cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekasatyafriansyah@institutpendidikan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
powermathedu@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Jl. Neptunus Timur 1 Blok K 2 No 53c Komp Margahayu Raya Bandung
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu (PME)
ISSN : 29623952     EISSN : 2962245X     DOI : https://doi.org/10.31980/powermathedu
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu (PME) berisi artikel-artikel mengenai pendidikan matematika berbasis TIK yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah berupa diseminasi hasil penelitian yang dihasilkan oleh ahli, ilmuwan, praktisi, dan mahasiswa dalam bidang Pendidikan Matematika dengan lingkup: -Desain Pembelajaran Matematika -Pengembangan Bahan Ajar ataupun Model Pembelajaran -Pengembangan Media/Aplikasi Pembelajaran Matematika -Alat Peraga Pembelajaran Matematika -Analisis Kesulitan Siswa dalam Pembelajaran -Analisis Penerapan Model/Pendekatan/Metode/Strategi Pembelajaran -Media Pembelajaran berbasis IT -Penelitian Tindakan Kelas -Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran Matematika Khusus untuk hasil penelitian, metode penelitian yang digunakan dapat menggunakan penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif, penelitian campuran, penelitian pengembangan, penelitian desain, ataupun jenis penelitian lainnya yang berkaitan dengan topik di atas.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2022)" : 10 Documents clear
Kemampuan representasi matematis siswa pada materi kesebangunan dan kekongruenan di kampung sukawening Suci Marliani; Nitta Puspitasari
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.752 KB) | DOI: 10.31980/powermathedu.v1i2.2224

Abstract

The ability to mathematical representation is an important aspect that must be learned and mastered by students. The knowledge of mathematical representation helps students in the understanding of concepts, problem-solving, mathematical communication, mathematical connection, and the application of mathematical ideas through modeling. The purpose of this study is to determine the ability of students’ mathematical representation in similar and congruent materials. The type of research used was in the form of descriptive qualitative with the research subjects of four students of junior high school class IX in Sukawening Village. Data collection techniques used include tests, interviews, and documentation. The data analysis techniques used are in the form of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that students' mathematical representation ability is moderate. The average score obtained from the three measured indicators was 44.8%. The highest score is found in the verbal indicator, which is 50%, followed by the image indicator at 42.5%, and the symbol indicator at 40.62%. Problems faced by students in answering the measured indicators, including low understanding and mastery of mathematical concepts and students' errors in understanding the material. This results in students not being able to represent their mathematical ideas and ideas in the ordered form. Kemampuan representasi matematis merupakan aspek penting yang harus dipelajari dan dikuasai oleh siswa. Kemampuan representasi matematis membantu siswa dalam dalam pemahaman konsep, penyelesaian masalah, komunikasi matematis, koneksi matematis, dan penerapan ide matematis melalui pemodelan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kemampuan representasi matematis siswa pada materi kesebangunan dan kekongruenan. Jenis penelitian yang digunakan berupa kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian empat orang siswa SMP kelas IX yang berada di Kampung Sukawening. Teknik pengumpulan data yang digunakan diantaranya tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi matematis siswa ada pada kategori sedang. Rata-rata skor yang diperoleh dari ketiga indikator yang diukur sebesar 44,8%. Skor tertinggi terdapat pada indikator verbal, yakni 50%, diikuti oleh indikator gambar sebesar 42,5%, dan indikator simbol sebesar 40,62%. Permasalahan yang dihadapi oleh siswa dalam menjawab indikator yang diukur, diantaranya rendahnya pemahaman dan penguasaan konsep matematis dan kesalahan siswa dalam memahami materi. Hal tersebut mengakibatkan siswa belum mampu merepresentasikan ide dan gagasan matematisnya ke dalam bentuk yang diperintahkan.
Kemampuan pemahaman matematis siswa smp pada materi perpangkatan dan bentuk akar secara daring pada masa pandemi covid-19 di desa jayaraga Pranitha Agustina Hidayat; Reni Nuraeni
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.706 KB) | DOI: 10.31980/powermathedu.v1i2.2230

