Articles
4,416 Documents
IMPLIKASI TEORI BELAJAR E.THORNDIKE (BEHAVIORISTIK) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Amsari, Dina
Jurnal Basicedu Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v2i2.168
Teori belajar Behavioristik merupakan teori yang berpandangan bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku melalui stimulus respon. Dengan kata lain,belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya yangbertujuan merubah tingkah laku dengan cara interaksi antara stimulus dan respon.Dalam konsep belajar behavioristik, siswa dikatakan belajar jika terjadi perubahan prilaku ke arah yang lebih baik. Salah satu tokoh pengusung teori ini adalah Edward Thorndike yang dikenal dengan teori Koneksionisme. Menurut Thorndike, belajar merupakan proses koneksi antara stimulus respon yang berujung kepada perubahan tingkah laku. Hubungan stimulus respon ini menurut Thorndike dapat diperkuatdengan adanya kesiapan dalam menerima perubahan tingkah laku tersebut (Law of Readiness), diberikan pengulangan (Law of Exercise) dan diberikan penghargaan (Law of Effect). Dalam pembelajaran khususnya matematika, guru memastikan kesiapan siswa dalam belajar, agar stimulus yang diberikan dapat diterima baik oleh siswa dan memunculkan respon yang diinginkan. Stimulus yang diberikan hendaknya sering diulang agar hubungan stimulus respon semakin kuat salah satunya dengan memberikan latihan ataupun penekanan konsep oleh guru. Selain itu, hubungan ini juga dapat diperkuat dengan memberikan penghargaan kepada siswa. Sehingga menimbulkan kepuasan bagi mereka
LINGKUNGAN BELAJAR EFEKTIF BAGI SISWA SEKOLAH DASAR
Fadhilaturrahmi, Fadhilaturrahmi
Jurnal Basicedu Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v2i2.169
Sekolah mempunyai peran sebagai lembaga pendidikan yang mengembangkan potensi-potensi siswa, agar mampu menjalani tugas-tugas dalam kehidupan, baik secara individual maupun sosial. Sekolah merupakan salah satu lingkungan siswa. Lingkungan dalam pengertian umum, berarti situasi yang ada di sekitar manusia. Manusia tidak bisa lepas dari lingkungan tempat tinggal, baik itu lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, maupun lingkungan sekolah. Lingkungan tersebut dapat menimbulkan perubahan tingkah laku manusia. Karena lingkungan dapt merubah tingkah laku, maka sekolah hendaknya menciptakan lingkungan belajar efektif bagi siswa sekolah dasar
PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIKULTURAL PADA MATAPELAJARAN SOSIOLOGI
Yanti, Rini Parmila
Jurnal Basicedu Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v2i2.170
Pembelajaran berbasis multikultural berusaha memberdayakan siswa untuk mengembangkan rasa hormat kepada orang yang berbeda budaya, memberi kesempatan untuk bekerja bersama dengan orang atau kelompok orang yang berbeda etnis atau rasnya secara langsung. Pendidikan multikultural juga membantu siswa untuk mengakui ketepatan dari pandangan-pandangan budaya yang beragam, membantu siswa dalam mengembangkan kebanggaan terhadap warisan budaya mereka, menyadarkan siswa bahwa konflik nilai sering menjadi penyebab konflik antar kelompok masyarakat Pendidikan multikultural diselenggarakan dalam upaya mengembangkan kemampuan siswa dalam memandang kehidupan dari berbagai perspektif budaya yang berbeda dengan budaya yang mereka miliki, dan bersikap positif terhadap perbedaan budaya, ras, dan etnis
STRATEGI GURU MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK DI SEKOLAH DASAR
Hapsari, Emiliana Ety;
Sumantri, Muhammad Syarif;
Astra, I Made
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i1.171
Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh terhadap hasil belajar IPA kelas IV SD Regina Pacis dalam menggunakan pendekata saintifik, dengan jumlah siswa sebanyak 18 orang siswa. Teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah tes dan non tes. Pembelajaran saintifik yang sudah diterapkan pada siswa kelas IV B SDS Regina Pacis Jakarta mampu meningkatkan hasil belajar IPA yang semula mendapat nilai rata-rata 66.39 pada prasiklus, meningkat menjadi 71.94 pada siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi 80.83. Sedangkan untuk aktifitas siswa pun juga meningkat setelah diterapkannya pembelajaran saintif hal ini terbukti dari hasil observasi yang mendapatkan hasil rata-rata 74.1 dan meningkat menjadi 77.78. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran saintifik dalam penelitian ini sudah mencapai tujuannya yaitu meningkatkan hasil belajar IPA
EVALUASI PROGRAM KEWIRAUSAHAAN DI SDK21 PENABUR
Pawestri, Gendis Woro;
Sumantri, Muhammad Syarif;
Utomo, Erry
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i1.172
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik di SDK Penabur dalam pelaksanaan program kewirausahaan terutama dalam penguasaan ketrampilan (skills) dan karakter serta perolehan nilai dalam ujian nasional. Penelitian ini menggunakan metode evaluasi dengan pendekatan kualitatif. Design model dalam penelitian ini menggunakan  model CIPP. Penelitian ini dilaksakan di SDK Penabur wilayah Jabodetabek. Hasil menunjukkan tiga aspek yang dievaluasi yakni hasil belajar siswa, respon orang tua, dan respon siswa. Pada aspek hasil belajar, semua kriteria dinyatakan telah terpenuhi. Adapun aspek respon orang tua dan siswa terdapat beberapa kriteria yang belum sesuai yakni kriteria orang tua dan siswa yang memahami hakekat, maksud dan manfaat dari penyelenggaraan program entrepreneurship. Implikasi dalam penelitian ini, diharapkan program entrepreneurship berdampak pada motivasi belajar siswa dan membudayakan kecakapan life skill siswa sekolah dasar
EFFECT OF LEARNING MODEL AND LEARNING MOTIVATION AGAINST THE ABILITY TO WRITE NARRATIVES GRADE IV ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS
Ritonga, Rudi;
MS, Zulela;
Situmorang, Robinson
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.173
