus" : 5 Documents clear
Hubungan Dukungan Suami dengan Lama Persalinan Kala II pada Primigravida di PMB Ni Made Ayu Wulandari Ni Made Ayu Wulandari; I Made Rio Dwijayanto
Indonesian Journal of Health Research Vol. 3 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.486 KB) | DOI: 10.51713/idjhr.v3i2.64

Abstract

Dukungan suami pada proses persalinan belum sepenuhnya dapat dilakukan di fasilitas kesehatan atau di wilayah nusantara. Pada saat sekarang ini dukungan suami pada proses persalinan merupakan salah satu prinsip dasar dari asuhan sayang ibu, yaitu dengan mengikut sertakan suami dan keluarga selama proses persalinan dan kelahiran bayi. Dukungan suami di PMB Ni Made Ayu Wulandari ini sudah cukup bagus karena rata-rata dari sepuluh persalinan tujuh didukung oleh suaminya dan tiga sisanya tidak didukung. Dukungan yang dimaksud adalah dukungan instrumental, dukungan penilaian, dukungan informasional, dan dukungan emosional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara dukungan suami dengan lama persalinan kala II pada primigravida. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dari populasi 30 orang. Responden berjumlah 30 orang. Jenis penelitian adalah observatif. Cara pengumpulan data dengan pengisian lembar observasi. Penelitian ini menunjukan dukungan suami yang baik berjumlah 25 responden (83,3%), dukungan suami yang cukup berjumlah lima responden (16,7%). Berdasarkan hasil analisis dengan fisher exact test, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (p=0,000<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa dukungan suami berhubungan signifikan.
Hubungan Gaya Kepemimpinan dan Karakteristik Individu dengan Kinerja Perawat Suni Suni; Suratmi Suratmi; Nurul Hikmatul Qowi
Indonesian Journal of Health Research Vol. 3 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.257 KB) | DOI: 10.51713/idjhr.v3i2.65

Abstract

Pendahuluan. Kinerja perawat merupakan hasil kerja yang dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu organisasi. Kinerja perawat dapat dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan kepala ruangan dan karakteristik perawat itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan gaya kepemimpinan dan karakteristik individu dengan kinerja perawat. Metode. Desain penelitian menggunakan Korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat yang berada di ruang rawat inap pada bulan Maret-April 2021 dengan sampel 32 perawat pelaksana dengan menggunakan teknik Total Sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner dan lembar observasi. Setelah data terkumpul ditabulasi dan dianalisis menggunakan uji Sparman Rho dengan α = 0,05. Hasil. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan signifikan gaya kepemimpinan dengan kinerja perawat di ruang rawat inap (p = 0,00), dan ada hubungan signifikan karakteristik individu dengan kinerja perawat di ruang rawat inap (p = 0,00). Kesimpulan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa kepala ruangan agar menerapkan gaya kepemimpinan yang disesuaikan dengan kondisi yang ada di rumah sakit. Perawat pelaksana juga harus meningkatkan kinerjanya dalam memberikan asuhan keperawatan diruang rawat inap
Hubungan Self-Efficacy dengan Kualitas Hidup Pasien Stroke Rawat Jalan pada Lansia I Kadek Dian Saputra; I Made Rio Dwijayanto
Indonesian Journal of Health Research Vol. 3 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.917 KB) | DOI: 10.51713/idjhr.v3i2.66

Abstract

Meningkatnya angka kejadian stroke baik di dunia maupun di Indonesia menjadi masalah bagi lansia. Lansia yang mengalami stroke mengalami penurunan kualitas hidup, terbukti bahwa 8 dari 10 orang pasien stroke lansia semuanya mengalami penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisitik pasien yang menderita stroke pada lansia berdasarkan umur, jenis kelamin dan mengetahui hubungan self-efficacy dengan kualitas hidup pasien stroke pada lansia di Poliklinik Saraf RSU Negara. Metode: penelitian ini menggunakan analisis adalah spearman rank test. Subjek dalam penelitian ini adalah pasien stroke di Poliklinik saraf RSU Negara yang berjumlah 39 orang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner World Health Organization Quality of Life (WHOQOL-BREF) oleh WHO (1996) dan general self-efficacy scale. Hasil: Pasien stroke pada lansia lebih banyak pada rentang umur 51-56 (35,9%) yang di dominasi berjenis kelamin laki-laki sebanyak 27 (69,2%), self-efficacy sedang 19 (48,7%), kualitas hidup sedang 20 (51,3%), terdapat hubungan antara self-efficacy dengan kualitas hidup pasien stroke pada lansia dengan r = 0.847 dan p = 0.00 (<0,05). Kesimpulan: Pasien stroke rawat jalan pada lansia lebih banyak pada umur 51-56 tahun dengan jenis kelamin laki-laki, self-efficacy paling banyak dengan kategori sedang dengan kualitas hidup cukup, dan ada hubungan antara self-efficacy dengan kualitas hidup pasien stroke pada lansia di Poliklinik Saraf RSU Negara.
Pengaruh Terapi EFT (Emotional Freedom Techniques) terhadap Kecemasan pada Lansia Grenda Aprilyawan
Indonesian Journal of Health Research Vol. 3 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.014 KB) | DOI: 10.51713/idjhr.v3i2.67

