cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285278566869
Journal Mail Official
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Editorial Address
Data Center Building - Kampus II Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Jln Gurun Aua Kubang Putih Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam Sumatera Barat Telp. 0752 33136 Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies
Core Subject : Religion, Social,
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies is an international journal published by the State Islamic Institute of Bukittinggi, West Sumatra, Indonesia. It specializes in research on Islamic and social problems from a range of disciplines and interdisciplinary fields. The interdisciplinary approach in Islamic studies is used as a method to discuss and find solutions to contemporary problems and social issues. The topic covered by this journal includes fieldwork studies with different viewpoints and interdisciplinary studies in sociology, anthropology, education, politics, economics, law, history, literature, and others. The editorial team invites researchers, scholars, and Islamic and social observers to submit research articles that have never been published in the media or other journals.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2019): June 2019" : 7 Documents clear
CONTENT VALIDITY AND RELIABILITY ANALYSIS OF INTEGRATED ISLAMIC-SCIENCE TEST INSTRUMENT TO MEASURE THE STUDENT’S CRITICAL THINKING ABILITY Muhammad Fajrul Bahri; Supahar Supahar
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 5, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.809 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v5i1.894

Abstract

This research is aimed to asses the validity and reliability of Islamic-science integrated test instrument. The instrument was formed in multiple-choice test instrument which is regarded as appropriate to assist student critical thinking ability. The validity of the instrument and its reliability were assessed quantitively. While Aiken’s V was used for assessing content validity, and Alpa Cronbach was used for assessing content reliability. In terms of Item Response Theory, it was assessed through the test I Function information and Standard Error of Measurement (SEM). The result of developing Islamic-science integrated test instrument to measure critical thinking ability was formed in the form of closed-minded multiple choice that consisting of two test packages. The total test items on the instrument are 45 items consisting of 25 items with 5 shared items (anchor). Estimation of the validity test instrument obtained an index ranging from 0.75 to 1. According to classical test theory, the coefficient of reliability was  0.70 and according to the total function information and Standart Error of Measurement, the test instrument was suitable for rangeability from 1.75 to +3. Thus, the test instrument is proved reliable and valid. A total of seven teachers using the declared that the test instrument is appropriate to use in measuring learning outcomes, especially the critical thinking abilities of the student Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konten validitas dan reliabilitas dari intrumen tes terintegrasi agama dan sains. Konten validitas dan reliabilitas dianalisis secara kuantitatif. Pendekatan kuantitatif untuk konten validitas menggunakan Aiken’s V, sedangkan untuk konten reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach dan secara teori respon butir menggunakan fungsi informasi dan kesalahan pengukuran. Hasil pengembangan berupa instrumen tes terintegrasi agama dan sains untuk mengukur kemampuan berpikir kritis berupa tes pilihan ganda beralasan tertutup yang terdiri atas dua paket tes. Total item tes pada instrumen sebanyak 45 item yang terdiri dari 25 item dengan 5 item bersama (anchor). Estimasi validitas instrumen tes menggunakan formula Aiken diperoleh rentang indeks antara 0,75 sampai 1. Estimasi reliabilitas tes menurut teori tes klasik ditunjukkan oleh koefisien Alpha Cronbach sebesar 0,70 dan menurut kurva total  fungsi informasi dan SEM yang berdasar pada teori respon butir (IRT) instrumen tes cocok untuk  rentang kemampuan -1,75 sampai +3. Dengan demikian instrumen tes terbukti valid dan reliabel. Sejumlah tujuh guru pengguna instrumen tes menyatakan bahwa instrumen tes layak digunakan dalam pembelajaran. Dengan demikian instrumen tes cocok dan layak digunakan untuk mengukur hasil pembelajaran khususnya pada kemampuan berpikir kritis peserta didik.
FATHERING STYLES OF MUSLIM FAMILIES PERCEIVED FROM PERSONALITY TYPES IN NORTH SUMATERA Nurhayani Nurhayani
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 5, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.371 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v5i1.960

