Articles
76 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 3 No. 2 (2019)"
:
76 Documents
clear
PENGARUH STRATEGI RECIPROCAL TEACHING DAN PENGETAHUAN AWAL TERHADAP KETERAMPILAN BERFIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS IV SD
Yefrina, Jojor;
Miaz, Yalvema
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.55
Penelitian ini bertujuan untuk membahas secara konseptual tentang pengaruh model Reciprocal Teaching terhadap sikap empati dan hasil belajar siswa di sekolah dasar terutama pada tema 1 kelas IV, menunjukkan dengan beberapa upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk dapat membentuk karakter anak bangsa/peserta didik melalui perubhan kurikulum dengan pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran saintifik, namun usaha yang dilakukan belum dapat berjalan secara optimal, terutama berfikir kritis siswa yang semakin lama semakin merosot. Maka diperlukan sebuah upaya perbaiki proses pembelajaran salah satunya adalah penerapan model pembelajaran Reciprocal teaching karena sesuai dengan tema dan perkembangan siswa pada kelas IV, berdasarkan kajian teori yang telah dilakukan menunjukkan bahwa model pembelajaran Reciprocal Teaching memiliki dampak yang baik jika dikaji secara konseptual terhadap berfikir kritis dan hasil beljar peserta didik, sehingga secara teoeritis menunjukkan model pembelajaran Recirocal Teaching dapat dijadikan sebagai salah satu model yang sesuai dengan keterampilan berpikir kritis berdampak baik pada hasil belajar peserta didik.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS MACROMEDIA FLASH 8 DI KELAS IV SEKOLAH DASAR
Amalia, Ririn;
Miaz, Yalvema
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.56
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan bahan ajar berbasis macromedia flash 8 yang valid, praktis dan efektif untuk peserta didik kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (research and development). Model pengembangan yang digunakan adalah model 4-D yang dikemukakan oleh Thiagarajan, Semmel dan Semmel. Penelitian ini dilakukan dengan 4 fase yang terdiri dari define (pendefenisian), desain (perancangan), develop (pengembangan) dan disseminate (penyebaran). Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket pengujian validitas, praktikalitas, serta efektifitas bahan ajar yang dikembangkan. Berdasarkan hasil uji validitas pada bahan ajar berbasis macromedia flash 8 diperoleh 88,25 % dengan kriteria sangat valid. Hasil angket respon guru diperoleh 88,8% dengan kriteria sangat praktis dan angket respon siswa memperoleh 87,5 % dengan kriteria sangat praktis. Sedangkan efektifitas bahan ajar berbasis macromedia flash 8 memperoleh 82,57% dengan kriteria sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar berbasis macromedia flash 8 layak digunakan sebagai sumber belajar peserta didik
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR
Sari, Guswita;
Gistituati, Nurhizrah;
Syarifuddin, Hendra
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.57
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh metode pembelajaran guided discovery terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa sekolah dasar. Metode penelitian ini adalah metode quasi eksperimen dengan rancangan penelitian the nonequivalent pretess-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini meliputi seluruh siswa kelas V SD kota Padang yang terdaftar pada gugus V kecamatan Kuranji. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Kelas eksperimen adalah siswa kelas V SD Negeri 44 Kalumbuk dan kelas kontrol adalah siswa kelas V SD Negeri 20 Kalumbuk kota Padang. Data penelitian ini diperoleh dari tes berupa soal komunikasi matematis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t tabel < t hitung (2,000 < 3,049), berarti  H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode guided discovery lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional. Hal ini berarti, metode guided discovery berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa
PENGGUNAAN ALAT PERAGA DAKON MATEMATIKA (DAKOTA) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA BAGI SISWA SEKOLAH DASAR
Fendrik, Muhammad
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.58
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika bagi siswa sekolah dasar melalui penggunaan dakota sebagai alat peraga dalam proses pembelajaran matematika di dalam kelas. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif, sedangkan subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 003 Peranap Kabupaten Indragiri Hulu. Instrumen penelitian berupa butir-butir soal yang diberikan untuk mengukur tingkat pemahaman dan kemampuan siswa. Lembar soal berupa tes tertulis digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman siswa setelah mengikuti pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai matematika siswa sebelum diterapkan model pembelajaran kooperatif dengan alat peraga dakon matematika adalah 62,30 kemudian meningkat menjadi 88,13 pada ulangan harian siklus I dengan peningkatan sebesar 41,46%. Nilai matematika siswa kembali mengalami peningkatan menjadi 91,73 pada ulangan harian siklus II dengan peningkatan 47,23% dari skor dasar. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan alat peraga dakota dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN 003 Peranap.
