Articles
1,408 Documents
ANALISIS PERMINTAAN BERAS DI KOTA SAMARINDA
MISBAHUL MUNIR
Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman (JIEM) Vol 1, No 2 (2016): Juni
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29264/jiem.v1i2.709
The purpose of this research is to analyze the effect of Price and Income per Capita to Rice Demand in Samarinda City. This research uses library research. The used data type is quantitative data. The data source for this research is secondary data. The data is collected by collecting data to related instance and analyzed using function powers model Cobb-Douglas. This research’s result shows that Rice Price and Income per Capita has a significant effect to Rice Demand in Samarinda City. Calculation result correlation coefficient (R= 0,984) which means that free variable has a strong bond. When value of R2 is 0,968 which shows that free variable in this research can explain that bound variable as big as 96,8% while the rest is explained by other variable.Keyword: Price, Income per Capita, and Rice Demand.
Pengaruh infrasturktur jalan dan investasi swasta serta tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi
Emiliana Emiliana;
Warsilan Warsilan;
Emmilya Umma Aziza Gaffar
Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman (JIEM) Vol 6, No 4 (2021): November
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29264/jiem.v6i4.8057
Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis dan mengkaji pengaruh Infrastruktur jalan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di provinsi Kalimantan Timur. Menganalisis dan mengkaji pengaruh Investasi Swasta terhadap Pertumbuhan Ekonomi di provinsi Kalimantan Timur. Menganalisis dan mengkaji pengaruh Tenaga Kerja terhadap Pertumbuhan Ekonomi di provinsi Kalimantan Timur. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Teknik analisis Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur jalan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi swasta berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, Infrastruktur jalan, investasi swasta dan Tenaga kerja terhadap Pertumbuhan ekonomi, secara bersama-sama infrastruktur jalan dan investasi swasta serta tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Timur.
Pengaruh karakteristik pemerintah daerah terhadap kinerja keuangan
Asni Nurjamiati;
Aji Sofyan Effendi;
Juliansyah Roy
Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman (JIEM) Vol 2, No 2 (2017): Juni
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29264/jiem.v2i2.1900
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakterisatik pemerintah daerah terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah di Kota Samarinda sejak tahun 2006-2015. Dengan menggunakan laporan realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kota Samarinda. Menunjukan bahwa Kinerja Keuangan Pemerintah kota Samarinda secara umum dikatakan masih belum baik. Dibuktikan dengan rasio evesiensi rata-rata diatas 100%, Pendapatan Daerah yang belum maksimal, Belanja Daerah yang lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan daerah yang diperoleh, sehingga mengalami defisit. Pendapatan berpengaruh positif signifikan sedangkan belanja daerah dan leverage masih berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan di kota Samarinda.
Analisis penerimaan daerah (studi komparatif sebelum dan saat otonomi daerah)
Rina Puspita;
Zamruddin Hasid;
Diana Lestari
Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman (JIEM) Vol 2, No 3 (2017): September
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29264/jiem.v2i3.1342
Penerimaan daerah merupakan salah satu unsur yang dapat menjadi tolak ukur keberhasilan dan kemampuan suatu daerah untuk berotonomi, terutama pada sisi penerimaan yang bersumber dari daerah itu sendiri, karena salah satu persayaratan utama dalam melaksanakan otonomi daerah secara baik adalah tersedianya dana yang mampu membiayai anggaran rutin dan anggaran pembangunan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penerimaan Daerah Pemerintah Kota sebelum dan sesudah Otonomi Daerah di Kotamadya Samarinda tahun 1997-2005. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah Uji Mann Whitney, dan Analisis Deskriptif. Berdasarkan Uji Mann Whitney memperlihatkan sebagian besar kota Samarinda ada perbedaan kontribusi penerimaan daerah yang signifikan antara sebelum otonomi daerah dengan sesudah otonomi daerah. Nilai mean rank kontribusi pajak dan retribusi sesudah otonomi daerah 7,00) lebih tinggi daripada sebelum otonomi daerah (2,50). Adanya peningkatan kontribusi pajak dan retribusi sesudah otonomi daerah, antara lain disebabkan daerah sangat agresif dalam mengeluarkan peraturan daerah yang berkaitan dengan PAD, khususnya retribusi dan pajak daerah.