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap kemampuan menulis narasi siswa kelas IV di wilayah Jakarta Selatan Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan model eksperimen dengan membandingkan tiga model pembelajaran, yaitu model pembelajaran scaffolding, model pembelajaran partisipatif dan model pembelajaran learning discovery dengan variabel atribut motivasi belajar siswa. Penelitian ini diberi perlakuan dalam empat kelas sebagai sampel penelitian, yaitu dua kelas eksperimen, dan dua lagi sebagai kelas pembanding. Perlakuan pembelajaran diberikan 6 kali dengan kisaran 90 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran terhadap kemampuan menulis narasi dan terdapat perbedaan kemampuan menulis narasi siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan kemampuan menulis narasi siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. model pembelajaran yang harus digunakan dan memahami cara menyampaikan materi kepada siswa dan meningkatkan proses pembelajaran mata pelajaran sosial. Selain itu, dengan interaksi berbagai konsep tema yang telah dirumuskan, pengalaman belajar siswa menjadi lebih kaya dan mempengaruhi pola pikir untuk menyelesaikan masalah belajar siswa. Berdasarkan kondisi tersebut, jika guru mampu menerapkan konsep pembelajaran yang bermakna, mengasyikkan, mudah dipahami bagi siswa maka memiliki implikasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa sendiri
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA
Alpian, Yayan;
Anwar, Aang Solahudin;
Puspawati, Puspawati
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i3.174
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran contextual teaching and lerning terhadap motivasi belajar siswa kelas V SD Negeri Kondangjaya III. Penelitian ini merupakan jenis pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu dengan desain nonequivalent comparison-group design. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri Kondangjaya III yang terdiri atas 4 kelas yaitu VA, VB, VC, dan VD. Teknik pengumpulan data penelitian dengan simple Random Sampling. Teknis analisis data untuk menguji hipotesis dilakukan dengan perhitungan statistik korelasi product moment. Hasil pengujian hipotesis, terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas yang belajar menggunakan model pembelajaran contextual teaching and learning dan kelas yang belajar tanpa model pembelajaran contextual teaching and learning. Hal ini diperoleh rhitung sebesar 0,696 > rtabel 0,242 dengan signifikan 0,05 dan n = 66 bahwa H0 ditolak. Artinya dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran contextual teaching and lerning terhadap motivasi belajar siswa kelas V SD Negeri Kondangjaya III.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATERI OPERASI HITUNG PEMBAGIAN PADA SISWA KELAS 3 SDN GEBANGSARI 02
Fauziah, Rizqi;
Reffiane, Fine;
Sukamto, Sukamto
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.177
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Kesulitan Belajar Operasi Hitung Pembagian Kelas III SD Negeri Gebangsari 02 Semarang. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian ekperimen jenis kualitatif. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi tes, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Gebangsari 02  bulan Mei 2019. Dalam penelitian ini digunakan uji keabsahan data triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis kesulitan menulis puisi bebas kelas III SD Negeri Gebangsari 02 telah cukup berjalan dengan baik
PENANAMAN NILAI KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN MUSIK DI KELAS V SDN 04 PPA
Septigamandari, Sonia;
Ardipal, Ardipal
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.178
Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya kemampuan guru dalam mendesain perencanaan dan proses pembelajaran, waktu belajar sangat terbatas, siswa kurang aktif dalam belajar, kurangnya respon siswa terhadap pertanyaan yang diberikan oleh guru, Kurangnya pemahaman siswa dalam belajar, kurangnya Karakteristik seni musik di Sekolah Dasar, Kurangnya kreativitas anak-anak dalam belajar musik dan belajar masih berpusat pada guru. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan metode kualitatif yang dideskripsikan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: Observasi, Wawancara, Dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bagaimana karakteristik perencanaan dan kreativitas dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui pembelajaran musik di kelas V SDN 04 PPA TanjungHarapan Kecamatan, Kota Solok
Pengembangan Media Pembelajaran Budaya Melayu dengan Adobe Flash berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar
Prasetiyo, Gihari Eko;
Ginting, Nurlia
Jurnal Basicedu Vol. 3 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.179
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah produk CD Pembelajaran dan membandingkan hasil belajar dari sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran menggunakan Adobe Flash berbasis kearifan local budaya melayu di SD Negeri 050664 Lubuk Dalam Jenis penelitian ini adalah R&D model 4-D Thiagarajan, Tahap yang dilakukan dalam pengembangan media iini Define, Design, Develop, Disseminate. Media pembelejaran ini harus memenuhi kategori Valid, Efektif, Praktis. Valid didasarkan oleh hasil validasi ahli media dan desain mencapai persentase 85% dalam kategori sangat Valid, hasil validasi ahli bahasa mencapai persentasi 83% dalam Kategori Sangat Valid dan hasil Validasi ahli Materi mencapai persetase 89% dalam kategori Sangat valid. Keefektifan media dilihat dari hasil pretest dan postest yang di analisis dengan menggunakan N-Gain diperoleh nilai rata-rata gain sebesar 0,7 dimana dalam kategori tinggi Kepraktisan Media didasarkan oleh Angket yang di berikan kepada User/Guru yang dalam Kategori sangat praktis dengan persentase 92%. Dengan hasil diatas maka Media Pembelajaran yang dikembangkan layak untuk digunakan.