Abstract

Mathematical understanding ability is the ability to classify mathematical objects and be able to interpret mathematical ideas or concepts. Online learning or electronic learning (e-learning) is an electronic-based learning process, towards the continuity of learning activities during the COVID-19 pandemic in accordance with policies issued by the government by using various media that support learning. This study aims to determine the ability of students' mathematical understanding in solving problems on the matter of Powers and Root Forms. The type of research used is qualitative research. This research was conducted in Jayaraga Village with research subjects of as many as three junior high school students in class IX. The data collection techniques in this research are using written tests and interviews. The results of this study indicate that students who have a high mathematical understanding ability are able to complete 3 indicators of mathematical understanding ability, while students who have a moderate mathematical understanding ability are only able to complete 2 indicators of mathematical understanding ability, and students who have the low mathematical understanding ability are not able to complete all indicators of understanding ability mathematical. Kemampuan pemahaman matematis adalah kemampuan mengklasifikasikan objek-objek matematika dan mampu menginterpretasikan gagasan atau konsep matematika. Pembelajaran daring atau pembelajaran elektronik (e-learning) merupakan sebuah proses pembelajaran berbasis elektronik, terhadap keberlangsungan kegiatan pembelajaran di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemahaman matematis siswa dalam menyelesaikan soal-soal pada materi Perpangkatan dan Bentuk Akar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Desa Jayaraga dengan subjek penelitian sebanyak tiga orang siswa SMP kelas IX. Adapun teknik pengumpulan data dalam peneltian ini adalah menggunakan tes tulis dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa yang memiliki kemampuan pemahaman matematis tinggi mampu menyelesaikan 3 indikator kemampuan pemahaman matematis, sedangkan siswa yang memiliki kemampuan pemahaman matematis sedang hanya mampu menyelesaikan 2 indikator kemampuan pemahaman matematis dan siswa yang memiliki kemampuan pemahaman matematis rendah tidak mampu menyelesaikan semua indikator kemampuan pemahaman matematis.
Kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita tentang bangun ruang sisi lengkung menggunakan prosedur newman Liya Lestari; Ekasatya Aldila Afriansyah
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.933 KB) | DOI: 10.31980/powermathedu.v1i2.2225

Abstract

The fact that many students still struggle with mathematical concepts like the material of curved side space is what spurred this research. This study set out to investigate the errors that students make when applying Newman's technique to narrative problems with curved side spaces. Methodology for descriptive qualitative research is used. Three students who reside in the village of Radug were selected as samples using the purposive sampling technique from a population of all students who had studied the Constructing Curved Side Space content. Tests, field notes, observations, and interviews are just a few of the data collection procedures used. The steps of data reduction, presentation, and conclusion are the data analysis technique used. According to the study's findings, there were 16% reading errors, 50% problem understanding errors, 33% transformation errors, 55% process skills faults, and 59% writing errors in the final answer. Problem-solving is still a joint task that must be solved, so there is a need for other research that can help analyze mathematical errors. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami ide-ide dasar matematika, termasuk ruang sisi lengkung. Penelitian ini melihat kesalahan yang dibuat siswa saat memanfaatkan proses Newman untuk menyelesaikan cerita ruang sisi lengkung. Metodologi penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Purposive sampling digunakan untuk mengambil tiga siswa dari desa Radug sebagai sampel dari populasi semua siswa yang sebelumnya telah mempelajari konten untuk Membangun Sisi Lengkung Ruang. Beberapa metode yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi tes, catatan, observasi, dan wawancara. Teknik analisis data meliputi tahapan reduksi data, penyajian, dan penarikan data. Menurut temuan penelitian, ada 16% kesalahan membaca, 50% kesalahan pemahaman masalah, 33% kesalahan transformasi, 55% kesalahan keterampilan proses, dan 59% kesalahan menulis dalam jawaban akhir. Pemecahan masalah masih menjadi tugas bersama yang harus diselesaikan, maka perlu adanya penelitian lain yang bisa membantu menganalisa kesalahan matematis.
Kemampuan representasi matematis siswa pada materi bilangan berdasarkan self-confidence Nabilah Citra Amalia Ulfa; Rostina Sundayana
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.288 KB) | DOI: 10.31980/powermathedu.v1i2.2231

