cover
Contact Name
Berta Apriza
Contact Email
berthaafriza90@gmail.com
Phone
+6285279707407
Journal Mail Official
berthaafriza90@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.unm.ac.id/JIKAP/about/editorialTeam?guidena=Editorial+Teams
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Basicedu
ISSN : 29574424     EISSN : 29574440     DOI : https://doi.org/10.26858/jkp.v5i1.17466
Core Subject : Education,
Penelitian tentang ilmu kependidikan dan bertujuan membandingkan keefektifan model pendekatan contextual teaching and learning (CTL) dan pendekatan discovery yaitu dengan memberi soal pemecahan masalah pembelajaran matematika terhadap kemampuan berpikir kreatif mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Kotabumi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain pretest and posttest nonequivalent group design. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa kelas A dan kelas B PGSD Universitas Muhammadiyah Kotabumi Tahun akademik 2019/2020. Instrumen/alat ukur dalam penelitian ini yaitu berupa soal-soal yang memerlukan pemecahan masalah, soal yangdiberikan juga telah divalidasi oleh ahli matematika sebagai acuan untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif mahasiswa.
Articles 4,416 Documents
Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Materi Jaring-jaring Balok dan Kubus dengan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (Ctl) Siswa Kelas IV Sdn 05 Air Tawar Barat Fadhilaturrahmi, Fadhilaturrahmi
Jurnal Basicedu Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v1i1.148

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 05 Air Tawar Barat Kota Padang. Pelaksanaan pembelajaran jaring-jaring balok dan kubus dilaksanakan dengan 7 langkah pendekatan CTL yaitu: konstruktivisme, inkuiri, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi dan penilaian otentik. Data penelitian ini diperoleh dari hasil-hasil dengan menggunakan tes, observasi, wawancara, dan diskusi. Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus, yaitu siklus I dilaksanakan dua kali pertemuan (6 x 35 menit) dan siklus II dilaksanakan dalam dua kali pertemuan (6 x 35 menit). Hasil penelitian dari setiap siklus yang telah dilaksanakan terlihat adanya peningkatan. Hal ini dapat dilihat pada siklus I , nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 7 dengan persentase 70 % siswa, Pada siklus II pertemuan 1, nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 8,71 dengan persentase 86% siswa dan pada siklus II pertemuan 2, nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 85 dengan persentase 90,62% siswa. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan terlihat juga adanya peningkatan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada penelitian dengan menggunakan pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar jaring-jaring balok dan kubus
Penggunaan Media Audio Visual untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Siswa Kelas IV SD Negeri 016 Bangkinang Kota Ananda, Rizki
Jurnal Basicedu Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v1i1.149

Abstract

Based on observations, indicating civic learning still conventionally implemented where teachers are still using instructional media were confined to the textbook. This causes make the students is not actice in the learning process and learning results obtained are low. Focused on the problem, this research aims to improve the planning, implementation and assessment of learning civics by using audio-visual media. This classroom action research using qualitative and quantitative approaches. In practice, this research consisted of two cycles was taken collaboratively with classroom teachers. Each cycle consists of planning, implementing measures are accompanied observations and reflections on each cycle. The research was conducted in the second semester of the academic year 2015/2016 in 016 Bangkinang City Elementary School with the research subjects were all students in fourth grade. The research data was collected through observation, interviews, field notes, documentation and test. The results of data analysis showed that the use of audio-visual media can improve student learning outcomes in learning in fourth grade Civics 016 Bangkinang City State. It is seen from (1) The results of student learning in the cognitive an increase of the average value of 7.1 in the first cycle to 8.0 in the second cycle, (2) the affective domain increased from an average value of 7.8 on I cycle to 8.5 in the second cycle, and (3) on psychomotor increased from an average value of 6.4 in the first cycle to 7.9 in the second cycle. Seeing the results of this study, the class action research in the use of audio-visual media in Civics learning needs to be applied and developed in order to improve the quality of education in the future.
Penerapan Metode Eksperimenuntuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV Sdn 011 Langgini Kabupaten Kampar Surya, Yenni Fitra
Jurnal Basicedu Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v1i1.150