Abstract

Fathering styles are highly influenced by the cultural background from which the father are raised. These styles will be observed by children and eventually become an imitated model for children in shaping their attitude and behaviour as well as their ethnic identity representing their cultural values. The objectives of this research are to know the difference of fathering styles between fathers in Minangkabau families and Batak families perceived from their personality types. The subjects of this research were 90 fathers in Medan, North Sumatera which consist of 45 fathers of Minangkabau ethnicity and 45 fathers of Batak ethnicity. The data of the study were collected by using two scales, which are personality types scale and fathering style scale. Analysis of Variance (ANOVA) was applied to analyze the data. The result of the analysis shows that personality types and ethnicity interact each other in affecting fathering styles (F: 5.872; p = 0.004 < 0.05), so there is a difference of fathering styles between Minangkabau fathers and Batak fathers perceived from introvert and extrovert personality types. A final contribution of this study is the effort to save young generation who live fatherless and support well function families through fathers’ role in transmitting good cultural values of fathers’ ethnicity, so it is suggested that fathers’ involvement should be existed in raising children’s development any condition even divorce can not be avoided. The paternal figure should always be present in children’s lives both my father’s direct involvement and by the involvement of other paternal figures. The good paternal figure will help children to avoid the social problems they face in life Pola pengasuhan ayah tidak terlepas dari latar belakang budaya yang mempengaruhi kepribadian ayah sejak kecil. Pola pengasuhan ayah akan diamati  oleh anak dan menjadi model figur yang ditiru anak dalam berperilaku dan menjadi ciri identitas etnik yang mewakili kepribadian sukunya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan memahami perbedaan pola pengasuhan ayah ditinjau dari tipe kepribadian pada keluarga  Batak Muslim dan keluarga Minang. Subjek penelitian adalah 90 orang ayah di Kota Medan, Sumatera Utara yang terdiri 45 orang ayah suku Minang dan 45 orang ayah suku Batak. Pengambilan data menggunakan dua skala, yaitu skala  tipe kepribadian dan skala pola asuh ayah.  Analisis Varians dua arah (Two Ways ANOVA) digunakan sebagai metode untuk mengalisis data. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tipe kepribadian dengan suku saling berinteraksi dalam mempengaruhi pola pengasuhan ayah. Kontribusi penelitian ini adalah untuk menyelamatkan generasi muda yang hidup tanpa ayah dan mendukung keutuhan fungsi keluarga melalui peran ayah dalam mentransmisi nilai budaya yang baik dari sukunya, maka disarankan agar keterlibatan ayah hendaknya diupayakan dalam kondisi apapunBerdasarkan hasil penelitian di atas, disarankan agar keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak harus ada dalam kondisi apapun, bahkan saat perceraian tak dapat dihindarkan. Figur ayah tidak boleh hilang dalam kehidupan anak baik itu dengan menghadirkan keterlibatan ayah secara langsung maupun dengan menghadirkan  figur lain  yang dapat melakukan peran ayah. Figur ayah yang baik akan membantu anak terhindar dari masalah-masalah sosial yang dihadapi dalam kehidupannya
THE DYNAMIC OF MALAY-MUSLIM CHINESE RELATION IN CONTEMPORARY PALEMBANG Zaki Faddad Syarif Zain; Anisatul Mardiah
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 5, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.1 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v5i1.931