Abstract

The low ability of students’ mathematical representation has an effect on achievement in mathematics learning. Students find it difficult to understand what is known and asked, also are still not able to find a way out in solving the questions so many students find it difficult to solve the problems given in the form of story questions. Low self-confidence is also an influence on student success because self-confidence itself is self-confidence in doing tasks and choosing good, appropriate, and effective solutions. The purpose of this study was to analyze the mathematical representation ability of number material based on self-confidence. The subjects of this study were three class VIII junior high school students who were taken randomly. The data collection techniques in this study were tests, interviews, documentation, and questionnaires. The results of this study indicate that: (1) Respondents with a high self-confidence category can solve problems on the sub-indicators of making mathematical equations or models from other representations, making image representations to clarify problems and facilitate solving, making problem situations based on the data or representations provided; (2) Respondents with moderate self-confidence and low self-confidence categories can only solve the problem in the sub-indicator to create a problem situation based on the data or representation provided. Rendahnya kemampuan representasi matematis siswa berpengaruh terhadap prestasi dalam pembelajaran matematika. Siswa sulit memahami apa yang diketahui dan ditanyakan, juga masih kurang mampu mencari jalan keluar dalam menyelesaikan soal sehingga banyak siswa yang merasa kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan dalam bentuk soal cerita. Rendahnya Self-confidence juga menjadi pengaruh terhadap keberhasilan siswa karena self-confidence itu sendiri merupakan kepercayaan diri dalam melakukan tugas dan memilih cara penyelesaian yang baik, tepat dan efektif.  Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kemampuan representasi matematis pada materi bilangan berdasarkan self-confidence. Subjek penelitian ini adalah tiga orang siswa SMP kelas VIII yang diambil acak. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes, wawancara, dokumentasi, angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Responden dengan kategori self-confidence tinggi dapat menyelesaikan permasalahan pada sub indikator membuat persamaan atau model matematika dari representasi lain, membuat representasi gambar untuk memperjelas masalah dan memfasilitasi penyelesaian, membuat situasi masalah berdasarkan data atau representasi yang diberikan; (2) Responden dengan kategori self-confidence sedang dan self-confidence rendah hanya dapat menyelesaikan permasalahan pada sub indikator membuat situasi masalah berdasarkan data atau representasi yang diberikan.
Kemampuan komunikasi matematis dan self-confidence siswa pada materi sistem persamaan linear tiga variabel di desa sukaresmi Hapsoh Hapsoh; Deddy Sofyan
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.862 KB) | DOI: 10.31980/powermathedu.v1i2.2226