Abstract

Penelitian ini berawal dari Kenyataan di Sekolah Dasar bahwa pembelajaran sering didominasi oleh guru sebagai sumber informasi. Berdasarkan pengamatan peneliti ditemukan hasil belajar IPA siswa masih rendah, untuk itu peneliti melalui penelitian tindakan kelas ini ingin mencoba meningkatkan hasil pembelajaranIPA melalui metode eksperimen pada siswa kelas IV SDN 011 Langgini dengan jumlah siswa kelas IV SDN011 Langgini adalah 30 0rang, jumlah siswa laki-laki 16 orang dan siswa perempuan 14 orang. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari II siklus, dan setiap siklus ada 3 tahap yaitu langkah persiapan eksperimen, langkah pelaksanaan eksperimen, dan langkah tindak lanjut eksperimen dalam pembelajaran IPA. Subjek penelitian adalah siswa kelas kelas IV SDN 011 Langgini.Penilaian yang digunakan dalam pengumpulan data adalah penilaian proses menggunakan lembar observasi aktivitas guru dan lembar observasi aktivitas siswa dan penilaian hasil belajar. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan tes dan menguji ketuntasan belajar dengan persentase.Dari nilai rata-rata hasil belajar IPA dengan menggunakan metode eksperimen pada siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Nilai siklus I dengan rata-rata 6,5 dan pada siklus II rata-rata 7,7.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA dengan menggunakan metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN 011 Langgini Kabupaten Kampar
Peningkatan Proses Pembelajaran Tematik dengan Model Kooperatif Tipe Tgt di Kelas III SD Negeri 18 Langgini Bangkinang Pebriana, Putri Hana
Jurnal Basicedu Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v1i1.151

Abstract

This research was conducted as the thematic learning process in class III of SD Negeri 18 Langgini Bangkinang was not run as it was expected. This made the students' social skill was not developedmaximally. Therefore, this research sought to improve the thematic learning processby using TGT cooperative learning model.This was a Classroom Action Research which was conducted in two cycles inwhich each cycle consisted of four phases covering planning, acting, observing andreflecting. The subject of the research was the teacher and 33 students; 17 malestudents and 16 female students. The data was collected through observation.The results of the research disclosed that the use of TGT cooperative learning modelcould improve the thqatic learning process in class III of SD Negeri 18 Langgini Bangkinang. In the first cycle, ingroup works, the students' score in tolerance attitude was 52,98, their activeness towork in group was 59,33, their ability to present their work was 56,07, and theircourage to express ideas was 57,08. Meanwhile their average score in Indonesian was5,29, in Social Science was 7,53, in Natural Science was 6,21 and in Mathematicswas 7,19, or in general their average score was less than adequate.In the second cycle, their score in tolerance attitude was 85,59, theiractiveness to work in group was 85,95; their ability to present their work was 87,41,and their courage to express ideps was 86,64. Meanwhile their average score inlndonesian was 8,01, in Social Science was 8,02, in Nafural Science was 8,79 and inMathematics was 9,07, or in general their average score was good.Hence, the thematiq leaming could be improved by using TGT cooperativelearning model. This could be seen from the significant improvement of the thematiclearning process from the first cycle to the second one either in pre-teaching, whilstteachingor post-teaching.
Peningkatan Hasil Belajar Luas Bangun Datar melalui Model Kooperatif Tipe Jigsaw Bagi Siswa Kelas V SD Negeri 003 Bangkinang Kota Marta, Rusdial
Jurnal Basicedu Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v1i1.152