Abstract

This paper aims to determine the dynamics of Muslim Chinese and Malay relation in Palembang. This qualitative research is conducted with descriptive analytics. Data are obtained by interviews, documentation, and observation. This study engages the socio-historical approach, namely studying the conflict and integration between Malays and Chinese in Palembang by looking at the history and the socio-politics. The research finds that the conflict between the two groups was strongly influenced by the political dynamics at the national level which spreads to Palembang. On the other hand, the process of integration between Chinese and Malays is unique and naturally integrated which is solved pragmatically The integration potentiality lies on the local narratives of a strong attachment between Malay and Chinese cultures. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pasang surut relasi kelompok Muslim Tionghoa dan Melayu di tingkat lokal yaitu Palembang. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif yang disajikan dengan deskriptif analitis. Data diperoleh dengan wawancara, dokumentasi dan observasi. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosio historis, yaitu mengkaji konflik dan integrasi antara Melayu dan Tionghoa di Palembang dengan menilik pada sejarah dan kondisi sosial politik yang melatarbelakanginya Dari penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa konflik antara kedua kelompok itu sangat dipengaruhi oleh dinamika politik di tingkat nasional (baca: yang terjadi di Jawa) yang berkembang hingga Palembang. Selanjutnya, integrasi antara Tionghoa dan Melayu memiliki keunikan tersendiri karena berjalan dengan natural didasarkan pada prinsip pragmatis. Sedangkan potensi integrasi dapat dilihat narasi-narasi keterikatan yang kuat antara Melayu dan Tionghoa yang menambah khazanah multikultural dari budaya Melayu Palembang itu sendiri.
ENGLISH AS LINGUA FRANCA AND ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC): A PERSPECTIVE OF ISLAMIC ECONOMY FACULTY IN BUILDING STRONG MUSLIM STUDENTS IN IAIN BUKITTINGGI Widya Syafitri; Febria Sri Artika
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 5, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.001 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v5i1.1096

Abstract

Since English was declared as lingua franca and also because more foreign companies established in Indonesia, so mastering English is becoming one of the most important preparations for the Indonesian nation to face AEC (ASEAN Economic Community). This article aimed to explore about the importance of English for Moslem students in AEC preparation, Moslem students’ English competency for struggling AEC, and to see curriculum concern on fulfilling the need of Moslem students relate to AEC. This research was developed qualitatively. It was found that learning English is very crucial for Moslem students since AEC has started. However, their English competency has not been balanced with the need because IAIN Bukittinggi has just implemented English in two semesters only. It is not sufficient to meet the need of Islamic Economic human resources challenges AEC Semenjak bahasa Inggris dideklarasikan menjadi bahasa pengantar atau bahasa Lingua Franca  dalam perdagangan bebas ASEAN,  juga karena semakin banyaknya perusahaan asing berdiri di Indonesia setelah diberlakukannya  pasar bebas, menyebabkan menguasai bahasa Inggris menjadi salah satu persiapan penting bagi bangsa Indonesia untuk menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Artikel ini bertujuan untuk mengupas tentang pentingnya bahasa Inggris dalam persiapan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean. Tulisan ini juga bertujuan untuk melihat kemampuan bahasa Inggris mahasiswa Islam terkhusus di IAIN Bukittinggi serta ingin mengetahui apakah kurikulum yang diterapkan di IAIN Bukittinggi sudah memenuhi kebutuhan mahasiswa terkait persiapan mereka menyambut MEA. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Inggris sangat penting bagi mahasiswa Muslim dalam menghadapi MEA. Namun kemampuan bahasa Inggris mereka belum untuk memenuhi tantangan MEA, hal ini disebabkan karena bahasa Inggris hanya dipelajari dalam dua semester selama perkuliahan Strata 1.
CONTRIBUTIONS OF KAMPUNG INGGRIS PARE AND ITS IMPLICATIONS FOR UNSKILLED MUSLIM MIGRANT WORKERS Helfi Helfi
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 5, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.626 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v5i1.936