PENERAPAN MODEL EXAMPLES NON EXAMPLES BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA TEMA 1 SISWA KELAS 5 SDN SIDOREJO LOR 05
Dames, Iwin;
Koeswanti, Henny Dewi;
Radia, Elvira Hoesein
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.59
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar tema 1 melalui penerapan model pembelajaran Examples Non Examples berbantuan media gambar siswa kelas 5 SDN Sidorejo Lor 05 Salatiga. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 5 SDN Sidorejo Lor 05 Salatiga yang berjumlah 31 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan persentase rata-rata hasil belajar. Hal ini ditunjukan dengan peningkatan hasil belajar siswa dari pra siklus terdapat 18 siswa mencapai nilai di atas KKM 70 dari 31 siswa dan dilakukan siklus I dan siklus II agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 5. Siklus I terdapat 25 siswa mencapai nilai di atas KKM 70 dan siklus II terdapat 30 siswa mencapai nilai di atas KKM 70. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran examples non examples berbantuan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar tema 1 siswa kelas 5 SDN Sidorejo Lor 05 Salatiga
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN BAHAN AJAR TEMATIK TERPADU BERBASIS MODEL DISCOVERY LEARNING DI KELAS IV SEKOLAH DASAR
Hanida, Hanida;
Neviyarni, Neviyarni;
Fahrudin, Farida
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.60
Guru dituntut berperan dalam mengembangkan bahan ajar yang efektif untuk mendorong kemajuan belajar siswa. Kenyataannya bahan ajar yang ada belum mampu melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Oleh sebab itu, perlu dicari solusi berupa pengembangan bahan ajar tematik terpadu dengan model Discovery Learning di kelas IV Sekolah Dasar.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (research and development). Rancangan yang telah didesain kemudian divalidasi oleh 3 orang ahli dan 2 orang praktisi yang terdiri dari validasi bahan ajar dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Kepraktisan dilihat melalui hasil analisis keterlaksaan RPP, angket respon siswa dan guru. Keefektifan dilihat melalui hasil analisis observasi aktivitas dan hasil belajar siswa.Hasil yang diperoleh, validasi RPP diperoleh rata-rata sebesar 3,68 dengan kategori sangat valid. Validasi bahan ajar diperoleh rata-rata 3,66 dengan kategori sangat valid. Pada tahap praktikalitas, diperoleh hasil bahwa bahan ajar sudah praktis untuk digunakan. Penggunaan bahan ajar tematik terpadu dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Tingkat ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 85%. Ini berarti bahan ajar tematik terpadu efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa . Dari hasil penelitian diperoleh bahwa bahan ajar tematik terpadu yang dikembangkan telah valid, praktis dan efektif digunakan sebagai salah satu bahan ajar tematik terpadu di kelas IV sekolah dasar
PENGARUH MODEL EVERYONE IS A TEACHER HERE TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA SD
Lubis, Akhmad Badrul;
Miaz, Yalvema;
Taufina, Taufina;
Desyandri, Desyandri
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.61
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengunaan model Everyone Is A Teacher Here terhadap aktivitas dan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas V Sekolah Dasar. metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 20 Kurao Pagang Kota Padang, dengan Sampel pada penelitian adalah kelas VA sebagai kelas kontrol dan kelas VB sebagai kelas eksperimen. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah lembaran hasil observasi aktivitas siswa dan skor hasil belajar siswa pada tes akhir IPS, dari lembaran aktivitas siswa diperoleh dengan mengunakan model Everyone Is A Teacher Here berpengaruh baik terhdap aktivitas siswa. pada tes akhir diperoleh rata-rata eksperimen sebesar 88,57 dan kelas kontrol sebesar 79,92. Data menunjukan berdisribusi normal dan homogen, dan Hasil perhitungan uji-t tersebut diperoleh harga  dan pada taraf nyata 0,05 didapat harga . Dengan demikian H1 diterima, yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan aktivitas dan hasil belajar antara kelas eksperimen dengan menggunakan model Everyone Is A Teacher Here dengan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional
PERANAN MANAJEMEN KELAS DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR KOTA BAUBAU
Nurmaya G, Andi Lely
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.62