Abstract

In reality, mathematical communication skills and lack of trust in students in Indonesia are still relatively low. Indications of low mathematical communication skills are seen from the results of a survey conducted by the OECD that shows that students' ability in mathematics learning is at a low level. Indications of weak self-confidence in learners are when students lack confidence when asked to express their opinions on the concept of normality discussed. The purpose of the researcher is to know the mathematical communication skills and self-confidence of students in the material of the three-variable linear equation system. This study was conducted on high school students in the Sukaresmi area with 6 students sampled. The findings in this study include the mathematical communication skills of each student in the SPLTV materials vary, including students with low, medium, and high mathematical communication skills. Furthermore, the achievement of self-confidence in students can also be seen from the level of interpretation obtained by students, namely moderate and high. Students with high self-confidence interpretation tend not to understand the advantages or disadvantages that they have, while students with self-confidence interpretation are not confident in their own abilities, are anxious about solving problems, feel depressed, and tend to be irresponsible. Pada kenyataannya kemampuan komunikasi matematis dan kurangnya rasa percaya pada peserta didik di Indonesia masih tergolong rendah. Indikasi rendahnya kemampuan komunikasi matematis dilihat dari hasil survei yang dilakukan oleh OECD yang menunjukan bahwa kemampuan siswa dalam pembelajaran matematika berada pada level yang rendah. Indikasi lemahnya self-confidence peserta didik adalah saat peserta didik kurang percaya diri ketika diminta untuk mengemukakan pendapatnya mengenai konsep kematematikaan yang dibahas. Adapun tujuan dari penelitian tersebut yaitu untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis dan self-confidence siswa pada materi sistem persamaan linear tiga variabel. Penelitian ini dilakukan pada siswa tingkat SMA/Sederjat di daerah Sukaresmi dengan 6 orang siswa yang dijadikan sampel. Hasil temuan dalam penelitian ini diantaranya kemampuan komunikasi matematis setiap siswa pada materi SPLTV berbeda-beda, diantaranya siswa dengan kemampuan komunikasi matematis rendah, sedang, dan tinggi. Selanjutnya pencapaian self-confidence pada siswa juga dapat dilihat dari tingkat interpretasi yang diperoleh oleh siswa yaitu sedang dan tinggi. Siswa dengan interpretasi self-confidence yang tinggi cenderung tidak memahami kelebihan maupun kekurangan yang dimilikinya, sedangkan siswa dengan interpretasi self-confidence yang sedang kurang percaya pada kemampuan dirinya sendiri, cemas dalam menyelesaikan permasalahan, merasa tertekan serta cenderung tidak bertanggung jawab.
Kemampuan komunikasi matematis siswa smp pada materi bangun ruang sisi datar di kampung gudang kecamatan bayongbong kabupaten garut Nadini Rhamdania; Basuki Basuki
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.709 KB) | DOI: 10.31980/powermathedu.v1i2.2232

Abstract

This research is motivated by low mathematical communication skills and students' difficulties in solving math problems which have an impact on the low ability to solve flat-sided geometrical problems that require students' mathematical communication skills. This study aims to determine students' difficulties in solving communication skills questions on the results of mathematical communication skills tests. The benefit of this research in general is to provide information about the difficulty of students' mathematical communication skills on the material of flat-sided shapes. The research method used in this research is qualitative. The research was carried out in Kampung Gudang with 3 research samples taken from 6 junior high school students in the area. The material used as research material is Building a flat side space. The instrument of this research is a descriptive test of five questions and interviews to explore students' difficulties in working on the questions. The results of the analysis concluded that some students did not understand the form of the question as a whole and still had difficulties in the completion process. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan komunikasi matematis dan kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal matematika yang berdampak pada rendahnya kemampuan dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi datar yang menuntut kemampuan komunikasi matematis siswa.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal kemampuan komunikasi terhadap hasil tes kemampuan komunikasi matematis. Manfaat penelitian ini secara umum adalah untuk memberikan informasi mengenai kesulitan kemampuan komunikasi matematis siswa terhadap materi bangun ruang sisi datar. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Kampung Gudang dengan sampel penelitiannya sebanyak 3 orang yang diambil dari 6 orang siswa-siswi SMP di daerah tersebut. Materi yang dijadikan bahan penelitian yaitu Bangun ruang sisi datar. Instrumen penelitian ini berupa tes uraian berjumlah lima soal dan wawancara untuk mendalami kesulitan siswa dalam mengerjakan soal. Hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa beberapa siswa belum memahami bentuk soal secara keseluruhan dan masih mengalami kesulitan dalam proses penyelesaian. 
Kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau gaya kognitif siswa pada materi sistem persamaan linear dua variabel Hanif Istigosah; Mega Achdisty Noordyana
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.826 KB) | DOI: 10.31980/powermathedu.v1i2.2227