Abstract

The advantages of becoming Indonesian Muslim migrant workers abroad (known as TKI) are likely under expectation. Most of the workers engage in the informal sector without proper skills. The income generated from them is marked as the second-largest income after the energy sector. Ironically, most of them are regarded as becoming unavailable to access all form of worker rights appropriately. This research is qualitative research that aimed to describe and analyse the problem which relates to the circumstance of the people of Kediri who have the hight interest of working abroad at informal sector mainly, but without proper skills. The establishment of Kampung Inggris (Village for Learning English) located in Pare, the district of Kediri in East Java offers the people of Kediri many business opportunities since many visitors come to spend their money and time to learn English in Kampung Inggris. It is a highly potential circumstance that can be managed to transform a new economic sector behind the existing sectors such as the existing agricultural sector.  This research is qualitative in the form of field research which is narrated analytically descriptively. This study attempts to capture directly how inequality occurs in Kediri people who have a strong interest in becoming an informal worker who does not have adequate skills abroad. The development of English villages in Kediri Regency is a promising business space for indigenous people and other communities around Kediri. The presence of academic tourists to study English has become a prospective economic gap. Ranging from regional tours to culinary, from lodging to bicycle sports, from laundry to stationery. A local potential that has gone international to change the agrarian economy towards a skill-based economy with various subsectors that can be developed with various variants in it.Ngaung indahnya jadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) memang tidak semanis yang dirasakan. Terutama Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bergerak di sector informal tanpa skill yang memadai. Mereka dipuji negara karena dianggap penyumbang devisa yang signifikan. Uang yang mengalir ke Indonesia berada pada peringkat ke dua terbesar setelah devisa dari sector migas. Di negara sana, mereka dijajah lahir dan batin, tapi ketika meninggal, mereka “dibiarkan”. Sebuah resiko yang tidak berimbang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dalam bentuk penelitian lapangan yang dinarasikan secara deskriptif analitis. Penelitian ini mencoba memotret langsung bagaimana terjadinya ketimpangan dalam masyarakat Kediri yang mempunyai animo yang kuat untuk menjadi TKI/TKW informal yang tidak memiliki skill memadai ke luar negeri. Perkembangan kampung Inggeris  di Kabupaten Kediri menjadi ruang usaha yang menjanjikan bagi pribumi dan masyarakat lain di sekitar Kediri. Kehadiran wisatawan akademik untuk belajar bahasa Inggeris menjadi celah ekonomi yang prospektif. Mulai dari wisata daerah hingga kuliner, dari penginapan hingga olah raga sepeda, dari laundry hingga alat-alat tulis. Sebuah potensi lokal yang telah go internasional untuk mengubah ekonomi agraris menuju ekonomi berbasis skill dengan berbagai subsector yang dapat dikembangkan dengan berbagai varian di dalamnya.
ACCOMMODATING THE NATIONAL EDUCATION POLICY IN PONDOK PESANTREN DDI MANGKOSO: STUDY PERIOD OF 1989-2018 Muhammad Alqadri Burga; Azhar Arsyad; Muljono Damopolii; A. Marjuni
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 5, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.368 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v5i1.862