Pengaruh pertumbuhan ekonomi dan investasi swasta terhadap ketimpangan pendapatan dengan dana perimbangan sebagai variabel moderasi
Achmad Efendi;
Priyagus Priyagus
Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman (JIEM) Vol 7, No 2 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29264/jiem.v7i2.11487
Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh variabel pertumbuhan ekonomi terhadap ketimpangan pendapatan, mengetahui dan menganalisis pengaruh variabel investasi swasta terhadap ketimpangan pendapatan, mengetahui dan menganalisis pengaruh variabel dana perimbangan terhadap ketimpangan pendapatan, mengetahui dan menganalisis pengaruh dana perimbangan sebagai variabel moderasi dari variabel pertumbuhan ekonomi terhadap ketimpangan pendapatan serta mengetahui dan menganalisis pengaruh dana perimbangan sebagai variabel moderasi dari variabel investasi swasta terhadap ketimpangan pendapatan. Hasil penelitian ditemukan bahwa variabel Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi Kalimantan Timur, variabel investasi swasta berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi Kalimantan Timur, variabel dana perimbangan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi Kalimantan Timur. Variabel dana perimbangan sebagai variabel moderasi memperkuat pengaruh antara pertumbuhan ekonomi terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi Kalimantan Timur, dan variabel dana perimbangan sebagai variabel moderasi memperlemah pengaruh antara investasi swasta terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi Kalimantan Timur, sehingga dana perimbangan sebagai variabel moderasi memperkuat pengaruh antara pertumbuhan ekonomi terhadap Ketimpangan pendapatan dan memperlemah investasi swasta terhadap Ketimpangan pendapatan.Â
PENGARUH INVESTASI DAN TENAGA KERJA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI SEKTOR PERTAMBANGAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
NANDA KUSUMAWARDHANI
Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman (JIEM) Vol 1, No 3 (2016): September
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29264/jiem.v1i3.308
The aim of this study was to determine the effect of the Mining Sector Investment and Employment Mining Sector in East Kalimantan province. Methods or analysis tools used in this study is multiple regression analysis approach classical assumptions are processed in a detailed explanation. This study used secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS). From the results of data analysis that I do can be concluded that: (1) As a region that relies heavily on investment, economic growth in the province of East Kalimantan is still affected by the performance of mining production. (2) Lack of Labor could cause an obstacle to mining production.Keywords: Multiple Regression Analysis, Investment, Economic Growth, Employment.
Pengaruh indeks kemampuan keuangan daerah dan belanja daerah terhadap pendapatan asli daerah (pad) kabupaten kutai timur
Febriana Kadong;
Priyagus Priyagus;
Siti Amalia
Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman (JIEM) Vol 6, No 3 (2021): September
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29264/jiem.v6i3.8654
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh indeks kemampuan keuangan daerah dan belanja daerah terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Penelitian ini di lakukan di Kota Samarinda dengan metode kuantitatif yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur pada perkembangannya, berdasarkan kondisi Perekonomian Balai Pusat Statistik Kabupaten Kutai Timur Tahun 2013 menunjukkan adanya total pendapatan asli daerah yang cederung fluktuatif dari tahun 2008 hingga 2016. Hal ini menunjukkan struktur Pendapatan Asli Daerah yang bersangkutan. Selain dari pada itu, kondisi ini juga dipengaruhi dengan adanya usaha dari pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam pengalokasian dana pembangunan dalam bentuk investasi.
Pengaruh inflasi dan pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat pengangguran
Qaulul Hudha;
Michael Michael;
Diana Lestari
Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman (JIEM) Vol 2, No 4 (2017): November
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29264/jiem.v2i4.1635
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Malinau dan Propinsi Kalimantan Timur dalam bentuk time series (tahun 2004-2013). Sementara itu, penelitian menggunakan analisis regresi linier berganda melalui asumsi klasik dan statistik uji dengan SPSS versi 23.0. Hasil analisis melalui uji statistik menunjukkan bahwa inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran. Artinya, nilai positif pada inflasi menunjukkan bahwa pendekatan kurva Phillip tidak tepat bila diterapkan sebagai kebijakan untuk mengurangi tingkat pengangguran di Kabupaten Malinau. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi bukanlah efek negatif yang signifikan terhadap tingkat pengangguran. Artinya, nilai negatif pada variabel inflasi menunjukkan bahwa pendekatan hukum Okun sangat tepat bila diterapkan sebagai kebijakan untuk mengurangi tingkat pengangguran di Kabupaten Malinau. Kemudian, hasilnya juga menunjukkan apakah inflasi merupakan variabel yang dominan berpengaruh terhadap tingkat pengangguran di Kabupaten Malinau.