Abstract

How a person processes, stores or uses information to respond to a task or respond to various types of situations from their environment, is called the cognitive style. Cognitive style is one of the factors that affect students' mathematical problem-solving abilities. This study aims to describe students' mathematical problem-solving abilities in terms of reflective and impulsive cognitive styles on the material of a two-variable system of linear equations. This research is qualitative descriptive research conducted in Kp. Babakan. The instruments used are Test, Interview, Observation, and Documentation, with a population of eighth-grade students as many as 8 students. The sample selection in this study was based on the Matching Familiar Figure Test (MFFT) cognitive style test instrument, then a mathematical problem-solving ability test, interviews, and observations. The results of this study indicate that students' mathematical problem-solving abilities are based on a reflective style. Students have mdkkl indicators of mathematical problem-solving ability. However, there are still a few errors in interpreting the results according to the original problem, while students' mathematical problem-solving abilities are based on an impulsive style. Bagaimana cara seseorang memproses, menyimpan maupun menggunakan informasi untuk menanggapi suatu tugas atau menanggapi berbagai jenis situasi dari lingkungannya, disebut dengan gaya kognitif. Gaya kognitif merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ditinjau dari gaya kognitif reflektif dan impulsif pada materi sistem persamaan linear dua variabel. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di Kp. Babakan. Instrumen yang digunakan adalah Tes, Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi, dengan subjek penelitian kelas VIII sebanyak 8 siswa. Pemilihan sampel pada penelitian ini didasari dengan menggunakan instrumen tes gaya kognitif Matching Familiar Figure Test (MFFT), kemudian tes kemampuan pemecahan masalah matematis, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan gaya reflektif. Siswa sudah memenuhi semua indikator kemampuan pemecahan masalah matematis. Namun masih ada sedikit kesalahan dalam menginterpretasikan hasil sesuai permasalahan asal, sedangkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan gaya impulsif.
Kemampuan komunikasi matematis siswa smp pada materi segiempat Aldi Hidayatuloh; Tina Sri Sumartini
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.814 KB) | DOI: 10.31980/powermathedu.v1i2.2233

Abstract

Communication skills need to be possessed by students in learning mathematics. This study aims to analyze junior high school students regarding mathematical communication skills in the quadrilateral material. This research method is descriptive qualitative. Determination of research subjects was carried out by purposive sampling by selecting 2 students of class VII. Data were obtained by conducting written tests and interviews. Each data or information obtained was analyzed in descriptive form. Learning difficulties experienced by students were analyzed based on the results of interviews. Students' mathematical communication skills were analyzed based on indicators of mathematical communication skills. The results of this study are the five indicators of students' mathematical communication skills need to be improved because they are not optimal. Factors that affect mathematical communication skills are the learning process, student understanding and the habit of giving practice questions. Kemampuan komunikasi perlu dimiliki oleh siswa dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis siswa SMP mengenai kemampuan komunikasi matematis pada materi Segiempat. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penentuan subjek penelitian dilakukan secara Purposive Sampling dengan memilih 2 orang siswa kelas VII. Data diperoleh dengan cara melakukan tes tertulis dan wawancara. Setiap data atau informasi yang diperoleh dianalisis dalam bentuk deskriptif. Kesulitan belajar yang dialami siswa dianalisis berdasarkan hasil wawancara. Kemampuan komunikasi matematis yang dimiliki siswa dianalisis berdasarkan indikator-indikator kemampuan komunikasi matematis. Hasil penelitian ini adalah kelima indikator kemampuan komunikasi matematis siswa perlu ditingkatkan karena belum optimal. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan komunukasi matematis yaitu proses pembelajaran, pemahaman siswa serta pembiasaan pemberian latihan soal.
Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas viii smp pada materi geometri Nova Nurhanifah
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.821 KB) | DOI: 10.31980/powermathedu.v1i2.2228