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari Kenyataan di Sekolah Dasar bahwa pembelajaran sering didominasi oleh guru sebagai sumber informasi dan model pembelajaran yang digunakan pada umumnya bersifat konvensional, sehingga proses pembelajaran kurang menarik bagi siswa dan hasil belajar yang dicapai kurang memuaskan. Berdasarkan data nilai ujian mid semester 2 matematika kelas V, masih banyak siswa yang memperoleh nilai di bawah standar.Dari itu peneliti melalui penelitian tindakan kelas ini ingin mencoba meningkatkan hasil belajar Matematika melalui pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada siswa kelas V SD Negeri 003 Bangkinang Kota. Pelaksanaan pembelajaran melalui pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yaitu dengan langkah-langkah : membagi siswa ke dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 4-6 orang tiap kelompok yang disebut dengan kelompok asal. Masing-masing anggota kelompok asal diberikan topik yang berbeda-beda. Setiap anggota kelompok asal yang mendapat topik yang sama bergabung dalam satu kelompok yang disebut dengan kelompok ahli. Dalam kelompok ahli, siswa berdiskusi tentang topik yang akan dibahas sesuai dengan petunjuk Lembar Kerja Siswa (LKS). Selesai berdiskusi, masing-masing anggota kelompok ahli bergabung kembali ke kelompok asalnya untuk menjelaskan topik yang telah dibahas pada kelompok ahli. Setelah itu masing-masing kelompok asal diberikan tes tentang seluruh topik, kelompok yang memperoleh nilai tertinggi diberikan penghargaan. Melalui pembelajaran seperti itu menuntut siswa untuk menguasai seluruh topik yang dipelajari.Dari hasil penelitian yang telah peneliti lakukan, terlihat bahwa hasil belajar siswa meningkat. Nilai rata-rata siswa pada skor dasar 5,06, diadakan tindakan pada siklus I meningkat dengan rata-rata 6,9. Kemudian diadakan lagi tindakan pada siklus II, dengan rata-rata nilai siswa mencapai 8,3. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada kelas V SD Negeri 003 Bangkinang Kota. Oleh sebab itu, disarankan agar guru dapat melaksanakan proses pembelajaran melalui pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dengan tujuan untuk dapat meningkatkan hasil dan minat belajar siswa
Education Policy SD Towards a New Paradigm Through the Professionalism of Teacher Fendrik, Muhammad; Antosa, Zariul
Jurnal Basicedu Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v1i2.153

Abstract

Profesi sebagai guru memiliki peran yang sangat strategis dalam proses pencerdasan, pembudayaan, dan pembangunan karakter bangsa. Pencanangan guru sebagai jabatan profesi dan menjadi modal dasar dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional secara komprehensif. Dengan tugas-tugas seperti yang tertera dalam UU Nomor 14 Tahun 2005, guru menjadi faktor kunci dan “the front liner” dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan peningkatan mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Sebagai konsekuensinya, guru harus memiliki kemampuan yang memadai dan terstandar untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan serta mempunyai keinginan dalam mewujudkan proses pembelajaran yang berkualitas.Semua yang dipelajari di sekolah tidak dilakukan dalam kerangka mengembangkan pribadi dan menghayati kehidupan yang bersih lahir dan batin, tetapi hanya sekedar untuk memenuhi tuntutan ritual formal. Disinilah letak pentingnya para guru untuk mengajarkan materi yang lebih “bermakna” dengan penekanan pendidikan yang seimbang, tidak hanya didominasi kecerdasan intelektual semata, melainkan juga melibatkan emosi. Konsep pembelajaran aktif tersebut tentu saja berbeda dengan konsep pembelajaran yang selama ini terjadi. Karena dengan Active Learning, proses pembelajaran berpindah dari situasi “teacher dominated learning” ke situasi “student dominated learning”. Siswa disini lebih dipandang sebagai manusia dengan segala potensi yang dimilikinya. Guru hanya sebagai fasilitator sekaligus teman dalam mencari ilmu pengetahuan. Karena posisi siswa sebagai subyek dan aktor dalam proses belajar mengajar, maka kemungkinan siswa lebih aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran
Evaluasi Pembelajaran IPS Berbasis Taksonomi Bloom Dua dimensi di Sekolah Dasar Fadhilaturrahmi, Fadhilaturrahmi; Ananda, Rizki
Jurnal Basicedu Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v1i2.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menghasilkan alat evaluasi yang layak untuk siswa SD.Penelitian pengembangan ini akan dicobakan dengan menggunakan taksonomi Bloom dua dimensi untukmenghasilkan butir-butir tes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode R & D (Researchand Development) atau metode penelitian dan pengembangan. Alat evaluasi yang dikembangkan padapenelitian ini adalah soal tes uraian, kunci jawaban serta pedoman penskoran. Tahapan-tahapan dalampenelitian ini dimulai dengan studi kepustakaan, pembuatan kisi-kisi, penulisa butir tes, uji ahli (validitas isi),revisi tahap 1, uji terbatas yang terdiri dari: validitas butir soal, uji reliabilitas, taraf kesukaran dan dayabeda. Selanjutnya dilanjutkan ke tahap revisi 2, uji coba lebih luas ke tiga SD yang satu kompleks denganSDN 016, hingga seleksi dan perakitan tes, sampai didapatkan butir tes yang valid dan reliabel. Evaluasihasil belajar mata pelajaran IPS dengan menggunakan Taksonomi Bloom Dua Dimensi nilairata-ratatotalvalidasi yang diberikan olehvalidator terhadap alat evalusi sebesar 3,29, alat evaluasi yang dikembangkandalam kategori sangat valid dan koefisien validitas butir soal dari soal 1sampai 30 memiliki kriteria validitastinggi. Koefisien reliabilitas soal tesuraianyang dikembangkansebesar 1,019524 dengan kategori reliabilitas sangat tinggi.
Lingkungan Belajar Efektif Bagi Siswa Sekolah Dasar Fadhilaturrahmi, Fadhilaturrahmi
Jurnal Basicedu Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v1i2.155