Penerapan model analisis lq dan analisis shift share pada pergeseran penyerapan tenaga kerja sektoral
Bimo Virgiawan Listanto;
Warsilan Warsilan;
Emmilya Umma Aziza Gaffar
Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman (JIEM) Vol 2, No 3 (2017): September
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29264/jiem.v2i3.1490
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pergeseran sektoralekonomi yang menyebabkan terjadinya pergeseran penyerapan tenaga kerja di Kota Samarinda beserta strategi pengembangannya. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Location Quotient, analisis Shift Share, analisis Kuadran dan analisis SWOT. Selain itu juga dibantu dengan sistem komputerisasi yaitu Microsoft Office Excel 2007. Berdasarkan hasil analisis LQ dapat diketahui bahwa Sektor Tersiermerupakan sektor yang paling berperan dalam pertumbuhan ekonomi Kota Samarinda. Berdasarkan hasil analisis Shift Share serta analisis kuadran menunjukkan bahwa Sektor Primer yang termasuk Kuadran I karena memiliki pertumbuhan bauran industri (Mij) yang tumbuh cepat serta memiliki daya saing yang kuat (Cij), kemudian yang termasuk Kuadran II ialah Sektor Tersier yang memiliki pertumbuhan bauran industri yang tumbuh cepat (Mij) namun memiliki daya saing yang lemah (Cij) dan yang termasuk Kuadran III yaitu Sektor Sekunder yang memiliki pertumbuhan bauran industri yang lamban (Mij) namun memiliki daya saing yang kuat (Cij). Namun jika dilihat dari tingkat penyerapan tenaga kerjanya dari tahun 2004 hingga 2013 menunjukkan bahwa sektor tersier memiliki tingkat penyerapan tenaga kerja tertinggi sebesar 67,46% atau 177.221 jiwa, kemudian sektor sekunder sebesar 20,43% atau 53.678 jiwa dan yang terakhir sektor primer sebesar 12,11% atau 31.806 jiwa. Berdasarkan hasil analisis SWOT, Kota Samarinda meningkatkan produktivitas sektor-sektor yang termasuk sektor basis dan memaksimalkan sektor yang memiliki pertumbuhan bauran industri yang tumbuh pesat serta memiliki daya saing yang kuat di Kota Samarinda.
Determinan pengangguran dan kemiskinan
Eri Nugraha;
Fitriadi Fitriadi;
Ardi Paminto
Jurnal Ilmu Ekonomi Mulawarman (JIEM) Vol 7, No 2 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29264/jiem.v7i2.10011
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji determinan pengangguran dan kemiskinan yang terdiri dari produk domestik regional bruto (PDRB), investasi, inflasi dan jumlah penduduk di Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian dirancang dengan pendekatan kuantitatif untuk mellihat seberapa besar pengaruh dari produk domestik regional bruto (PDRB), investasi, inflasi dan jumlah penduduk terhadap pengangguran dan kemiskinan.Berdasarkan hasil analisis, produk domestik regional bruto (PDRB) secara langsung berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengangguran di Provinsi Kalimantan Timur dan secara langsung berpengaruh tidak signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Kalimantan Timur. Investasi secara langsung berpengaruh tidak signifikan terhadap pengangguran di Provinsi Kalimantan Timur dan secara langsung berpengaruh tidak signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Kalimantan Timur. Inflasi secara langsung berpengaruh tidak signifikan terhadap pengangguran di Provinsi Kalimantan Timur dan secara langsung berpengaruh tidak signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Kalimantan Timur. Jumlah penduduk secara langsung berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengangguran di Provinsi Kalimantan Timur dan secara langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Kalimantan Timur. Pengangguran seara langsung berpengaruh tidak signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Kalimantan Timur. Dari hubungannya secara tidak langsung, keempat variabel eksogen tidak mampu mereduksi kemiskinan melalui pengangguran sebagai variabel intervening karena hasilnya berpengaruh tidak signifikan.