Abstract

Pendahuluan. Proses menua (aging) merupakan proses alami yang dihadapi manusia dimana terjadi penurunan atau perubahan kondisi fisik, emosional, psikososial yang tentunya akan mempengaruhi produktivitasnya. Keadaan itu cenderung berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum (fisik) maupun kesehatan jiwa secara khusus pada individu yang lanjut usia. Salah satu perubahan tersebut adalah kecemasan. Kecemasan merupakan masalah psikologi yang sering dihadapi oleh lansia dimana kecemasan mempunyai rentang respon adaptif sampai maladaptif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi EFT (Emotional Freedom Technique) terhadap kecemasan pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Kab. Buleleng. Metode. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian pre eksperimen dengan desain one group pre test-post test design dalam satu kelompok. Populasi dalam penelitian adalah seluruh lansia yang mengalami insomnia di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Mara Pati Kab. Buleleng dengan besar sampelnya 32 responden, dengan pengambilan sample menggunakan teknik total sampling. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner. Data yang diperoleh kemudian dilakukan coding, scoring, tabulating, dan dianalisa uji wilcoxon dengan nilai signifikan sebesar 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil p value < α yang artinya ada pengaruh terapi EFT (Emotional Freedom Technique) terhadap kecemasan pada lansia. Melihat hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai terapi non farmakologi oleh lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Kab. Buleleng untuk meningkatkan kualitas tidur yang dilakukan setiap 3 kali dalam seminggu Hasil. Hasil penelitian menunjukkan setelah diberikan perlakuan terapi EFT tingkat kecemasan lansia mengalami perubahan yaitu sejumlah 22 responden (68,8%) mengalami kecemasan tingkat normal, sejumlah 8 responden (25%) mengalami kecemasan tingkat rendah, dan 2 responden (6,2%) yang masih mengalami kecemasan tingkat sedang. Kesimpulan. Dari data hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh terapi EFT (Emotional Freedom Technique) terhadap kecemasan pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Kab. Buleleng.
Pengaruh Sleep Hygiene terhadap Kualitas Tidur pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Mara Pati Buleleng Tri Suryo Wibowo
Indonesian Journal of Health Research Vol. 3 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.56 KB) | DOI: 10.51713/idjhr.v3i2.68

Abstract

Pendahuluan. Kualitas tidur berkaitan dengan bertambahnya usia. Lansia yang berusia 65 tahun sekitar 50% sering mengalami gangguan tidur. Gangguan tidur dapat menandakan adanya sleep hygiene yang buruk. Dampak dari gangguan tidur tersebut berakibat tidak terpenuhinya kualitas dan kuantitas tidur pada lansia, sehingga lansia mudah terserang penyakit. Terapi aktivitas sleep hygiene sebagai terapi non-farmokologi yang dapat memperbaiki kualitas tidur lansia. Metode. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan metode Pre Experimental Design dengan rancangan One-Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 15 orang. Kualitas tidur diukur dengan Pitsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Teknik analisis data menggunakan uji Paired T-Test untuk mengetahui pengaruh dan perbedaan skor kualitas tidur sebelum dan sesudah terapi aktivitas sleep hygiene. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan setelah diberikan sleep hygiene menunjukkan kualitas tidur pada lansia mengalami perubahan sebagian besar kategori agak baik sebanyak 12 orang (80,0%) dan kategori agak buruk sebanyak 3 orang (20,0%). Hasil uji paired T-Test menunjukkan nilai p-value 0,000 (p-value <0,05) maka Ha diterima yang artinya adanya pengaruh terapi aktivitas sleep hygiene terhadap kualitas tidur pada lansia. Kesimpulan. Terdapat perbedaan rata-rata kualitas tidur sebelum dilakukan terapi aktivitas sleep hygiene (10,07) dan kualitas tidur setelah dilakukan terapi aktivitas sleep hygiene (6,07). Dapat diketahui perbedaan rata-rata kualitas tidur sebelum dan sesudah perlakuan yaitu (4,00).

Page 1 of 1 | Total Record : 5