Abstract

Sekolah mempunyai peran sebagai lembaga pendidikan yang mengembangkan potensi-potensi siswa, agar mampu menjalani tugas-tugas dalam kehidupan, baik secara individual maupun sosial. Sekolah merupakan salah satu lingkungan siswa. Lingkungan dalam pengertian umum, berarti situasi yang ada di sekitar manusia. Manusia tidak bisa lepas dari lingkungan tempat tinggal, baik itu lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, maupun lingkungan sekolah. Lingkungan tersebut dapat menimbulkan Perubahan tingkah laku manusia. Karena lingkungan dapt merubah tingkah laku, maka sekolah hendaknya menciptakan lingkungan belajar efektif bagi siswa sekolah dasar.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI SISWA KELAS IV SD NEGERI 016 BANGKINANG KOTA Mufarizuddin, Mufarizuddin
Jurnal Basicedu Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v1i1.156

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS pada siswa kelas  IV SD Negeri 016 Bangkinang Kota dengan penerapan model pembelajaran Inkuiri. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV  SD Negeri 016 Bangkinang Kota  Tahun Ajaran 2015/2016 yang berjumlah 20 siswa. Objek penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran IPS dengan penerapan model pembelajaran Inkuiri. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi pelaksanaan pembelajaran, lembar kegiatan siswa(LKS), tes akhir siklus dan wawacara.Penelitian yang dilakukan pada pembelajaran Inkuiri pada siswa kelas IV SD Negeri 016 Bangkinang Kota melalui tahap-tahap sebagai berikut: 1) penemuan, 2) persentase kelas, 3) penghargaan kelompok. Hasil belajar  tersebut ditunjukkan dengan meningkatnya hasil belajar IPS siswa dari siklus I ke siklus II.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan siswa mengalami peningkatan dari siklus I dengan persentase 67,5% dan pada siklus II dengan persentase 90%. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan yaitu pada siklus I, bahwa hasil belajar siswa mencapai persentase 70.1%Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan dengan perolehan persentase 84.9%. Berdasarkan hasil penelitian bahwa penerapan model pembelajaran Inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri 016 Bangkinang Kota.
PENINGKATAN READING COMPREHENSION SISWA SD MELALUI PENGGUNAAN MEDIA KAMUS BERGAMBAR BAHASA INGGRIS Widiyarto, Sigit
Jurnal Basicedu Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v1i1.157