Abstract

AbstractThis research was aimed at analyzing the 1) existence of the Pondok Pesantren DDI Mangkoso as a traditional Islamic educational institution; 2) the dynamic policy of national education in the period of 1989-2018; 3) various national education policy accommodating by the Pondok Pesantren DDI Mangkoso; and 4) varied obstacles and experienced by the pesantren in accommodating national education policy and the solutions. The results of this research show that the Pondok Pesantren DDI Mangkoso is still kept existing as a traditional Islamic educational institution by preserving five roles: a place transforming classical Islamic sciences, Da’wah institution, Islamic tradition conservationists, Islamic scholar generating center, and community service and empowerment. The position change of pesantren in the national educational policy during 1989 – 2018 implicates dynamiclally to the Pondok Pesantren DDI Mangkoso. The accommodation forms of national education policy conducting by the Pondok Pesantren DDI Mangkoso are classical system, national education curriculum implementation, and standardizing the learning process and educators. Some obstacles facing in accommodating these forms are like culture and organizational structure wrestling, limited resource, and lack of community participation. This research has implications for the importance of the accumulation of cultural values, religious values, and modern values in pesantren so that it can compete amid the progress of educational institutions in general Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis 1) eksistensi Pondok Pesantren DDI Mangkoso sebagai representasi lembaga pendidikan Islam tradisonal; 2) dinamika kebijakan pendidikan nasional kurun waktu 1989-2018; 3) ragam kebijakan pendidikan nasional yang diakomodasi oleh Pondok Pesantren DDI Mangkoso; dan 4) ragam hambatan Pondok Pesantren DDI Mangkoso dalam mengakomodasi kebijakan pendidikan nasional beserta solusinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan feno­menologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren DDI Mangkoso tetap eksis sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional meski melakukan pengembangan yang sifatnya modern dengan mempertahankan lima peran, yaitu: Tempat transmisi ilmu-ilmu Islam klasik, lembaga dakwah, peles­tari tradisi Islam, pusat reproduksi ulama, serta tempat pengab­dian dan pengem­bangan masyarakat. Perubahan posisi pesantren dalam kebijakan pendidikan nasional kurun waktu 1989-2018 berimplikasi terhadap kebijakan pendidikan Pondok Pesantren DDI Mangkoso yang dinami­kanya dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu: transformasi kelembagaan, pemaduan kurikulum, dan penerapan paradigma inklusif berbasis budaya. Berbagai hambatan dalam akomodasi tersebut adalah pergumulan kultur dan struktur organisasi, keterbatasan sumber daya, dan minimnya partisipasi masyarakat. Penelitian ini berimplikasi pada perlunya akumulasi nilai tradisional, nilai agama, dan nilai modern oleh pesantren agar mampu bersaing bahkan menjadi inspirasi di tengah kemajuan lembaga pendidikan pada umumnya.
ACHIEVING HARMONY THROUGH PROGRESSIVE ISLAMIC DIMENSIONS IN THE THINKING OF ABDULLAH SAEED Rusdiana Navlia Khulaisie; Azhar A. Hafizh; Abdul Wafi; Sofia Sofia
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol 5, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.685 KB) | DOI: 10.30983/islam_realitas.v5i1.902

Abstract

This article aims at describing the Progressive Islam; an Islam that offers a contextualization of the interpretation of Islam that is open, friendly, fresh, and responsive to every humanitarian issue according to Abdullah Saeed's thinking. Progressive Islam is a trend as a continuation of the Liberal Islamic Movement which emerged since approximately one hundred and fifty years ago. This trend emerged as a form of the expression of their dissatisfaction towards the Liberal Islamic Movement which emphasises more on internal criticism of the views and behaviours of Muslims that are deemed not or less in accordance with humanist values. This research was included in the literature research (library research method) which examines the researches and concepts of Progressive Islam in the perspective of Abdullah Saeed's thinking. Therefore, the final results of this study present that Abdullah Saeed offers a concept of understanding Islam that can answer the needs of the Contemporary Muslim communities so that it can be applied as lasting doctrine throughout the space of time and placeArtikel ini mendeskripsikan tentang Islam Progresif, bahwa Islam Progresif adalah Islam yang menawarkan sebuah kontekstualisasi penafsiran Islam yang terbuka, ramah, segar, dan responsif terhadap setiap  persoalan kemanusian menurut pemikiran Abdullah Saeed. Islam Progresif merupakan sebuah tren sebagai kelanjutan dari gerakan Islam liberal yang muncul sejak kurang lebih seratus lima puluh tahun yang lalu. Tren ini muncul sebagai bentuk ungkapan ketidakpuasan mereka terhadap gerakan Islam liberal yang lebih menekankan pada kritik internal terhadap pandangan dan perilaku umat Islam yang dianggap tidak atau kurang sesuai dengan nilai humanis. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kepustakaan (library research) yaitu menelaah penelitian dan konsep Islam Progresif dalam perspektif pemikiran Abdullah Saeed. Hasil Akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwa Abdullah Saeed menawarkan sebuah konsep pemahaman Islam yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat muslim kontemporer sehingga dapat diaplikasikan sebagai ajaran yang abadi di sepanjang kurun waktu dan tempat

Page 1 of 1 | Total Record : 7