Manajemen kelas merupakan aspek pendidikan yang sering dijadikan perhatian utama oleh guru yang profesional, guru memegang peran utama dalam pembangunan pendidikan, khususnya yang diselenggarakan secara formal di sekolah. Guru juga sangat menentukan keberhasilan peserta didik, terutama yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Menciptakan kualitas belajar yang nyaman merupakan bagian dari manajemen kelas. Penelitian ini di laksankankan SDN II Bonebone terletak di Kota Baubau Provinsi Sulawesi. Pada penelitian ini metode yang digunakan penelitian adalah metode kualitatif, yaitu berdasarkan disiplin ilmiah mengumpulkan, mengklasifikasi, menganalisis dan menafsirkan fakta-fakta serta hubungan-hubungan antara fakta-fakta alam, masyarakat, kelakuan dan rohani manusia. Adapun hasil dari penelitian ini adalah pelaksanaa manajemen kelas dalam meningkatkan efektifitas pembelajaran mengajar meliputi: perencanaan manajemen kelas dalam pembelajaran, pelaksanaan manajemen kelas dalam pembelajaran ,kegiatan akhir manajemen kelas dalam pembelajaran. Peranan Manajemen kelas dalam proses pembelajaran yang tidak terlepas dari berbagai masalah ataupun hambatan yang terjadi diketahui bahwa manajemen kelas yang dilaksakanan guru dengan berbagai kegiatan dari awal sampai akhir pembelajaran sangat berperan penting dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran. Pembelajaran yang efektif mempersyaratkan keterampilan maanajerial guru. Tidak ada pembelajaran yang efektif tanpa keterampilan manajerial yang efektif
PERANAN MEDA PEMBELAJARAN BERBASIS ICT DALAM MENINGHKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR KOTA BAUBAU
Irsan, Irsan
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.63
Pembelajaran ICT adalah pembelajaran yang bearasaskan konsep pembelajaran computer dan multimedia. Pendidikan pembelajaran ICT saat ini sudah berkembang pesat di berbagai daerah. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan media pembelajaran berbasis ICT dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Sekolah Dasar Negeri II Bataraguru. Peneliti mengambil sampel secara acak (random sampling) yakni kelas rendah yang terdiri dari kelas 1, II, dan kelas III serta kelas tinggi yang terdiri dari kelas IV, V, dan kelas VI. Pada penelitian ini menggunakan bebrapa metode anatara lain: 1) Metode Wawancara atau Interview. 2) Metode Observasi. 3) Metode Dokumentasi. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa implementasikan media pembelajaran berbasis ICT dalam setiap proses pembelajaran dilaksanakan dengan baik ditunjang dengan sarana dan prasarana, komitmen kepala sekolah bersama guru serta kualiatas penguasaan guru dalam pengajaran. Media pembelajaran berbasis ICT sangat berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di Sekolah Dasar Negeri II Batatguru, hal ini dikarena guru dalam menyampaikan materi pelajaran dengan menggunakan media pembelajaran berbasis ICT membuat siswa lebih antusias dan tertarik mengikuti kegiatan belajar, siswa lebih terfokus dan terarah dalam memperhatikan pelajaran yang disampikan oleh guru dan terciptanya suasan belajar yang menyenagkan bagi siswa
PERANAN MANAJERIAL GURU TERHADAP DESAIN LINGKUNGAN FISIK KELAS DI SEKOLAH DASAR
Aswat, Hijrawatil
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.64
Salah satu faktor pendukung keberhasilan proses belajar mengajar adalah lingkungan fisik kelas yang mendukung. Apabila guru mampu memanajerial kelasnya maka sudah mampu menciptakan kelas yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi siswa, sehingga siswa akan lebih termotivasi melakukan aktivitas belajar secara aktif. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah dasar di 3 kota baubau dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif, berdasarkan hasil penelitian diperoleh dari 3 kecamatan terdiri dari 26 sekolah dasar hanya ada 2 sekolah unggulan yang memiliki desain lingkungan fisik kelas yang memadai mulai dari segi penyusunan kelas strategis, penyusunan bangku siswa yang variatif, pengaturan perabot dan pajangan media yang simetris, dan ruang kelas yang bersih dan sehat. Namun dari 2 sekolah ini belum ada yang menggunakan media pembelajaran berbasis tema yang disesuaikan dengan kurikulum 2013 yang diterapkan. Media pembelajaran yang di pajang di dinding-dinding kelas masih berupa media gambar tunggal dan tidak difungsikan ketika proses belajar meengajar berlangsung, dalam artian hanya seputar pajangan kelas saja. Namun tidak semua guru memiliki peranan manajerial yang baik, hal ini menjadi keluhan guru karena kurangnya pendanaan dari pihak sekolah dalam mendukung dan menyediakan fasilitas yang memadai sesuai kebutuhan siswa, masih ada beberapa guru yang kurang berpengalaman dalam membuat media, lebih mengedepankan penyusunan bangku siswa dari sisi praktisnya melalui susunan sejajar tanpa variasi, dan guru terfokus pada pencapaian hasil belajar siswa