Abstract

Penguasaan reading comprehension sangat penting bagi siswa   Sekolah Dasar.  Anak mampu  membaca dengan baik. Namun tingkat penguasaan pemahaman bacaan(reading comprehension anak masih rendah dan guru masih menggunakan media yang kurang tepat, bahkan tidak mempergunakan media di kelas,sehingga siswa kurang tertarik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas pemakaian kamus bergambar dan pengaruhnya pada penggunaan kamus bergambar . Penelitian ini memakai rancangan eksperimen yang dilakukan pada satu kelompok saja tanpa kelompok pembanding (The One Group Pratest Posttest). Subyek penelitian Siswa SD ,dengan sampel data sebanyak 25 siswa. Data diolah dengan  SPSS 22.  Hasil penelitian menunjukkan pada, Uji  Normalitas ,Homogenitas dan T Sampel Berpasangan dengan tingkat signifikan α =5%, Hasil uji normalitas didapat nilai Kolmogorof-Smirnov i Sig.0.200,dan Shapiro-Wilk 0.822 sehingga pada α = 5%= 0.05 < Sig.= 0,sampel data berasal dari distribusi normal. Pada Uji Homogenitas Varians Levene Nilai Sig. 0.896, pada tingkat signifikansi α = 5 % =0.05 < Sig.0.896 sehingga dapat dikatakan sampel data berasal dari varians yang Homogen, ,dapat disimpulkan pada tingkat kepercayaan 95%,rata-rata kemampuan kosa kata setelah perlakuan dengan memakai kamus bergambar (mean sebesar 66.98640 ) dibanding sebelum memakai media ( mean sebesar 63.7240 ), naik sebesar 3.26240. Dengan kata lain, pemakaian kamus bergambar berpengaruh signifikan pada tingkat kepercayaan 95%. Penelitian ini memberikan saran untuk mengatasi masalah yang ditemukan dalam penelitian

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 5 (2025): In Progress Vol. 9 No. 4 (2025): August Vol. 9 No. 3 (2025): Juni Vol. 9 No. 2 (2025): April Vol. 9 No. 1 (2025): February Vol. 8 No. 6 (2024) Vol. 8 No. 5 (2024) Vol. 8 No. 4 (2024) Vol. 8 No. 3 (2024) Vol. 8 No. 2 (2024) Vol. 8 No. 1 (2024) Vol. 7 No. 6 (2023) Vol. 7 No. 5 (2023) Vol. 7 No. 4 (2023) Vol 7, No 3 (2023): June Vol. 7 No. 3 (2023) Vol. 7 No. 2 (2023) Vol 7, No 2 (2023): April Vol. 7 No. 1 (2023) Vol 7, No 1 (2023): February Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236 Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663 Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500 Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199 Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500 Vol 6, No 6 (2022): December 2022 Vol. 6 No. 6 (2022) Vol. 6 No. 5 (2022) Vol. 6 No. 4 (2022) Vol. 6 No. 3 (2022) Vol. 6 No. 2 (2022) Vol. 6 No. 1 (2022) Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500 Vol 5, No 5 (2021): : October Pages 3001-5000 Vol 5, No 4 (2021): August Pages 1683- 3000 Vol 5, No 3 (2021): June Pages 1111-1682 Vol 5, No 1 (2021): February 2021, Pages 1-445 Vol 5, No 2 (2021): April Pages 446-1111 Vol. 5 No. 6 (2021) Vol. 5 No. 5 (2021) Vol. 5 No. 4 (2021) Vol. 5 No. 3 (2021) Vol. 5 No. 2 (2021) Vol. 5 No. 1 (2021) Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467 Vol 4, No 3 (2020): July, Pages 523-774 Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521 Vol 4, No 1 (2020): January, Pages 1-227 Vol. 4 No. 4 (2020) Vol. 4 No. 3 (2020) Vol. 4 No. 2 (2020) Vol. 4 No. 1 (2020) Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165 Vol 3, No 3 (2019): July Pages 850 - 993 Vol 3, No 2 (2019): April Pages 263- 849 Vol 3, No 1 (2019): January Pages 1-262 Vol. 3 No. 4 (2019) Vol. 3 No. 3 (2019) Vol. 3 No. 2 (2019) Vol. 3 No. 1 (2019) Vol 2, No 1 (2018): April Pages 1-165 Vol 2, No 2 (2018): October Pages 1-74 Vol. 2 No. 2 (2018) Vol. 2 No. 1 (2018) Vol 1, No 2 (2017): October Pages 1-84 Vol 1, No 1 (2017): April Pages 1-95 Vol. 1 No. 2 (2017) Vol. 1 No. 1 (2017) More Issue