Abstract

The ability to think creatively is a very important ability that everyone has. In everyday life, everyone is always faced with problems that must be solved and require the ability to think creatively to find solutions to the problems at hand. Therefore, the ability to think creatively needs to be formed and developed in school, one of which is through learning mathematics. The ability to think creatively is the ability to find various kinds of new solutions to a mathematical problem in an easy, flexible, and acceptable way. Therefore, this study examines how the mathematical creative thinking ability VIII in one of the Junior High Schools (SMP) in Garut Regency, West Java, Indonesia. The indicators of mathematical creative thinking ability used to display (fluency), flexibility (flexibility), originality (originality), and elaboration (elaboration). This research was conducted on 5 students using a qualitative descriptive method. Data collection techniques in this study is through interview tests. The test used in this study is a mathematical creative thinking ability test in the form of triangle and quadrilateral material test questions that are adjusted to the indicators of mathematical creative thinking ability. While interviews with students as leverage the results of the tests given by researchers. The results showed that the mathematical creative thinking ability in the school was still low. Kemampuan berpikir kreatif merupakan kemampuan yang sangat penting dimiliki setiap orang. Dalam kehidupan sehari-hari setiap orang selalu dihadapkan dengan masalah yang harus dipecahkan dan menuntut kemampuan berpikir kreatif untuk menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi. Maka dari itu kemampuan berpikir kreatif perlu dibentuk dan dikembangkan sejak sekolah, salah satunya melalui pembelajaran matematika. Kemampuan berpikir kreatif matematis adalah kemampuan menemukan berbagai macam solusi yang bersifat baru terhadap suatu masalah matematika secara mudah, fleksibel dan dapat diterima kebenarannya. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji bagaimana kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas VIII di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia. Indikator kemampuan berpikir kreatif matematis yang digunakan yaitu kelancaran (fluency), kelenturan (flexibility), keaslian (originality), dan elaborasi (elaboration). Penelitian ini dilakukan terhadap 5 orang siswa dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu melalui tes wawancara. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan berpikir kreatif matematik berupa soal tes materi segitiga dan segiempat yang disesuaikan dengan indikator kemampuan berpikir kreatif matematik. Sedangkan wawancara kepada siswa sebagai verifikasi dari hasil pengerjaan tes yang diberikan peneliti. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kreatif matematis di sekolah tersebut masih rendah.
Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sekolah menengah pertama negeri 3 tarogong kidul dalam masalah statistika Ripki Margani Kusnadi; Dian Mardiani
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.774 KB) | DOI: 10.31980/powermathedu.v1i2.2229

Abstract

Problem solving is an attempt to find explanations and answers to each problem encountered. Problem solving is a competency that must be mastered by students in learning mathematics. This study aims to analyze the mathematical problem solving ability of junior high school students in statistical problems. This research is a type of qualitative research using a descriptive approach. The subjects in this study consisted of nine grade VIII students at SMP Negeri 3 Tarogong Kidul, Garut Regency. In this study, the instruments used were in the form of written test questions and interviews. Based on the results of data analysis from research that has been carried out, it is concluded that the written test results of nine students are included in the very high category, totaling three students, the high category two students, the medium category one student, the low category one student and the very low category two students with the highest total score is 94 and the very low score is 32. The results are taken from the results of the written test. Pemecahan masalah adalah usaha mencari penjelasan dan jawaban setiap masalah yang dihadapi. Pemecahan masalah merupakan sebuah kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sekolah menengah pertama dalam masalah statistika. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari sembilan orang siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Tarogong Kidul Kabupaten Garut. Pada penelitian ini instrumen yang digunakan yaitu berupa soal tes tertulis dan wawancara. Berdasarkan hasil analisa data dari penelitian yang sudah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa hasil tes tertulis dari sembilan siswa yaitu yang termasuk kategori Sangat tinggi berjumlah tiga siswa, kategori tinggi dua siswa, kategori sedang satu siswa, kategori rendah satu siswa dan kategori sangat rendah dua siswa dengan jumlah skor paling tinggi yaitu 94 dan skor sangat rendah yaitu 32. Hasil tersebut diambil dari hasil tes tulis.

Page 1 of 1 | Total Record : 10